
2 hari kemudian, Presiden Brynn membawa Anna, John, Enya, dan Jonas ke Kota Laville sedangkan Liza akan datang agak terlambat untuk mengurus beberapa urusan universitas.
Dan tidak hanya Universitas Dragon Heart saja, banyak universitas lain yang datang ke Kita Laville di hari yang sama.
Karena ini adalah kompetisi universitas antar negara, para pemerintah tidak memungut biaya portal untuk berangkat dan pergi para mahasiswa.
...----------------...
Di sebuah hotel yang sudah disiapkan oleh para pemerintah untuk tempat beristirahat para mahasiswa dari universitas yang ikut berkompetisi.
Di kamar hotel milik Presiden Brynn.
"Kalian semua berada dalam kondisi prima kan?" Tanya Presiden Brynn kepada mereka berempat.
"Tenang pres, kami semua sedang berada dalam kondisi prima." Anna menjawab diikuti oleh anggukan kepala yang lain.
"Bagus. Selama kalian siap." Presiden Brynn menganggukkan kepala.
"Presiden, sekarang bos ada dimana?" Jonas bertanya tentang Lein.
"...Bukankah sudah kukatakan jangan memanggil nya bos disini.." Ucap Presiden Brynn.
"Maaf, tidak bisa ku ubah." Jonas menggaruk-garuk kepalanya.
"Yah terserah. Lein sedang menuju ke-, ah dia datang." Jawab Presiden Brynn.
"Halo, maaf sedikit terlambat." Lein masuk bersama dengan Octiorb.
"Siapa yang bersamamu?" John bertanya kepada Lein mengenai Octiorb yang berada di belakang nya.
"Ah, aku belum memperkenalkan nya ya?" Tanya Lein duduk.
"Belum." Anna, John, dan Enya menggeleng-gelengkan kepala mereka.
Selain Liza dan Presiden Brynn, Lein sudah memberitahu Jonas mengenai Octiorb. Hanya saja Lein memberitahu bahwa Octiorb adalah rekan nya sama seperti identitas Jonas.
"Namanya Octiorb, dia adalah rekan ku." Jawab Lein.
"Yo!" Octiorb mengapa mereka.
"Wah halo." Mereka bertiga juga membalas sapaan Octiorb.
Setelah mereka saling menyapa dan berkenalan, Presiden Brynn melanjutkan ucapan nya.
"Kalian harus melihat informasi dari para peserta. Tidak perlu mengingat semuanya, cukup ingat peserta yang sudah aku tandai." Ucap Presiden Brynn.
Presiden Brynn kemudian mengirimkan pesan sebuah dokumen yang berisi informasi para peserta universitas lain kepada mereka berlima.
"Tidak ada yang perlu aku katakan karena kalian memiliki cara yang berbeda-beda. Hanya saja, jangan jadi pengecut." Presiden Brynn mengeluarkan auranya.
"Baik Pres!" Mereka berlima menjawab secara serempak.
"Bagus!" Presiden Brynn mengangguk dan menarik kembali aura nya.
"Kalau begitu mari kita bahas beberapa hal..."
Mereka lalu membahas beberapa hal mengenai kompetisi ini karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka berlima untuk mengikuti kompetisi ini termasuk Enya.
__ADS_1
Untuk strategi, tidak ada cara atau trik khusus yang diberikan oleh Presiden. Semua nya dipikirkan oleh mereka berlima.
Presiden Brynn hanya akan mengoreksi dan sedikit menyarankan. Karena ini juga untuk latihan bagi mereka berlima untuk mengambil keputusan.
Dan karena mereka akan berpisah karena teleportasi acak, mereka juga memikirkan apa yang harus dilakukan untuk pertama kalinya saat tiba.
"Baiklah, aku pergi dulu." Lein berdiri.
"Kamu tidak akan beristirahat disini?" Tanya Presiden Brynn.
"Tidak, aku masih memiliki beberapa urusan." Jawab Lein lalu ia pergi keluar bersama Octiorb.
...----------------...
Lein dan Octiorb kembali ke penginapan.
*tok tok tok
"Hm?" Lein berdiri dan membuka pintu kamar.
"Halo, tuan." Ucap seorang wanita gemuk berpakaian tradisional.
"Halo.." Sapa Lein.
"Analisa..."
[ analisa berlangsung ]
[ Gulja
level : 66
"Ketua?" Lein menyipitkan matanya dan berpikir.
