Analysis Eye

Analysis Eye
Berlatih dengan Dekan


__ADS_3

Keesokan harinya, di kelas teori.


"Aku ingin mengatakan sesuatu sebelum mengakhiri kelas hari ini." Guru Rigen ingin mengatakan sesuatu.


"Aku tahu kalian bosan karena mengapa hanya ada kelas teori saja. Sekarang aku ingin mengatakan bahwa kalian bisa memilih guru atau dekan yang kalian mau!"


"Alasan mengapa aku memberitahu sekarang karena para guru dan dekan sedang sibuk mengurus sesuatu yang terjadi saat ujian praktek." Setelah mengatakan hal itu guru Rigen melirik ke arah Lein.


mahasiswa kelas S segera bergembira, mereka semua bosan dengan kelas teori dan mereka juga mengalami kesulitan saat berlatih sendiri.


Sekarang akhirnya mereka bisa memilih mentor mereka sesuka hati. Mereka tentunya akan memilih mentor dengan hati-hati.


Tentu saja reaksi Lein biasa saja. Karena Lein sudah menemukan mentor, lebih tepatnya sang mentor yang menemukan Lein.


"Mengapa reaksi mu biasa saja?" John menyadari reaksi Lein yang biasa saja.


"Yah itu... karena aku sudah menemukan mentor jauh hari sebelumnya." Lein menjawab rasa penasaran Lein.


"Apa!?" John terkejut karena Lein sudah menemukan mentor dan ia menggoyang-goyang kan tubuh Lein.


"Hahaha" Lein tertawa dengan perilaku John


"Ngomong-ngomong, aku perlu bantuan mu." Lein tiba-tiba meminta tolong.


"Tapi aku belum bisa mengendalikan nya." John juga menghentikan tindakan nya.


"Tidak apa-apa, aku memang membutuhkan racun yang lemah." Lein mengatakan permintaan nya.


"Baiklah, kalau begitu aku bisa membantu mu." John menganggukkan kepala nya setuju.


"Tolong ya..." lein meminta tolong.


"Serahkan padaku, ini mudah." John tersenyum dengan percaya diri.


...----------------...


Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.


"Maaf ya, baru bisa menemui mu sekarang." Dekan Hido datang dan meminta maaf.


"Tidak apa-apa dekan, aku tahu kesibukan mu." Lein mengatakan tidak apa-apa


"Haha baiklah..Kita langsung mulai?" Dekan Hido bertanya.


"Tentu saja, aku sudah menunggu hal ini." Lein menjawab dengan tersenyum.


Mereka berdua lalu pergi ke ruang latihan di dalam rumah, tepatnya di bawah tanah.

__ADS_1


"Biar aku konfirmasi dulu. Aku tidak bisa mengajarimu teknik yang hebat karena kamu juga sudah punya, benar kan?" Dekan Hido bertanya.


"Um, itu benar dekan." Lein tidak membantah.


"Namun aku percaya diri dengan penglihatan dan pengalaman ku. Oleh karena itu, kamu jangan khawatir." Dekan Hido menyuruh Lein untuk jangan khawatir.


"Tentu saja dekan. Aku mempercayai mu." Lein tersenyum.


"Bagus, kalau begitu ayo kita bertanding sebentar. Aku perlu melihat pergerakan mu. Oh gunakan teknik yang kamu gunakan saat itu." Dekan Hido bersiap-siap


"Baik, dekan!" Lein menjawab dan mengaktifkan dragon dance.


Mereka berdua lalu melakukan latihan bertarung. Dekan Hido belum pernah melihat Lein bertarung secara langsung. Oleh karena itu Dekan Hido perlu melihat kemampuan Lein secara langsung.


Mereka bertukar pukulan kurang lebih selama 10 menit. Di rasa sudah cukup, dekan Hido menyuruh Lein berhenti.


"Sekarang aku sudah melihat kemampuan mu." Dekan Hido berbicara


"Apakah aku masih banyak kekurangan?" Lein menonaktifkan dragon dance nya.


"Yang kamu gunakan... itu bukan kemampuan mu kan?" Dekan Hido tidak menjawab pertanyaan Lein namun bertanya.


"Iya, itu beladiri." Lein menjawab dengan jujur.


"Sepertinya beladiri itu menjadi lebih kuat ya..." Dekan Hido menyadari hal itu


"Anda benar, dekan." Lein mengangguk.


"Pengetahuan yang aku maksud adalah informasi mengenai strategi, informasi lawan, informasi medan, dan informasi mengenai dirimu sendiri." Dekan Hido mengatakan semua kekurangan Lein.


