Analysis Eye

Analysis Eye
Kemunculan Nolan Barqi di Tundra Desert


__ADS_3

"Haha, ternyata kalian tidak melupakanku ya... Aku sudah sangat bersabar dan menahan emosiku saat kamu menghancurkan keluarga ku..." Pria itu berkata dengan wajah suram.


"Nolan Barqi..." Lein menyebut nama pria itu.


Ternyata pria yang datang adalah Nolan Barqi, ayah dari Kiva Barqi dan pemimpin keluarga Barqi sebelumnya karena saat ini keluarga Barqi sudah hancur.


"Jadi memang benar kalau kamu bekerja sama dengan Anarchy Order ya..." Lein menyipitkan mata nya.


"Hahaha! Tentu saja! Bekerja sama dengan mereka membawa banyak keuntungan bagiku!" Nolan tertawa keras.


"Dasar sampah." Liza memandang Nolan dengan tatapan jijik.


"Aku tidak peduli kamu akan berkata apa. Lagipula kalian berdua akan mati ditangan ku hari ini juga!" Teriak Nolan dengan ekspresi wajah gembira.


"Mengapa kamu bekerja sama dengan Anarchy Order, Nolan..." Lein ingin tahu alasan Nolan bekerja sama dengan Anarchy Order.


"Alasan? Tentu saja untuk bertambah kuat!" Nolan mengepalkan tangan kanan nya merasakan kekuatan yang ia dapatkan.


"Kekuatan? Apakah kamu tidak peduli dengan kekuatan yang didapatkan dari perbuatan yang hina?" Liza mendengus.


"Perbuatan yang hina? Tentu saja aku tidak peduli! Asal kamu tahu saja... Cahaya mengajarkan kita kemanusiaan dan cinta. Sedangan Kegelapan mengajarkan kita kekuatan pikiran dan tubuh!"


"Aku ingin menjadi kuat untuk membalaskan dendam anakku dan keluarga ku yang sudah kalian hancurkan saat itu!"


"Kita hidup didunia dimana kekuatan adalah segalanya, aku akan menggunakan kekuatan ini untuk berbuat semauku!" Teriak Nolan.


"Hahaha!" Tiba-tiba saja tidak ada angin tidak ada hujan Lein tertawa.


"Kamu tertawa!? Apa yang lucu!?" Nolan menjadi marah.


"Memang benar kalau dengan kekuatan kita bisa melakukan semaunya. Tapi mengapa kamu masih berada di bawah perintah Anarchy Order!?"


"Bukankah kamu mengatakan kalau kamu sudah kuat? Lalu mengapa kamu tidak membunuh Anarchy Order!?" Lein menyeringai.


"Itu karena mereka lah yang memberikan kekuatan kepada ku! Bagaimana bisa aku mengkhianati mereka!" Balas Nola.


"Tepat sekali! Kekuatan mu saat ini adalah pemberian dari mereka, bukan karena kerja keras mu sendiri. Dengan kekuatan pemberian, kamu... terikat dengan mereka." Lein menyipitkan matanya.


"Anarchy Order memberikan kekuatan kepada mu yang menandakan bahwa mereka lebih kuat darimu yang berarti kamu akan selalu lebih lemah dibandingkan mereka." Liza menambahkan.


"Diam!" Nolan sangat marah.


Karena apa yang Lein dan Liza katakan memang benar adanya. Dengan kekuatan pemberian Anarchy Order, Nolan tidak akan bisa berbuat semaunya.


Nolan akan selalu menjadi bawahan Anarchy Order yang bisa diperintah dan Nolan tidak akan bisa menolak nya meskipun dia ingin.

__ADS_1


Sekarang Nolan sangat malu. Ia membicarakan mengenai kekuatan yang berkuasa di dunia ini sedangkan dirinya dikuasai oleh orang lain dengan kekuatan.


Penjahat memanglah seperti itu, dia selalu membanggakan dirinya sendiri tanpa berkaca bahwa diri mereka lah yang menyedihkan.


"Analisa!" Lein menganalisa Nolan.


[ analisa berlangsung ]


[ Nolan Barqi


level : 172


kemampuan : ??


Manusia yang jalan pikiran nya sudah terdistorsi karena terlalu terobsesi dengan kekuatan ]


"Level 172!?" Lein melebarkan matanya.


Lein segera membagikan hasil analisa Nolan kepada Liza agar dia bisa lihat juga.


"Tidak apa-apa, kita berdua masih bisa mengalahkan nya." Ucap Liza dengan nada percaya diri.


"...Kamu benar." Lein tersenyum dan mengangguk.


