
"Jonas." Lein memanggil Jonas.
"Hm? Ada apa, Lein?" Jonas menghentikan latihan nya dan menghampiri Lein.
"Siap untuk menjadi kuat?" Lein bertanya.
"Tentu saja, aku siap." Jonas mengangguk.
"Kalau begitu akan kukatakan sekali lagi, aku membutuhkan mu untuk menjadi perisai ku. Jadi kamu harus melindungi ku dalam situasi apapun." Ucap Lein.
"Aku tahu, jika kamu membuat ku kuat, aku akan menuruti perintah mu." Mata Jonas menunjukkan tekad yang kuat.
"Bagus! Aku suka sikap itu.!" Lein berdiri di hadapan Jonas.
Lein mengumpulkan mana di tangan kiri nya, kemudian ia memukul dada kiri Jonas tepatnya jantung nya dengan telapak tangan kiri nya.
"Ugh!" Jonas kesakitan namun ia tetap bergeming.
// bergeming menurut KBBI : tidak bergerak //
Lein kemudian menggunakan divine power dan memasukan nya ke dalam tubuh Jonas lalu menyelimuti jantung nya dengan divine power.
"Tahan, kalau kamu tidak bisa menahan ini, maka kamu akan berakhir disini." Lein memperingatkan Jonas untuk menahan rasa sakit nya.
"Argh!!!" Jonas berteriak karena kesakitan.
Lalu setelah 5 menit berlalu, Lein melepaskan tangan kiri nya dari dada kiri Jonas.
"Selamat, rekanku." Lein tersenyum.
"Hah...Hah..." Jonas terengah-engah.
"Kemampuan mu yang pertama adalah tidak merasakan sakit saat diserang secara fisik, sekarang periksalah kemampuan mu yang baru saja bangkit." Lein duduk.
Jonas kemudian memeriksa kemampuan nya, lalu ia membelalakkan matanya karena terkejut. Ia bolak-balik melihat antara Lein dan kemampuan nya.
"Kamu tidak menyangka bukan?" Ucap Lein.
"Lebih dari itu." Jonas menyeringai membuat wajah bahagia.
Kemampuan Jonas yang pertama membuat Jonas tidak merasakan sakit saat ia diserang secara fisik bukan secara spiritual.
Kemampuan yang pertama memiliki rank B, rank yang lumayan. Namun Jonas merasa itu tidak berguna karena kebanyakan ras raksasa memiliki kemampuan pertahanan.
Dan tidak merasakan sakit karena serangan fisik tidak begitu berguna di pertarungan jika ada penyihir di pihak musuh.
Lalu kemampuan yang baru saja Lein bangkitkan adalah Diamond Rhino rank S. Sebuah kemampuan yang memungkinkan pengguna untuk mengubah tubuh nya menjadi diamond.
Diamond adalah material yang sanga keras, dan badak juga merupakan salah satu hewan yang memiliki kulit keras.
Jika keduanya digabungkan, Lein tidak bisa membayangkan seberapa keras tubuh Jonas saat menggunakan Diamond Rhino.
Jonas berjalan menghampiri Lein, kemudian ia berlutut dengan satu lutut, dan menaruh tangan kanan nya di dada nya.
"Jonas Virion, seorang ras campuran antara Raksasa dan Manusia. Aku bersumpah setia kepada Lein Sanzio dengan meminjam kekuatan Dewa Kematian." Ucap Jonas menyatakan sumpah setia.
"!!" Lein cukup terkejut dengan sumpah Jonas yang menyertakan dewa kematian.
__ADS_1
Sumpah dewa kematian adalah sumpah yang paling aman. Jika orang yang bersumpah melanggar sumpah nya maka dapat dipastikan orang itu akan mati.
"Aku, Lein Sanzio menerima sumpah setia dari Jonas Virion." Lein juga meletakan tangan kanan nya di dada nya.
...----------------...
"Kamu ingin apa untuk perlengkapan tubuh mu?" Lein bertanya.
"Karena aku bisa menggunakan sifat keras dari diamond, aku juga bisa menyerang." Pikir Jonas.
"Aku ingin armor tubuh sederhana dan sebuah Gauntlet." Ucap Jonas.
"Tidak membutuhkan perisai?" Tanya Lein.
"Tubuhku adalah perisai nya." Jonas menyeringai.
"Kekeke, bagus bagus...." Lein juga menyeringai.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke Kota Dragon Heart sebelum Anarchy Order mengejar kita." Lein berbalik dan berjalan mencari priestess atau Priest.
"Baiklah..." Jonas mengikuti Lein.
