
20 menit telah berlalu, selama waktu itu Lein sudah membunuh 5 orang lagi. Karena semua orang mulai bekerjasama, Lein jadi sedikit kesulitan.
Selama 20 menit itu, tubuh Lein sudah mengalami banyak sekali luka karena semua orang menyerang nya namun sekarang semua itu sudah sembuh berkat kemampuan regenerasi.
Lalu tiba saatnya Lein bisa menggunakan mana. Lein merasakan bahwa pengekang di dalam tubuh nya telah hilang.
"Kekeke...Tamat sudah riwayat kalian!" Lein tertawa.
"!! - Semuanya hati-hati! Dia sudah bisa menggunakan mana nya!" Teriak Althea yang tahu durasi item nya telah selesai.
Musuh yang merupakan seorang penyihir api membuat sebuah tali api dan menyerang Lein. Lein dengan mudah nya menghindar serangan itu.
Namun ternyata serangan itu adalah pengalihan, ada musuh yang sudah siap melompat dan mengikat Lein dengan rantai khusus.
"Sekarang!!" Teriak orang yang mengikat Lein.
"Hellfire Spear!" Penyihir api membuat sebuah tombak yang berwarna merah kehitaman.
Kemudian penyihir api melancarkan tombak api neraka ke arah Lein yang masih berada di udara dalam kondisi terikat.
"Bagus! Teruskan!!" Lein menggunakan sihir untuk membuat gelombang air yang keluar dari mulut nya.
Gelombang air itu sangat besar dan juga cepat sampai-sampai bisa memadamkan Hellfire Spear milik si penyihir api.
Lein melepaskan ikatan rantai yang mengikat tubuh nya dengan mudah kemudian ia berpindah tempat ke arah belakang orang yang mengikat Lein.
Lein menendang punggung orang itu sampai terhempas jauh dan menembakkan meriam mana dari tangan nya yang membuat orang itu mati.
"Sialan!!" Si penyihir api mengumpat.
Ia membuat bola api yang sangat banyak dan melemparkannya ke arah Lein. Bola-bola api tersebut meledak saat berada di dekat Lein.
"Hahaha!!" Lein malah tertawa keras.
Lein membuat sebuah dinding gravitasi yang melindungi tubuh nya dari ledakan beruntun bola-bola api yang meledak itu.
Ledakan dari bola-bola api itu menghasilkan banyak sekali asap hitam yang tebal. Lalu muncul setitik cahaya dari dalam asap dan tiba-tiba saja si penyihir api mati.
Dari dalam asap, Lein membuat sebuah jarum dari api dan melancarkan nya ke arah kepala si penyihir api yang membuat nya mati.
Dalam waktu yang singkat Lein sudah membunuh 2 orang lagi, yang berarti sekarang tersisa sekitar 18 orang yang masih hidup.
"Dari tadi kalian duluan yang menyerang, sekarang..Giliran ku bukan?" Lein menghilang dari tempat nya.
__ADS_1
"Dragon Dance : Gravity Pressure." Lein muncul di atas musuh dan menggunakan tekanan gravitasi.
Musuh yang berada di bawah Lein merasakan tekanan yang sangat berat, bahkan ada beberapa musuh yang hampir berlutut.
Lein mengangkat tangan kanan nya ke atas dan membentuk sebuah bola gravitasi kecil yang menarik bebatuan di sekitar.
Perlahan-lahan dari bola gravitasi kecil kini menjadi bola bebatuan yang ukuran nya setara dengan meteor kecil.
Lein menurunkan tangan kanan nya ke bawah yang membuat bola bebatuan itu juga terjatuh ke bawah menuju para musuh.
"Menghindar!!" Teriak salah satu musuh.
"Bagaimana bisa!? Tekanan ini sulit untuk kita bergerak!!" Teriak orang yang lain.
"Cih." Althea mendecakkan lidah nya.
Althea mengangkat kedua tangan nya dan membuat sebua portal di atas para bawahan nya yang membuat bola bebatuan yang Lein jatuhkan masuk ke dalam portal.
"Sial, ternyata portal juga bisa digunakan seperti itu ya!?" Lein terkejut saat melihat Althea menggunakan portal nya untuk memindahkan serangan.
