
Dua hari kemudian, Lein dan Liza dipanggil oleh Presiden Brynn untuk datang ke kantor nya.
Presiden Brynn mengatakan bahwa Ketua Kamar Dagang Myrant, Joris Myrant memanggil mereka berdua untuk datang ke Kota Laville.
Joris akan memberi mereka hadiah karena telah menyelesaikan misi dan bahkan membantu Daerol dan Warga Desa Nadir.
"Oh, baiklah." Angguk Lein.
"Langsung saja." Liza segera menuliskan rune.
Kemudian mereka berdua bilang dari kantor Presiden Brynn dan muncul di depan gerbang Kota Laville.
Mereka berdua menunjukkan kartu identitas mereka kepada petugas. Setelah petugas mengonfirmasi nya, mereka berdua diizinkan masuk.
Setelah itu mereka langsung pergi menuju ke Bangunan Kamar Dagang Myrant yang sebelumnya pernah Lein kunjungi untuk menjual barang.
"Tuan Lein dan Nona Liza. Saya sudah ditugaskan oleh ketua untuk membawa kalian berdua ke kantor nya." Pelayan wanita menyapa Lein dan Liza.
"Oh, ini lebih mudah. Ayo kita kesana." Ucap Lein.
"Tentu Tuan, silakan ikuti saya." Balas Pelayan.
Mereka menaiki lift khusus untuk pergi ke lantai paling atas tempat kantor Ketua Kamar Dagang Myrant, yaitu Joris berada.
*tok tok tok
"Ketua, saya sudah membawa Tuan Lein dan Nona Liza." Ucap pelayan dengan sopan.
"Oh, sudah datang kah, suruh mereka berdua masuk." Balas Joris dari dalam.
"Tuan Lein, Nona Liza, silakan masuk." Pelayan membukakan pintu.
"Terimakasih." Angguk Lein.
Lein dan Liza masuk ke dalam kantor dan melihat ada empat orang disana. Mereka langsung tahu siapa tiga orang yang ada disana.
Ketua Kamar Dagang Myrant, Joris. Istri Joris, Valeri. Tuan muda Kamar Dagang Myrant, Daerol Myrant.
"Lein!" Sapa Daerol.
"Daerol." Lein mengapa balik.
"Hohoho, kalian pasti Lein dan Liza. Anakku Daerol sudah banyak menceritakan kalian berdua." Ucap Joris.
"Benarkah? Kami merasa terhormat.'" Balas Lein dengan sopan.
__ADS_1
"...." Liza menatap Lein dengan dalam.
"Ada apa?" Lein bertanya mengapa Liza menatap dirinya.
"Jarang sekali kamu bersikap sangat sopan. Biasanya kamu sopan namun tidak terlalu sopan." Jawab Liza.
"Bukankah kamu sudah tahu? Karena mereka akan memberikan kita hadiah. Jika kita bersikap sopan, siapa tahu Tuan Joris menambah hadiah nya." Bisik Lein.
"Oh, benar juga. Apa yang kamu ucapkan masuk akal juga." Liza membalas bisikan Lein.
"..." Mereka berdua tidak menyadari kalau Joris dan yang lain bisa mendengar bisikan mereka.
"Yah, pertama, kalian berdua pasti belum mengenal wanita yang disana bukan?" Joris menoleh ke arah Shana.
"Hm? Benar juga." Lein dan Liza mengangguk.
"Halo Tuan Lein, Nona Liza, namaku adalah Shana Vein dari Keluarga Vein di Kota Laville ini. Aku dan Daerol adalah tunangan" Shana memperkenalkan diri.
"Oh halo!" Ucap Liza dengan riang.
"Kalau kamu adalah tunangan Daerol, maka panggil kita dengan nama saja." Ucap Lein.
"Benar ucapan Lein. Tidak perlu dengan tambahan 'tuan' dan 'nona'." Liza mengangguk.
"Baiklah." Shana tersenyum.
Mereka semua kemudian duduk di sofa kantor dan setelah minuman sudah disediakan, mereka memulai pembicaraan.
"Yah, sebenarnya aku tidak tahu harus memberikan apa kalian ini."
"Kalian berhasil mencari Daerol, menyelamatkan nya dan pasukan nya, membantu Warga Desa Nadir, dan merekonstruksi Desa Nadir."
