Analysis Eye

Analysis Eye
Tubuh Baru Octiorb


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Gedung departemen penelitian, di ruang penelitian bawah tanah milik Eric.


"Selesai!!!" Eric dan Lein berteriak dengan puas.


"Sudah satu minggu kita bekerja, akhirnya selesai juga..." Ucap Eric terduduk lemas


"Benar dekan.." Lein lebih buruk, ia terbaring lemas.


Selama satu minggu ini, Eric dan Lein bekerja dengan sangat keras sampai lupa waktu untuk membuat jantung golem.


Eric adalah pembuat jantung golem nya dan Lein bertugas sebagai asisten Eric untuk membantu Eric jika membutuhkan bantuan.


Dan selama satu minggu ini, mereka berdua tidak keluar dari ruang penelitian. Mereka terus-menerus bekerja di dalam ruang ini.


Eric dan Lein telah menghubungi orang-orang untuk jangan mencari mereka berdua karena mereka membutuhkan konsentrasi yang tinggi.


Jika salah sedikit saja dalam pembuatan jantung golem, maka akan berakibat fatal atau bahkan jantung golem nya bisa hancur.


Oleh karena itu mereka tidak ingin diganggu oleh orang lain dan membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi dalam pembuatan jantung golem.


"Kembalilah bocah. Beri aku kabar saat kamu sudah membuat tubuh untuk roh mu itu." Ucap Eric kepada Lein.


"Ya..." Jawab Lein lemas.


Lein bangkit dan berdiri. Ia menyimpan jantung golem dalam kotak khusus dan menyimpan nya ke dalam inventory nya.


Kemudian Lein dan Eric berjalan menuju lift untuk menuju lantai lobi. Sesampainya di atas, Lein pamit undur diri kepada Eric.


"Kalau begitu, aku pergi dulu Dekan. Akan aku kabari saat sudah selesai." Ucap Lein melambaikan tangannya.


"Ya! Pastikan untuk sukses!" Ucap Eric.


"Tentu saja." Lein lalu menggunakan teknik gerakan kaki nya menuju ke rumah nya.


"Oct, mari kita mulai." Ucap Lein mengambil paket yang berupa kulit monster Haunthag Crocodile.


"Ya, ayo kita mulai." Ucap Octiorb muncul.


Mereka berdua lalu pergi ke ruang latihan bawah tanah milik Lein. Lein mengeluarkan semua bahan-bahan pembuat boneka nya.


Keelfait Wood untuk tulang, kulit monster Haunthag Crocodile untuk kulit, mata Cyclops untuk mata, dan yang terpenting jantung golem untuk jantung.


"Beristirahatlah Lein. Untuk saat ini serahkan saja padaku." Ucap Octiorb yang melihat Lein kelelahan.


"Baiklah... Tolong ya.." Lein menangguk dan pergi ke pojok ruangan untuk beristirahat.


"Ya!" Angguk Octiorb.


Octiorb kemudian mengeluarkan artefak kuali dan mengambil dan memasukkan Keelfait Wood kedalam kuali tersebut.


Octiorb ahli dalam menggabungkan bahan-bahan menjadi sebuah item. Ditambah dengan artefak kuali ini, Octiorb jadi bisa memaksimalkan keahlian nya.


Octiorb melarutkan Keelfait Wood di dalam kuali dan membentuknya menjadi sebuah tulang dan menggabungkan nya menjadi sebuah kerangka humanoid.


Selama pengguna artefak kuali menggunakan mana nya, maka kuali ini bisa menjadi panas dan juga bisa menjadi dingin.

__ADS_1


Oleh karena itu membuat atau menggabungkan bahan-bahan menjadi sebuah item dengan menggunakan kuali ini menjadi lebih efisien.


Octiorb menaruh kerangka Keelfait Wood yang telah ia buat di lantai, karena di ruang latihan tidak ada isi nya.


"Selanjutnya!" Ucap Octiorb.


Octiorb mengambil dan memasukkan kulit monster Haunthag Crocodile dan mengubah bentuknya agar bisa selaras dengan bentuk humanoid.


Tidak perlu waktu lama, proses mengubah bentuk kulit monster Haunthag Crocodile telah selesai, Octiorb menaruh di lantai.


Octiorb lalu mengambil dan memasukkan dua mata Cyclops kedalam kuali. Octiorb kemudian mengubah ukuran mata Cyclops yang tadinya besar menjadi kecil seukuran mata manusia.


"Istirahat sebentar..." Octiorb beristirahat sebentar karena proses selanjutnya akan sangat penting.


Setelah dirasa istirahat nya sudah cukup, Octiorb segera melanjutkan nya.


Octiorb memasukkan kerangka Keelfait Wood, kulit monster Haunthag Crocodile yang sudah diubah, dan mata Cyclops kedalam kuali.


