
"Mumpung aku disini, haruskah aku mencoba berburu?" Lein memikirkan untuk berburu lagi
Lein lalu berkeliling mencari informasi tempat berburu yang cocok untuk nya. Setelah bertanya kepada beberapa orang, ia menemukan tempat yang bagus.
Lein bergegas kesana karena ia tidak sabar untuk berburu, dan ia harus naik 11 level dalam 10 hari yang mana itu sulit. Oleh karena itu sekarang Lein aka mati-matian berburu.
Lein sampai di tujuan nya, yaitu Mamise Forest. Hutan ini tidak berisikan monster namun hewan biasa yang bisa menggunakan mana.
Karena hutan ini berlimpah mana, maka hewan disini terbiasa hidup dengan mana yang baik. Oleh karena itu jika ada monster yang datang, para hewan itu akan langsung mengusirnya.
Dan yang paling terkenal di Mamise Forest adalah para monyet. Mereka memiliki sedikit kecerdasan, mereka selalu mengejek manusia yang akan melawan nya
Manusia yang terprovokasi menjadi marah dan para monyet menggunakan kesempatan itu untuk menghabisi lawan nya.
...----------------...
Lein memasuki hutan dan ia langsung menemui seekor monyet berwarna putih yang sedang memetik buah.
"Jadi itu monyet nya, Analisa." Lein mulai menganalisa
[ analisa berlangsung ]
[ monyet Mamise
level 20
skill : - ]
"Karena hutan ini dihuni oleh hewan bukan monster, jadi tidak punya skill ya. Tapi aku tidak boleh meremehkan nya." Lein mengeluarkan pedang dari sarung nya
Karena Lein belum bisa menyalurkan mana ke sebuah objek, maka ia hanya menyalurkan nya ke tubuh nya. Lein menggunakan kombinasi kontrol mana dan dragon dance.
"Aku kesini bukan untuk berlatih, jadi akan ku selesaikan semua pertarungan dengan efisien." batin Lein
Lein maju dengan cepat lalu ia menebas pedang nya ke arah atas karena monyet itu sedang berada di pohon
"Gaya pertama : Tebasan gelombang sungai." Lein memakai teknik itu
*Slash
Monyet Mamise yang ceroboh terlambat menghindar, Lein tidak berhasil membunuh nya namun ia berhasil memotong tangan kiri monyet.
Monyet Mamise menjadi marah dan ia melompat dari pohon untuk menyerang Lein
"Bodoh sekali." Lein menganggap tindakan monyet itu bodoh
"Gaya pertama : Tebasan gelombang sungai." Lein sekali lagi menggunakan gaya pertama.
*Slash
Monyet Mamise masih berada di udara jadi ia tidak bisa menghindari nya, dan ia terkena serangan Lein lalu mati.
Lein tidak mengambil atau membedah mayat monyet Mamise, karena meskipun hewan ini sudah hidup dengan mana, mereka tetap saja berbeda dengan monster.
Jadi tidak berguna kalau diambil, dan jika dijual hanya akan mendapatkan harga murah di pasaran.
Lein berlari ke dalam hutan sambil menggunakan mana nya untuk mengobservasi lingkungan sekitar, ia mencari apakah ada monyet lain.
"Ketemu, disebelah sana." Lein mendeteksi adanya beberapa monyet di arah kanan.
Lein menemukan 4 monyet yang ternyata adalah sebuah keluarga karena ia melihat adanya 2 monyet kecil. Lein tidak menggunakan analisa ia langsung menyerang.
"Gaya kedua : Tebasan gelombang laut." kali ini Lein menggunakan gaya kedua
*Slash
__ADS_1
Gelombang tebasan kali ini lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan gaya pertama.
monyet jantan dan monyet betina sadar akan bahaya dan mereka menghindari serangan Lein, namun tidak dengan kedua monyet kecil, yang tidak menghindar dan terbunuh.
Lein belum sempat melakukan teknik lagi monyet betina sudah menyerang nya. Lein menghadapi monyet betina dengan menggunakan pedang dan dragon dance.
