
Enya dan Effie berdiri diam dan saling menatap. Kemudian Effie menggunakan cambuk nya untuk menyerang Enya dari jarak jauh.
Cambuk memang senjata yang bisa menjerang dari jarak jauh dan juga menengah. Untuk jarak dekat, cambuk akan menjadi sulit untuk dikendalikan.
"Whip Skill : Quick Whip." Ucap Effie.
Pergerakan cambuk yang dikendalikan nya bertambah cepat menyerang Enya. Enya kesulitan untuk menghindari semua serangan dan ia terpaksa harus menangkis nya.
"Serangan nya cepat, aku tidak bisa menghindari semua nya." Pikir Enya.
"Enya, cobalah untuk menyelimuti tubuh ku dengan api..." Fiama memberikan saran.
"Akan aku coba..." Balas Enya.
"Fire Magic : Fire Suit." Enya menyelimuti tubuh nya dengan api sesuai dengan saran Fiama.
Kemudian saat serangan Quick Whip Effie mengenai Enya, ia merasakan bahwa dampak kerusakan yang diterima nya berkurang.
"Ini bekerja! Terimakasih Fiama!" Enya senang.
Enya kemudian maju ke arah Effie sambil berusaha untuk menghindar dan menangkis serangan Quick Whip milik Effie.
Effie melihat bahwa Enya bisa bergerak dengan leluasa meskipun ia diserang segera menjaga jarak untuk mengamati Enya.
Effie mengamati seberapa lama Enya bisa bertahan saat menerima serangan Quick Whip nya.
Namun setelah beberapa menit menjaga jarak, Effie menyadari bahwa Enya masih bisa mempertahankan wujud Fire Suit nya.
"Apakah kapasitas mana nya sangat besar sehingga dia masih bisa mempertahankan tubuh api nya itu?" Pikir Effie.
Sebenarnya alasan Enya masih bisa mempertahankan wujud Fire Suit nya adalah bukan karena kapasitas mana nya besar.
Namun karena Enya menggunakan api milik Fiama yang hanya mengonsumsi setengah mana dibandingkan dengan sihir api biasa.
"Aku akan langsung mengerahkan kekuatan ku." Pikir Effie.
Effie memegang erat cambuk nya dan kemudian penampilan cambuk di tangan nya berubah terkesan lebih kuat.
Cambuk milik Effie memunculkan duri-duri kecil yang memungkinkan lawan nya menerima dampak kerusakan yang lebih besar.
"Apakah ini kemampuan senjata nya? Atau sebuah Artefak?" Pikir Enya.
Enya tetap mempertahankan wujud Fire Suit nya kemudian ia mengangkat kedua tangan nya dan membuat dua buah belati api.
Enya maju ke arah Effie dan kali ini ia menangkis serangan cambuk Effie dengan kedua belati api di tangan nya.
__ADS_1
"Tidak akan kubiarkan kamu mendekat!" Teriak Effie.
"Whip Skill : Whip of Rage." Teriak Effie.
Kali ini Effie menyerang Enya dengan liar dan tidak berpola tidak sama seperti Quick Whip yang cepat namun memiliki pola serangan.
Kecepatan serangan dan kekuatan serangan cambuk Effie saat ini juga berlipat ganda karena perubahan bentuk cambuk nya tadi.
"Ini sangat sulit!" Pikir Enya.
Enya yang hampir mendekati Effie terpaksa harus mundur lagi sambil menangkis serangan cambuk Effie.
Namun karena kecepatan dan kekuatan serangan nya berlipat ganda membuat Enya hanya bisa menangkis beberapa saja dan sisanya mengenai tubuh nya..
Walaupun dampak kerusakan yang diterima sudah berkurang berkat Fire Suit, namun tetap saja dampak yang diterima masih sangat menyakitkan.
"Aku bisa menebak bahwa kecepatan nya meningkat drastis karena skill nya, namun mengapa kekuatan nya juga meningkat!?" Pikir Enya.
"Kemungkinan besar karena duri-duri di cambuk nya, dan aku juga berpikir bahwa itu bukanlah kemampuan cambuk nya melainkan sebuah artefak." Ucap Fiama.
