Analysis Eye

Analysis Eye
Pertarungan Sederhana Lein dengan Britta


__ADS_3

"Kutebak alasan kamu ingin berbincang dengan ku karena murid mu?" Tanya Lein.


"Benar. Muridku ini memiliki permintaan. Sebagai gurunya, tentu saja aku tidak bisa mengabaikan permintaan nya." Jawab Gran.


"Identitas apa yang dimiliki oleh Gran..." Pikir Lein.


"Analisa." Lein menganalisa Gran.


[ analisa berlangsung ]


[ Gran


level : 161


kemampuan : ??


Seorang pria kuat yang memiliki identitas sebagai salah satu petinggi SID ]


"SID?" Wajah Lein tiba-tiba menjadi suram.


"Ada apa Lein?" Tanya Gran yang tidak mengetahui mengapa Lein membuat wajah seperti itu.


"Bukankah kamu seharusnya tahu bahwa aku membenci mereka? Mengapa kamu masih datang kepadaku?" Lein mengeluarkan aura yang menekan.


"Mereka? Apa yang kamu maksud?" Gran tidak bisa memahami apa yang Lein ucapkan.


"SID." Jawab Lein.


"SID?" Jonas dan Octiorb terkejut.


Jonas dan Octiorb juga mengeluarkan aura yang kuat dan suram. Suasana ruangan tiba-tiba menjadi hening dan mencekam.


"Tunggu dulu, apakah ada masalah dengan SID? Jika iya tolong tenangkan diri dulu. Aku selalu berada di Laville jadi aku tidak tahu apa masalah nya." Gran mencoba menenangkan mereka bertiga.


"Benar. Karena aku membenci SID di negaraku, bukan berarti aku harus membenci semua SID." Pikir Lein.


Lein kemudian menarik kembali aura nya diikuti oleh Jonas dan Octiorb. Suasana ruangan kembali seperti sebelumnya.


"Abaikan yang barusan. Aku hanya memiliki masalah dengan SID di negaraku." Ucap Lein.


"...Baiklah." Meskipun Gran penasaran ia gila bertanya lebih lanjut.


"Aku akan menyelidiki nya nanti." Pikir Gran.


"Jadi, apa permintaan murid mu itu?" Lein kembali ke sifat aslinya.


"Seperti yang kamu lihat, Britta adalah pengguna dua pedang. Saat ia melihatmu, semangat nya meluap dan..." Gran tidak perlu menyelesaikan ucapan nya.


"Jadi begitu, dia ingin bertarung, ah maksudku, bertanding dengan ku ya..." Ucap Lein.


"Benar, seperti itulah." Angguk Gran.


"Baiklah, kapan dan dimana?" Tanya Lein.

__ADS_1


"Sekarang, disini." Britta yang menjawab.


"Disini?" Lein mengangkat alis nya.


"Benar." Angguk Britta.


Britta berdiri dan mengeluarkan kedua pedang nya dengan cepat kemudian ia langsung menyerang Lein yang ada di depan nya.


"Woah?" Lein menggerakkan tubuhnya ke kanan untuk menghindari serangan Britta.


Lalu tiba-tiba saja Britta muncul di depan Lein dan menusuk Lein dengan pedang kanan nya.


"Oh sial." Lein menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


Tangan Lein terkena tusukan Britta namun tidak terluka karena tubuh Lein sudah ditingkatkan dan serangan Britta memang serangan biasa.


Namu tetap saja, karena serangan Britta yang kuat dan cepat, meskipun Lein sudah menangkis nya, ia terhempas ke belakang.


Dan tepat dibelakang Lein adalah jendela kaca. Jadi Lein terhempas sampai memecahkan jendela dan jatuh dari lantai tiga.


"Yang benar saja." Umpat Lein.


"Dragon Dance : Fly." Lein mengaktifkan sihir agar ia bisa terbang.


"Bukankah tidak boleh Bertarung di kota!?" Teriak Lein.


"Itu adalah aturan yang dibuat oleh walikota, dan aku adalah anaknya." Jawab Britta.


"Oi oi, kamu serius?" Tanya Lein.


Britta melakukan kuda-kuda, kemudian ia melompat menuju ke arah Lein dengan cepat dan menarik satu pedang nya untuk menyerang Lein.


Lein mengeluarkan kedua katana nya dan menangkis serangan Britta. Kemudian Lein menendang perut Britta dengan kaki kanan nya.


Britta sudah mengantisipasinya dan ia mengambil pedang lainnya untuk menangkis tendangan lein.


"..." Lein menggunakan kekuatan kedua tangan nya untuk mendorong Britta menjauh.


