Analysis Eye

Analysis Eye
Gate dan Dungeon


__ADS_3

"Gate, ya. Aku hampir lupa kalau ada dungeon di kota Elm." Ucap Lein menepuk dahi nya


Gate, sebuah gerbang seperti portal yang menghubungkan dunia ini dengan dunia lain. Dunia lain itu, orang orang menyebut nya 'dungeon'.


Dungeon dibagi menjadi empat kelas, dari yang rendah ke yang tinggi Yaitu rendah > menengah > atas > dewa


Dungeon kelas rendah adalah sebuah gua gelap seperti gua pada umumnya. Isi gua itu biasanya adalah monster kelas rendah dan item di dalam nya juga berkualitas rendah.


Dungeon kelas menengah adalah sebuah labirin yang jalur nya pendek dan lumayan mudah. Monster di dalam nya adalah monster kelas menengah dan item kelas menengah juga.


Dungeon kelas atas adalah sebuah labirin yang jalur nya panjang dan membingungkan. Monster di dalam nya adalah monster kelas atas dan item kelas atas juga.


Dungeon kelas dewa adalah sebuah dunia kecil. Dungeon kelas dewa juga berisi monster dengan kecerdasan tinggi. Namun dungeon ini juga memiliki peluang dan keuntungan yang sangat tinggi sesuai dengan resiko nya.


Di kota Elm, ada beberapa dungeon kelas rendah dan satu dungeon kelas menengah. Lein sedang mencari informasi mengenai dungeon kelas menengah itu.


Lein berjalan ke kamar tidur nya dan menyalakan komputer dan ia mulai menelusuri informasi dungeon kelas menengah lewat forum forum di internet.


Setelah beberapa saat menelusuri ternyata dungeon menengah ada di bagian timur kota Elm, di sana adalah daerah yang selalu berudara dingin dan juga bersalju


Penyebab nya adalah pancaran mana dari dungeon kelas menengah yang ada di sana. Dungeon itu adalah Dungeon Haima.


Dungeon Haima adalah sebuah labirin beriklim dingin dimana labirin itu penuh dengan salju dan terkenal akan udara dingin nya yang menusuk tulang.


"hm, biaya masuk nya terjangkau. Aku jadi tidak usah pusing memikirkan biaya." ucap Lein setelah melihat informasi biaya masuk untuk memasuki dungeon Haima


Dungeon itu sendiri dikelola oleh pemerintah, swasta, guild, atau seseorang. Jadi orang tidak bisa keluar masuk dengan bebas.


Pasti ada dungeon yang gratis, namun pihak yang mengelola entah itu terlalu kaya sampai tidak memungut biaya atau bodoh karena tidak memungut biaya.


Dungeon Haima sendiri dikelola oleh orang-orang dari pemerintahan, jadi Lein bisa menjamin keselamatan nya.


Dungeon Haima mengharuskan orang-orang yang ingin memasuki dungeon membayar biaya masuk sebesar 150.000 FEZ yang cukup terjangkau untuk pemburu pemula.


Lein sudah memutuskan bahwa besok pagi ia akan pergi memasuki dungeon Haima.


Lein keluar dari kamar tidur dan menghampiri Liza yang sedang tidur dan membangun kan nya


"Liza, besok aku akan memasuki dungeon Haima. Kamu ikut atau tidak?" tanya Lein kepada Liza


"hm?" Liza masih tidur


Lein kembali bertanya kepada Liza dan menggoyang-goyangkan badan Liza


"Aku bertanya besok kamu ikut atau tidak ke dungeon Haima?" tanya Lein sekali lagi


"Ah... Ti..dak..." Liza menjawab sambil tidur


"Baiklah." ucap Lein menggeleng-gelengkan kepala nya dengan kelakuan Liza.


Lein lalu mencari informasi lagi tentang dungeon Haima. Ia juga mempersiapkan barang-barang yang diperlukan saat memasuki dungeon Haima.


Lein beristirahat lebih awal karena besok ia akan memasuki dungeon Haima dan itu adalah pertama kali nya ia memasuki dungeon.


Keesokan harinya nya, Lein bangun dan memeriksa status nya untuk memastikan


"Sistem. Status." batin Lein


__ADS_1


Nama : Lein Sanzio


Usia : 18 tahun


Level : 11


STR : 12


AGL : 11


VIT : 12


INT : 18


poin kosong: -



Kemampuan : Analysis Eye


Deskripsi kemampuan :



Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada



skill : ...



