Analysis Eye

Analysis Eye
Darah Campuran


__ADS_3

Lein mengenakan jubah dan masker hitam untuk menutupi identitas nya jika musuh bisa mengetahui keberadaan Lein.


"Hah..." Lein menghembuskan napas panjang.


"Aku tidak boleh terlalu merusak tempat ini, jadi akan aku akan menggunakan sedikit kekuatan." Lein berjongkok dan menaruh satu tangan nya di tanah.


"Dragon Dance : Ground Vibration." Ucap lein


Tanah di bawah bangunan bar bergetar seolah-olah akan terjadi gempa bumi. Orang-orang didalamnya segera keluar dan melihat sekeliling.


Mereka merasa ada yang tidak beres, karena hanya tempat mereka saja yang bergetar, tempat lain nya tidak.


"Sialan, padahal aku sedang asik memodifikasi eksperimen ku." Adas yang keluar dari bar segera mengumpat.


Disisi lain, Lein segera menggunakan sihir untuk menukar tempat antara orang yang diikat dengan sebuah pohon.


Lein sudah menaruh koordinat sebelum nya, jadi ia bisa menukar tempat diluar jangkauan mata nya.


"Jangan bersuara." Lein menggendong orang itu dan menggunakan sihir untuk kabur.


"Dragon Dance : floating." Lein dan orang itu mengambang di udara.


"Dragon Dance : Fire Power." Lein mengarahkan tangan nya kebelakang.


Lalu ada api yang menyembur dari tangan Lein, api itu membuat Lein dan orang itu melaju kencang diudara.


"!!" Lein merasakan bahaya yang datang dengan cepat.


Lein mendorong orang itu menjauh dan ia jatuh ketanah sambil berguling-guling.


"Ugh! Hey! Jangan melihat ke belakang!" Lein menaruh sihir ke orang itu agar tetap terbang menuju Gereja Ariel.


"Ho? Kamu bisa menghindari serangan itu?" Suara seorang pria yang dingin terdengar.


"Cih." Lein segera berdiri dan melihat orang didepannya.


"Hah?" Pikiran Lein menjadi kosong saat ia melihat orang didepannya.


Orang didepannya adalah seorang pria dewasa yang tampan dengan wajah dingin. Orang itu mengenakan pakaian formal serba hitam seperti saat orang sedang berziarah.


Dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya berwarna hitam, kecuali sarung tangan nya yang berwarna putih.


"Katakan, mengapa kamu menyerang kami?" Orang itu bertanya kepada Lein.


Lein menjadi sadar dan namun ia tidak menjawab pertanyaan orang itu.


"Katakan!" Orang itu berteriak.


"Aku menyelamatkan orang yang kamu sandera!" Lein mengatakan setengah kebenarannya.


"Ho.. jadi itu. Baiklah aku akan mengampuni nyawa mu." Pria itu mengeluarkan pedang nya.


Kemudian ia menebas udara di depannya dengan santai, namun...


Tangan kanan Lein terpotong!


"Ugh!" Lein mencengkram lengan kanan nya dengan tangan kiri dan berusaha untuk tidak berteriak.


"Kenapa harus tangan kanan ku lagi!" Pikir Lein.


"Berterima kasihlah padaku karena kamu tidak aku bunuh." Ucap pria itu


Pria itu kemudian menyarungkan pedang nya dan pergi menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Dragon Dance : Floating."


"Dragon Dance : Fire Power."


Lein menggunakan sihir melayang dan api sama seperti sebelumnya untuk menuju ke Gereja Ariel.


...----------------...


"Ugh!" Lein sampai di dalam Gereja Ariel.


"Tuan Lein!?" Seorang Priestess melihat Lein dan terkejut dengan kondisi Lein.


Octiorb dan Isolda yang mendengar teriakan itu segera bergegas menuju Lein, namun mereka terkejut.


"Lein!? Mengapa tangan mu!?" Octiorb berteriak.


"Tenang semuanya." Lein menyuruh mereka semua tenang.


Priestess kemudian menggunakan sihir penyembuhan untuk menghentikan pendarahan di lengan Lein.


"Terimakasih Priestess." Lein berterima kasih.


"Sama-sama tuan." Priestess mengangguk.


"Hey, ayo kita bicara di dalam kamar." Ucap Lein kepada Octiorb dan Isolda.


"Kami permisi dulu Priestess, tolong jangan beritahu kondisi ku kepada paus agar tidak menimbulkan kegaduhan." Lein meminta tolong.


