
Lein terbang menuju arah datang nya Cavern Worm tadi, karena Lein berpikir kalau Cavern Worm sebelumnya mendatangi tempat yang memiliki beberapa persediaan.
Karena tidak mungkin kalau Cavern Worm dapat hidup tanpa memakan makhluk hidup di gurun pasir yang luar biasa panas nya.
"Hm, tenda? Bagaimana bisa ada tenda di dungeon kelas dewa ini." Lein turun dan menemukan ada sebuah tenda yang hampir tertutup pasir.
"Tunggu, karena ada distorsi ruang yang kemungkinan besar dilakukan oleh Anarchy Order, maka bisa dipastikan kalau ada Anarchy Order di dungeon ini."
"Namun, melihat adanya tenda yang sudah lama berada disini, berarti Anarchy Order sudah berada di dungeon ini lebih lama."
"Atau mungkin ini adalah dungeon milik mereka dan mencoba membunuh ku di dala dungeon ini." Lein menyentuh dagunya.
Lein menggunakan mana untuk mengangkat tenda karena setengah tenda nya terkubur di dalam pasir. Lein mengangkat dan melihat kalau ada beberapa barang.
Barang-barang tersebut adalah dua kursi kayu dan satu meja kayu. Tidak ada barang-barang lagi selain ketiga furnitur itu.
"Jadi, kemungkinan besar tenda ini digunakan untuk beristirahat atau berdiskusi ya.." Pikir Lein.
"Apakah bisa dianalisa kemana orang yang mendirikan tenda ini pergi? Analisa." Lein mulai menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ dilihat dari kondisi tenda, kemungkinan besar tenda nya sudah berada di sini sekitar 3 hari yang lalu. Jadi mustahil untuk menganalisa kemana mereka pergi ]
"Hm, jadi mustahil ya.." Lein juga tidak terlalu kecewa karena itu tahu akan sulit untuk menganalisa jejak di pasang pasir.
"Eh? Apa itu?" Lein melihat ada sesuatu yang menonjol dari dalam pasir seperti sebuah tanduk.
"Monster? Analisa!" Lein mundur sedikit lalu menganalisa nya.
[ analisa berlangsung ]
[ Rye Gias
level : 126
kemampuan : ??
Seorang ras manusia setengah ular yang merupakan penghuni asli dungeon ]
"!! - Dungeon kelas dewa memiliki makhluk dengan kecerdasan tinggi, makhluk di dalam dungeon ini ternyata adalah ras asing ya."
"Haruskah aku menolong nya? Ah baiklah, aku juga penasaran dengan ras asing." Lein menggunakan mana untuk menggali pasir dan mengangkat tubuh ras asing itu.
"Eh, berbeda dari imajinasi ku ternyata." Lein melihat tubuh ras asing itu.
Dia memiliki tubuh seperti manusia pada umumnya dan memiliki dua kaki bukan ekor ular seperti apa yang Lein bayangkan.
__ADS_1
Di kepala nya ada satu tanduk yang berada di dahi bagian kiri tepat di atas mata kiri nya. Dia memiliki rambut berwarna cokelat terang.
Namun ada yang berbeda yaitu kulit nya yang memiliki sisik seperti ular. Kulit yang memiliki sisik ada di bagian leher, lengan, dan kaki nya.
"Yah, kurasa aku sudah cukup paham. Hey, bangun." Lein menggunakan sihir air untuk membangunkan ras asing itu.
"Hm...?" Dia membuka matanya melihat langit biru dan matahari yang terik.
"Ah!" Dia tiba-tiba berteriak dan segera duduk.
"Mengapa kamu berteriak tidak jelas?" Lein menutup kedua telinga nya.
"Siapa kamu!" Dia segera mundur menjaga jarak dengan Lein.
"Oh, kamu bisa memahami bahasa ku? Atau tidak, bahasa kita diterjemahkan secara otomatis ya oleh kekuatan dungeon ya."
"Namaku Lein Sanzio, panggil saja aku Lein. Aku ini..hm.. bagaimana mengatakan nya ya, aku merupakan orang asing, maksudku bukan orang asli dungeon ini." Lein berusaha menjelaskan identitas nya.
"Orang asing!?" Dia mengubah ekspresi nya menjadi ekspresi bermusuhan.
"Sudah kuduga ada yang salah, dia berekspresi seperti itu mungkin karena tindakan Anarchy Order yang merugikan mereka." Batin Lein.
"Jangan khawatir, kita berada di pihak yang sama. Aku juga terjebak disini karena perbuatan orang-orang berpakaian hitam." Lein mengangkat kedua tangan nya untuk menunjukkan kalau dia tidak berbahaya.
"Benarkah?" Dia bertanya dengan ragu-ragu.
"Ya. Untuk pertama-tama, tolong perkenalkan dirimu terlebih dahulu." Ucap Lein menurunkan kedua tangan nya.