Ia lalu pergi ergi mandi dan setelah mandi ia membuat sarapan sederhana yaitu nasi goreng ala rumahan


Lein berjalan keluar dari dapur dan datang ke pintu kamar liza lalu mengetuk pintu kamar


*tok tok tok


"Hey Liza! Bangun! sudah pagi, waktunya sarapan." teriak Lein membangunkan Liza


"Segera." jawab Liza lirih dari dalam kamar


Pintu kamar lalu terbuka dan muncul lah liza dengan pakaian dan rambut yang acak-acakan


"Cuci muka dan sikat gigi. Setelah itu kita sarapan." Ucap Lein lalu ia kembali ke ruang makan


Liza pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi sesuai dengan perkataan lein, setelah itu ia berjalan menuju ruang makan


"Pagi Lein." Liza menyapa dan ia duduk di kursi


"Pagi Liza." Lein membalas sapaan


Mereka lalu makan bersama sambil berbincang-bincang ringan mengisi kebosanan


Mereka lalu selesai memakan sarapan mereka. Dan Lein pun segera bersiap siap karena akan pergi ke dungeon.


"Apakah sekarang ini saat nya menuju dungeon Haima itu?" tanya Liza saat ia melihat Lein sedang bersiap-siap


"Ya, aku harus berangkat pagi agar aku memiliki banyak waktu untuk berburu dan juga berlatih." ucap Lein selesai bersiap

__ADS_1


"Berapa lama kamu akan disana?" tanya Liza menanyakan berapa lama Lein di dungeon Haima


"hm.. aku tidak tahu. Mungkin sekitar 3 sampai 5 hari." ucap Lein tidak yakin


"Baiklah. berhati-hatilah saat di sana Lein." ucap Liza


"Tentu. Terimakasih Liza." balas Lein tersenyum


"Kalau begitu aku berangkat dulu. Sampai jumpa" ucap Lein


Lein lalu memakai sepatu nya dan membuka pintu lalu ia berpamitan kepada Liza.


"Ya, sampai jumpa." ucap Liza melambaikan tangan nya


Lein membalas dengan melambaikan tangan nya juga dan ia lalu pergi keluar rumah.


Lein pergi ke dungeon Haima dengan berlari sebagai pemanasan agar tubuh nya bisa ia gerakkan dengan bebas saat bertarung nanti.


Lein sampai di pintu masuk dungeon Haima setelah satu jam berlari dan beristirahat sebentar.


setelah sampai ia pun juga melihat orang-orang yang akan memasuki dungeon Haima.


Mereka semua ada yang pergi sendirian atau ada yang bersama membentuk kelompok dengan anggota tiga sampai lima orang


Lein melihat lihat sekitar dungeon Haima dan menikmati udara sejuk di lingkungan ini


setelah itu ia lalu pergi ke orang yang bertanggung jawab dan membayar biaya masuk nya sebesar 150.000 FEZ kepada orang tersebut


"Permisi Pak, aku ingin memasuki dungeon Haima." ucap Lein sopan


"Oh tentu. Kamu datang pagi sekali anak muda. Ucap orang yang bertanggung jawab


"Haha, aku memang tidak sabar memasuki dungeon Haima." ucap Lein menggaruk-garuk kepala nya


"Haha semangat yang bagus. Kalau begitu kamu harus membayar sebesar 150.000 FEZ sebagai biaya masuk nya." Ucap penanggung jawab


"Aku tau. Bisakah aku membayar lewat sistem?" tanya Lein


"Tentu saja bisa." ucap penanggung jawab


mereka lalu menghubungkan sistem mereka dan Lein membayar biaya masuk nya lewat sistem dan penanggung jawab menerima uang nya dengan senang hati.


"Apakah ini pertama kali nya bagi mu untuk memasuki dungeon?" tanya penanggung jawab


"Eh iya. Apakah ada sesuatu?" tanya Lein


"Kalau begitu kamu akan merasakan sedikit pusing saat melewati gate, jadi tahan lah. ucap penanggung jawab memberikan sedikit informasi


"Oh begitu, terimakasih informasi nya pak." ucap Lein berterima kasih


"Kalau begitu hati-hati anak muda. Semoga kamu selamat." ucap penanggung jawab


"Terimakasih sekali lagi pak." balas Lein tersenyum


Lein lalu memasuki dungeon Haima dengan gugup dan saat ia memasuki gate ia merasa sedikit pusing di kepala nya, seperti yang dikatakan oleh penanggung jawab barusan.


setelah beberapa saat dan merasa sudah tidak pusing lagi, Lein membuka matanya dan ia melihat wujud dari dungeon Haima ini


"Jadi ini adalah dungeon Haima....

__ADS_1


__ADS_2