Analysis Eye

Analysis Eye
Ujian Praktek (8)


__ADS_3

Tidak perlu diragukan lagi bahwa pemilik suara itu adalah Lein. Namun sekarang kondisinya membuat orang yang melihatnya terasa ngeri.


Pakaian yang compang-camping berlumuran darah. Tubuh nya dipenuhi berbagai macam luka dan kulitnya pucat karena kekurangan darah.


Para peserta yang baru melangkah ke dunia pertarungan merasa takut. Bahkan ada beberapa peserta yang muntah dan pingsan ditempat.


Kedatangan Lein juga membuat Kiva dan para bawahan nya sangat terkejut. Mereka berpikir keras mengapa Lein belum mati.


"Bagaimana bisa!?"


"Bukankah dia sudah mati!?"


"Mengapa dia masih hidup!?"


Semua pikiran terlintas dalam pikiran mereka yang membuat Lein seperti itu.


"Lein.. Bagaimana bisa..." Anna tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena gemetar melihat kondisi Lein


Lein mengabaikan tatapan yang diarahkan kepada nya. Ia berjalan menuju John yang berada di sebelah Anna.


"Ah, aku tidak apa-apa." Lein mengangkat tangan nya berniat menepuk kepala Anna namun ia hentikan karena tangannya juga berlumuran darah.


Anna mengeluarkan air mata nya dan tidak tahu harus berbuat apa. Lein lalu mengarahkan pandangan nya kepada John.


"Keluarkan token putih mu, aku belum menepati janji ku." Lein juga mengeluarkan token putih nya


John tidak menjawab, namun ia mengeluarkan token nya dan mendekatkan nya ke token putih Lein.


"transfer poin." Sebagian Poin Lein ditransfer ke token putih milik John


Setelah itu Lein mengajak John menuju ke pengawas untuk menghitung ulang poin John dan juga poin nya sendiri.


"Pengawas, kami ingin menghitung poin kami. Seharusnya masih ada sedikit waktu kan?" Lein bertanya dengan muka datar.


*gulp (suara menelan ludah)


Pengawas menelan ludahnya melihat kondisi Lein, setelah Lein bertanya untuk kedua kalinya baru pengawas sadar dan menghitung ulang poin.


Lalu peringkat poin berubah karena Lein.



Anna Courbet


Alan Parson


Kiva Barqi


Steva William


Nina William


John Kooning


Agnes Peterson


Quincy Quinn

__ADS_1


Lein Sanzio


Eddie ...



Alasan mengapa poin John lebih banyak karena saat ia mencari bahan obat, ia juga menghadapi monster yang menjaga bahan obat tersebut.


"Siapa yang melakukan hal ini, Lein?" Dekan Hido tiba-tiba muncul di sebelah Lein


"Halo dekan." Lein hendak membungkukkan badan nya


"Jangan bergerak terlalu banyak. Kondisi mu sangat parah saat ini." Dekan hido menghentikan tindakan Lein


"Katakan, siapa yang melakukan hal ini?" Dekan Hido sekali lagi bertanya kepada Lein


"Ah, aku tidak sengaja masuk ke sarang serigala di hutan sana. Mereka sangat banyak dan aku tidak bisa menghadapi nya." Lein berhenti sejenak mengatur napas


"Oleh karena itu aku berusaha kabur dari sana. Meskipun aku berhasil kabur, aku mendapatkan banyak luka." Lein menjelaskan seluk-beluk kejadian.


"..." Dekan Hido menatap mata Lein.


"..." Lein juga tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap mata Dekan.


"Medis! Rawat peserta ini!" Dekan Hido tidak bertanya lebih lanjut dan memerintahkan tim medis untuk merawat Lein


Tim medis segera datang namu lein sudah berjalan sendiri menuju mereka. Lein kemudian diarahkan ke ruangan medis.


Presiden Brynn tidak mengatakan apa-apa dari tadi. Namun aura yang dikeluarkan membuat guru dan dekan merasa merinding.


Presiden Brynn marah bukan karena Lein terluka, namun karena ada pihak yang mengacaukan ujian praktek universitas dragon heart.


"Hadir, Pres." Para pengawas datang


"Periksa seluruh rekaman pengawasan dan antar laporan nya ke kantor ku nanti." Presiden Brynn memerintahkan para pengawas untuk memeriksa rekaman


"Laksanakan, pres." Para pengawas lalu pergi menuju gedung Pengawas dan melaksanakan perintah yang diberikan.