Octiorb menggabungkan semua bahan-bahan nya agar membentuk sebuah boneka humanoid yang mirip seperti manusia.


Pertama-tama Octiorb akan mengendalikan kerangka Keelfait Wood lalu menyelimuti nya dengan kulit monster Haunthag Crocodile.


Setelah sudah diselimuti, Octiorb mengendalikan mata Cyclops yang sudah diubah bentuknya dan menaruh kedua mata di rongga mata yang kosong.


Semua bagian telah terpasang dan sekarang Octiorb tinggal mengendalikan boneka itu agar cocok dan tidak menjadi kaku.


Lalu setelah beberapa saat uji coba, Octiorb membawa boneka humanoid itu di dekat Lein dan Octiorb ikut beristirahat.


...----------------...


"Hm?" Lein membuka matanya.


"Wah!!" Lein terkejut dan langsung sadar.


Karena Lein melihat bahwa didepannya ada sebuah wajah dengan ekspresi kosong yang membuat orang yang melihatnya merinding.


"Ada apa!?" Octiorb terbangun karena teruskan Lein.


"Sial! Mengapa kamu menaruh nya didepan ku!?" Teriak Lein.


"Ah, maaf..." Octiorb meminta maaf namun dengan wajah menyeringai.


"Sial." Lein berdiri dan melihat boneka humanoid itu.


"Jadi? Ini semua sudah jadi?" Tanya Lein.


"Ya. Sudah." Angguk Octiorb.


"Tapi... Bahkan jika dilihat dari dekat boneka ini seperti manusia ya.." Lein menyentuh dagunya melihat boneka humanoid itu.


"Benar." Octiorb sependapat dengan Lein.


"Lalu tunggu apa lagi?" Ucap Lein.


"Baik!" Octiorb juga penasaran dengan boneka humanoid itu.


Octiorb segera mengubah wujudnya menjadi transparan dan segera bergerak masuk kedalam tubuh boneka humanoid itu.

__ADS_1


Lein dengan sabar menunggu Octiorb menyesuaikan diri. Lalu setelah beberapa saat, boneka humanoid itu menggerakkan tubuh nya.


"!!" Lein melebarkan matanya karena bersemangat.


Boneka humanoid yang masih bergerak kaku lama-kelamaan pergerakan nya menjadi lancar seperti manusia pada umumnya.


"Berhasil!?" Tanya Lein bersemangat.


Boneka humanoid itu tidak menjawab, ia mengangkat tangan nya dan mengepalkan tinju nya lalu memukul Lein!


Meskipun Lein terkejut, ia masih tetap bisa merespon nya dengan cepat. Lein menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


*Buk!


Lein mundur selangkah karena terkena pukulan boneka humanoid.


"Berhasil!" Boneka humanoid itu berbicara.


"...Apakah untuk menguji nya kamu harus memukul ku?" Keluh Lein.


"Haha, maaf." Boneka humanoid itu berbicara dengan nada dan suara yang sama persis seperti Octiorb.


Octiorb telah berhasil menempati boneka humanoid dan juga sudah membiasakan dirinya terhadap tubuh barunya itu.


"Baguslah. Tapi biar aku ubah tampilan mu, tampilan mu tidak enak dipandang." Lein menggunakan mana nya untuk menggunakan mantra sihir.


Memang, tampilan Octiorb saat ini tidak memakai pakaian dan tidak memiliki rambut. Sebuah tampilan yang sangat mengganggu.


Lein lalu mengubah tampilan Octiorb, mulai dari rambut nya seperti landak dan berwarna hitam. Alis mata, bulu mata, dan yang lain.


"Lalu, pakailah pakaian ku." Lein mengeluarkan pakaian dari inventory nya.


Setelah mengenakan pakaian, Octiorb saat ini sudah seperti manusia sungguhan.


"Haha, ayo kita ke dekan Eric." Ucap Lein.


"Tentu. Aku harus berterima kasih secara langsung." Angguk Octiorb.


...----------------...


"Dekan Eric!" Teriak Lein kepada Eric yang sedang beristirahat.


"Hm?" Eric membuka matanya dan melihat Lein bersama seseorang.


"Oh kamu. Ada apa?" Tanya Eric.


Lein tidak menjawab, ia hanya menepuk bahu Octiorb.


"Apa maksudmu? Eh, tunggu dulu..."


"Jangan bilang orang ini adalah..." Eric menatap Lein.


"Benar, boneka humanoid yang berhasil dibuat dan sekarang yang disebelah ku adalah Octiorb..." Angguk Lein


"Gila!! Kamu berhasil!!" Eric benar-benar bersemangat karena sebuah mahakarya sedang berada di depannya.


"Haha.." Lein tertawa.

__ADS_1


Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang mengenai boneka humanoid yang dibuat oleh Lein, oleh Octiorb lebih tepatnya.


__ADS_2