Analysis Eye

Analysis Eye
Berlibur di Negara Tundra Bersama-sama


__ADS_3

"Semuanya sudah siap!?" Lein berteriak dengan semangat.


Mereka semua sudah berkumpul di rumah Lein pagi-pagi buta bahkan sebelum matahari terbit untuk menyinari dunia.


Lein juga sangat bersemangat saat ini karena ia sudah beristirahat dengan cukup dan semangat nya sedang meluap-luap di tubuh nya.


"Siap!" Semoga orang juga berteriak dengan semangat.


"Bagus! Kita akan langsung pindah ke sana karena aku memiliki otoritas untuk dapat masuk dari mana saja." Lein mengeluarkan kunci dungeon.


Kunci Dungeon memiliki dua fungsi. Yang pertama adalah membuka gerbang yang akan menghubungkan antara dua dunia.


Dan yang kedua adalah untuk berpindah tempat dari lokasi pengguna nya ke lokasi di dalam dungeon yang terakhir kali penggunaan berpindah.


Lein langsung menggunakan kunci dungeon dan menjalankan fungsi ke dua. Mereka semua menghilang dari rumah Lein dan muncul di alun-alun Negara Tundra.


"Selamat datang di Negara Tundra." Ucap Lein kepada semua orang.


"Woah, jadi ini Negara Tundra yang sedang panas dibicarakan di internet." Mereka semua kagum dengan struktur bangunan di Negara Tundra.


"Karena barang-barang nya disimpan di dalam inventory masing-masing, mari kita berkeliling terlebih dahulu sebelum ke vila." Lein melihat ke sekeliling.


Kemudian Lein menghampiri salah satu orang Ras Gias yang sedang duduk di pinggir alun-alun di dekat jalan raya nya.


Setelah berbicara sebentar, pria Ras Gias itu mengangguk dan dirinya pergi menaiki sebuah mobil besar di sebelah nya.


Ternyata pria itu sedang menyewakan mobil nya untuk tur keliling Negara Tundra untuk orang-orang luar yang baru berkunjung.


"Hey! Ayo kesini! Kita akan menggunakan mobil ini!" Lein berteriak dan melambai-lambaikan tangannya.


Mobil yang Lein sewa adalah sebuah bus besar yang tidak memiliki pintu dengan kaca, hanya pintu besi biasa dan dengan atap yang menutupi nya.


Mereka semua langsung menaiki bus dan pria itu langsung menyalakan bus nya dan mereka semua mulai tur keliling Negara Tundra nya.


Kecuali Lein dan Brynn yang sudah sering ke sini, yang lainnya terkagum-kagum dengan pemandangan Negara Tundra.


Bahkan Liza dan Octiorb juga kagum dengan pemandangan Negara Tundra karena meskipun mereka sudah pernah kesini, mereka tidak berkeliling.

__ADS_1


"Negara Tundra lebih maju dibandingkan dengan dunia kita ya..." Ucap Jonas.


"Ya, begitulah. Karena disini mereka sedang bertahan hidup dari cuaca yang sangat panas dan dari serangan monster-monster." Lein menjelaskan sedikit.


"Benar, jika kita sedang dalam kondisi genting, maka kita akan mengerahkan semua kemampuan kita sampai batas maksimal." Jonas mengangguk.


"Kurang tepat, kita akan mengerahkan semua kemampuan kita sampai melampaui batas maksimal." Lein mengoreksi ucapan Jonas.


"Ah, benar juga ya!" Jonas tersadar.


Mereka semua berbincang-bincang dengan canda tawa dan Lein akan menjawab semua pertanyaan yang mereka ajukan.


Lein sudah mempelai informasi mengenai Negara Tundra, tidak, mungkin lebih tepatnya informasi mengenai Dungeon Tundra Desert.


Selain karena Analysis Eye, Alder juga menugaskan seseorang untuk memberitahu informasi mengenai Dungeon Tundra Desert kepada Lein.


Bisa dikatakan kalau orang dari luar yang paling tahu mengenai Dungeon Tundra Desert adalah satu orang saja, yaitu Lein.


Bahkan Brynn hanya mengetahui informasi dasar saja karena Alder mengatakan kalau jangan memberitahu semua informasi kepada orang-orang.