"Maaf mengganggu waktunya tuan. Aku datang untuk memberitahu informasi yang tuan inginkan." Ucap Gulja.
"Oh baiklah, silakan masuk." Lein mempersilakan Gulja masuk.
"Terimakasih." Jawab Gulja
Lein lalu menutup pintu kamar dan duduk di seberang Gulja sementara Octiorb sedang berbaring dan membaca buku komik.
"Pertama-tama perkenalkan nama ku adalah Gulja, panggil saja aku Madam Gulja. Aku adalah ketua dari Jaringan Informasi Serene Shadow saat ini." Gulja memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.
"Kamu pasti sudah tahu, tapi aku juga akan memperkenalkan diriku. Namaku Lein Sanzio, panggil saja Lein." Lein berjabat tangan dengan Gulja.
"Tentu saja." Angguk Gulja.
"Jadi, aku harus datang sendiri karena informasi yang tuan Lein inginkan sangat sulit untuk didapatkan dan bersifat sangat rahasia." Ucap Gulja.
"Aku tahu, terimakasih." Lein menganggukkan kepalanya.
"Ini adalah informasi yang kamu inginkan." Gulja menyerahkan selembar kertas.
"Terimakasih." Lein mengambil kertas itu dan membacanya.
"Hm..." Lein menyipitkan matanya dan mengubah wajahnya menjadi serius.
__ADS_1
Lein selesai membaca dan menciptakan sebuah api untuk membakar kertas itu.
"Apakah kamu puas dengan informasi nya?" Tanya Gulja tersenyum.
"Sangat puas." Lein menyeringai.
Lein lalu memberikan kartu bank tanpa nama kepada Gulja dimana isinya adalah uang pembayaran untuk informasi yang baru saja Lein baca.
"Terimakasih tuan." Gulja dengan senang hati menerima kartu bank tanpa nama yang Lein berikan.
Kemudian setelah berbicara sebentar, Gulja berdiri dan meniggalkan kamar Lein.
"Informasi apa yang kamu beli sampai-sampai ketua nya datang untuk memberikan nya." Tanya Octiorb masih membaca buku komik.
"Anarchy Order dipastikan akan ikut campur." Ucap Lein.
"Apa!?" Octiorb segera duduk.
"Apakah itu benar!?" Tanya Octiorb.
"Benar, dan orang yang dikirim oleh Anarchy Order adalah orang yang akan membunuh ku, Harac Hain." Jawab Lein mengangguk.
"Harac? orang yang dikatakan oleh Althea?" Octiorb menyipitkan matanya.
"Benar sekali. Althea pernah memberitahu ku bahwa seorang pria berkemampuan tanah dan pohon bernama Harac yang selanjutnya akan membunuh ku." Jawab Lein.
"Jadi begitu..." Ucap Octiorb kembali berbaring.
"Ngomong-ngomong, apakah kamu mempercayai Althea?" Octiorb mengambil buku komik.
"Tidak, sama sekali tidak." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bagus. Aku takut kamu akan mempercayai nya karena hubungan masa lalu kalian." Octiorb kembali membaca buku komik.
"Santai saja, aku bukankah orang yang akan termakan kenangan, meskipun wanita itu adalah ibu ku." Ucap Lein tersenyum tipis.
"Memang, aku tahu bahwa kamu bukanlah orang yang tenggelam dalam masa lalu." Balas Octiorb.
Octiorb melanjutkan membaca buku komik nya dan Lein memilah-milah informasi yang ia beli dan informasi yang Presiden Brynn berikan tadi.
...----------------...
Di Suatu tempat, markas utama Anarchy Order.
"Harac, apakah kamu siap?" Tanya seorang wanita kepada pria berjubah hijau.
"Tentu saja aku siap, aku bahkan tidak sabar untuk membunuhnya." Harac menyeringai.
"Tapi, apakah kamu tidak apa-apa jika orang itu aku bunuh?" Tanya Harac kepada wanita di depannya itu.
"Tidak masalah, karena orang itu memang mengganggu rencana kita." Wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalau begitu aku bisa dengan yakin membunuh nya." Balas Harac.
"Entah metode apa yang akan kamu lakukan, pokoknya kamu harus membunuh orang itu. Ini adalah perintah dari pemimpin." Wanita itu lalu pergi.
"Jangan khawatirkan itu, kamu bisa yakin padaku." Jawab Harac.
__ADS_1
Wanita itu tidak menoleh dan tetap berjalan dan wanita itu juga tidak berbicara hanya melambaikan tangan kanan nya ke arah Harac.