Analysis Eye

Analysis Eye
Lein vs Barqi (5)


__ADS_3

Mathis tidak bisa menghindari semua serangan Isolda. Mathis hanya bisa bertahan dengan item pertahanan miliknya yang membentuk sebuah perisai transparan.


Isolda yang melihat hal itu lalu terbang maju dan menggunakan cakarnya untuk menghancurkan perisai itu.


Cakar Isolda dilapisi dengan dragon mana membuat perisai yang sebelumnya retak karena bom mana menjadi hancur berkeping-keping.


Mathis berpikir itu gawat, namun sudah terlambat. Isolda melancarkan serangan ekor ke tubuh Mathis. Mathis terkena serangan itu dan beberapa tulang rusuk nya hancur.


Mathis batuk darah dan ia kehilangan kesombongan nya. Ia sekarang menjadi kelinci penakut yang akan dimangsa oleh predator.


Isolda adalah naga yang pintar, ia bisa membaca emosi manusia. Isolda bisa tau bahwa sekarang Mathis sedang ketakutan.


Isolda memanfaatkan ketakutan Mathis mulai melancarkan serangan bom mana lagi. Kali ini, bom mana nya hanya ada satu, namun Isolda menambahkan banyak sekali dragon mana di dalam nya.


Cahaya yang sangat terang keluar dari mulut Isolda, dan cahaya itu bergerak menuju ke arah Mathis yang sedang terluka.


Mathis tidak bisa melihat apa yang akan datang karena cahaya yang dipancarkan bom mana sangat terang dan sulit untuk melihat nya.


*BOOM (suara ledakan dahsyat)


Mathis terkena serangan itu dan ia hancur menjadi abu. Ia bahkan tidak memberikan perlawanan terhadap Isolda.


Meskipun Isolda hanya berlatih sebentar dengan Lein, namun ia tetap saja seekor naga. Sebuah ras yang menduduki puncak rantai makanan.


Cahaya keemasan muncul di lubang yang dihasilkan karena dampak bom mana. Isolda tau bahwa itu mungkin adalah item yang keluar dari inventory milik Mathis.


Isolda ingin menghampiri nya namun ia tiba-tiba merasakan sakit yang parah di kepala nya. Pijakan Isolda mulai goyah, tubuhnya menjadi lemas tak terkendali.


Isolda akhirnya tidak bisa menahan rasa sakit itu dan kemudian ia terjatuh. Isolda belum sempat melaporkan kemenangan nya kepada Lein, ia sudah pingsan duluan.


Isolda (Pihak Lein) vs Mathis (Pihak Barqi)


Pemenang : Isolda


...----------------...


"Mengapa kalian bisik-bisik!?" Lein datang dengan kedua katana nya


"Sial!" Jayme mengambil pedang besar nya dan memblokir serangan Lein.


Jayma menyerang Lein dengan palu nya dari arah belakang. Lein menunduk untuk menghindari nya dan palu Jayma malah bertabrakan dengan pedang jayme.

__ADS_1


"Yah, apakah keluarga Barqi semua nya orang bodoh?" Lein bertanya melihat kedua tetua yang terkapar karena serangan diri mereka sendiri.


Kedua tetua tidak menjawab nya, mereka mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dan pil itu mengeluarkan udara berwarna hitam pekat.


Lein waspada setelah merasakan aura yang meresahkan dari pil itu. Lein mundur untuk menjaga jarak dari kedua tetua.


Kedua tetua saling melihat dan menyeringai. Mereka lalu memasukan pil itu kedalam mulut mereka dan menelan nya.


*wusshh (suara angin berhembus)


"Aura mereka naik secara paksa!?" Lein terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Analisa apa yang mereka makan tadi!" Lein menganalisa pil yang mereka makan


[ analisa berlangsung ]


[ Ness Pill


rank : E


Sebuah pil yang jika dimakan maka akan menaikan batas kekuatan si pemakan secara paksa ]


"Sialan..." wajah Lein berubah menjadi suram.


"...Itu artinya keluarga Barqi menciptakan pil ini ya..." Lein segera menyadari nya.


Lein membuka mulutnya dan melancarkan serangan bom mana ke arah mereka. Kedua tetua dengan mudah menghindari bom mana itu.


