Analysis Eye

Analysis Eye
Athein sang Malaikat yang Fanatik


__ADS_3

Lein bisa merasakan kalau dunia di sekitarnya berbeda dan ia juga melihat siapa yang saat ini sedang memegang lehernya.


Orang itu melempar Lein sampai terguling-guling. Lein berdiri dan saat ia bisa melihat keseluruhan orang yang memegang lehernya barusan.


Yang ada di depan Lein adalah seorang pria berambut panjang yang berwarna pirang bercahaya emas dan memiliki tubuh yang sempurna.


Wajah pria itu sangat tampan bahkan Lein mengakui bahwa pria itu adalah orang yang paling tampan dari semua orang yang pernah Lein lihat.


Pria didepan tidak memakai baju alias bertelanjang dada dan hanya memakai celana berwarna putih yang memiliki model seperti di zaman dahulu.


Yang paling mencolok dari pria itu adalah ia memiliki lima pasang sayap berwarna putih bersih di belakang punggung nya.


"Analisa!" Lein segera menganalisa pria didepan nya.


[ analisa berlangsung ]


[ Athein


level : ??


Salah satu malaikat berkedudukan tinggi ]


"Sial. Ternyata sayap di belakang nya bukan merupakan sihir dan dia adalah malaikat asli..." Batin Lein.


"Mengapa salah satu malaikat yang kedudukan tinggi menyerang ku yang seorang manusia fana biasa?" Meskipun Lein terkejut, ia tetap tenang.


"Ho? Kamu bisa mengenaliku?" Athein mengangkat alis nya.


"Haha.." Lein tidak menjawab dan hanya tertawa kecil.


"Namaku Athein, kamu adalah Lein Sanzio bukan?" Athein menatap Lein dengan tajam.


"Benar, aku Lein Sanzio." Angguk Lein.


"Dasar manusia rendahan! Berani-beraninya kamu mendekati Dewi Ariel!" Tiba-tiba Athein berteriak.


"Tunggu sebentar, sebenarnya ada apa ini?" Lein tidak paham mengapa Athein berteriak.


"Jangan pura-pura tidak tahu manusia, kamu mencoba untuk mendekati Dewi Ariel untuk meraup keuntungan untuk dirimu sendiri bukan!?" Teriak Athein.


"Hah? Aku benar-benar tidak tahu apa yang kamu maksud." Lein tidak berbohong.


"Diam!" Athein mengangkat tangan kanan nya ke atas dan memunculkan sebuah pedang yang memiliki energi suci.


Kemudian tanpa basa-basi lagi, Athein terbang ke arah Lein dengan cepat sambil mengayunkan pedang nya mencoba untuk menebas Lein.


"Niat membunuh? Mengapa malaikat ini ingin membunuh ku?" Lein menghindari serangan Athein sambil berpikir.

__ADS_1


Athein terus mengayunkan pedang nya kesana dan kemari sementara Lein terus menghindari serangan yang Athein lancarkan.


"Apakah kamu hanya bisa menghindari serangan ku seperti seorang pengecut!?" Ejek Athein.


"Yah, pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang haus akan kehidupan." Batin Lein.


"Bisakah aku bertanya satu hal? Ups." Lein menunduk untuk menghindari serangan Athein.


"Silakan." Athein berhenti menyerang.


"Dimana kita sekarang?" Tanya Lein.


"Alam dewa, ini adalah sebuah dimensi yang aku ciptakan." Jawab Athein.


"Dimensi? Heh..." Lein melihat ke arah sekeliling nya.


Dimensi yang Athein ciptakan berwarna putih dan tidak ada warna lain. Disini juga seperti sebuah ruangan yang tidak memiliki ujung.


Ada tempat untuk berpijak di bawah namun langit-langit nya tidak memiliki batas atas.


"Hm, apakah ini bisa dihancurkan?" Tanya Lein lagi.


"Hahaha, kamu tidak akan bisa menghancurkan nya dengan kekuatan mu yang sekarang." Athein tertawa.


"Jadi cara untuk menghancurkan dimensi ini adalah dengan mengalahkan mu ya..." Ucap Lein.


"Dan kamu seharusnya bangga karena kamu akan mati di tangan ku yang merupakan seorang malaikat berkedudukan tinggi."


"Bukankah hidup mu sulit? Dibuang oleh orang tua mu, kakek dan nenek yang mengadopsi mu meninggal, dijauhi orang-orang."


