Analysis Eye

Analysis Eye
Berenang dan Menyelam


__ADS_3

"Hey!!" Lein berteriak dan melambai-lambaikan tangannya.


"Oh, itu Lein. Sepertinya dia menyewa perahu yang mewah..." Ucap Liza.


"Tunggu apa lagi, ayo kesana!" Octiorb berlari duluan disusul oleh Liza sedangkan Bianca berjalan biasa.


Setelah semua sudah naik dan menaruh tas mereka, Lein segera mengemudikan speedboat menuju laut dan menjauhi daratan.


"Pakai pakaian selam kalian, kita akan memasuki air!!" Teriak Lein dengan semangat.


"Ya!!" Yang lain juga berteriak.


Mereka berempat sudah segera mengganti pakaian mereka menjadi pakaian selam namun mereka tidak menggunakan tabung oksigen karena mereka memang tidak membutuhkan nya.


Mereka bisa menahan napas cukup lama dan bahkan jika kehabisan napas, mereka bisa menggunakan mana untuk membuat sebuah jalur ke udara.


Air di bawah kapal memiliki kedalaman sekitar 10 meter dan air disini benar-benar jernih.


"Air disini sangat jernih, kita bahkan bisa melihat ikan-ikan yang sedang berenang..." Ucap Liza dengan kagum.


"Benar, ini sangat indah dengan langit dan laut yang memiliki warna sama." Angguk Octiorb.


Mereka berempat segera turun dari kapal dan mulai menyelam.


"Oh, itu ikan yang indah.." Lein melihat beberapa ekor ikan yang memiliki warna kuning terang.


Di laut ini ada banyak sekali jenis ikan, tidak heran jika mereka bisa melihat banyak sekali ikan yang sedang berenang kesana dan kemari.


Terumbu karang juga memenuhi pasir di bawah air dan semuanya memiliki warna yang berbeda yang terlihat indah jika dilihat.


Mereka berempat masing-masing membawa sebuah kamera keluaran terbaru yang bisa memotret meskipun di bawah air.


Mereka memotret ikan, terumbu karang, diri mereka sendiri, dan foto bersama.


"Oh semuanya! Segera berenang ke sini, aku melihat seekor penyu yang mengetahui rahasia alam semesta." Lein memberitahu yang lain lewat transmisi suara.


Mereka bertiga yang mendengar ucapan Lein menjadi penasaran dan segera berenang ke lokasi Lein.


Sesampainya mereka di lokasi Lein, mereka melihat ada seekor penyu yang tubuhnya penuh dengan tumbuhan dan lumut hijau.


Seperti yang diucapkan oleh Lein barusan, bisa dilihat bahwa penyu itu terlihat sangat tua dan sepertinya ia sudah berhibernasi dengan sangat lama.

__ADS_1


Karena tidak mungkin penyu yang berenang ke berbagai tempat akan memiliki tubuh yang dipenuhi dengan tumbuhan dan lumut hijau.


Penyu itu seperti baru melihat manusia, ia berenang mendekati mereka dan mencoba untuk menyentuh Lein yang paling dekat.


"Oh!" Lein gembira dengan penyu itu yang mengambil inisiatif untuk mendekat.


Lalu penyu itu melihat ke arah yang lain seolah-olah mereka boleh menyentuh nya.


Liza dan yang lain tentu saja tidak akan melewati kesempatan ini, mereka segera mendekati penyu itu dan menyentuh nya.


Kemudian setelah beberapa saat, penyu itu melambaikan kaki depan nya seolah-olah ia akan pergi dan sedang berpamitan.


Lein dan yang lain juga mengikuti tindakan penyu itu dan melambaikan tangan mereka ke arah penyu itu. Penyu itu kemudian berenang pergi menjauhi mereka berempat.


Lalu saat mereka akan mencari ikan-ikan lagi, mereka menemukan ada satu kelompok lumba-lumba di dekat mereka.


Mereka segera berenang menuju kelompok lumba-lumba itu dan berenang bersama.