"Tapi ngomong-ngomong, kemana kamu memindahkan bola bebatuan itu, Althea?" Lein sedikit penasaran.
"Tanah tidak bertuan." Jawab Althea singkat.
"Althea hanya mengetahui kalau aku bisa menggunakan gravitasi dan air saja. Tapi aku berniat untuk menggunakan yang lain, api atau bumi?" Lein menyentuh dagunya.
"Kesempatan!" Teriak salah satu musuh di bawah.
Sekitar 5 orang yang menggunakan panah menembakan banyak sekali anak panah sihir ke arah Lein yang sedang berpikir.
"Baiklah, aku akan menggunakan sihir elemen bumi saja." Lein sudah memutuskan nya.
Lein mengangkat tangan kiri nya dan membentuk sebuah bola air bertekanan tinggi yang menyerap anak panah sihir yang ditembakkan.
Kemudian Lein dengan santai nya membuang bola air itu ke sembarang tempat yang mana malah membuat ledakan dahsyat.
"Dragon Dance : Stone Golem." Lein membuat dua Golem batu berukuran besar dengan tinggi sekitar 4 meter.
"Batu!? Jadi dia bisa mengendalikan tiga elemen!?" Althea melebarkan matanya karena terkejut melihat Lein bisa menggunakan tiga elemen.
"Dragon Language : Gravity Pressure." Lein membuat tekanan gravitasi yang lebih berat lagi.
"Kekeke, bertarung lah dengan dua golem ku..." Lein tertawa dengan puas.
__ADS_1
Para musuh menjadi panik karena mereka kesulitan untuk menggerakkan tubuh mereka karena tekanan gravitasi yang lebih berat.
Lalu dua Golem batu yang diciptakan oleh Lein sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Dasar tidak berguna!" Althea menciptakan portal lagi yang membuat kedua golem itu menghilang.
"Ahh!! Kemampuan yang merepotkan!!" Lein berteriak frustasi.
Lein berniat untuk membuat sebuah pertunjukan dimana para musuh akan melawan Golem dibawah tekanan gravitasi.
Namun rencana Lein digagalkan begitu saja oleh Althea dengan mudahnya dengan kemampuan portal milik nya.
"Tapi yah... Sudah cukup bermain-main nya. Aku juga ingin membunuh Althea..." Lein menghembuskan napas panjang.
"Dragon Language : Stone Thorns." Ucap Lein dengan nada tenang.
Batu di bawah kaki para musuh bergetar, kemudian tiba-tiba saja memunculkan duri baru yang sangat tajam dan ada banyak sekali duri nya.
Banyak orang yang tidak bisa menghindari nya dan berakhir mati karena tertusuk oleh duri batu.
Lein turun ke bawah sambil membuat sebuah bola gravitasi kemudian ia melemparkannya ke arah para musuh yang tersisa.
"Dragon Language : Gravity Bomb." Ucap Lein.
*BOOM
Saat bola gravitasi menyentuh tanah, itu menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat sampai-sampai gua bergetar seolah-olah akan runtuh.
"Sebenarnya... Seberapa banyak mana milik nya..?" Althea tidak menyangka kalau Lein memiliki banyak sekali mana.
Ia mengira setelah Lein menggunakan beberapa sihir skala besar, Lein akan kelelahan karena kekurangan mana, namun ia salah.
Lein masih bisa bergerak dengan bebas seolah-olah mana di dalam tubuh nya tidak terbatas.
Sebenarnya bukan tidak terbatas, namun mana di dalam tubuh Lein terus-menerus terisi berkat Jantung Naga dan kemampuan regenerasi.
Ledakan itu membuat sebuah lubang yang luas dan dalam dan memunculkan banyak sekali asap tebal.
Setelah asap menghilang, yang terlihat adalah Lein yang berdiri di dalam lubang sendirian dan tidak ada mayat bawahan Althea.
Itu karena tubuh mereka sudah hancur saat terkena ledakan dahsyat dan Lein melindungi tubuh nya dengan perisai gravitasi.
"Althea...Apakah kamu akan memanggil bawahan mu lagi?" Lein menatap Althea dengan mata tajam.
__ADS_1
"Sayang sekali, semua orang sedang sibuk dengan tugas nya masing-masing." Jawab Althea dengan nada suram.