
Keesokan harinya, Lein dan yang lain dipanggil untuk turun ke ruang makan oleh pelayan untuk sarapan bersama Ger dan Rye.
"Ada apa, Liza?" Lein melihat Liza yang menghela napas.
"Tidak ada, aku baru saja menghubungi Brynn. Dia sangat khawatir bahkan mengirimi banyak sekali pesan untuk menanyakan keadaan kita." Jawab Liza.
"Apakah memungkinkan untuk memanggil Presiden Brynn atau orang luar ke dalam sini?" Lein memikirkan sesuatu.
"Tidak, aku sudah mencoba nya tadi namun tidak bisa seperti seolah-olah ada kekuatan misterius yang menghalangi ku." Liza menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Sepertinya itu adalah kehendak dungeon. Namun, bagaimana bisa Anarchy Order membuat kita masuk ke dalam dungeon ini?" Lein menyentuh dagunya.
"Sebuah artefak, aku yakin. Tidak mungkin mereka menggunakan skill atau kemampuan karena Althea sudah mati." Ucap Octiorb.
"Masuk akal." Lein mengangguk.
Setelah itu Ger dan Rye datang ke ruang makan, para pelayan menaruh makanan dan minuman yang menggugah selera untuk sarapan.
Setelah itu mereka semua sarapan bersama sambil berbincang-bincang sederhana untuk memperdalam hubungan juga.
...----------------...
Sekitar pukul 9, Lein dan yang lain sudah berada di atas tembok Negara Tundra. Lein dan Liza juga sudah mempersiapkan segala hal yang diperlukan.
"Apakah itu semua cukup?" Tanya Ger.
"Ya, peralatan yang kamu berikan sudah cukup membantu kami." Angguk Lein.
Lein meminta kepada Ger untuk memberinya beberapa peralatan yang akan berguna dalam misi menyelinap yang akan dilakukan oleh Lein dan Liza.
Ger memberinya beberapa peralatan seperti alat penglihatan panas yang bisa mendeteksi makhluk hidup apapun selama memiliki panas di tubuh nya.
Alat komunikasi satelit yang tidak perlu khawatir untuk pemblokiran sinyal. Lalu beberapa borgol anti mana jika Lein ingin menangkap seseorang.
Ger juga memberikan armor ringan yang bisa menahan serangan hebat kepada Liza karena Liza tidak memiliki ketahanan yang kuat.
"Bagus, apakah kalian sudah siap untuk pergi?" Ger mengangguk dan bertanya.
"Tentu saja. Kalau begitu kami pergi dulu." Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Liza.
"Sebenarnya aku ingin bertarung bersama Isolda agar bisa membereskan mereka dengan mudah, namun aku perlu mengetahui tujuan mereka yang sebenarnya terlebih dahulu." Ucap Lein saat berada di langit.
"Kamu benar. Kita harus mengetahui tujuan mereka terlebih dahulu baru kita lawan mereka habis-habisan." Liza tersenyum.
"Yah, karena kita tahu kalau Anarchy Order sedang melakukan sesuatu dengan monster, aku pikir nanti akan ada banyak monster yang akan menyerang kita."
__ADS_1
"Kita bisa menyerahkan nya kepada Isolda dan biarkan dia bersenang-senang." Tambah Liza.
"Benar! Aku juga ingin bertarung!" Balas Liza dengan semangat yang membara.
"Haha, baiklah. Aku akan menyerahkan monster-monster nya kepadamu nanti!" Lein tertawa dan menyetujui usulan Liza.
Lein dan Liza terbang tidak terlalu cepat karena mereka juga sedang mengamati medan sekitar khawatir ada jebakan yang dibuat oleh Anarchy Order.
Sekitar setengah jam kemudian, mereka berdua melihat markas Anarchy Order dari kejauhan karena hanya ada bangunan itu yang terlihat.
Markas Anarchy Order merupakan sebuah bangunan benteng kecil berwarna hitam dengan banyak sekali senjata di sekeliling nya.
Karena sensitif dengan roh, Liza bisa merasakan kalau ada roh pasir yang membantu Anarchy Order untuk membangun markas.
"Roh pasir? Bukankah biasanya para roh tidak mencampuri urusan kita?" Lein sedikit bingung.
"Memang, namun ada beberapa pengecualian. Sepertinya roh pasir yang membantu Anarchy Order adalah roh jahat." Ucap Liza.
"Ah, jadi begitu. Tapi apakah markas yang dibangun dengan bantuan roh pasir memiliki ketahanan yang kuat?" Tanya Lein.