Dan karena mereka berada di udara, Britta yang terdorong menjadi terjatuh ke bawah dengan cepat.


Namun apa yang tidak Lein duga adalah Britta berhenti secara tiba-tiba di udara dan ia bahkan memunculkan sepasang sayap.


Sayap itu berwarna putih namun tidak memiliki tampilan seperti sayap malaikat yang berbulu, melainkan seperti sayap naga.


Benar, sayap naga. Lein bisa mengenali sayap itu adalah sayap naga karena Lein juga melihat sayap milik Isolda.


"Sayap naga? Apakah dia naga? Bukan, dia manusia. Kalau begitu apakah itu skill nya? Atau sebuah artefak?" Lein memikirkan banyak kemungkinan.


"Jangan alihkan perhatian mu!" Britta muncul di atas Lein dan menebas Lein dengan kedua pedang nya.


Lein menggerakkan kedua katana nya ke atas untuk menangkis serangan Britta namun ia terhempas jauh ke bawah.


"Kekuatan macam apa yang dia miliki?" Pikir Lein.

__ADS_1


...----------------...


Di kafe.


"Mengapa kalian terlihat santai? Apakah kalian tidak takut kalau Len akan kalah?" Gran bertanya kepada Jonas dan Octiorb.


"Kalah? Oct, apakah mungkin bos akan kalah?" Tanya Jonas.


"Bocah itu akan kalah jika mereka berdua hanya bertarung dengan kekuatan tubuh mereka, yaitu tanpa mana." Jawab Octiorb.


"Meskipun tubuh bos sudah ditingkatkan?" Jonas diberitahu bahwa tubuh Lein ditingkatkan berkat sebuah ramuan khusus.


"Benar, meskipun tubuh bocah itu keras tetapi kekuatan milik Britta lebih kuat." Angguk Octiorb.


"..." Gran tidak tahu harus bereaksi apa dengan percakapan mereka berdua.


...----------------...


Lein berhenti diudara dan melihat ke arah Britta sebentar. Kemudian ia terbang ke atas menghampiri Britta dengan kecepatan tinggi.


Lein menggerakkan kedua katana nya dan menyerang Britta dengan kekuatan dan kecepatan yang tinggi.


Britta melebarkan matanya dan merespon dengan tepat waktu. Britta meluruskan kedua pedang nya untuk menangkis serangan Lein.


"Kamu sangat kuat!" Ucap Britta yang bisa merasakan bahwa kedua tangan nya bergetar.


"Kamu juga. Ha!" Lein mendorong Britta ke atas udara.


Lein mengejar Britta dengan cepat dan berada di atas Britta. Kemudian Lein mengangkat kedua katana nya tinggi-tinggi dan menyerang Britta secara vertikal menggunakan mana.


Britta tidak bisa merespon serangan Lein kali ini, ia terkena serangan di bagian punggung atau lebih tepatnya di bagian sayap nya.


"Hm? Benar saja, ini adalah sayap naga." Pikir Lein.


Karena saat kedua katana Lein menyentuh sayap milik Britta, Lein bisa merasakan bahwa sayap nya sangat keras seperti milik naga.


"Ugh!" Meskipun Britta tidak terluka, tapi tetap saja ia merasakan dampak serangan Lein.


Britta terjatuh lagi. Kali ini ia jatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi karena Lein menggunakan banyak kekuatan di dalam serangan nya barusan.


Britta berusaha mengepakkan sayapnya namun tidak bisa karena ia merasakan bahwa kedua sayapnya mati rasa dan tidak bisa digerakkan.


Britta melihat bahwa jalan raya semakin dekat di dalam penglihatan nya. Britta kemudian melindungi kepala nya dari benturan karena ia tahu ia akan jatuh dengan keras.


*Boom!


Britta menabrak jalan raya dan membuat sebuah lubang yang dalam dan besar yang menghasilkan banyak sekali asap.


Orang-orang disekitar tahu bahwa ada pertarungan di udara, oleh karena itu mereka segera berlari menjauh karena takut ada sesuatu yang menimpa mereka dari atas.


Sekarang mereka melihat bahwa salah satu diantara mereka yang barusan bertarung jatuh ke bawah dengan keras.


Lein terbang ke bawah untuk melihat bagaimana kondisi Britta setelah jatuh ke bawah dan menabrak jalan raya dengan keras.

__ADS_1


"Yah, kamu pasti tidak akan tumbang semudah itu." Lein tersenyum.


Karena ia melihat saat asap menghilang, Britta sudah berdiri. Hanya pakaian Britta yang rusak dan tubuhnya juga hanya sedikit tergores.


__ADS_2