Lumba-lumba itu tidak merasakan niat negatif dari Lein dan yang lain, mereka segera mengeluarkan suara gembira dan bermain bersama.


Bahkan lumba-lumba itu melompat dan bergaya di udara. Lein dan yang lain nya segera bertepuk tangan secara tidak sadar.


Namun lumba-lumba itu tiba-tiba menjadi panik dan berenang menjauh dari Lein dan yang lain dengan kecepatan tinggi.


"Woah! Itu paus orca yang sangat besar." Octiorb berteriak karena terkejut.


"Benar-benar tidak masuk akal, apakah itu monster? Lein coba analisa." Ucap Liza.


"Ya." Lein segera menganalisa nya.


[ analisa berlangsung ]


[ Paus Orca Biasa ]


[ Penyebab memiliki ukuran yang besar sepertinya karena hidup di tempat yang mengandung banyak mana atau paus orca ini memakan monster ]


"Ah, jadi begitu." Lein segera memberitahu hasil analisa nya kepada yang lain.


"Sepertinya alasan yang kedua lebih masuk akal." Ujar Bianca.


"Aku juga sependapat dengan Bianca." Liza juga mengangguk.

__ADS_1


"Yah, aku tidak memiliki pendapat apapun." Octiorb mengangkat kedua bahu nya.


"Bagaimana? Haruskah kita lari?" Tanya Lein dengan nada bercanda karena tidak mungkin mereka akan lari hanya karena paus orca itu memiliki ukuran yang sangat besar.


"Kamu ini bicara apa, tentu saja mendekati nya!" Octiorb berteriak dan segera berenang menghampiri paus orca itu.


"Ah tunggu aku!" Liza menyusul Octiorb.


"Yah, aku juga tahu hal ini akan terjadi..." Lein dan bianca juga menyusul mereka berdua.


Paus orca sebelumnya ingin membunuh Lein dan yang lain nya karena ia berpikir bahwa keempat orang di depan lemah.


Namun sekarang ia mengurungkan niatnya, karena insting nya mengatakan bahwa keempat orang di depan nya sangat kuat.


Paus orca juga merupakan hewan yang cerdas, ia bisa berpikir kalau Lein dan yang lain nya bukan hanya kuat saja melainkan mereka memiliki sesuatu yang lebih.


Lein dan yang lain tidak merasakan adanya aura permusuhan dari paus orca, mereka segera mendekati nya dan mencoba untuk menyentuh nya.


Paus orca gembira karena Lein dan yang lain tidak bermaksud untuk melukai dirinya dan membiarkan mereka menyentuh tubuh nya.


"Oh, sepertinya paus orca ini baik." Batin Lein yang mencoba untuk menyentuh sirip atas paus orca.


Setelah bermain-main dengan paus orca selama beberapa menit, mereka berempat berenang naik ke permukaan dan berenang menuju speedboat.


Mereka naik ke atas speedboat dan merasakan kalau udara siang hari saat ini sangat panas sampai menyengat kulit mereka.


"Oh, matahari nya sangat panas." Ucap Bianca.


Bianca melambaikan tangan nya dan membuat sebuah pelindung yang melindungi mereka dari sengatan panas matahari.


"Woah, ini keren..." Ucap Lein.


Lein bisa merasakan kehangatan matahari bukan sengatan panas berkat pelindung yang menyelimuti speedboat yang dibuat oleh Bianca barusan.


"Tentu saja." Jawab Bianca dengan nada bangga.


Lein kemudian mengambil tas dan mengeluarkan kotak makan siang. Mereka lalu makan siang di atas speedboat sambil menikmati pemandangan langit dan laut yang biru.


Setelah selesai makan siang dan mencerna nya, mereka kembali terjun ke laut dan menyelam lagi karena mereka belum puas.


Mereka bersenang-senang saat ini karena bisa melihat banyak sekali jenis ikan yang ada di bawah laut dan bisa menyentuh mereka.

__ADS_1


Bahkan mereka juga banyak memotret momen kebersamaan mereka tidak hanya ikan-ikan ada juga terumbu karang, kerang, dan hewan lain nya.


__ADS_2