Lein berjanji akan hal itu bahwa dirinya tidak akan memberitahu orang-orang semua informasi mengenai Dungeon Tundra Desert.


Lein sebenarnya mempercayai Brynn, Liza, dan yang lain. Namun Lein juga tidak perlu memberitahu semuanya karena itu juga tidak akan terlalu berguna.


Mungkin dirinya akan memberitahu semua informasi mengenai Dungeon Tundra Desert di masa depan jika sudah tepat waktu nya.


"Terimakasih, Tuan." Lein mengeluarkan uang dari dompet dan memberikan nya kepada pria yang sudah membawa mereka berkeliling.


"Dengan senang hati." Pria itu tersenyum dan menerima uang nya.


Lein sudah memberitahu pria itu untuk pergi ke vila nya jika perjalanan sudah mendekati akhir agar sekalian saja tidak perlu menyewa mobil lagi.


Sekarang, mereka semua sudah berada di depan vila. Villain terletak di daerah mewah yang bisa dikatakan kalau ini adalah daerah orang kaya.


Vila nya juga sangat besar dan bahkan ada kolam renang yang luas di halaman belakang nya dan ada beberapa fasilitas lain nya.


Mereka semua masuk ke dalam vila dan memilih kamar masing-masing. Namun, ada beberapa yang memilih satu kamar untuk dua orang.

__ADS_1


Itu adalah Anna dan John, Linda dan Enya, serta Brynn dan Liza. Lein hanya bisa terdiam dengan Anna dan John yang sudah sangat-sangat dekat hubungan nya.


Lein bisa mengerti kalau Brynn dan Liza satu kamar karena mereka juga sudah terbiasa dan juga karena mereka bersahabat lalu Linda dan Enya karena mereka adalah bibi dan keponakan.


Lalu dirinya, Jonas, dan Octiorb memutuskan untuk sendiri-sendiri karena di rumah Lein mereka juga tidur di kamar masing-masing.


"Setelah menaruh barang-barang dan pakaian, langsung menuju ruang makan di luar ya, aku sudah memesan hidangan untuk makan siang." Ucap Lein.


"Baik!" Semua orang menjawab kemudian mereka memasuki kamar masing-masing.


"Meskipun aku berkata begitu, aku juga tidak memiliki banyak barang." Lein mengeluarkan satu tas ransel.


Di dalam tas ransel itu hanya ada beberapa perlengkapan karena Lein selalu menyimpan pakaian cadangan di dalam inventory nya.


Karena tidak ada barang atau pakaian yang perlu dibereskan, Lein memutuskan untuk langsung pergi ke ruang makan yang ada di luar.


Ruang makan nya ada di sebelah kolam renang di halaman belakang dan di sebelah ruang makan ada dapur terbuka untuk memasak.


"Fasilitas nya sangat lengkap. Aku akan membeli vila seperti ini untuk aku tinggal di masa depan." Pikir Lein.


Lein duduk bersandar di kursi pantai yang ada di sebelah kolam renang dan mengenakan kacamata hitam karena terlalu silau.


Kemudian ia menutup matanya karena entah mengapa meskipun matahari bersinar sangat terang, udara nya tidak terlalu panas.


"Ah, ini adalah hari yang damai..." Terdengar suara Brynn dari belakang Lein.


"Ya. Hm? Kamu tidak mengenakan jubah mu?" Tanya Lein saat melihat Brynn.


Entah bagaimana Brynn bisa mengubah penampilan nya. Tubuh nya saat ini adalah tubuh pria dan ia mengenakan pakaian kasual pria.


Rambut nya juga pendek seperti Lein dan namun ia tetap mengenakan topeng polos tanpa corak untuk menutupi wajah nya.


"Bagaimana? Apakah aku terlihat keren?" Brynn mengubah suara nya.


"Sangat keren. Namun tubuh itu adalah tubuh pria muda, apakah tidak apa-apa?" Lein melihat kalau tubuh Brynn saat ini seperti seumuran dengan nya.


"Tidak apa-apa. Aku hanya tinggal mengatakan aku meminum ramuan khusus untuk mengubah kulit ku." Angguk Brynn.

__ADS_1


"Begitu, yah, kalau itu katamu, aku bisa percaya." Lein menutup matanya kembali.


__ADS_2