"Para guru dan dekan." Presiden Brynn berkata dengan nada yang dingin


"Ya pres." Para guru dan dekan yang mendengar suara dekan merasa sedikit takut


"Aku tidak tahu siapa itu. Namun jika diantara kalian yang merupakan pelaku kejadian ini, orang itu akan menanggung segala rasa sakit!" Presiden Brynn mengancam mereka dan menekan mereka dengan aura nya


"Kami tidak berani, pres." Para guru dan dekan berusaha menahan aura milik presiden Brynn


"Baguslah kalau begitu." Presiden Brynn menarik kembali aura nya.


...----------------...


"... Terimakasih atas usaha kalian, para peserta." Presiden Brynn mengucapkan terimakasih di pidato nya.


"Peserta yang masuk 500 besar silakan datang lagi besok untuk mendaftar dan untuk yang bukan 500 besar mohon maaf kalian tidak diterima. Sekian. Presiden Brynn mengakhiri pidato nya.


Para peserta yang masuk 500 besar berteriak kegirangan karena diterima di universitas dragon heart. Para peserta yang tidak masuk 500 besar kecewa dan menangis karena tidak diterima.


John, Anna, dan teman-teman Anna kecuali Kiva segera menuju ke ruang medis untuk memeriksa kondisi Lein setelah pidato presiden Brynn selesai.

__ADS_1


Kiva dan para bawahan nya kembali ke rumah mereka untuk membahas tentang kejadian kali ini dan membuat rencana ulang.


...----------------...


"Mohon maaf semua. Tidak ada yang boleh melihat peserta yang sedang terluka parah. Biarkan mereka beristirahat." perawat menghentikan John dan yang lain.


John, Anna dan yang lain hanya bisa menuruti perkataan perawat dan mereka semua pulang ke kediaman masing-masing.


...----------------...


Lein yang berada di ruang medis sebenarnya masih terjaga. Tubuh Lein sebenarnya sudah sembuh bahkan lebih baik. Namun pikiran dan mana Lein terkuras habis.


Lein masih terbayang kejadian setelah ia kalah


...----------------...


"apakah aku akan mati? mungkin saja..." kesadaran Lein mulai kabur dan perlahan-lahan ia menutup mata nya


"Bocah! Apakah kamu akan menyerah disini!" Untuk pertama kalinya Octiorb berteriak dengan serius kepada Lein.


"Sebenarnya untuk apa aku bertambah kuat?" Lein bertanya kepada diri nya sendiri.


"..." Octiorb diam, ia tau bahwa Lein saat ini sedang bingung


"Uang? Kekuasaan? Wanita? Atau kepuasan diri sendiri?" Lein terus menerus bertanya


"Ah, sepertinya aku tahu tujuan ku. Itu tujuan yang aku buat saat aku masih kecil ya." Lein tersenyum mengingat masa lalu


"Analisa apa yang harus dilakukan agar aku bangkit kembali." Lein memulai aksi analisa nya


[ analisa berlangsung ]


[ Gabungkan Jantung Golem Es, Tentakel monster tentakel, Daun Sere, Herbal Amele, dan potion penyembuh ]


"Oct, ku serahkan padamu." Lein mengeluarkan semua bahan dan menyerahkan nya kepada Oct


"Serahkan padaku, bertahan lah." Oct mengambil semua bahan dan mulai menggabungkan


"Analisa langkah selanjutnya." Lein menganalisa


[ Setelah digabungkan, serap item itu lalu taruh semua nya di jantung. Gunakan mana untuk merangsang jantung sampai serapan item dan jantung beresonansi ]


[ Perhatian! Host akan merasakan rasa sakit yang parah! ]


"Rasa sakit!? Itu harga yang murah untuk menyelamatkan nyawaku." Lein tersenyum meremehkan


"Selesai." Octiorb menyelesaikan penggabungan bahan-bahan


Item yang dihasilkan berbentuk abstrak dengan warna perak cerah. Item ini mengeluarkan aura yang berbau herbal.


"Analisa." Lein menganalisa item itu


[ analisa berlangsung ]


[ Jantung Golem Es (berubah)


rank : S

__ADS_1


efek : memberikan nyawa tambahan kepada pengguna yang menyerap nya dengan efek samping rasa sakit yang parah ]


Tanpa basa-basi Lein segera menyerap item itu dibantu oleh Octiorb karena Lein masih belum bisa bergerak.


__ADS_2