Analysis Eye

Analysis Eye
Permintaan Sang Malaikat Tertinggi


__ADS_3

Seperti biasa, lein berlatih di ruang latihan rumah nya. Ia memfokuskan diri untuk berlatih teknik gerakan kaki dan juga mengembangkan jantung naga.


Ia selalu bermeditasi agar jantung naga nya bertambah kuat. Lein juga berlatih bertarung dengan Isolda.


Isolda saat ini sudah bisa berbicara dengan bebas, ia juga sudah terbiasa dengan kemampuan waktu nya.


Lalu Lein juga menggunakan buku skill :Time Field untuk Isolda, karena sejak awal Lein memang memilih skill ini untuk Isolda.


Time Field adalah sebuah sihir area yang memungkinkan sang pengguna mempercepat atau memperlambat waktu di dalam area yang ditunjuk.


Dan sang pengguna juga bisa dengan bebas menentukan siapa terpengaruh dengan Time Field dan siapa yang tidak.


Lein juga sudah berlatih dengan pisau lempar nya. Pisau itu akan diikatkan dengan benang mana milik Lein agar bisa ia kendalikan.


Oleh karena itu Lein memiliki pisau lempar yang ukuran nya kecil namun tajam dibandingkan pisau biasa.


Lalu saat Lein sedang bermeditasi, tiba-tiba saja ia merasakan sakit yang parah di kepala nya.


Lein berteriak dan berusaha untuk menyembuhkan diri, namun itu tidak ada gunanya seolah-olah rasa sakit ini bukanlah penyakit.


Setelah beberapa saat, Lein akhirnya tau mengapa rasa sakit ini tidak bisa disembuhkan dengan sihir, karena memang rasa sakit ini bukanlah penyakit.


Itu karena 'Yang Diatas' sedang berkomunikasi dengan Lein. Yang dimaksud dengan 'Yang Diatas' adalah dewa dan dewi.


Dan yang berkomunikasi dengan Lein adalah Dewi Keberanian sekaligus Malaikat Tertinggi, Ariel.


Ariel berkomunikasi dengan Lein karena ia ingin meminta tolong kepada Lein untuk merebut staff suci, Staff of Sapience (Staff Kebijaksanaan) dari tangan penjahat.


Dan sebagai imbalan nya, Lein akan diberikan otoritas untuk menggunakan divine power (kekuatan ilahi).


Lein yang mendengar bahwa ia akan diberikan divine power segera terkejut. Divine power adalah kekuatan yang konsep nya seperti mana.


Namun, mana adalah energi yang digunakan oleh makhluk fana sedangkan divine power adalah energi yang digunakan oleh makhluk ilahi.


Makhluk ilahi bukan hanya dewa dan dewi saja, ada juga malaikat, iblis tingkat tinggi, dan makhluk mitologi seperti naga, Phoenix, unicorn, dan yang lainnya.


Oleh karena itu Lein sangat terkejut, jika ia mempunyai divine power, maka ia bisa menggunakan sihir yang dewa dan dewi gunakan.


Dan Ariel juga sudah menjelaskan bahwa penjahat yang membawa Staff of Sapience adalah organisasi yang bernama Anarchy Order.


Sebuah organisasi jahat yang memiliki ideologi yang melenceng dari pandangan dunia. Tujuan mereka adalah kedamaian namun dengan cara mengatur ulang dunia.


Mengatur ulang dunia yang dimaksud adalah dengan menghancurkan dunia lalu membuat ulang kembali dunia ini sesuai keinginan mereka.


"Anarchy Order, sepertinya aku pernah mendengar itu di berita." Lein mencoba mengingat nya.


"Ah! Lingkaran dengan dua tanduk dan mulut tersenyum." Lein sudah ingat.

__ADS_1


Apa yang Lein katakan barusan adalah lambang organisasi itu, yaitu sebuah lingkaran dengan dua tanduk dan mulut tersenyum.



// Itu lambangnya, maaf bila kurang memuaskan //


Anarchy Order adalah organisasi yang selalu masuk berita, mereka selalu saja mengacau dan merusak tempat mereka beraksi.


Mereka juga meneriakkan kata 'kedamaian' saat mereka selesai melakukan aksi mereka.


Oleh karena itu, masyarakat resah dengan organisasi itu dan meminta pemerintah untuk mengatasi Anarchy Order.


"Jadi mereka ya.." Ucap Lein.


"Baiklah Dewi... Aku menerima permintaan mu itu." Lein menerima permintaan Dewi karena ia juga penasaran dengan divine power.


"Tapi aku penasaran mengapa dewa-dewi lainnya setuju dengan usulan Dewi Ariel." Lein penasaran.


