
Keesokan harinya, diruang medis Universitas Dragon Heart.
"Ugh... Berapa lama aku pingsan..." Lein bangun dan memegangi kepala nya yang sakit.
"Setengah hari..." Liza yang berada di samping nya menjawab sambil memotong apel.
"Ini, makan." Liza menyerahkan apel yang sudah ia potong untuk Lein.
"Terimakasih. Setengah hari? bagaimana dengan komposisi nya?" Lein memakan apel itu dan bertanya mengenai kompetisi.
"Kompetisi selesai, kamu peringkat pertama." Ucap Liza dengan nada santai.
"Tunggu... Kenapa kamu memberitahu peringkat ku? Itu tidak asik." Lein menghela napas.
"Hm? Benar juga, Kalau begitu lupakan apa yang barusan aku katakan." Liza mengangkat bahu nya.
"..." Lein sudah terbiasa dengan sikap Liza.
"Lalu bagaimana dengan Kiva?" Lein bertanya mengenai Kiva.
"Aman. Dia tidak mati dan dia masih bisa diinterogasi meskipun sudah gila." Ucap Liza sambil memakan apel.
"Syukurlah, itu tidak bertentangan dengan perintah presiden." Lein menghela napas lega.
Lein sebenarnya takut ia aka membunuh Kiva yang mana itu bertentangan dengan perintah presiden Brynn, yaitu jangan membunuh Kiva karena Kiva akan diinterogasi oleh universitas.
"Santai saja.." Ucap Liza.
"Ngomong-ngomong Liza, aku ingin bertanya." Lein duduk karena sulit untuk berbicara sambil berbaring.
"Silakan, tanya saja." Liza mengangguk.
"Aku ingin bertanya mengenai kontrol mana, dengan teknik ini aku merasa aku tidak membutuhkan buku skill lagi." Lein mengungkapkan isi pikiran nya yang mengganjal.
Semua orang sudah tahu bahwa untuk mendapatkan teknik beladiri, kamu harus berlatih beladiri dari dasar-dasar nya.
Namun untuk sebuah skill, kamu hanya perlu mempelajari nya dari buku skill yang mana kamu akan langsung bisa dengan dasar-dasar nya.
Kemudian kamu hanya tinggal mengasah skill mu sampai bertambah kuat.
Namun Lein merasa bahwa dengan kontrol mana, ia bisa menggunakan berbagai skill tanpa mempelajari nya dari buku skill.
"Itu benar kok." Liza mengonfirmasi bahwa ucapan Lein benar.
"Apa!?" Lein terkejut karena apa yang ia pikirkan memang benar.
"Dengan kontrol mana, kamu bisa menggunakan semua teknik yang berkaitan dengan mana." Liza menjelaskan.
"Untuk batasan nya, kamu tidak bisa mempelajari semua skill yang berkaitan dengan elemen kecuali kamu memiliki semua elemen." Tambah Liza.
"Jadi begitu..." Lein tidak bisa menggambarkan perasaan nya saat ini.
Ia terlalu terkejut dengan kehebatan kontrol mana dan ia juga sangat bahagia karena analysis eye dan kontrol mana akan jauh lebih hebat jika dipakai bersamaan.
"Oh ya Liza, aku akan memberitahu mu sebuah rahasia." Lein berbicara dengan sangat serius.
__ADS_1
"Rahasia? Baiklah." Liza segera mengubah sikapnya yang santai menjadi serius setelah mendengar Lein akan mengatakan rahasia nya.
"Kamu masih ingat dewa Szem?" Lein bertanya.
"Ingat, itu dewa yang dibicarakan oleh Bionmurth." Liza mengangguk.
"Analysis Eye adalah versi tiruan dari Eye Of Szem. Kemampuan ini bisa menganalisa segala sesuatu yang ada." Lein berbicara mengenai kemampuan nya.
"Apa!? Jadi itu adalah kemampuan milik dewa Szem?" Liza terkejut dengan ucapan Lein.
"Ya, tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan." Ucap Lein.
"Bukan ini? Lalu apa?" Liza berusaha menenangkan diri.
"Aku diberikan sebuah hadiah dari Szem saat aku menyelamatkan Isolda...." Ucap Lein.
"Dan hadiah itu adalah jantung naga dari leluhur naga waktu." Ucap Lein sambil menyentuh dada kiri nya.
"Jantung....Naga..." Liza membelalakkan matanya.
Kemudian ia terduduk lemas sambil memegangi kepalanya. Ia terlalu terkejut dengan ucapan Lein tentang jantung naga.
"Kamu pasti tahu naga adalah makhluk yang memiliki semua elemen." Ucap Lein.
