Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Shadow Leopard


__ADS_3

Lein segera memanjat salah satu pohon untuk melihat medan di dalam Hutan Oxtara ini, namun tidak bisa karena dedaunan dan ranting menghalangi nya.


Karena tidak bisa melihat langsung, Lein menggunakan mana nya dan menyebarkan ke seluruh area untuk mengobservasi lingkungan.


"Hm, tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam jarak 100 meter kecuali tumbuhan."


"Analisa pohon ini." Lein menganalisa pohon yang baru saja di ia panjat.


[ analisa berlangsung ]


[ Pohon Oxtara


Batang pohon ini sangat keras dan bisa digunakan untuk membuat item ]


"Ho... bisa untuk membuat item ya..." Lein menyentuh dagunya.


"Tapi masalahnya, semua peserta akan disiarkan langsung. Aku tidak bisa berbuat semauku..." Lein kesal.


"Analisa bagaimana cara agar aku menghindari siaran langsung." Gumam Lein.


[ analisa berlangsung ]


[ Disarankan agar host membuat klon atau menggunakan sihir untuk menutupi area host untuk sementara waktu ]


"Hm, aku cuma akan memotong Pohon Oxtara, jadi aku akan menggunakan cara kedua."


"Dragon Dance : Dark Mist." Lein meniru kabut hitam saat pertempuran di kota Els.


Kemudian kabut yang berwarna hitam gelap muncul dan menutupi seluruh area di sekitar Lein dan menghalangi pandangan siaran langsung.


"Dragon Dance : Wind Cutter." Ucap Lein.


Pisau angin yang sangat tajam dan cepat muncul dan memotong batang Pohon Oxtara dengan sangat mudah.


Kemudian Lein memotong beberapa Pohon Oxtara lagi dan menyimpannya ke dalam inventory milik nya.


"Aku tidak tahu pohon ini akan digunakan untuk membuat item apa, aku akan memeriksa nya nanti." Ucap Lein.


Lein kemudian menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk berpindah tempat agar saat Dark Mist menghilang, penonton tidak curiga karena pohon Oxtara tidak ada.


Siaran langsung memiliki program yang hanya akan mengikuti peserta nya saja.


Oleh karena itu Lein tidak memilih menggunakan cara pertama yaitu membuat klon karena itu tidak akan berguna.


Saat Lein berjalan menelusuri hutan, ia mendengar suara dengkuran di arah depan nya.


"Hm?" Lein segera bersembunyi dan mengobservasi lingkungan dengan mana.


"Ada monster, kebetulan aku sedang bosan." Lein menemukan monster di sekitar nya.


Lein mengeluarkan kedua katana nya dan segera menuju arah monster itu dengan kecepatan tinggi.


"Dragon Dance : Gravity Slash." Lein tidak peduli monster apa itu, ia langsung menebas nya.


Monster yang sedang tertidur merasakan bahaya yang datang dengan cepat. Monster itu langsung bangun dan segera berlari ke sembarang arah.


*boom!

__ADS_1


Dampak dari serangan Lein adalah muncul nya sebuah lubang besar dan beberapa retakan di tanah.


"Wargh!" Monster itu mengaum.


"Analisa!" Lein segera menganalisa monster itu.


[ analisa berlangsung ]


[ Shadow Leopard


level : 71


Monster yang memiliki kecepatan yang sangat tinggi ]


...****************...


"Itu Shadow Leopard!"


"Monster yang memiliki kecepatan tinggi!"


"Bahkan level 80 akan kesusahan untuk melawan nya!"


"Bukankah itu artinya mahasiswa itu akan kalah disini?"


"Mungkin, sayang sekali ini masih awal..."


"Mari kita berduka...."


...****************...


"Level 71! Seperti yang diharapkan dari Hutan Kuno Oxtara." Lein menyeringai.


Lein menginjak tanah dan ia tiba-tiba muncul dihadapan Shadow Leopard, setelah itu Lein segera menebas nya.


Sesuai deskripsi dari Analysis Eye, Shadow Leopard segera menghindar dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Haha, lanjut kan!" Lein berteriak bersemangat.


"Wargh!" Shadow Leopard mengaum marah karena ada manusia yang tiba-tiba menyerang nya saat ia tidur.


Shadow Leopard menggunakan kecepatan tinggi nya untuk berpindah-pindah tempat yang bertujuan untuk membingungkan Lein.