Tinggi Lein sekitar 1,9m sedangkan tinggi Jonas adalah 2,20m. Jika dilihat, Jonas seperti pengawal Lein, meskipun ia memang pengawal.
...----------------...
Gereja Ariel Kota Dragon Tide.
"Selamat datang kembali, tuan Lein dan..." Priestess menyambut Lein.
"Jonas, Jonas saja." Jonas menjawab.
"Bawa kami ke paus, kami memiliki urusan." Ucap Lein.
"Tapi paus sedang bersama presiden Brynn dari universitas dragon heart, tuan." Ucap priestess.
"Apa yang dilakukan presiden?" Pikir Lein.
"Urusan Dewi." Ucap Lein singkat.
"!!"
"Ba-baiklah tuan, mari saya antar." Priestess langsung mengantar Lein karena ia mendengar urusan kali ini berhubungan dengan Dewi mereka.
...----------------...
*tok tok tok (suara ketukan pintu)
"Permisi Tuan Olave, tuan Lein ingin bertemu dengan anda. Ucap priestess dari balik pintu.
"Lein?" Presiden Brynn mendengar nama yang familiar.
"Bukankah aku sudah memberi tahu mu? Jangan ganggu kami." Paus Olave mengerutkan kening.
"Maaf tuan, ini adalah urusan mengenai Dewi Ariel." Ucap priestess.
"!!"
__ADS_1
"Biarkan dia masuk!" Paus Olave mempersilakan masuk.
...----------------...
"Halo tuan Lein yang terhormat." Paus Olave menyambut Lein dengan senyum ramah
"Halo Paus Olave." Lein memberikan salam sopan namun dengan wajah datar.
"..." Paus Olave hanya tertawa canggung.
"Ugh, orang ini, seperti biasanya." Presiden Brynn sudah terbiasa dengan sikap Lein.
"Tunggu! Mengapa tangan kanan nya hilang lagi?" Presiden Brynn mengerutkan kening saat ia melihat Lein kehilangan tangan kanan nya lagi.
Lein kemudian mengeluarkan Staff of Sapience dan memberikan nya kepada Paus Olave.
"Ini, ambil ini." Lein memberikan nya.
"Ini!?" Paus Olave menerima Staff of Sapience dan terkejut saat tau barang itu.
"Baiklah, tugas ku sudah selesai, sampai jumpa." Lein keluar dari ruangan.
"Tunggu, tuan Lein..." Paus Olave berteriak namun Lein hanya melambaikan tangan kiri nya.
"Sepertinya Staff itu sangat penting, kalau begitu saya undur diri Tuan." Presiden Brynn pergi.
...----------------...
"Katakan mengapa tangan kanan mu hilang lagi?" Presiden Brynn berjalan bersama Lein.
"Ah, aku diserang. Orang itu sangat kuat dan cepat, aku bahkan tidak bereaksi." Lein menjelaskan.
"Namun mengapa kamu tidak menyembuhkan nya dengan kemampuan Isolda?" Presiden Brynn bertanya.
"Aku takut kami bertemu lagi, jadi aku akan menyembuhkan nya saat aku kembali." Ucap Lein.
"Lalu, siapa orang tinggi itu?" Presiden Brynn menanyakan tentang Jonas yang berjalan di belakang Lein.
"Jonas Virion, rekan ku." Lein hanya menjelaskan nya secara singkat.
"Bisa dipercaya?" Presiden Brynn menyipitkan matanya.
"Dia sudah bersumpah setia." Lein mengangguk.
"Sumpah setia!?" Presiden Brynn terkejut.
"Benar." Lein dan Jonas mengangguk.
"Hah... aku heran bagaimana bisa dalam dua hari kamu bisa melakukan hal sehebat ini." Presiden Brynn menghela nafas.
"Haha, terimakasih Pres." Lein tertawa.
"Ngomong-ngomong Pres, apakah Jonas diizinkan untuk masuk ke dalam universitas?" Lein bertanya.
"Yah, karena kamu mengatakan bahwa ia sudah bersumpah setia dan aku juga mempercayai mu, maka tidak apa-apa. Pergi ke bagian administrasi dan daftarkan nama nya." Presiden Brynn mengizinkan.
"Terimakasih pres, aku sungguh lega." Lein lega.
__ADS_1
Lein takut Jonas tidak diizinkan masuk ke dalam universitas, jika itu terjadi maka Lein terpaksa harus menyewa apartemen untuk Jonas tinggal.
Kemudian mereka berdua berbincang-bincang mengenai hal-hal kecil. Namun Jonas tidak bergabung dalam percakapan, ia tetap diam seperti halnya pengawal profesional.