"Baiklah Tuan, aku paham dengan perkataan mu." Priestess mengangguk.


Kemudian Lein, Octiorb, dan Isolda berjalan menuju kamar Lein yang sebelumnya ia tempati.


...----------------...


"Kenapa?" Isolda bertanya.


"Ada orang kuat yang mengincar ku, aku tidak ingin saat kami bertemu ia melihat lengan ku sudah tumbuh." Lein menjelaskan.


"Sembuhkan lengan ku saat kita kembali ke Kota Dragon Tide." Tambah Lein.


"Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu Lein." Isolda mengangguk.


"Oct, dimana orang yang aku selamat kan?" Lein bertanya.


"Priest membawa nya ke kamar sebelah." Octiorb memberitahu.


"Baiklah, ayo kita melihat nya." Mereka kemudian pergi ke kamar sebelah.


...----------------...


"Aku tahu kamu bisa berbicara, perkenalkan dirimu." Lein memandangi orang itu.


Orang yang Lein selamatkan berpenampilan seperti manusia namun juga bukan manusia.


Karena ia memiliki otot dan ukuran tubuh yang melebihi manusia seperti ras raksasa, namun ia tidak bisa disebut raksasa dengan ukuran tubuhnya.


"...." Orang itu tidak mau berbicara.


"Analisa." Lein duduk dan menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ Jonas Virion

__ADS_1


level : 51


Seorang ras berdarah campuran hasil pernikahan antara ras raksasa dan ras manusia ]


"Jonas Virion." Lein menyebutkan nama lengkap Jonas.


"Bagaimana kamu tahu!" Jonas menjadi waspada


"Tidak penting bagaimana aku tahu, sekarang aku memiliki tawaran yang menarik untukmu." Ucap Lein menatap mata Jonas.


"Tawaran!? Akan ku dengar." Jonas tidak merasakan permusuhan dari Lein, oleh karena itu ia akan mendengarkan tawaran Lein.


"Kamu... Berdarah campuran bukan?" Lein berkata dengan nada tenang.


"... Lanjutkan." Jonas menyipitkan matanya.


"Kamu tidak diterima di wilayah ras Giant, dan kamu dianggap aneh di wilayah manusia." Lein bersandar dan menutup matanya sebentar.


"Tawaran ku adalah..." Lein membuka matanya.


"Bekerjalah untukku." Lein mengulurkan tangan kirinya ke arah Jonas


"Apa maksudmu dengan bekerja?" Jonas tidak segera menerima tawaran Lein.


"Hm, aku ingin kamu menjadi perisai ku." Lein menjelaskan.


"Perisai? Aku ini lemah." Jonas menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tahu, dan aku bisa membuatmu kuat, bagaimana?" Lein menawarkan lagi.


"..." Jonas tidak menjawab.


"Bukankah kamu sudah merasakan nya? Dikucilkan oleh ras raksasa, dipandang aneh oleh ras manusia, dan berakhir menjadi bahan eksperimen." Lein mengingatkan kehidupan Jonas.


"Jika aku menerima tawaran mu, bukankah kamu juga akan dipandang aneh?" Jonas bertanya.


"Hahaha." Lein tertawa keras.


"Mengapa!? Apa yang lucu!?" Jonas berteriak.


"Aku sudah merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan dibandingkan pandangan aneh orang-orang." Lein berkata dengan wajah suram.


"!!" Jonas terkejut dengan wajah Lein.


"Jadi?" Lein kembali tersenyum.


"Jika ucapan mu benar, maka aku akan menerima tawaran mu." Jonas menerima tawaran Lein.


"Bagus, kita akan membicarakan nya saat ada kesempatan, aku memiliki sesuatu yang sangat mendesak." Lein kemudian kembali ke kamar nya.


"Semoga keputusan ku kali ini benar." Jonas melihat punggung Lein.


"Aku tidak ingin menderita lagi, aku ingin menjadi kuat." Jonas mengepalkan kedua tinju nya.


"Jika apa yang orang itu janjikan benar, maka aku bersedia bersumpah setia kepada nya." Mata Jonas menunjukkan tekad yang kuat.


...----------------...


"Bocah, beritahu aku siapa orang kuat yang kamu bicarakan tadi." Ucap Octiorb saat mereka sudah berada di kamar Lein.


"Beritahu aku juga Lein." Isolda juga ingin tahu.


"Orang itu adalah...." Lein duduk dan menutup matanya.

__ADS_1


"Ayahku..."


__ADS_2