"Kecepatan nya tidak main-main, tapi! Itu tidak berguna untuk ku!" Lein segera menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk mengejar Shadow Leopard.


"Wargh!?" Shadow Leopard bingung bagaimana bisa manusia ini menyamai kecepatan nya.


"Haha, apakah kamu bingung!?" Lein berteriak.


Lein kemudian mengayunkan katana nya secara horizontal untuk mengincar kepala Shadow Leopard.


Shadow Leopard yang tidak bisa menghindari serangan Lein memutuskan untuk menyerang Lein untuk meminimalisir dampak nya.


Shadow Leopard menggunakan cakar yang tajam dan kuat miliknya untuk menyerang katana Lein.


*Ting!


Suara dentingan benda tajam yang keras bergema di seluruh area di sekitar mereka.

__ADS_1


Lein dan Shadow Leopard beradu serangan namun masih mempertahankan kecepatan mereka yang sangat tinggi.


Orang biasa tidak akan bisa melihat pergerakan mereka yang sangat cepat dan hanya akan melihat kilauan cahaya di berbagai tempat yang berbeda.


...****************...


"Wah mahasiswa dari universitas mana dia!"


"Gila, aku bahkan tidak bisa melihat pertarungan mereka!"


"Aku hanya bisa melihat beberapa pergerakan saja!"


"Aku kira dia akan kalah disini! Tetapi dia bahkan sanggup menyamai kecepatan Shadow Leopard!"


...****************...


Lein sungguh menikmati pertarungan nya dengan Shadow Leopard namun ia masih perlu melakukan hal lain karena kompetisi memiliki waktu 7 hari.


"Aku menikmati pertarungan ini, namun aku minta maaf karena ini adalah kompetisi yang memiliki batas waktu." Ucap Lein tidak peduli Shadow Leopard paham atau tidak.


"Dragon Dance : Gravity Tornado." Ucap Lein.


Lein memegang kedua katana nya dengan erat dan ia memutar tubuh nya untuk menciptakan sebuah tornado gravitasi.


Sebuah tornado muncul namun itu bukanlah tornado angin tetapi gravitasi yang menarik benda-benda disekitar nya termasuk Shadow Leopard.


"Wargh!" Shadow Leopard ketakutan dan berusaha mati-matian untuk kabur.


Namun karena tarikan gravitasi yang sangat kuat tidak akan membiarkan Shadow Leopard kabur dan perlahan-lahan Shadow Leopard semakin dekat dengan tornado gravitasi.


"Wargh!" Shadow Leopard mengaum dan akhirnya masuk kedalam tornado gravitasi.


Setelah beberapa saat tornado gravitasi perlahan-lahan menghilang dan hanya menyisakan kerusakan yang dibuatnya.


Shadow Leopard juga sudah mati mengenaskan karena tarikan gravitasi yang kuat yang berputar-putar membuat tubuhnya tidak kuat menahan nya.


Lein menyarungkan kembali kedua katana nya dan berjalan mendekati tubuh Shadow Leopard.


Lein kemudian menyimpan tubuh Shadow Leopard kedalam tas pinggang kecil yang diberikan oleh Innas sebelumnya.


Dan saat perhatian para penonton terfokus terhadap Lein yang sudah mengalahkan Shadow Leopard, Lein menyimpan beberapa tumbuhan ke dalam inventory nya sendiri.


"Kekeke, isi Hutan Oxtara memang sangat berkualitas..." Pikir Lein saat ia melihat beberapa tumbuhan yang ia simpan.


"Analisa jalur yang berisi banyak monster." Lein malah menganalisa yang berisi banyak monster bukan yang sedikit monster.


Karena Lein ingin membuat Universitas Dragon Heart menempati posisi nomor satu dan ia juga memiliki alasan tersendiri.


Yaitu ingin bertarung. Lein sudah menahan diri untuk tidak bertarung dengan sekuat tenaga agar ia tidak terluka sebelum berkompetisi.


Oleh karena itu semangat pertarungan Lein saat ini sedang meluap-luap karena ia ingin bertarung.


[ analisa berlangsung ]


[ Ke arah sini ]


Analysis Eye selesai menganalisa dan memberikan arah yang sesuai.

__ADS_1


"Bagus, tunggu aku para monster!" Lein menyeringai.


Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya agar ia cepat sampai di tujuan.


__ADS_2