"Bagus, kita sudah saling mengenal. Lalu sekarang, tolong lihat ini." Lein mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah video.
Ponsel memang tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi namun fungsi lain nya masih bisa digunakan secara normal tanpa ada masalah.
Lein memutar sebuah video dari SID yang sedang menangkap anggota-anggota Anarchy Order yang sudah berbuat jahat.
"Mereka... mereka seperti orang yang menyerang ras kami!" Rye menunjukkan ekspresi bermusuhan.
"Sepertinya aku benar." Lein menyimpan kembali ponsel nya.
"Mereka, orang-orang yang berpakaian serba hitam itu adalah sebuah organisasi kejahatan yang bernama Anarchy Order."
"Aku memiliki kebencian dengan mereka. Jadi bisa dibilang kalau hubungan antara aku dengan Anarchy Order adalah hubungan saling memburu."
"Aku sudah membunuh banyak sekali anggota Anarchy Order termasuk petinggi mereka yang mencoba membunuh ku."
"Jadi jangan khawatir, aku berada di pihak mu." Jelas Lein.
"Baiklah, aku percaya. Karena kamu juga memiliki bukti yang diputar di ponsel mu." Rye mengangguk.
__ADS_1
"Jadi kamu juga tahu benda tadi adalah ponsel? Apakah ini dungeon kelas dewa yang merupakan dunia modern?" Lein bertanya.
"Ya, dungeon ini merupakan peradaban modern." Rye mulai menjelaskan informasi mengenai dungeon ini.
Ternyata dunia dungeon ini tidak jauh berbeda dengan dunia Lein. Disini merupakan peradaban modern yang orang-orang nya memiliki kemampuan.
Beda nya, orang-orang disini membangkitkan kemampuan mereka pada saat lahir dan mulai diketahui saat mereka sudah paham.
Nama dungeon ini merupakan Dungeon Tundra, dan nama dunia kecil di dalam nya adalah Tundra Desert yang merupakan sebuah gurun pasir.
Tundra Desert hanya memiliki satu negara yang sangat besar karena wilayah itu merupakan satu-satunya tempat yang bisa ditinggali oleh mereka yang bernama Negara Tundra.
"Baiklah, aku paham mengenai informasi dasar nya. Sekarang, tolong jelaskan tindakan Anarchy Order." Ucap Lein.
"Ya, aku akan menjelaskan nya." Angguk Rye dengan serius.
Anarchy Order telah datang ke Dungeon Tundra sekitar satu bulan yang lalu. Mereka mendirikan markas jauh dari Negara Tundra.
Pada awalnya Ras Gias antusias karena baru pertama kali nya ada ras asing yang datang, namun lama-kelamaan Ras Gias menyadari kalau ras asing yang datang merupakan ras yang jahat.
Karena Anarchy Order mulai menyerang Negara Tundra secara terang-terangan tanpa ada alasan yang jelas mengapa mereka menyerang.
Sampai saat ini Anarchy Order masih berperang dengan Negara Tundra karena mereka bahkan tidak bisa menembus pertahanan terluar Negara Tundra.
Namun Negara Tundra juga tidak bisa menyerang Anarchy Order karena sepertinya markas nya diberi sebuah sihir penghalang yang kuat.
"Aku berkeliaran di gurun pasir ini karena aku ingin datang ke Markas Anarchy Order dengan melalui jalan yang memutar." Ucap Rye.
"Mengapa kamu ingin pergi ke markas mereka? Bukankah itu berbahaya?" Tanya Lein.
"Karena orang tua ku diculik oleh mereka dan aku ingin membebaskan mereka." Jawab Rye dengan mata merah.
"Aku bisa membantu mu." Ucap Lein.
"Benarkah!?" Rye melebarkan matanya.
"Ya, tapi kita harus pergi ke Negara Tundra terlebih dahulu karena kita tidak boleh sembarangan menyerang Markas Anarchy Order."
"Kita juga tidak tahu mengapa mereka tiba-tiba menyerang Negara Tundra. Jadi, kita sekarang kekurangan Informasi yang berguna."
"Aku tahu kalau kamu mungkin sangat ingin menyelamatkan orang tua mu, namun kamu hanya akan berakhir tragis jika kamu langsung pergi ke sana."
"Mari kita kembali terlebih dahulu." Lein menepuk bahu Rye.
"... Baiklah, aku juga merasa kalau apa yang kamu ucapkan memang benar." Setelah berpikir sebentar, Rye memutuskan untuk mengikuti ucapan Lein.
"Bagus! Ayo kita- sial!" Lein memegang kerah pakaian Rye dan terbang ke langit.
__ADS_1
"Woah!!" Rye terkejut karena ia tiba-tiba terbang.
"Sepertinya... perjalanan kita kembali akan sedikit lama..." Lein melihat ke bawah dimana ada banyak sekali Cavern Worm.