
Pertarungan dimulai dengan Liza yang melancarkan serangan api dari kedua telapak tangan nya ke arah Nolan yang masih linglung.
Nolan memiliki respon yang cepat, ia membungkus tubuh nya dengan kedua sayap di belakang punggung nya untuk melindungi dari serangan api Liza.
Bersamaan dengan serangan Liza yang mengenai Nolan, Isolda terbang ke bawah untuk menghadapi makhluk-makhluk eksperimen.
Melihat Nolan yang tidak terluka dan tidak menggores tubuh nya setelah menerima serangan api, Liza membuat bola api dari Api Leviarves.
"Bahaya!" Insting Nolan mengatakan kalau bola api berwarna hitam di tangan Liza sangat berbahaya.
Sebelum Liza melancarkan serangan bola api ke arah nya, Nolan bersiap untuk menggagalkan serangan Liza dengan langsung menyerang nya.
"Darkness Vortex!" Nolan mengangkat kedua tangan nya ke depan.
Kemudian muncul pusaran berwarna hitam dari elemen kegelapan yang menarik segala sesuatu di sekitar nya dengan kuat.
Nolan langsung melancarkan pusaran kegelapan tersebut ke arah Liza lalu ia sendiri terbang menjauh untuk menjaga jarak.
Lein segera terbang dan muncul di depan Liza, kejadian ia mengepalkan tangan kanan nya dan memukul udara ke depan.
"Light Blast." Ucap Lein lirih.
Berbeda dengan hempasan gravitasi yang tidak terlihat, hempasan cahaya yang Lein gunakan memiliki warna emas yang menyilaukan.
Kemudian pusaran kegelapan yang Nolan lancarkan musnah tanpa sisa saat terkena serangan hempasan cahaya.
"Elemen cahaya!? Sialan... Dari sekian banyaknya elemen, mengapa harus cahaya yang berlawanan dengan kegelapan!" Nolan menjadi kesal.
"Liza, dia menggunakan elemen kegelapan. Jadi mungkin Api Leviarves tidak akan berdampak banyak saat bertemu elemen kegelapan nya."
"Kamu fokus saja untuk menyerang Nolan, biarkan aku yang melindungi mu dari semua serangan kegelapan yang Nolan lancarkan."
"Kita harus menyelesaikan nya dengan cepat karena level nya berada di atas kita." Ucap Lein dengan serius.
"Baiklah, tolong lindungi aku." Liza mengangguk dan setuju dengan apa yang Lein rencanakan.
"Bagus, serahkan padaku." Balas Lein dengan anggukan.
__ADS_1
"Dark World!" Nolan membuat sebuah bola hitam kecil.
Bola hitam kecil tersebut pecah namun tidak membuat ledakan, melainkan menyebarkan kegelapan ke seluruh area.
Sekarang, langit di atas mereka bertiga tertutup dengan sesuatu seperti lapisan dari elemen kegelapan yang menghalangi cahaya matahari.
"Elemen kegelapan nya terlalu pekat, aku harus menggunakan divine power untuk menghancurkan lapisan itu." Pikir Lein.
"Divine Power : Dark Absorbing Light." Lein juga membuat sebuah bola kecil bercahaya emas.
Lein lalu melemparkan bola emas kecil tersebut ke atas. Saat bersentuhan dengan lapisan gelap, bola emas kecil tersebut menyerap elemen kegelapan yang ada di lapisan kegelapan tersebut.
"Sialan! Dia memiliki elemen cahaya dan bisa menggunakan sihir yang dahsyat seperti itu!?" Nolan benar-benar tidak menyangka kalau rencana nya akan gagal bahkan sebelum dimulai.
Saat Nolan berfokus melihat bola emas kecil yang sedang menyerap kegelapan di atas, Liza sudah mempersiapkan serangan selanjutnya.
"Calamity Dragon." Ucap Liza dengan lirih.
Liza membuat sebuah naga hitam berukuran setengah lebih kecil dari Isolda dari Api Leviarves. Serangan naga itu terbang ke arah Nolan yang masih fokus ke atas.
Nolan merasakan adanya bahaya yang datang dan melihat ada naga berwarna hitam yang sedang terbang menuju dirinya.
"Darkness Room." Nolan membentuk bola kegelapan namun transparan yang berukuran besar.
