
Sementara itu, di bagian Tundra Desert yang lain berdiri sebuah peradaban modern yang sangat menakjubkan dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi yang tidak selaras dengan gurun pasir.
Di salah satu gedung yang paling tinggi, di ruangan paling atas yang merupakan sebuah kantor sedang diadakan diskusi kecil.
"Jadi, kalian mengatakan kalau kalian berdua adalah orang luar dunia?" Tanya seorang kakek tua.
Kakek tua itu memiliki penampilan yang sama dengan Rye dengan satu tanduk di atas mata kiri nya dan sisik di bagian-bagian tubuhnya.
"Ya, kami sebenarnya bertiga namun satu teman kami sepertinya berlindung tempat yang berbeda dengan kami." Seorang elf mengangguk.
Elf yang berada di depan kakek tua itu adalah Liza dan disamping Liza juga ada Octiorb. Mereka berdua baru saja tiba di gedung ini setelah berpindah tempat di sekitar tembok negara.
"Untuk mempermudah pembicaraan, nama ku adalah Ger Gias, aku merupakan presiden sebelumnya namun sekarang aku mengambil alih negara karena ada sesuatu yang tidak terduga." Kakek tua itu memperkenalkan diri nya.
"Namaku adalah Liza, tanpa nama belakang. Dia Octiorb, tanpa nama belakang juga. Lalu satu teman kami adalah Lein Sanzio." Liza memperkenalkan diri nya dan juga Octiorb serta Lein.
"Bagus. Kamu berkata kalau kamu juga memiliki dendam dengan orang-orang berpakaian serba hitam itu?" Yang Ger maksud adalah Anarchy Order.
"Ya, mereka adalah sebuah organisasi kejahatan yang bernama Anarchy Order. Sebenarnya mereka itu memusuhi Lein, namun karena kami adalah teman Lein, tentu saja harus membantu nya." Angguk Liza.
"Hah..." Ger menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya.
"Pedang antara kami sudah terjadi selama satu bulan, namun sama sekali tidak ada kemajuan karena aku dan mereka tidak mengetahui tujuan masing-masing."
"Yang aku tahu adalah mereka menyerang Negara Tundra tiba-tiba secara terang-terangan satu bulan yang lalu saat mereka datang."
"Kami yang tidak tahu apa tujuan mereka hanya bisa bertahan. Kami mungkin bisa melawan mereka namun itu akan menjadi pertempuran yang sia-sia."
"Jadi, seperti yang kalian lihat. Keadaan negara saat ini sedang gelisah..." Ger berdiri dan berjalan ke arah jendela melihat kondisi negara.
"...Kami berdua ingin membantu, namun keputusan ada di tangan Lein." Ucap Liza.
"Tidak apa-apa, bahkan jika kalian berdua membantu tidak akan terlalu banyak berubah..." Lagi-lagi Ger menghela napas panjang.
"Fufu, jika anda berpikir seperti itu maka anda salah besar." Liza tertawa kecil.
"Apa maksudmu?" Ger menoleh ke arah Liza.
"Kami sudah banyak membunuh anggota Anarchy Order, Lein bahkan sudah membunuh beberapa petinggi mereka." Liza berkata dengan nada tenang.
__ADS_1
"Pak tua, Lein, bocah itu sangatlah kuat. Aku belum pernah melihat dia menggunakan semua kekuatan nya saat ini..." Tambah Octiorb.
"Apakah memang sekuat itu?" Ger tidak begitu yakin.
"Haha, bahkan kalau aku mengatakan nya dengan jujur kamu tidak akan percaya, lebih baik menunggu nya datang karena aku bisa merasakan nya..." Octiorb tertawa.
"Tuan Ger! Ada sesuatu yang mendekati Negara Tundra!" Ajudan nya mengeruk pintu.
"Masuk. Dimana itu?" Ucap Ger.
"Ada di sana tuan. Tolong lihat lah dengan ini." Ajudan Ger masuk dan menyerahkan sebuah teropong canggih.
"Apa-apaan itu!?" Ger berteriak.
"Firasat ku memang benar." Octiorb tersenyum.