"Artefak!? Ini akan sulit, aku juga tidak memiliki artefak untuk menyerang atau bertahan...." Pikir Enya.
"Fire Magic : Fire Cube!" Teriak Enya.
Enya melakukan hal ini karena ia membutuhkan waktu untuk berpikir tentang bagaimana cara untuk mengalahkan Effie.
"Coba ingat apa yang sudah kamu pelajari Enya.." Enya berkata kepada dirinya sendir.
"Lein sudah mengajari ku cara mengendalikan api milik Fiama dan juga cara mengendalikan suhu nya.., tunggu, suhu!?" Enya mendapat pencerahan.
"Kalau begitu aku harus menyerang Effie dengan serangan yang memiliki suhu sangat panas sehingga ia tidak bisa menyerang balik."
"Tapi bentuk serangan seperti apa yang aku perlukan untuk mengalahkan Effie?"
"Enya, coba lakukan sebuah serangan seperti yang kamu lakukan saat di kompetisi pertarungan universitas mu beberapa waktu lalu." Fiama memberikan saran kepada Enya.
"Saat di kompetisi? Hm..." Enya mencoba mengingat nya.
"Ah! Aku ingat! Terimakasih Fiama, itu ide yang sangat bagus ditambah aku akan membuat suhu nya menjadi lebih panas dibandingkan dengan sebelumnya!" Enya tertawa.
Kemudian Enya membatalkan sihir Fire Cube dan keluar dari sana.
"Ada apa? Apakah kamu akan menyerah karena serangan mu tidak bisa mengenai ku?" Tanya Effie dengan nada mengejek.
"Menyerah? Jangan bercanda. Aku sedang sangat bersemangat!" Enya menyeringai.
__ADS_1
Ekspresi yang dibuat Enya saat ini mirip sekali dengan ekspresi yang sering dibuat Lein yang mirip seperti orang jahat.
Enya mengangkat kedua tangan nya ke atas dan mengumpulkan semua elemen api yang berada di sekitar nya.
Enya kemudian membuat sebuah bola api kecil yang lama-kelamaan semakin membesar dari elemen api yang dikumpulkan nya.
Enya menggunakan mantra sihir yang pernah ia gunakan saat kompetisi bertarung Universitas Dragon Heart beberapa waktu lalu.
Benar, Enya saat ini sedang menggunakan mantra sihir api yang memungkinkan nya untuk membuat sebuah bola api besar.
Bola api besar itu adalah sebuah tiruan dari matahari yang memiliki api terpanas didunia. Sekarang Enya juga bisa membuat bola api nya lebih panas dibandingkan sebelum nya.
"Sial... Apakah Mahasiswa Universitas Dragon Heart sangat mengerikan!?" Pikir Effie.
Effie bahkan bisa merasakan panas yang sangat mengerikan yang dipancarkan dari bola api besar yang dibuat oleh Enya.
"Selamat tinggal!" Ucap Enya kepada Effie.
"Fire Magic : Helios!" Teriak Enya.
Enya melempar atau lebih tepatnya melancarkan bola api besar yang seperti matahari itu ke arah Effie.
"Whip Skill : Whip of Rage!" Effie mencoba menyerang bola api itu meskipun ia tahu bahwa itu akan sia-sia saja.
"Ha!!!" Effie berteriak.
Dan seperti yang ia pikirkan, serangan ke arah bola api itu sia-sia. Helios milik Enya mendekati dan menabrak Effie.
Effie terkena Helios milik Enya dan merasakan panas yang sangat mengerikan di tubuh nya. Kemudian tidak sampai beberapa detik, Effie menghilang.
Itu artinya serangan Helios milik Enya bisa membuat lawan nya sekarat hanya dalam beberapa detik saja.
"Ah." Enya menyadari sesuatu saat ia melihat Effie menghilang.
"Tas penyimpanan nya!!!" Enya berteriak frustasi.
"Lein tidak akan marah bukan?"
"Tapi mau bagaimana lagi! Itu adalah serangan yang bisa mengalahkan Effie."
"Seharusnya dia tidak marah, karena aku memiliki alasan untuk itu."
"Semoga."
Enya kemudian berbaring dan langsung tertidur karena kelelahan.
__ADS_1