Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Kematian Harac Hain


__ADS_3

"Bagaimana bisa dia memanggil meteor!? Tunggu, apakah dengan kekuatan gravitasi nya!?" Harac menatap Lein dengan sengit.


Benar, Lein menggunakan tarikan gravitasi yang kuat untuk menarik meteor yang berukuran besar dari luar angkasa, bukan menciptakan nya.


Alasan mengapa Lein memanggil meteor padahal Lein bisa dengan mudah membakar dengan sihir api adalah karena Lein tidak ingin Anarchy Order tahu bahwa ia memiliki kekuatan lain.


Lein tetap ingin membuat Anarchy Order berpikir bahwa dirinya hanya punya dua kekuatan elemen yaitu gravitasi dan air.


"Selamat tinggal." Ucap Lein kepada Harac yang sedang panik.


Lein kemudian mendarat dan menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk berpindah tempat ke arah yang sangat jauh dari lokasi nya untuk menghindari dampak dari meteor.


"Sialan!!!" Harac yang panik hanya bisa mengumpat.


Kemudian tidak membutuhkan waktu lama, meteor yang berukuran sangat besar jatuh dan membuat ledakan yang sangat kuat.


Harac tidak bisa kabur karena ia tidak punya skill atau teknik kecepatan dan juga karena ukuran meteor yang Lein panggil tidak main-main.


"Wah, keren..." Di kejauhan, Lein mengagumi awan jamur yang dihasilkan dari jatuhnya meteor.


Awan jamur dan suara keras jatuhnya meteor terdengar sampai puluhan kilometer jauhnya.


...----------------...


Di sisi Jonas dan Enya.


"Gila, apakah ada seseorang yang sedang bertarung!?" Enya berteriak.


"Entah mengapa aku merasa bahwa ini perbuatan bos." Jonas menyentuh dagunya.


"Maksudmu ini adalah perbuatan Lein!?" Enya melebarkan matanya melihat awan jamur.


...----------------...


Di sisi Anna dan John


"Apakah ada peserta lain yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat?" Tanya Anna saat ia melihat awan jamur yang menjulang tinggi.


"Entahlah, jika ada, aku penasaran seberapa kuat orang itu dibandingkan dengan Lein." Jawab John yang juga melihat awan jamur.


...----------------...


Peserta lain juga mendengar suara dentuman yang sangat keras, setelah itu mereka melihat ada awan jamur yang menjulang tinggi ke atas.


Ada yang berpikir itu adalah skill seseorang, jebakan kuno yang masih aktif dan menyala sekarang, pertarungan monster, dan masih banyak lagi.


Intinya mereka sama sama terkejut dengan awan jamur itu yang bahkan sampai bisa terlihat dari lokasi yang sangat amat jauh.


...----------------...

__ADS_1


Di alun-alun.


"Dia sangat gila bukan?" Ucap Presiden Brynn.


"Fufufu, seperti yang diharapkan dari Lein..!!" Mata Liza berbinar-binar melihat sihir Lein..


"Haha, kerja bagus bocah. Kamu berhasil membuat semua orang terkejut sampai mereka mematung." Pikir Octiorb.


"Apakah itu adalah kemampuan yang dimiliki oleh orang semuda itu?" Innas benar-benar terkejut.


Innas sudah menyuruh orang untuk segera teleportasi ke lokasi Harac untuk menangkap atau menghabisi nya, tapi sepertinya itu sudah tidak diperlukan.


"Aku harus melaporkan hal ini kepada atasan. Ah, mungkin atasan sudah melihat nya lewat siaran langsung." Pikir Innas.


...----------------...


Di lokasi Lein.


Dari posisi Lein, ia bisa melihat bahwa ada sebuah lubang yang sangat besar yang dihasilkan dari dampak jatuh nya meteor.


"Hm, apakah aku terlalu berlebihan? Ah sudahlah." Lein mengangkat kedua bahunya tidak peduli.


Mungkin ia akan kena sanksi berat jika merusak Hutan Oxtara. Namun sekarang adalah kompetisi, dan ada campur tangan pihak ketiga yang terlibat.


Seharusnya Lein tidak akan kena sanksi, atau bahkan mendapatkan pujian karena telah mengalahkan salah satu petinggi Anarchy Order.


"Ayo ambil jarahan..." Lein segera terbang ke lokasi awal.


Setelah beberapa saat menunggu, api dan asap sedikit demi sedikit mulai berkurang dan akhirnya padam.