"Oct, Lein sedang membawa tubuh monster yang menyerupai ular di belakang nya dalam jumlah yang sangat banyak." Liza menggunakan mana di mata nya.
"Ya, aku juga bisa melihat nya dari sini." Angguk Octiorb.
"Itu Rye! Rye kembali!" Ger memijat Rye sedang terbang.
Ger segera membuang teropong nya dan keluar dari ruangan diikuti oleh ajudan nya. Mereka berdua segera pergi ke atas atas gedung yang merupakan lahan datar.
"Haruskah kita mengikuti nya?" Tanya Liza.
"Ikuti saja." Angguk Octiorb.
...----------------...
"Rye, sepertinya dua orang teman ku sudah bertemu dengan orang-orang sini. Mereka saat ini sedang berada di atas gedung itu." Lein menunjuk ke arah gedung yang paling tinggi.
"Eh? Itu gedung kakek ku." Ucap Rye.
"Benarkah? Kalau begitu ini benar-benar kebetulan ya..." Balas Lein.
"Eh, tapi harus taruh dimana tubuh Cavern Worm nya? Tidak mungkin di taruh di atas gedung itu bukan?" Lein menyadari kalau mereka akan mendarat di atas gedung dan tidak memiliki tempat untuk menaruh tubuh Cavern Worm.
"Ah iya! Taruh saja di sana, di taman belakang gedung." Rye menunjuk ke arah taman di bawah.
__ADS_1
"Baiklah." Lein mengangguk.
Saat mendekati tembok kota, para prajurit tidak mempermasalahkan nya karena mereka melihat kalau yang datang adalah Rye.
Rye menganggukkan kepala nya ke arah prajurit dan terbang ke atas gedung yang paling tinggi dan Lein terbang ke taman belakang gedung nya.
"Rye!" Ger memijat Rye datang dan langsung memeluk Rye.
"Kakek!" Rye juga memeluk balik Ger.
"Dia sepertinya sedang menaruh tubuh monster nya." Octiorb berjongkok di tepi karena tidak ada pagar di sekitar.
"Woah! Apakah anda tidak takut jatuh tuan?" Ajudan Ger terkejut karena Octiorb berjongkok di tepi atap.
"Santai saja." Octiorb melambaikan tangan nya.
Lein yang sudah menaruh tubuh Cavern Worm di taman langsung terbang ke atas dan mendarat di atap gedung bertemu dengan Liza dan Octiorb.
"Beruntung sekali, kita tidak perlu saling mencari. Tapi ngomong-ngomong Liza, mengapa kamu tidak membalas pesan ku." Lein berjalan mendekati Liza.
"Ah! Maaf! Aku tidak memeriksa pesan nya karena aku sedang berada di sini." Liza membuka sistem dan ada pesan dari Lein yang belum ia baca.
"Bocah, monster apa yang kamu bawa itu?" Tanya Octiorb yang masih berjongkok di tepi atap.
"Ah, itu adalah Cavern Worm. Monster yang berupa cacing gurun yang hidup di daerah berpasir." Lein mendekati Octiorb dan berdiri di tepi atap juga.
"Lein! Apakah mereka berdua adalah teman mu?" Tanya Rye.
"Ya." Angguk Lein.
Mereka semua lalu saling memperkenalkan diri mereka masing-masing. Rye mengangguk melihat salah satu teman Lein adalah ras asing juga.
Lein juga sangat terkejut mengetahui kalau Ger adalah presiden sebelumnya dan Rye memanggil nya kakek yang berarti orang tua Rye adalah presiden saat ini.
Setelah saling mengenal, mereka lalu turun kembali ke kantor milik presiden yang tadi ditempati oleh Ger dan Liza serta Octiorb.
"Kamu bilang kalau Cavern Worm menyerang kalian secara berkelompok?" Ger mengerutkan keningnya.
"Ya, aku dan Rye menduga kalau Anarchy Order sedang merencanakan sesuatu tidak hanya dengan Cavern Worm namun dengan monster lain nya." Angguk Lein.
__ADS_1
"Ini gawat..." Ger menyentuh dagunya.