"Kalian telah banyak sekali membantu, oleh karena itu aku sampai bingung harus memberikan kalian berdua hadiah apa." Ucap Joris.
"Karena tidak tahu harus memberikan apa, kalau begitu berikan saja kami sesuatu yang sederhana namun banyak." Ucap Lein.
"Sederhana namun banyak?" Joris tidak paham.
"Ayah, yang Lein maksud adalah uang." Daerol bahkan paham dengan ucapan Lein.
"Oh, uang! Apakah kalian yakin? Bukankah masih banyak sesuatu yang lebih berharga dan berguna dibandingkan dengan uang?" Joris tidak yakin.
"Aku miskin." Jawab Lein langsung ke poin nya.
"Aku juga." Liza mengangguk.
__ADS_1
"Ah ini..." Joris tidak tahu harus berbuat apa.
Sebenarnya ada alasan lain selain kekurangan uang. Alasan lain nya adalah karena Lein sudah terlalu kuat dan tidak perlu bergantung pada item atau artefak.
Yang Lein butuhkan sekarang adalah menaikkan level nya. Untuk skill, item, atau artefak, Lein berpikir apa yang dimiliki nya sekarang sudah cukup.
Bahkan Skill Mana Absorb miliknya belum ia kuasai karena ia belum bertarung dengan musuh yang kuat yang membuatnya kekurangan mana.
Bandit-bandit yang Lein lawan sebelumnya juga semuanya lemah. Lein bahkan tidak perlu mengeluarkan banyak mana untuk membantai mereka.
Oleh karena itu, Lein menginginkan banyak uang. Karena dengan uang, Lein bisa membeli atau melakukan sesuatu dengan nyaman.
Yang lebih penting lagi, nafsu makan Lein sangat besar karena tertular nafsu makan Liza dan untuk memenuhi nafsu makan itu membutuhkan banyak uang.
"Daripada uang, bagaimana jika begini saja. Aku akan memberikan kalian berdua sebuah kartu keanggotaan Kamar Dagang Myrant kami."
"Kartu keanggotaan itu akan memberikan diskon sebesar 50% jika kalian membeli sesuatu di Kamar Dagang Myrant kami."
"Juga, jika kalian berdua menjual sesuatu, kami akan membeli nya dengan harga pasar yang tertinggi. Bagaimana?" Ucap Joris.
"Kartu keanggotaan yang memberikan keuntungan sebanyak itu tidak mungkin didapatkan hanya dengan perbuatan kami."
"Untuk mendapatkan kartu keanggotaan itu, seseorang harus membayar mahal atau menyelesaikan misi yang berbahaya."
"Alasan apa yang anda punya untuk memberikan dua kartu keanggotaan itu kepada kamu berdua?" Ucap Lein dengan tenang.
Lein tidak akan tertipu dengan keuntungan yang didapatkan oleh kartu keanggotaan itu, sebaliknya, ia malah curiga dengan Joris.
"!!" Joris terkejut karena Lein bisa menyadari nya.
"Aku kira kamu akan langsung menerima nya karena kamu masih muda..." Ucap Joris.
"Tidak usah berbasa-basi lagi. Apakah tujuan anda adalah membuat kami berdua terikat dengan Kamar Dagang Myrant ini?" Lein mengeluarkan aura nya.
Liza juga curiga dengan tawaran Joris. Ia juga mengeluarkan aura nya yang bercampur dengan aura Leviarves.
Kedua aura yang mengerikan muncul dalam satu ruangan yang membuat tubuh Joris dan yang lain nya merasa merinding.
Mereka semua tidak menyangka bahwa Lein dan Liza yang bercanda dengan ria saat datang ke kantor ini berubah menjadi sisi yang berbeda yang mengerikan.
"Sial..! Bagaimana bisa mereka berdua memiliki aura yang sangat mengerikan!" Batin Joris.
Joris masih bisa menahan nya, namun Valeri, Daerol, dan Shana merasakan dada mereka sesak karena aura mengerikan Lein dan Liza.
"Tolong hentikan! Mari kita bicarakan baik-baik terlebih dahulu!" Joris menyadari bahwa Valeri dan yang lain merasa sesak.
__ADS_1
Lein dan Liza memahami situasi nya, mereka berdua segera menarik kembali aura mengerikan mereka.
"Jadi, tolong jelaskan alasan nya, Tuan." Lein tersenyum namun Joris tahu itu bukan senyuman yang sebenarnya.