Disana Lein melihat ada tubuh Harac yang hangus terbakar dan barang-barang miliknya berada di sebelah tubuh Harac.


"Hm? Tubuhnya utuh?" Ucap Lein.


"Sepertinya dia bisa melindungi diri untuk sementara waktu dari jatuhnya meteor." Pikir Lein.


"Yah, siapa peduli?" Lein mengangkat bahu nya.


Kemudian ia berjalan dan mengambil barang-barang milik Harac dan langsung ia simpan ke dalam inventory milik nya.


"Ngomong-ngomong...." Lein mengeluarkan giok hitam komunikasi.


"Althea..." Lein mencoba berkomunikasi dengan Althea.


"....Lein..." Althea ternyata menjawab.


"Hm, ternyata begini ya sifat asli mu." Lein masih bisa tersenyum dan dari nada nya ia tidak terlihat marah.


"Apakah kamu kecewa?" Althea bertanya.

__ADS_1


"Kecewa? Tidak. Aku memberimu kesempatan hanya karena aku penasaran, tetapi aku tidak berharap kamu berubah." Jawab Lein dengan nada tenang.


"Tapi kamu tahu... Kamu sudah mengambil langkah yang salah. Apakah Anarchy Order tidak memeriksa latar belakang ku sebelum menyerang?"


"Kalian tidak tahu kekuatan ku yang sebenarnya, kalian hanya mengirim orang kuat untuk membunuh ku yang ujung-ujungnya akan ku bunuh."


"Kekeke, sekarang aku memiliki tujuan baru. Bersiaplah Althea, aku akan membunuh Frederic dan Kamu!" Lein kemudian meremas giok hitam sampai hancur.


"Hm, harus aku apakan ya hutan ini..." Lein berpikir sebentar.


"Ah!" Lein mendapatkan ide.


"Dragon Dance : Clone." Lein membuat klon yang ia tempatkan di semak-semak.


Lein kemudian pergi ke sembarang tempat dan saat ia lihat sudah jauh dari lokasi awal, ia berhenti dan memanjat Pohon Oxtara.


Lein kemudian mengendalikan klon itu ke lokasi yang rusak karena meteor dan menggunakan mana agar klon bisa menggunakan mantra sihir.


"Dragon Language : Forest." Gumam Lein.


Area yang rusak karena meteor bergemuruh dan bergetar. Kemudian tumbuh tumbuhan hijau satu per satu dengan sangat cepat.


Lein menggunakan Dragon Language dan Divine Power agar kecepatan pertumbuhan tumbuhan nya sangat cepat dan agar tidak membuang waktu.


Siaran langsung hanya menampilkan Lein yang sedang berada di atas dahan Pohon Oxtara. Oleh karena itu Lein membuat klon dan mentransfer sihir nya.


Karena Lein merasa bertanggung jawab atas kerusakan yang dibuat nya karena jatuhnya meteor ke Hutan Oxtara.


Meskipun Lein berpikir bahwa para pemerintah akan memaklumi nya, namun tetap saja, area yang rusak sangat luas.


"Dengan ini, semuanya aman." Lein berdiri.


Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya kemudian pergi berkeliling entah kemana. Sekarang Lein mencoba untuk menemukan Jonas dan yang lain.


Bergerak bersama lebih efisien dan aman dibandingkan dengan sendirian dalam kompetisi ini.


Dalam perjalanan Lein sesekali membunuh monster yang ia lihat entah itu monster yang berlevel rendah atau monster berlevel tinggi.


Semuanya Lein bunuh karena itu merupakan poin. Selisih beberapa poin bisa menentukan siapa yang peringkat satu dan dua.


Oleh karena itu Lein tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan poin yang banyak.


Ada alasan lain, itu karena Lein bosan. Dia bosan jika hanya terus-menerus berlari tanpa melakukan apapun.


Karena mencari Jonas yang lain juga sulit yang pasti membutuhkan waktu yang sangat lama karena belum tentu jarak mereka berdekatan.


Malam tiba, Lein masih belum bertemu mereka. Lein memutuskan untuk beristirahat dan memutuskan untuk mencari mereka besok.


Dan, hari ke 5 kompetisi dimulai

__ADS_1


Lein bangun dari tidur dan sarapan sederhana. Lein kemudian melanjutkan perjalanan nya untuk mencari rekan-rekan nya.


__ADS_2