"Iya aku ta- !!" Liza menyadari sesuatu.
"Jangan bilang... dengan kontrol mana dan jantung naga ini..." Liza tidak perlu menyelesaikan ucapan nya.
"Benar, batasan dari kontrol mana tidak berlaku untuk ku." Lein tersenyum dan mengangguk.
"Masa depan mu akan menjadi tidak terbatas, Lein." Liza tersenyum tulus.
"Terimakasih Liza, Ini semua juga berkat mu." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tanpa kontrol mana, aku akan kesulitan untuk berkembang karena memiliki semua elemen akan menyebabkan perkembangan ku menjadi sangat lambat." Ucap lein berterima kasih.
"Hah... itu benar juga." Liza menghela napas.
"Pokoknya aku senang dengan itu." Liza tersenyum.
"Terimakasih...." Ucap Lein berterima kasih lagi.
"Tentu saja ..." Liza mengangguk.
"Ah dan satu pertanyaan lagi." Lein ingin bertanya satu pertanyaan lagi.
"Silakan..." Liza mempersilakan.
"Siapa saja yang mempelajarinya kontrol mana ini?" Lein bertanya.
"Oh, selain kita berdua, Brynn juga mempelajari nya..." Liza menjawab.
"Presiden Brynn juga mempelajari nya!?" Lein cukup terkejut.
"Iya, aku yang mengajarkan nya." Liza mengangguk.
__ADS_1
"Lalu satu lagi adalah sang pembuat teknik ini." Tambah Liza.
"Eh, jadi selain pembuat teknik ini, hanya ada kita bertiga?" Lein cukup terkejut karena hanya ada tiga orang yang mempelajarinya nya dan itu adalah Liza dan presiden Brynn.
"Iya, karena aku menemukan teknik ini di reruntuhan jauh di pedalaman hutan elf." Liza menjawab.
"Jadi begitu, kamu adalah orang yang pertama mempelajari nya selain sang pembuat teknik ya..." Ucap Lein.
"Benar." Liza mengangguk.
*woossh (suara angin berhembus)
"Bagaimana keadaan mu?" Presiden Brynn tiba-tiba muncul dan menanyakan keadaan Lein.
"Presiden!" Lein terkejut dengan kemunculan presiden Brynn yang tiba-tiba.
"Hey! Jangan mengejutkan Lein!" Liza memarahi presiden Brynn.
"Ah maafkan aku." Presiden Brynn menyerah dibawah amarah Liza.
"Aku baik-baik saja pres." Lein tersenyum dengan kedekatan mereka berdua.
"Baguslah..." Presiden Brynn tersenyum.
"Oh dan, seseorang yang membantu Kiva adalah Dekan Lou." Liza memberi tahu Lein.
"Jadi orang itu ya..." Lein menyipitkan matanya.
"Apa ada sesuatu?" Presiden Brynn bertanya.
"Apakah kalian ingat mengapa aku tidak menghindari serangan kiva saat terakhir?" Lein bertanya kepada Liza dan Presiden Brynn.
"Ya, kami ingat." Mereka berdua mengangguk.
"Itu karena tubuh ku tiba-tiba saja tidak bisa digerakkan, dan aku berasumsi ada seseorang yang membantu Kiva." Ucap Lein menceritakan mengapa ia tidak menghindari serangan kiva.
"Jadi begitu, tenanglah Lein, aku akan memberikan hukuman yang tepat untuk Dekan Lou." Presiden Brynn menepuk pundak Lein.
"Terimakasih pres." Lein mengangguk
...----------------...
Setelah itu banyak orang-orang yang datang untuk menjenguk Lein. Mereka dari orang-orang berpengaruh ataupun mahasiswa yang Lein tidak kenal.
Para mahasiswa juga ikut senang dengan kesembuhan Lein, mereka mengagumi Lein karena bisa menang melawan Kiva.
Karena Kiva yang menggunakan energi iblis sangat kuat, dan para mahasiswa belum tentu menang melawan nya.
Teman-teman dari kelas S juga menjenguk Lein, kecuali Anna dan John, Lein bertanya kepada teman-temannya mengapa Anna dan John tidak ada.
Mereka menjawab karena Anna masih trauma dengan pertarungan melawan Darla, dan John sedang menjaga Anna.
Seketika Lein paham mengapa Anna trauma. Karena ia dikalahkan oleh teknik sederhana yang mana Anna itu menyepelekan sebuah teknik.
Dan untuk John Lein juga paham. John jatuh cinta dengan Anna dan wajar saja untuk menjaga Anna yang sedang trauma.
__ADS_1