Serangan Lein memang sangat cepat namun monyet betina dapat menghindari beberapa serangan nya. Lalu monyet jantan juga bergabung. Lein berpikir itu gawat.
Lein menjadi pasif dan bertahan, karena bahkan jika ia menyerang, serangan nya tidak mengenai kedua monyet.
Lein berpikir cepat dan ia menemukan sebuah ide. Ia mundur lalu menyarungkan kedua pedangnya. Lein menjadi tangan kosong.
Kedua monyet segera menghampiri Lein sambil melayangkan tinju mereka. Lein menarik napas dalam-dalam.
*Buk
*Buk
Lein menerima kedua tinju dari monyet. Lein merasakan sakit karena meskipun ia sudah mengalirkan mana nya, kedua monyet juga menggunakan mana di tinju mereka.
Lein mengabaikan rasa sakit itu dan selagi kedua monyet terkejut mengapa manusia didepan mereka tidak menghindar.
Lein menangkap leher monyet betina dengan tangan kanan, lalu ia memukul kepalanya dengan tinju yang penuh dengan mana yang mengamuk.
*Buk
Kepala monyet betina hancur karena Lein menggunakan mana yang banyak saat meninju. Lalu Lein juga menangkap leher monyet jantan yang sedang shock karena kematian istrinya.
Lein menangkap leher nya dengan tangan kiri dan ia mengambil pedang dengan tangan kanan nya dan menusuk kepala nya.
Monyet jantan jatuh, dan Lein duduk bersila untuk mengobati rasa sakit yang diterima nya tadi.
Lein naik 2 level, ia membuka status nya dan mengisi poin kosong ke stat nya.
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
STR : 21
AGL : 20
VIT : 21
INT : 24
poin kosong: -
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
__ADS_1
"Aku akan menyeimbangkan semua stat ku karena aku adalah penyerang jarak dekat sekaligus jarak jauh." pikir Lein setelah mengisi STR, AGL, dan VIT 2 poin.
Lein selesai mengobati dirinya, lalu ia pergi mencari monyet Mamise lagi.
...----------------...
4 hari berlalu dalam sekejap, di sekitar Lein berdiri sekarang, ada banyak sekali mayat monyet Mamise. Karena ia barusan menghadapi sekelompok monyet Mamise.
"Sudah 4 hari ya, aku sudah naik level dengan drastis. Sedikit lagi aku akan mencapai level 28." Ucap Lein
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
Level : 24
STR : 22
AGL : 21
VIT : 22
INT : 27
poin kosong: -
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
"Aku sudah level 24. Aku ingin berburu lagi, namun aku aku harus mengambil pedang ku besok." pikir Lein
Lein mencari tempat beristirahat, ia lalu tidur disana. Keesokan pagi nya Lein bangun, ia sarapan roti yang sudah disiapkan sebelumnya.
Lein bangkit dan sekarang ia akan keluar dari Mamise Forest. Setelah keluar, Lein langsung menuju toko Bee Hive.
*kring kring Bel pintu berbunyi
"Tuan! apakah senjata pesanan ku sudah selesai?" Teriak Lein saat masuk
"Kamu datang tepat waktu bocah." jawab Thogal mengambil senjata Lein.
"Periksa lah." ucap Thogal
Lein mengambil kedua pedang itu. Bentuk pedang kali ini seperti katana samurai, tidak seperti yang Lein punya sekarang.
Kedua pedang itu memiliki sarung pedang berwarna hitam dengan pola abstrak berbeda warna. Satu dengan warna emas dan satu dengan warna perak.
Gagang pedang berwarna hitam pekat, Lein memegang nya dan mengeluarkan kedua pedang dari sarung nya. Bilah pedang juga berwarna hitam di bagian yang tumpul dan perak di bagian yang tajam.
"Ini sebuah mahakarya tuan." ucap Lein
__ADS_1
"Hmph, tentu saja bocah, karena aku yang membuat nya." Jawab Thogal sombong