"Jadi begitu..." Lein merenung


"Ya, kamu selama ini hanya bertarung melawan monster. Jika melawan manusia, kamu langsung menghabisi mereka bukan? karena mereka memang terlalu lemah." Dekan Hido seperti mengetahui segala nya.


"Ya, itu benar dekan. Bagaimana anda tahu hal itu?" Lein terkejut dengan ucapan Dekan Hido.


"Itu beda topik, jadi mulai sekarang kamu harus berlatih dengan manusia, ah bukan, apapun itu asalkan memiliki kecerdasan tinggi." Dekan Hido memberikan saran.


"Baiklah dekan." Lein mengingat perkataan Dekan Hido.


"Baiklah ayo kita berlatih lagi. Aku akan mengoreksi kekurangan mu saat berlatih." Dekan Hido langsung menyerang Lein dengan tinju nya.


"Ugh!" Lein langsung menyilangkan kedua tangan nya di depan dada nya untuk menangkis pukulan dekan Hido.


Lein terkena pukulan dekan Hido dan terlempar ke belakang. Lein belum sempat bangkit tiba-tiba ada pukulan dari atas.


Lein menghindari pukulan itu dengan segala kemampuan nya dan ia berhasil meskipun hampir saja ia kena.

__ADS_1


"Kamu harus bisa segera bangkit bahkan setelah terkena serangan agar kamu bisa mengamati situasi pertempuran." Dekan Hido memberikan saran


"Baik!" Lein lalu mundur untuk menjaga jarak dari dekan Hido dan ia lalu mengaktifkan dragon dance.


"Bagus, seperti itu." Dekan Hido cukup senang karena Lein langsung mengerti.


Dekan Hido juga menyerang Lein dengan mana nya. Dekan Hido tiba-tiba berada di depan Lein dan akan menendang pundak Lein.


Lein menunduk dan menendang kaki dekan yang satu nya. Dekan Hido terkena tendangan Lein dan hampir kehilangan pijakan nya.


Lein memanfaatkan hal itu untuk memukul dekan Hido secara berturut-turut. Dekan Hido berhasil menghindari pukulan Lein meskipun sempat terkena beberapa pukulan.


Dekan Hido menendang tanah, ia melompat tinggi dan menyerang dengan kaki dari atas ditambah kali ini dekan Hido menggunakan mana nya untuk menambah kecepatan jatuh.


"Sial!" Lein tidak berpikir bisa menghindari serangan itu.


Lein lalu menyilangkan kedua tangan nya di atas kepala nya untuk menangkis serangan dekan Hido dari atas.


Lein berhasil menangkis nya namun pijakan nya juga goyah dan akhirnya ia tidak bisa menahan nya dan jatuh.


"Berhenti." Dekan Hido mengentikan pertarungan nya.


"Kekurangan baru mu, pijakan mu kurang kuat." Dekan Hido mengatakan kekurangan Lein yang lain


"Terimakasih dekan!" Lein berterima kasih.


"Pijakan adalah hal yang penting, berdiri lah." Dekan Hido menyuruh Lein berdiri


Lein berdiri dan masih mengaktifkan dragon dance nya.


mereka berdua lalu saling memegang bahu Lawan. Dekan Hido memegang kedua bahu Lein dan sebaliknya Lein memegang bahu dekan Hido.


// gerakan ini sama kaya gerakan saling mendorong di olahraga //


"Gunakan semua mana mu di kaki dan bahu mu. Kita akan saling mendorong. Ini untuk melatih pijakan kaki mu." Dekan Lein memberi nasihat.


"Baik, dekan!" Lein mengangguk.


Mereka berdua lalu menggunakan mana nya dan mereka juga saling mendorong. Awalnya Lein langsung terjatuh karena pijakan nya yang lemah.


Namun lama kelamaan Lein mulai bisa beradaptasi dengan dorongan dari dekan hido. Lein mulai bisa mengendalikan mana di kaki nya agar pijakan nya tidak goyah.


Mereka berdua lalu berlatih saling mendorong sampai pijakan Lein kuat.


"Cukup sekian untuk hari ini. Kerja bagus Lein." Dekan Hido mengulurkan tangan nya ke arah Lein yang yang sedang terkapar.


*huft-huft (suara napas terengah-engah)

__ADS_1


Lein menerima uluran tangan dekan Hido dan berkata dengan tersenyum.


"Terimakasih dekan." Lein tersenyum namun dengan napas terengah-engah.


__ADS_2