Analysis Eye

Analysis Eye
Hagas yang Menyewa Pembunuh


__ADS_3

"Baiklah, sudah cukup. Hagas, tolong kembali ke kantor mu." Gran mengeluarkan aura nya juga untuk melerai Lein dan Hagas.


"Tentu." Lein tersenyum dan menarik kembali aura nya.


"Baiklah." Hagas menyipitkan matanya dan menarik kembali aura nya juga.


Kemudian setelah beberapa patah kata dengan Gran, Hagas dan istri serta anak nya keluar dari ruangan.


"Tolong jangan membunuh nya." Tiba-tiba Gran berbicara seperti itu kepada Lein.


"Membunuh? Apakah kamu mengira kalau aku ini orang yang pendendam?" Lein mengangkat kedua bahu nya.


"Yah, aku akan membunuh nya jika dia yang bergerak duluan." Batin Lein.


Lalu setelah itu, mereka bertiga melanjutkan kembali percakapan mereka. Gran juga menanyakan beberapa hal terkait Anarchy Order yang Lein dan Octiorb tahu.


Karena memang bukan informasi rahasia, Lein dan Octiorb memberitahu informasi mengenai Anarchy Order kepada Gran dengan jujur.


Sore hari, pertemuan mereka berakhir karena Gran memiliki urusan lain dan karena memang mereka berbicara cukup lama sampai sore hari.


...----------------...


Di jalanan.


"Apakah kamu akan melakukan sesuatu terhadap Hagas atau siapa itu?" Tanya Octiorb yang sedang membeli minuman di pinggir jalan.


"Hm, jujur aku sangat ingin memenjarakan mereka, bukan membunuh. Karena seperti yang aku katakan, aku bukan orang yang pendendam."


"Lalu karena kompensasi yang mereka berikan sudah aku gunakan dengan baik. Merupakan hal yang salah jika aku membalas dendam."


"Kakek dan nenek juga pasti tidak akan setuju jika aku membalas dendam." Lein menyentuh dagunya.


"Heh.. begitu. Lalu bagaimana jika mereka yang melakukan sesuatu untuk menyelesaikan mu?" Octiorb meminum minuman nya.


"Haha, tidak perlu ditanya lagi. Namun aku hanya akan membunuh Hagas." Lein tertawa kecil.


"Oh? Apakah ada alasan tersendiri mengapa kamu hanya akan membunuh Hagas?" Octiorb mengangkat alis nya.


"Tidak ada. Hanya saja Hagas telah melakukan perbuatan buruk yang pantas untuk mati. Elin, dia paling-paling hanya menggunakan uang yang dikorupsi Hagas."


"Lalu Elwin, dia juga hanya bermain dengan wanita, namun tidak pernah melakukan perbuatan jahat." Lein menjelaskan alasan nya.

__ADS_1


"Hm, jadi begitu. Benar juga apa yang kamu ucapkan. Jika kamu membunuh mereka bertiga, justru kamu yang akan dipertanyakan." Octiorb menganggukkan kepala nya.


Mereka kemudian berjalan-jalan pulang ke rumah Lein di daerah kumuh. Namun, pada saat mereka sudah dekat di gedung, mereka tiba-tiba berhenti.


"Perasaan baru saja beberapa waktu yang lalu kita membicarakan nya, sekarang mereka sudah datang." Ucap Lein.


"Benar, mereka sungguh bodoh untuk menyerang di saat sore hari.' Angguk Octiorb.


"Hm, karena yang datang ada beberapa orang berpakaian hitam, bisa dipastikan kalau mereka ini pembunuh. Jadi, jangan berbelas kasih." Lanjut Octiorb.


"Tentu saja aku tahu hal itu." Balas Lein.


Lein dan Octiorb menghilang dari tempat mereka. Lein tiba-tiba sudah berada di atas gedung apartemen nya dan muncul di belakang 3 orang berpakaian hitam.


Lein mencekram leher orang yang berada ditengah kemudian Lein melemparkan orang itu ke bawah gedung setinggi 10 lantai ini.


"Ah!!!" Orang yang dilempar oleh Lein berteriak ketakutan lalu ia mati jatuh ke tanah.


"!! - Bagaimana bisa!?" Dua orang sisanya membelalakkan mata mereka karena mereka tidak merasakan kedatangan Lein.


