Analysis Eye

Analysis Eye
Mengunjungi Departemen Penelitian


__ADS_3

Pukul 12 siang.


Universitas Dragon Heart, Rumah milik Lein.


Lein saat ini sedang berada di ruang latihan bawah tanah rumah nya.


Saat di kediaman Lauren, ia dan Linda sarapan disana dan kembali ke universitas dragon heart karena memang bukan hari libur.


Kakek Linda sudah memberikan Keelfait Wood seukuran kepalan tangan kepada Lein setelah mereka sarapan bersama.


Dan saat pulang, Lein pergi ke ruang latihan milik presiden Brynn untuk menemui Jonas dan meminta sepasang mata Cyclops darinya.


"Hm, Haunthag Crocodile sudah aku pesan dan tinggal menunggu saja. Sekarang, apa yang kita butuhkan adalah jantung golem." Ucap Lein.


Lein berdiri dan berjalan ke atas. Lein pergi ke kamarnya dan mengganti pakaian nya karena ia akan pergi ke departemen penelitian universitas.


"Pastikan kamu membuat jantung Golem yang berkualitas..." Ucap Octiorb.


"Tentu saja. Aku juga tidak ingin boneka yang aku buat rusak." Jawab Lein.


Mereka segera berjalan menuju departemen penelitian. Letak gedung departemen penelitian ada di pinggir universitas yang cukup terpencil.


Karena penelitian membutuhkan ketenangan dan kesabaran. Dan juga penelitian mungkin akan meledak jika gagal.


Oleh karena itu gedung penelitian dibuat dan diletakkan di area universitas yang agak jauh dari mahasiswa, guru, dan dekan.


"Ugh, apakah jaraknya memang jauh?" Keluh Lein


"Pakai teknik gerakan kaki mu saja." Saran Octiorb.


"Bolehkah? Kan kamu tahu kalau di universitas tidak boleh menggunakan apapun yang berkaitan dengan mana di depan publik." Tanya Lein.


"Tujuan kita juga merupakan area yang terpencil bukan? Tidak banyak orang disana. Bahkan jika ketahuan, kamu hanya akan dihukum ringan." Octiorb menjawab.


"Hm, masuk akal..." Lein menyentuh dagunya.


"Baiklah." Lein bersiap-siap lalu menggunakan teknik gerakan nya.


Lalu Lein berlari menuju gedung departemen penelitian dengan sangat cepat bahkan sampai tidak bisa dilihat oleh mata telanjang.


Beberapa detik kemudian, Lein akhirnya sampai di gedung departemen penelitian yang lingkungan sekitar nya sangat sepi.


Gedung penelitian ini seperti bentuknya seperti gedung apartemen yang berbentuk segi empat dengan tembok yang sangat tebal.


Tentu saja akan sangat tebal, tidak mungkin gedung departemen penelitian yang melakukan penelitian setiap hari akan dibuat dengan kaca.


Bahkan meskipun dibuat dengan kaca yang sangat tebal dan aman maka orang luar biasa melihat apa yang peneliti lakukan.

__ADS_1


"Hm, ayo masuk." Lein segera menuju pintu masuk.


"Sangat sepi..." Lein tidak melihat orang-orang di lobi, kecuali satu pria tua yang sedang tertidur.


"Permisi tuan?" Ucap Lein dengan nada sopan.


"Hm?" Pria tua itu membuka matanya.


"Siapa kamu? Sepertinya aku tidak pernah melihat mu di gedung departemen penelitian ini." Tanya pria tua itu.


"Halo, namaku Lein. Aku ingin bertanya apakah aku bisa membayar orang untuk membuat sesuatu." Ucap Lein.


"Membuat sesuatu? Bisa." Angguk pria tua itu.


"Syukurlah kalau bisa." Lein menghela napas lega.


Lein takut ia tidak bisa membayar orang untuk membuat jantung Golem. Karena jika tidak bisa, maka ia terpaksa harus membeli nya di toko atau pelelangan.


Dan jika di toko atau pelelangan, maka Lein juga harus mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membeli nya.


"Apa yang kamu butuhkan? Aku akan mencatat dan memberitahu kepada seseorang yang bisa membuat itu." Pria tua itu mengambil pena.


"Jantung Golem." Ucap Lein tersenyum.


"Baiklah, jantung Golem... Apa!!?" Pria tua itu segera berdiri dan menatap Lein.


