Analysis Eye

Analysis Eye
Kemenangan Lein Melawan Athein


__ADS_3

Lein berada di bawah Athein dan menggunakan keenam tangan nya untuk menembakkan banyak sekali meriam energi iblis yang berukuran kecil.


Lein menembakkan meriam energi iblis secara bertubi-tubi ke arah tubuh Athein yang tidak bisa menghindari karena terluka.


Bahkan Athein tidak bisa mengeluarkan suara saat meresahkan sakit karena tubuh nya sudah terlalu lemah karena terkena serangan energi iblis.


"Kekeke, mana kesombongan mu tadi Athein! Apakah kamu akan kalah dari manusia yang kamu anggap rendahan ini!?" Teriak Lein dengan bersemangat.


Lein menghentikan tembakannya dan terbang ke atas tubuh Athein kemudian ia memukul perut Athein dengan keempat tangan asura nya.


Athein jatuh ke bawah dengan sangat cepat karena pukulan Lein sampai ia jatuh menabrak tanah di bawahnya.


Lein menjatuhkan diri nya ke bawah sambil merapatkan kakinya ke arah Athein yang sedang terkapar lemas di tanah.


Kedua kaki Lein mengenai perut Athein dengan keras sampai tubuhnya membentuk huruf U dan perut Athein rusak.


"Seperti yang diharapkan dari malaikat. Ketahanan mereka sangat tinggi bahkan jika aku telah menggunakan energi iblis." Batin Lein.


Lein menggunakan dua tangan asura nya untuk mengangkat Athein ke atas dan menggunakan dua tangan asura lainnya untuk memukul Athein.


Lein menyelimuti kedua tangan asura nya yang digunakan untuk memukul Athein agar Athein lebih merasakan sakit yang lebih.


"Hahaha, bagaimana rasanya!? Apakah sakit!? Apakah kamu yang seorang malaikat pernah merasakan sakit seperti ini!?"


"Mengapa kamu yang seorang malaikat malah membandingkan pandangan mu dengan pandangan ku yang seorang manusia fana."


"Mengapa kamu malah menyerang ku sampai ingin membunuh ku hanya karena aku dekat dengan Dewi Ariel yang kamu anut!?"


"Apakah menurutmu dengan status mu sebagai malaikat berkedudukan tinggi kamu bisa berbuat seenaknya saja terhadap manusia!?"


"Hahaha!!!" Lein tertawa dengan gila.


Lein terus memukul Athein dan tidak berniat untuk menghentikan pukulan nya karena ia kesal dengan Athein yang menyerang tiba-tiba.


Bahkan Athein ingin membunuh Lein hanya karena alasan yang sepele yaitu karena Lein dekat dengan Dewi Ariel meskipun hubungan mereka berdua hanya sebatas kesepakatan.


Lein juga kesal karena hari ini seharusnya ia sedang berjalan-jalan mengelilingi Kota Dragon Tide sambil bersantai.


Karena momen bersantai ini adalah momen langka karena Lein selalu berlatih dan naik level demi bisa mencapai tujuan nya.


"Ah sial. Memikirkan hal itu membuatku semakin kesal!" Lein mendecakkan lidah nya.


Lein memukul Athein lebih keras dan lebih cepat. Energi iblis di kedua tangan asura yang memukul Athein juga bertambah kuat.


"Hm, aku belum pernah merasakan mana milik seorang malaikat." Pikir Lein.

__ADS_1


Lein menggunakan kedua tangan asli nya yang menganggur untuk menyentuh tubuh Athein dan memakai Mana Absorb.


Lein menyerap semua mana yang ada di tubuh Athein dengan perlahan-lahan agar Athein lebih merasa tersiksa.


Saat Lein hampir menyerap semua mana milik Athein, tiba-tiba ada keretakan di langit tepat di atas Lein.


Retakan itu menyebar seperti jaring laba-laba kemudian retakan itu berubah menjadi sebuah lubang yang besar.


Lalu muncul banyak sekali pasukan bersayap, Lein bisa mengenali nya karena mereka semua memiliki ciri khas yang sama dengan Athein.


Pasukan bersayap itu adalah malaikat, mereka memakai baju besi berwarna emas mengkilap dengan senjata yang beragam.


Pasukan malaikat di depan memakai senjata berupa pedang panjang dan tombak satu mata dan yang dibelakang berupa busur dan anak panah.


Dan Lein bisa mengenal satu sosok yang berada di depan para pasukan malaikat. Sosok itu adalah wanita yang memiliki aura heroik.


Wanita itu memakai armor berwarna emas yang lebih mengkilap dengan enam pasang sayap di belakang tubuh nya.


Meskipun sedikit berbeda, Lein bisa mengenali siapa wanita yang terlihat mencolok itu. Dia adalah Dewi Ariel, Dewi Keberanian sekaligus Malaikat Tertinggi.


"Yo." Sapa Lein.