"Kalian lemah." Lein selesai menganalisa dan mendapati kalau musuh hanya berlevel 50.


"Mati." Lein mengangkat tangan kanan nya ke arah musuh di sebelah kanan.


Hanya dalam beberapa detik saja Lein sudah membunuh dua orang musuh dengan sangat mudah, sekarang tersisa satu.


Lein mencekram leher musuh yang tersisa dan menyerap mana di tubuh musuh menggunakan Skill Mana Absorb secara perlahan-lahan.


Kemudian Lein mengeluarkan alat perekam suara dari inventory nya dan menyalakan nya.


"Katakan, siapa yang menyewa mu!" Lein bertanya dengan nada tenang namun mata nya sangat dingin.


"Sial! Kami adalah pembunuh profesional, kamu kira kami akan memberitahu klien kami!?" Teriak musuh.


Musuh kemudian membuka mulut nya dan bersuara untuk mengigit racun yang terselip diantara gigi nya bertujuan untuk mengakhiri hidup nya.


"Tidak akan kubiarkan." Lein menggunakan mana untuk mengendalikan tubuh musuh agar tetap diam.


"Katakan padaku." Lein menyerap mana musuh secara cepat.


"Argh!" Musuh merasakan mana di tubuh nya terkuras.

__ADS_1


"Hm, kalau begitu..." Lein menghentikan penyerapan mana.


Namun Lein menggunakan mana nya untuk menyerang otak musuh agar dia merasakan rasa sakit yang sangat mengerikan.


"!! - Arghh!!!" Musuh berteriak sangat keras karena merasakan sakit di otak nya.


Musuh mencoba meronta-ronta ingin melepaskan diri namun tidak bisa karena Lein masih mengendalikan tubuh nya agar tetap diam.


"Sakit bukan? Aku akan menghentikan nya jika kamu memberitahu siapa yang menyewa mu."


"Baiklah!! Yang menyewa ku adalah Hagas dari SID!! Sekarang tolong lepaskan aku!" Teriak musuh.


"Terimakasih atas informasinya. Aku memang mengatakan untuk menghentikan rasa sakit nya namun aku tidak mengatakan untuk melepaskan mu." Lein mematikan alat perekam suara.


Kemudian Lein melapisi tangan kirinya dengan mana lalu menggunakan nya untuk menusuk jantung musuh sampai menembus nya.


Kemudian Lein menarik tangan kiri nya dan membuang darah di tangan nya. Setelah itu Lein mengumpulkan ketiga tubuh musuh dan menaruh nya di sagu tempat.


Lalu Lein menggunakan sihir racun korosif untuk melarutkan tubuh mereka sampai tidak tersisa.


Lalu Lein menggunakan sihir air untuk memberikan kotoran di lantai dan menggunakan sihir angin untuk mengusir bau darah.


"Sudah selesai?" Octiorb datang.


"Sudah, bahkan aku juga mendapatkan bukti nya. Bagaimana dengan mu?" Tanya Lein.


"Mudah. Aku juga telah mengubur tubuh mereka dan menutupi tanah nya dengan dedaunan kering." Jawab Octiorb.


"Bagus, ayo kita istirahat dulu. Kita akan mengunggah rekaman ini lalu bukti-bukti korupsi Hagas secara bertahap ke media sosial." Ucap Lein.


"Ide bagus. Menyebarkan nya ke media sosial dan membuat nya viral akan lebih berguna dibandingkan dengan melaporkannya ke pihak berwenang." Angguk Octiorb.


"Benar, bahkan mungkin bisa saja petugas pihak berwenang akan disuap oleh Hagas." Lein juga menganggukkan kepala nya.


"Ya, jika berita ini viral maka pihak berwenang harus menyelesaikan nya apabila mereka tidak ingin masyarakat marah." Balas Octiorb.


Mereka berdua kemudian berjalan menuruni tangga dan segera pergi ke lantai tempat dimana rumah Lein berada di sana.


Kemudian mereka mandi untuk menghilangkan keringat. Lalu Lein memasak makan malam yang sederhana lalu mereka makan malam bersama.


Setelah makan malam dan selesai mencuci peralatan makan, mereka segera bermain permainan yang kemarin belum selesai.

__ADS_1


Dan seperti biasa, Octiorb sesekali berteriak karena karakter nya mari di dalam permainan bahkan sampai tetangga sebelah menegur nya.


__ADS_2