"Tunggu, biarkan aku menenangkan diriku dulu." Pria tua itu duduk kembali dan bersandar untuk menenangkan diri.


"Baik." Lein menunggu dengan sabar.


"Pertama, perkenalkan namaku adalah Eric Fasya. Aku adalah dekan yang mengurus departemen penelitian ini." Eric memperkenalkan diri.


"Dekan!?" Halo dekan!" Lein terkejut dengan identitas pria tua didepannya dan segera membungkukkan badannya sedikit.


"Yah halo. Kamu dari departemen mana?" Tanya Eric.


"Netral." Ucap Lein.


Netral yang dimaksud oleh Lein adalah bahwa ia tidak bergabung ke departemen atau jurusan manapun yang ada di universitas dragon heart.


"Hm? Jarang sekali." Ucap Eric


"Lalu, pertanyaan yang paling penting. Untuk apa kamu membuat jantung Golem?" Tanya Eric dengan ekspresi dan nada yang serius.


Karena jantung Golem buatan adalah barang yang berharga dan sulit untuk dibuat. Oleh karena itu penggunaan jantung Golem buatan harus jelas.


"Dekan, apakah mungkin untuk roh memiliki tubuh seperti manusia?" Lein tidak menjawab namun bertanya.

__ADS_1


"Roh yang memiliki tubuh? Aku ingin menjawab tidak mungkin. Tapi karena aku tidak pernah mendengar atau melihat nya, aku akan jawab mungkin." Jawab Eric setelah beberapa saat berpikir.


"Bagus. Dan aku ingin membuat sebuah boneka humanoid yang akan ditempatkan dan dikendalikan oleh roh kontrak ku." Lein tersenyum.


"Kamu ingin membuat!?" Lagi-lagi Eric dikejutkan oleh ucapan Lein.


"Benar." Angguk Lein.


"Karena kamu membutuhkan jantung Golem... berarti kamu memang bisa membuat nya ya..." Ucap Eric.


"Benar. Aku hanya membutuhkan jantung Golem." Jawab Lein.


"Sudah lama sekali sejak aku terakhir kali bersemangat seperti ini." Eric berdiri dan merenggangkan tubuh nya.


"Aku adalah orang yang paling hebat dalam membuat jantung Golem di seluruh ibukota." Ucap Eric sombong.


"Ikuti aku, kita akan menuju ke ruangan ku." Eric berjalan menuju lift.


"Tunggu! Apakah berarti anda yang akan membuatnya dekan!?" Lein mengikuti Eric.


Lein sungguh bahagia bahwa jantung Golem yang ia butuhkan akan di buat oleh Eric, seorang dekan departemen penelitian.


Dan ditambah Eric juga seorang yang kemampuan nya paling hebat dalam membuat jantung Golem di seluruh ibukota.


"Tentu saja. Alasan aku memutuskan untuk membuatkan untukmu adalah karena kamu ingin membuat sesuatu yang menarik."


"Dan aku ingin jantung golem ku menjadi bagian dari karya mu itu." Ucap Eric tersenyum.


"Terimakasih dekan!" Lein menjadi tidak sabar jantung golem macam apa yang akan dibuat oleh Eric.


"Haha, berterimakasih lah padaku nanti saat aku sudah membuat jantung golem nya." Eric tertawa.


Mereka berdua lalu masuk kedalam lift dan Eric menekan sidik jari nya di tempat sebelah tombol lift.


Lalu lift menunjukkan angka negatif yang artinya lift bergerak turun ke bawah, ke bawah tanah gedung departemen penelitian.


"Apakah ruang penelitian anda ada di bawah, dekan?" Tanya Lein.


"Benar, karena ruangan yang dibawah tanah lebih aman dari ledakan atau kecelakaan penelitian dibandingkan dengan ruangan yang ada di atas tanah." Jawab Eric.


*ding


Lift sampai di tujuan pintu lift terbuka dan Eric dan Lein keluar dari lift.


Saat keluar dari lift, Lein melihat sebuah ruangan yang luas yang semuanya berwarna putih. Ruang penelitian milik Eric ini sungguh luas dan spektakuler.


Peralatan yang ada tersedia di ruang penelitian milik Eric juga sangat lengkap dan terlihat mahal.

__ADS_1


"Selamat datang di ruang penelitian milik ku." Ucap Eric menyambut Lein.


__ADS_2