Athein mengatakan banyak sekali omong kosong dengan arogan seolah-olah ia telah memenangkan pertarungan mereka.


"Ya, ya... Bicaralah sepuasnya." Lein tidak terlalu peduli.


"Hah!? Berani sekali manusia rendahan seperti dirimu tidak menghormati ku yang merupakan seorang malaikat ini!?"


"Sepertinya alasan mengapa orang tua mu membuang mu adalah karena kamu ini anak yang tidak berguna ya..."


"Dan mungkin kakek dan nenek mu meninggal karena kamu ini anak terkutuk!"


"Tidak, apakah kamu menjadi seperti ini adalah karena kakek dan nenek mu tidak bisa mengajarkan mu dengan baik ya!?" Teriak Athein.


"...." Wajah Lein berubah menjadi suram.


"Aku tidak peduli kamu mengatakan omong kosong, tetapi, kalau kamu mencoba untuk menghina kakek dan nenek ku, maka kamu sudah siap untuk mati bukan?" Lein sangat marah.


"Mati? Hahaha..." Athein justru tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Aku jelas tidak bisa mengalahkan nya dengan energi suci. Aku bisa mengalahkan nya dengan Divine Power atau Energi Iblis."


"Namun agar aku bisa membuat nya merasakan sakit yang parah, aku harus menggunakan energi iblis yang berlawanan dengan energi suci." Pikir Lein.


"Dragon Language : Evil Empowerment." Lein mulai menggunakan energi iblis.


Evil Empowerment adalah sihir untuk membuat pengguna nya menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih keras pertahanan nya dengan energi iblis.


"Ini!? Energi iblis!? Sudah kuduga bahwa kamu ini memang penjahat..!!!" Athein tidak bisa mempercayai nya bahwa Lein bisa menggunakan energi iblis.


"Kekeke, sepertinya aku akan menambah pengalaman baru yaitu membunuh malaikat..." Teriak Lein.


Lein memunculkan empat tangan berwarna hitam dari belakang punggung nya seperti seorang asura.


"Jadi, haruskah kita memulainya?" Lein menyeringai.


"Dasar manusia rendahan!!!!" Athein berteriak dengan sangat keras.


"Oh Dewi Ariel yang agung, Berikanlah berkah untuk penganut mu yang setia ini..." Athein berdoa kepada Dewi Ariel.


Lein bisa merasakan nya kalau kekuatan, tidak, seluruh tubuh Athein mengalami peningkatan saat ia berdoa kepada Dewi Ariel.


"Holy Flame." Athein mengulurkan tangan nya dan memunculkan sebuah api berwarna putih.


Api putih ini berbeda dari api milik Isolda, api yang dikeluarkan oleh Athein adalah sebuah api putih bersih yang suci.


Athein mengarahkan tangan nya ke arah Lein dan menembakkan api suci milik nya.


Lein menciptakan api hitam menggunakan energi iblis di kedua tangan asura nya dan menembakan satu api nya ke arah api suci yang Athein tembakkan. Lalu api satu nya Lein tembakkan ke arah Athein


*BOOM!


Meskipun api yang ditembakkan oleh Athein dan Lein memiliki ukuran yang kecil, namun saat bertemu menghasilkan ledakan yang dahsyat.


Itu karena kedua api tersebut memiliki energi yang berbeda yang saling berlawanan yaitu energi suci dan energi iblis.


Athein melihat api hitam datang ke arah nya, ia mengangkat pedang nya tinggi-tinggi dan melapisi pedang nya dengan api suci.


Kemudian saat api iblis Lein mendekat, Athein segera mengayunkan pedang nya secara vertikal untuk menebas api iblis itu.


Api iblis itu terbelah menjadi dua dan menyebar ke kanan dan ke kiri. Namun api iblis itu tidak hancur, dan saat menyentuh tangan, kedua bagian api iblis itu meledak.


"Bagus, tapi ini masih permulaan..." Lein menyeringai.


"Manusia, tidak, sekarang kamu adalah iblis rendahan. Aku tidak akan membunuh mu dengan mudah! Aku akan membiarkan mu merasakan rasa sakit yang parah!" Teriak Athein.


"Kekeke, justru itu adalah kalimat ku!" Balas Lein dengan berteriak juga.

__ADS_1


__ADS_2