Lein melepas kedua tangan asli nya dan menghentikan penyerapan mana Athein namun ia masih tetap memukul nya dengan kedua tangan asura nya.


"Tolong lepaskan Athein, Lein." Ucap Dewi Ariel.


"Aku benar-benar minta maaf atas perbuatan Athein. Aku meminta tolong atas dengan status ku sebagai Dewi Keberanian dan Malaikat Tertinggi untuk melepaskan Athein." Ucap Dewi Ariel.


"Hm, baiklah. Tapi tolong tunggu sebentar." Lein menghentikan pukulannya.


Lein menggunakan kedua tangan asura yang sebelumnya untuk memukul Athein untuk memegangi sepasang sayap Athein.


Lalu, Lein dengan paksa menarik sepasang sayap yang sudah berlumuran darah dari sampai tercabut dari punggung Athein.


"!!" Dewi Ariel dan para malaikat melebarkan matanya.


Para malaikat bahkan mengeluarkan senjata mereka dan pasukan busur sudah menarik anak panah mereka bersiap untuk menembak.


"Hm? Ada apa? Apakah kalian ingin melawan ku juga dan bernasib sama seperti Athein?" Lein bertanya dengan senyum psikopat.


"!!" Para malaikat menelan ludah mereka saat melihat tatapan Lein yang gila.


"Lein..." Panggil Dewi Ariel.


"Aku tahu, ini." Setelah merobek sayap Athein, Lein segera melemparkan tubuh nya ke arah Dewi Ariel.

__ADS_1


"Mohon maaf, tetapi seorang pembunuh tidak berhak diperlakukan dengan sopan." Ucap Lein dengan senyuman sinis.


"...Tidak apa-apa." Dewi Ariel menyuruh malaikat untuk membawa Athein dan menyembuhkan nya.


"Apakah sifat nya memang seperti itu?" Yang Lein maksud adalah Athein.


"Hah.. Memang seperti itu, tapi aku tidak menyangka sifatnya akan menyebabkan kejadian ini." Dewi Ariel menghela napas.


"Jadi...Apakah anda hanya akan berdiam diri disana?" Lein tersenyum kecil.


"Aku tahu kamu tidak akan menyelesaikan masalah ini. Ambil ini..." Dewi Ariel melempar sebuah barang ke arah Lein.


"Apa ini?" Lein melihat bahwa itu adalah sebuah koin.


"Sebuah item yang bisa membangkitkan orang mati. Tidak benar-benar membangkitkan, maksudnya item ini bisa menyembuhkan semua luka asalkan jantung nya masih berdetak." Jawab Lein.


"Woah, ini item yang bagus." Lein terkagum dengan efek item yang diberikan oleh Dewi Ariel.


"Hm, tapi apakah item ini sama dengan boneka jerami ku?" Tanya Lein.


"Hampir sama. Perbedaan nya adalah boneka jerami mu bisa digunakan jika item itu sudah diberi darah oleh si pengguna."


"Dan item ku bersifat universal, yang artinya itu bisa dipakai untuk semua orang kecuali malaikat, dewa dan dewi, dan makhluk agung lainnya." Jelas Dewi Ariel.


"Oh~ Jadi begitu. Baiklah, ini item yang sangat berguna." Lein segera menyimpan item itu ke dalam inventory nya.


"Hm, kalau begitu bisakah anda mengirim ku kembali ke tempat awal? Aku masih perlu membeli bumbu-bumbu untuk memasak." Lein tersenyum cerah.


"...Baiklah." Dewi Ariel menjentikkan jari nya kemudian Lein menghilang dari tempat nya.


"Maaf atas kelancangan saya, bolehkah saya bertanya siapa manusia itu, Dewi?" Tanya salah satu malaikat.


"Manusia normal yang menjadi tidak normal. Dia adalah manusia yang langka di dunia ini."


"Dia mendaki ke lapisan atas masyarakat dengan kekuatan dan tekad nya yang kuat dari lapisan paling bawah di masyarakat."


"Aku tidak menyuruh kalian untuk menjadi seperti nya. Tetapi, aku ingin kalian belajar darinya tentang tekad nya yang tidak akan goyah."


"Jika lain memiliki tekad yang kuat, maka sebesar dan sesulit apapun rintangan nya, kalian bisa menghadapi nya dengan berusaha." Jawa Dewi Ariel.


"Baik, Dewi!" Semua malaikat menjawab.


Tidak seperti Athein, para malaikat yang berada di belakang Dewi Ariel menuruti semua ucapan Dewi Ariel.


Bahkan tanpa perintah dari sang Dewi, mereka juga akan tetap belajar dari Lein yang merupakan seorang manusia fana.

__ADS_1


Karena mereka tahu apa yang membuat Lein bisa menang dari Athein adalah kepercayaan dirinya dan sifat yang tidak pantang menyerah meskipun lawan nya lebih kuat.


__ADS_2