Jayme maju dengan cepat dan berusaha untuk menusuk Lein dengan pedang besar nya. Lein tentu saja tidak akan membiarkan hal itu.


Lein melakukan teknik lain yaitu rantai mana. Sebuah rantai yang dibuat dengan menggunakan mana. Dan Lein menggunakan dragon mana untuk membuat rantai mana.


Lein menggunakan rantai mana untuk mengikat jayme lalu Lein menyerang dengan bom mana. Jayme berhasil terikat dan akan terkena bom mana.


Namun Jayma berhasil memukul bom mana itu dengan palu nya sama seperti kejadian sebelumnya.


*boom (suara ledakan)


Banyak asap yang dihasilkan dari ledakan bom mana itu. Jayma menghancurkan rantai mana yang mengikat jayme dengan palu nya.


Jayma lalu bergegas ke arah Lein setelah ia membebaskan kakak nya dari rantai mana. Jayma menyerang Lein dengan memanfaatkan asap tebal ini.

__ADS_1


Indera Lein merasakan adanya bahaya dari depan. Lein belum sempat menganalisa medan ini, serangan Jayma sudah datang.


Lein melihat serangan itu dan ia menghindari nya ke kanan. Namun sial nya ternyata Lein malah terpojok karena di sekitar nya adalah puing-puing bangunan.


Jayme yang menunggu dari tadi lalu melancarkan serangan ke arah Lein. Ia menebas dari jarak jauh dan serangan itu sangat cepat.


Lein yang terpojok tidak bisa menghindari serangan Jayme. Ia akan menangkis nya dengan kedua katana nya namun serangan Jayma datang dari arah lain.


Lein tidak punya pilihan selain menangkis serangan Jayma yang sudah dekat. Lein berhasil menahan serangan Jayma namun...


*Slash!! (suara tebasan pedang)


Lein terkena serangan Jayme dan sial nya, itu mengenai tangan kanan Lein. Tangan kanan Lein yang terkena serangan Jayme langsung terputus.


Lein merasakan sakit yang parah dari tangan nya. Lein lalu mencari celah dan kabur dari sana. Lein berhasil menjaga jarak dari mereka.


Lein memegangi lengan nya yang sudah terpotong dengan tangan kiri nya untuk meredakan rasa sakit. Lein mengambil kain dari inventory nya dan membuat perban sementara untuk lengan nya.


Sekarang kondisi Lein sangat parah, lengan kanan nya tidak ada dan ia juga tidak memegang katana nya. Lein sudah menganalisa bagaimana cara mengalahkan mereka berdua.


Namun hasil analisa nya adalah 0% untuk mengalahkan mereka dengan kondisi Lein saat ini. Isolda juga tidak bisa dihubungi.


"Sepertinya.. aku harus bertarung menggunakan mana ku seperti seorang penyihir ya." Lein akan menggunakan cara terakhir.


Yaitu dengan menggunakan mana seperti penyihir dan menyerang dari jarak jauh.


"Namun aku tidak terbiasa menyerang seperti penyihir... Mungkin... aku harus melakukan cara itu." Lein kepikiran sesuatu.


Cara yang ia maksud adalah bertarung menggunakan mana seperti penyihir namun juga menyerang seperti seorang prajurit.


Biasanya orang-orang yang menggunakan cara ini adalah adalah seorang combat mage atau seorang magic swordman.


"Yah aku beruntung presiden meminjamkan artefak itu." Lein menghela napas.


Lein tidak takut dengan situasi saat ini, jutsru Lein sekarang dipenuhi oleh semangat bertarung yang meluap-luap.


"Menyerah saja Lein." Jayme menyarankan Lein untuk menyerah.


"Ya bocah. Hahaha." Jayma tertawa mengejek.


"Jika aku menyerah, apakah keluarga Barqi akan melepaskan ku? Tentu tidak bukan." Lein tersenyum.

__ADS_1


Jayme dan Jayma sebenarnya terkejut dengan sikap tenang Lein. Mereka mengira Lein akan menjadi panik dan putus asa melihat kondisi Lein yang parah.


Namun yang mereka lihat justru adalah ketenangan mutlak. Lein bahkan masih bisa tersenyum di situasi saat ini. Jayme dan Jayma berpikir bahwa pertarungan selanjutnya akan semakin sulit.


__ADS_2