Analysis Eye

Analysis Eye
Menyelamatkan Orang yang Disandera


__ADS_3

Lein dan Liza berlari dengan cepat namun tanpa suara dalam benteng. Mereka berdua juga sambil melihat ke sekeliling jika ada jebakan atau sesuatu yang lain.


Mereka sampai di sebua pintu baja tersembunyi yang warnanya sama dengan tembok membuat sedikit sulit untuk ditemukan.


Liza menggunakan kontrol mana dan bahasa rune nya untuk membuka gembok kunci yang dilapisi dengan beberapa sihir pengunci.


Sementara itu, Lein memeriksa sekitar apakah ada sesuatu yang janggal dan mencoba untuk menghafal rute karena akan merepotkan jika selalu melihat hologram.


"Berhasil." Liza berhasil membuka kunci nya.


Liza membuka pintu baja nya dengan pelan agar tidak menimbulkan suara lalu melihat kalau ruangan di dalam nya sangat gelap tanpa ada pencahayaan sama sekali.


"Lein, sihir cahaya." Ucap Liza.


"Ya." Lein mengangkat tangan kanan nya dan menciptakan sebuah bola cahaya kecil yang menerangi ruangan.


Saat ruangan sudah terang, mereka berdua melihat kalau ada banyak orang-orang dari Ras Gias saling berpelukan dengan ekspresi ketakutan.


"Jangan khawatir, kami disini untuk menyelamatkan kalian semua." Liza menunjukan sebuah lencana kecil yang diberikan oleh Ger tadi.


Lencana itu berbentuk bintang berujung enam yang memiliki warna emas dan ditengah nya ada mutiara kecil berwarna putih mengkilap.


"Lencana itu!?" Salah satu pria mengetahui lencana yang Liza tunjukkan.


"Kamu mengetahui ini? Itu artinya kamu adalah Presiden Negara Tundra, Alder Gias dan wanita disamping mu adalah istri mu, Sefa Gias?" Liza mengetahui identitas mereka berdua.


Karena Ger mengatakan kalau yang mengetahui lencana bintang berujung enam itu hanyalah keluarga nya saja bahkan ajudan nya tidak mengetahui nya.


"Itu benar, kamu..." Alder menanyakan identitas Liza.


"Liza, dan dia adalah Lein. Seperti yang aku ucapkan tadi, kami disini untuk menyelamatkan kalian." Liza memperkenalkan dirinya dan Lein.


"Tapi bukankah sangat berbahaya? Aku mengetahui kalau banyak penjaga yang berjaga di sekitar sini." Alder sedikit khawatir.


"Jangan khawatir, aku tidak akan membawa kalian satu per satu keluar dari sini." Ucap Liza yang mulai menulis rune di udara dan di tanah.


"Hm? Apa yang sedang kamu lakukan?" Sefa bertanya dengan nada kebingungan.


"...Kalian terlalu banyak bicara. Tetap tenang dan tunggu sebentar lagi." Lein menutup pintu baja.


"Kalian belum makan bukan? Ini, aku ada makanan dan minuman." Lein membagikan roti isi daging dan botol air mineral kepada semua orang.

__ADS_1


Lein baru tahu dari Rye tadi pagi kalau Ras Gias tidak memiliki toko sistem. Mungkin karena mereka adalah penghuni dungeon dan tidak memiliki ras lain untuk saling berdagang.


"Terimakasih..." Mereka semua menerima nya dan berterimakasih satu per satu kepada Lein.


Mereka segera memakan nya dengan lahap karena dilihat dari kondisi mereka, sepertinya mereka belum makan selama tiga hari.


"Mengapa Anarchy Order menyandera mereka? Rye mengatakan kalau orang tua nya sudah diculik sejak setengah bulan yang lalu."


"Namun mereka masih baik-baik saja selain kelaparan. Aku masih belum paham mengapa Anarchy Order ada disini." Pikir Lein.


Lima menit kemudian, Liza sudah selesai menulis rune di udara dan di tanah. Hanya tinggal merapalkan mantra lalu mereka akan berpindah tempat.


Namun sebelum Liza melakukan hal itu, Liza menoleh ke arah Lein dibalas dengan anggukan Lein.


"Tuan alder, bisakah anda berbicara dengan ku sebentar?" Lein mendekati Alder.