Karena memberikan otoritas menggunakan divine power kepada makhluk fana akan membutuhkan persetujuan dari banyak dewa dan dewi.


"Mungkin ini ada kaitannya dengan Staff of Sapience itu." Lein berpikir itu mungkin.


"Dan lokasi nya sangat jauh, ada di wilayah paling Utara benua manusia." Ucap Lein


"Yah untungnya semua biaya akan dibayarkan oleh Dewi Ariel." Lein tersenyum.


Dewi Ariel menyuruh Lein untuk pergi ke gereja Ariel, Dewi sudah memberitahu paus disana lewat Oracle.


Dan ada alasan mengapa Dewi Ariel meminta tolong Lein, yang hanya seorang mahasiswa biasa.


Itu karena Szem yang merekomendasikan Lein kepada Ariel, Szem tertarik dengan Lein dan ia ingin Lein bertambah kuat, oleh karena itu ia merekomendasikan Lein untuk menjalankan permintaan Ariel.


...----------------...


Lein sudah meminta izin kepada Presiden Brynn mengenai ia akan pergi ke Kota paling Utara benua manusia, Kota Osimir.


Osimir adalah nama pesisir laut yang dulunya adalah sebuah desa untuk para nelayan, dan berkembang menjadi kota pelabuhan manusia.


Kota Osimir sangat makmur karena selain pelabuhan, kota ini adalah kota perdagangan. Karena banyak pedagang yang singgah dan menjual barang nya di kota ini.


Presiden Brynn awalnya tidak menyetujui Lein untuk pergi kesana, namun Lein memberitahu semuanya bahwa ia sedang menjalani misi dari Dewi.


Presiden Brynn juga tahu mengenai keberadaan dewa dan dewi, oleh karena itu ia pada akhirnya menyetujui Lein dengan syarat Lein harus kembali dengan selamat.


Lein tertawa dan berjanji akan kembali dengan selamat, lalu ia berterima kasih dan meninggalkan kantor presiden.


...----------------...

__ADS_1


"Liza, nanti malam aku akan pergi ke Kota Osimir." Ucap Lein kepada Liza yang sedang mampir di rumah nya.


"Aku tahu, Brynn yang memberitahu." Liza mengangguk.


"Apakah kamu akan baik-baik saja?" Liza khawatir.


"Tenang saja, aku kuat." Lein memamerkan otot lengan nya.


"Haha..." Liza tersenyum dan tertawa.


...----------------...


Lein juga sudah menghubungi Dekan Hido, Guru Linda, Enya, Dan teman-teman kelas S lainnya.


Mereka semua menanyakan hal yang sama, apakah Lein akan baik-baik saja dengan perjalanan nya.


Lein dengan percaya dir mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja, justru akan lebih bertambah kuat.


Lein hanya memberitahu kebenaran mengenai misi dari Dewi kepada Presiden Brynn dan Liza saja.


Ia memberitahu yang lain bahwa ia akan menjalankan sebuah misi dari universitas bukan Dewi.


...----------------...


Malam hari, Gereja Ariel.


"Apakah anda adalah orang yang Dewi Ariel katakan, tuan Lein?" Seorang priestess (pendeta wanita) bertanya.


"Benar, Aku Lein Sanzio, priestess." Lein mengangguk.


"Baiklah, ayo kita menuju ke ruang yang sudah di siapkan." Priestess menuntun jalan.


Mereka berdua tiba disebuah ruangan yang memiliki lingkaran sihir di tengah-tengah ruangan dan beberapa kristal di sekitar lingkaran sihir.


"Ini adalah lingkaran teleportasi, silakan berdiri diatasnya." Priestess mempersilakan.


Lein mengangguk dan berjalan lalu berdiri di atas lingkaran sihir teleportasi.


Kemudian Priestess dan beberapa orang lainnya membacakan sebuah mantra, dan cahaya menyilaukan keluar dari lingkaran sihir.


Lein menutup matanya dan ia merasakan sedikit pusing. Saat Lein membuka matanya, ia sudah berada di ruangan baru.


"Halo, Tuan Lein. Kami sudah diberitahu oleh Dewi Ariel." Seorang Priest menyambut Lein.


"Ah, terimakasih. Apakah aku ada di kota Osimir?" Lein bertanya.


"Benar tuan. Karena sekarang sudah malam, silakan untuk menginap di gereja terlebih dahulu." Priest itu mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah." Lein mengangguk.


Kemudian Priest itu menunjukkan jalan dan membawa Lein ke sebuah kamar di gereja. Lein kemudian beristirahat di kamar itu.


__ADS_2