"Aku merasakan kalau itu tidak begitu kuat. Sepertinya roh pasir hanya membantu sampingan saja, bukan membantu yang konstruktif utama." Jawab Liza.
"Bagus, kalau kita ingin kabur, kita bisa langsung menghancurkan benteng nya agar mereka tidak mengejar." Lein merencanakan sebuah rencana yang jahat.
Lein segera menggunakan sihir tidak terlihat untuk dirinya sendiri dan untuk Liza. Lalu Liza juga meminta bantuan roh angin untuk menyembunyikan kebenaran mereka.
Mereka berdua lalu terbang mendekati markas Anarchy Order dan melihat kalau ada beberapa lapis penghalang di sekitar benteng.
"Bagaimana? Apakah kamu memiliki cara?" Liza bertanya.
"Tidak. Namun aku memiliki rencana yang sederhana tanpa harus melakukan hal yang rumit." Lein membuat sebuah batu kerikil.
"Hm?" Liza tahu apa yang sedang direncanakan oleh Lein namun ia juga penasaran.
Lein menggunakan mana untuk mengendalikan batu itu ke sisi lain benteng lalu mengirimkan batu ke dalam benteng melewati penghalang.
Saat batu nya melewati penghalang, alarm benteng berbunyi. Orang-orang berpakaian serba hitam yang merupakan anggota Anarchy Order keluar dan pergi ke sumber.
"Lihat kan? Itu sangat mudah." Lein membusungkan dada nya dengan bangga.
"Yah..." Liza tidak bisa berkata-kata.
Meskipun begitu, Liza harus mengakui kalau rencana yang Lein lakukan memang sangat efektif meskipun sedikit berbahaya.
Karena perhatian Anarchy Order terfokus ke arah datangnya batu, Lein dan Liza segera memasuki markas melewati penghalang.
__ADS_1
Mereka berdua terbang dengan cepat dan mendarat di atas tembok benteng karena markas Anarchy Order merupakan benteng terbuka.
"Tunggu sebentar, aku analisa terlebih dahulu." Lein mulai menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ struktur benteng sudah dibuat dan akan ditampilkan dalam bentuk hologram ]
Lein segera menunjukan hologram struktur benteng Anarchy Order kepada Liza agar dia juga memahami medan sekitar.
"Lalu analisa orang-orang didalam serta disekitar benteng dan bedakan mana yang merupakan anggota Anarchy Order dan mana yang merupakan sandera." Ucap Lein dengan lirih.
[ analisa berlangsung ]
[ analisa selesai ]
[ 151 titik berwarna hitam yang merupakan anggota Anarchy Order dan 37 titik berwarna hijau yang merupakan sandera ]
"Bagus." Lein mengangguk dan menunjukkan nya kepada Liza lagi.
"Benteng nya terlihat kecil namun yang paling utama adalah ruang bawah tanah ya..." Liza melihat struktur benteng di hologram.
"Ya, sangat gila. Ruangan bawah tanah nya memiliki ukuran yang sangat luas." Angguk Lein yang tidak menyangka juga.
"Sepertinya ruang bawah tanah adalah untuk bereksperimen melihat kalau para sandera ada di lantai pertama bukan di ruang bawah tanah." Ucap Liza.
"Tunggu dulu, aku lupa. Aku harus menganalisa apakah ada monster disini." Lein menganalisa lagi.
[ analisa berlangsung ]
[ tidak ada tanda-tanda kehidupan lain selain manusia dan Ras Gias di benteng ini ]
"Hah? Tidak ada monster?" Lein mengerutkan keningnya.
"Itu tidak mungkin, tidak mungkin kalau ruang bawah tanah seluas itu tidak digunakan untuk apapun." Liza juga mengerutkan keningnya.
"Apakah mereka melakukan eksperimen di tempat lain? Atau mereka sudah bereksperimen dan saat ini ruang bawah tanah sedang kosong?" Lein memikirkan segala kemungkinan.
"Kita pikirkan saja nanti, ayo kita beraksi. Kita tidak memiliki banyak waktu." Ucap Liza.
"Ya, kamu benar. Untuk pertama-tama mari kita selamatkan para sandera terlebih dahulu." Lein merenggangkan tubuh nya.
"Ayo kita lakukan. Sudah lama aku tidak bertarung bersama mu Lein." Liza juga merenggangkan tubuh nya.
"Haha, aku juga menantikan nya." Lein melompat turun diikuti oleh Liza.
__ADS_1