"Ya, baiklah." Mereka berdua kemudian pergi ke sudut ruangan.


Lein kemudian menggunakan sihir kedap suara di sekitar mereka berdua agar percakapan yang akan mereka bicarakan tidak terdengar.


"Langsung ke intinya saja. Apakah kamu tahu mengapa Anarchy Order menyandera kalian?" Lein langsung bertanya tanpa berbasa-basi.


"Eksperimen? Apakah mereka melakukan eksperimen terhadap ras cerdas?" Batin Lein yang mengerutkan kening nya.


Lalu Lein menanyakan beberapa informasi lain nya dan Alder menjawab nya dengan jujur yang membuat percakapan berjalan dengan lancar.


Setelah itu, mereka mengakhiri percakapan mereka. Lein juga menyuruh Alder untuk meminta yang lain berdiri di atas lingkaran yang sudah dibuat.


"Semuanya, apakah kalian sudah menghabiskan makanan kalian?" Alder melihat ke semua orang.


"Ya, kami sudah!" Jawab semua orang.


"Bagus. Kalau begitu, tolong berdiri di atas lingkaran ini." Ucap Alder.


Mereka semua mengangguk dan mengikuti ucapan Alder. Mereka semua bangkit dan berjalan menuju dalam lingkaran lalu mereka berdiri diam.


Alder yang melihat kalau semua orang termasuk dirinya dan istrinya sudah berdiri di atas lingkaran segera menoleh ke arah Lein dibalas anggukan oleh Lein.


"Liza, mulai sekarang." Ucap Lein kepada Liza.


"Ya." Angguk Liza.

__ADS_1


Liza kemudian merapalkan mantra yang sulit dipahami oleh Alder dan yang lain nya. Saat Liza merapalkan mantra, udara di sekitar lingkaran berubah.


Kemudian, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saja Alder dan yang lain nya merasakan pusing di kepala mereka yang membuat mereka menutup mata dan memegangi kepala mereka.


Setelah merasakan kalau pusing nya sudah sedikit reda, mereka membuka mata dan melihat kalau mereka ada di sebuah ruangan.


"Ayah!?" Alder melihat kalau ada dua orang di dalam ruangan itu selain mereka.


Dua orang itu adalah seorang kakek tua yaitu Ger, dan pria dewasa yang berotot yang merupakan ajudan Ger yang berdiri di belakang nya.


"Selamat datang kembali." Ger menyambut mereka semua dengan senyum lega.


"Ayah! Apa yang sedang terjadi!?" Alder segera bertanya situasi nya.


"Akan aku jelaskan secara detail nanti, untuk sekarang mari kita tenangkan semua orang terlebih dahulu." Ucap Ger.


"Ah, ayah benar." Alder melihat ke arah orang-orang yang sedang khawatir.


Alder dan Sefa kemudian pergi keluar ruangan bersama Gerd dan menuju kantor mereka. Ger menyuruh Alder dan Sefa mandi dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan sisa nya.


Ger kemudian pergi ke ruangan itu lagi dan memberikan instruksi kepada para pelayan dan mencoba untuk menenangkan orang-orang yang masih khawatir.


"Bagaimana?" Octiorb membuka pintu dan berjalan menghampiri Ger.


"Tuan Octiorb, semuanya sudah datang..." Ucap Ger dengan nada lega.


"Baguslah. Aku akan memeriksa kondisi mereka dan memberikan obat jika ada sesuatu penyakit atau yang lain." Octiorb berjalan menghampiri orang-orang.


"Ya, tolong..." Ger membungkukkan badan nya sedikit.


...----------------...


"Bagus, semuanya sudah berpindah tempat dan sudah tidak ada sandera lagi di markas ini." Lein menganalisa lagi dan tidak ada sandera yang tersisa.


"Bagus, sudah saatnya kita beraksi. Kemana kita akan pergi terlebih dahulu?' Liza sudah bersemangat untuk menghabisi anggota Anarchy Order.


Liza sangat marah kepada Anarchy Order karena mereka tiba-tiba memindahkan Liza dan yang lain ke dalam Dungeon Kelas Dewa pada saat Liza dan yang lain akan bersantai.


"Ayo terbang keluar dan mulai dari luar saja." Ucap Lein.


"Baik!" Liza tidak keberatan.

__ADS_1


__ADS_2