Bola kegelapan yang transparan tersebut ia lancarkan ke arah serangan naga milik Liza dan menyelimuti nya yang membuat serangan naga milik Liza tidak bisa bergerak.
Nolan mengangkat tangan kanan dan mengepalkan nya. Bola transparan yang sedang menyelimuti serangan naga langsung menyusut yang membuat serangan naga milik Liza hilang.
Namun Liza sudah mengantisipasinya, ia sudah membuat banyak sekali bola api dari Api Leviarves dan melancarkan semua nya ke arah Nolan.
"Darkness Wall!" Nolan menciptakan sebuah tembok dari elemen kegelapan.
Namun ada satu bola yang berbeda diantara serangan Liza. Bola tersebut memiliki warna yang mencolok yaitu warna emas.
Bola emas tersebut adalah serangan yang sama yang Lein gunakan untuk menyerap kegelapan sebelumnya dan Lein gunakan lagi untuk menyerap tembok kegelapan.
Nolan bersiap untuk menyerang namun ia tidak menyangka kalau tembok kegelapan yang ia ciptakan hancur bahkan belum beberapa detik.
__ADS_1
Nolan yang terkejut tidak tahu mengapa tembok kegelapan nya hancur menjadi lengah dan terkena serangan bola-bola api milik Liza.
"Ugh!!" Nolan merasakan rasa sakit yang parah di tubuh nya.
Api milik Leviarves adalah api yang memiliki sifat kehancuran, jadi makhluk hidup yang terkena api ini akan merasakan rasa sakit yang parah.
Rasa sakit yang dirasakan bukan karena panas dari api melainkan karena tubuh mereka seperti sedang dihancurkan.
Nolan merasakan hal itu, ia terhempas jauh ke belakang. Lein terbang mengejar Nolan dan memukul punggung Nolan dengan hempasan gravitasi.
Akibat hempasan gravitasi, tubuh Nolan merasakan rasa sakit tambahan dan ia terbang kembali ke lokasi sebelumnya.
"Darkness Slash!" Saat ia berhenti terhempas, Nolan langsung mengeluarkan banyak sekali tebasan kegelapan.
Lein segera terbang dengan kecepatan tinggi untuk sampai di depan Liza. Kemudian ia juga menggunakan tebasan gravitasi untuk memotong tebasan kegelapan.
"Darkness Slash!" Nolan menciptakan tebasan kegelapan lagi namun kali ini jumlahnya ratusan.
"Dragon Language : Gravity Blast!" Karena tidak mungkin untuk memotong dengan tebasan gravitasi seperti sebelumnya, Lein menggunakan hempasan gravitasi.
Hampir seluruh tebasan kegelapan hancur saat berhadapan dengan hempasan gravitasi. Namun ada beberapa tebasan kegelapan yang lolos dan datang ke arah Lein.
Lein yang tidak sempat mengeluarkan serangan atau pertahanan terkena tebasan kegelapan yang membuat tubuh nya berdarah.
Liza tidak terkena tebasan kegelapan karena ia berlindung tepat di belakang Lein karena tugas nya adalah untuk menyerang Nolan.
Jadi Lein meminta Liza untuk jangan menghiraukan apapun dan fokus untuk menyerang Nolan dengan segala cara yang ia punya.
"Seperti yang diharapkan dari seseorang dengan level 172, serangan nya sangatlah menyakitkan." Batin Lein yang merasakan rasa sakit ditubuh nya.
"Hahaha, bagaimana dengan itu? Sepertinya aku akan menggunakan serangan dengan jumlah yang banyak lagi agar kamu bisa merasakan rasa sakit!" Nolan tertawa.
"Padahal elemen kegelapan memiliki potensi yang besar, namun kamu malah berpihak kepada Anarchy Order dan meminta kekuatan dari mereka."
"Sungguh disayangkan, tetapi kamu ini memang bodoh sampai menyia-nyiakan potensi dari elemen kegelapan yang kamu miliki."
"Itulah mengapa Keluarga Barqi hancur karena kamu tidak bisa memimpin mereka." Lein mencoba memprovokasi Nolan.
__ADS_1
Dan benar saja, Nolan terprovokasi oleh ucapan Lein. Lein bisa melihat kalau wajah Nolan sangatlah suram dan aura nya mulai berubah menjadi lebih menyeramkan.