"Jika kalian pikir bisa mengalahkan ku, maka kalian salah. Aku tidaklah sendirian disini!" Teriak Nolan.


Kemudian, ruang bawah tanah mulai bergetar. Lein dan Liza mendongak melihat kalau atap ruangan terbuka dan banyak pasir yang jatuh ke bawah.


Meskipun tidak tahu apa yang sedang terjadi, Lein segera menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Liza.


Mereka berdua segera terbang ke luar karena tahu kalau bertarung di dalam sana akan berbahaya karena ruang gerak mereka terbatas.


Lein dan Liza juga bisa melihat kalau Nolan menumbuhkan sayap hitam di belakang punggung nya seperti sayap kelelawar.


Kemudian hal yang mengerikan terjadi, makhluk-makhluk hasil eksperimen keluar dari penjara satu per satu padahal mereka tidak memiliki tanda-tanda kehidupan tadi.


"Bagaimana bisa!?" Lein dan Liza sangat terkejut.


"Analisa!" Lein segera menganalisa nya.


[ analisa berlangsung ]


[ setelah diamati, ternyata mereka tidak memiliki tanda-tanda kehidupan bukan karena mereka sudah mati melainkan karena mereka sedang dalam keadaan beku sehingga bisa dianggap sebagai mati suri ]


"Sial, jadi ternyata seperti itu ya..." Lein menyipitkan matanya dan membagikan hasil analisa kepada Liza.

__ADS_1


"Apakah kita bisa mengatasi mereka?" Liza sedikit khawatir.


"Jangan khawatir, kita-" Ucapan Lein terpotong.


"Hahaha, bagaimana!? Apakah kalian saat ini sedang merasakan keputusasaan!? Kalian tidak menyangka kalau makhluk-makhluk eksperimen itu masih hidup bukan!?"


"Sekarang, dengan lebih dari 200 makhluk yang memiliki kemampuan regenerasi super, aku tidak akan terkalahkan!" Teriak Nolan dengan nada gembira.


"Nolan, apakah kamu tidak pernah membaca berita?" Lein tiba-tiba bertanya.


"Berita? Tentu saja tidak. Untuk apa aku melihat berita? Ada hal yang lebih penting daripada itu, yaitu berlatih untuk bertambah kuat!" Nolan mendengus.


"Sepertinya kali ini adalah kemenangan ku." Lein tersenyum tipis.


"Kemenangan mu? Jangan harap! Kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan ku dengan makhluk-makhluk dibawah sana!" Bantah Nolan.


"Siapa bilang kami hanya berdua saja?" Lein menyeringai.


"Oh iya!" Liza tersadar kalau mereka masih memiliki teman disini.


"Apa? Bahkan jika kalian bertiga, itu tidak akan merubah banyak hal! Kalian tidak akan menang dengan jumlah melawan makhluk-makhluk regenerasi super dibawah." Nolan mengejek.


"Tentu saja aku tahu hal itu. Tapi... Bagaimana jika teman kami adalah naga? Isolda!" Lein melepas kalung di leher nya dan melemparkannya ke atas.


"Apa!? Naga!? Itu tidak mungkin!" Nolan tidak percaya kalau Lein memiliki teman naga.


"Itulah mengapa aku menyuruhmu untuk melihat berita!" Lein menyeringai.


Kalung di udara mengeluarkan cahaya yang menyilaukan yang membuat Nolan harus menutupi matanya dengan tangan nya.


Saat cahaya mulai redup, Nolan menyingkirkan tangan nya dan seketika ia melebarkan matanya saat melihat apa yang ada di depan nya.


"Bagaimana? Kekeke..." Lein tertawa dengan puas.


"Bagaimana bisa aku lupa mengenai keberadaan Isolda, fufufu..." Liza juga tertawa.


"Sialan... Bagaimana mungkin kamu memiliki naga..." Nolan membelalakkan matanya.


"Frederic tidak memberitahu ku kalau Lein memiliki naga. Bukankah seharusnya dia tahu karena dia selalu berhati-hati?"


"Apakah dia mencoba untuk membuat ku melawan Lein agar dia mengetahui kekuatan sebenarnya dari Lein? Frederic Sialan..." Nolan menjadi geram.


"Isolda! Kamu akan mengurus makhluk-makhluk di bawah sana! Diusahakan langsung membunuh mereka karena mereka adalah manusia hasil eksperimen!" Teriak Lein.


"Itu benar! Setidaknya jangan terlalu menyakiti mereka!" Liza menambahkan.

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan berusaha untuk langsung membunuh mereka!" Isolda mengangguk.


"Lalu.. Haruskah kita mulai pertarungan nya!?" Lein menyeringai.


__ADS_2