Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Harac Hain


__ADS_3

Lein segera terbang menuju arah jam 9 dengan kecepatan penuh. Lein saat ini sangat bersemangat karena ia akan melawan orang kuat.


Dan benar saja apa yang Lein pikirkan benar. Althea berbohong mengenai lokasi Harac yang sebenarnya.


Althea mengatakan kepada Lein bahwa Harac ada di arah jam 3 sebelumnya, namun ia berbohong. Harac sebenarnya ada di arah jam 9 menunggu Lein datang.


"Sudah kuduga, hubungan kita tidak bisa kembali seperti semula, Althea!!" Lein berteriak diudara dengan sangat keras.


Lein segera menemukan seorang pria berjubah hijau sedang duduk diatas akar pohon yang menjulang diatas tanah.


"Dragon Dance : Gravity Bomb." Tanpa basa-basi Lein langsung menyerang Harac.


"Langsung menyerang tanpa basa-basi ya..." Harac bergumam.


"Earth Magic : Earth Hand." Harac melambaikan tangan nya ke depan.


Sebuah tangan yang berukuran sangat besar terbentuk dari tanah dan menangkap Gravity Bomb milik Lein. Gravity Bomb kemudian meledak didalam genggaman Earth Hand.


Lein mendarat dan melihat bahwa Gravity Bomb miliknya dinetralkan dengan mudah dengan Earth Hand milik Harac.


"Kamu adalah lawan yang kuat..." Ucap Lein dengan seringainya.


"Kamu menyeringai? Sepertinya kamu sudah gila ya..." Balas Harac dengan nada mengejek.


"Gila? Hahaha...." Lein tertawa keras.


...****************...


"Tunggu, orang berjubah hijau itu tidak terlihat seperti seorang mahasiswa..."


"Benar, aku juga berpikir seperti itu."


"Mengapa aku merasa bahwa dia familiar?"


...****************...


...----------------...


"Orang itu kan!?" Innas segera berdiri dari tempat duduk nya.


"Semuanya! Segera beritahu atasan bahwa Anarchy Order mengacau dalam kompetisi!" Innas segera memberikan perintah.


"Sial, ini tidak terjadi sebelumnya, mengapa Anarchy Order menganggu, tidak bukan itu masalah nya. Bagaimana Anarchy Order bisa masuk kedalam Hutan Oxtara!?" Pikir Innas.


...----------------...


"Terserah apa katamu..." Lein menghentikan tawanya.


"Analisa!" Lein menganalisa Harac.


[ analisa berlangsung ]


[ Harac Hain

__ADS_1


level : 111


kemampuan : ?? ]


"Naik 10 level ya. Dan meskipun kemampuan nya tidak terlihat, aku sudah tahu karena Althea yang memberitahu ku..." Pikir Lein.


"Apakah kamu bisa mengalahkan ku? Aku berbeda dari petinggi yang kamu lawan sebelum nya." Ucap Harac dengan nada sinis.


"Oh ya? Bisakah kamu katakan apa perbedaan mu dengan petinggi lainnya?" Lein tetap memasang wajah tersenyum.


"Tentu saja aku lebih kuat..." Jawab Harac bangga.


"Hanya itu? Sama saja tidak spesial..." Lein menghembuskan napas kecewa.


"Hah!?" Harac kesal.


"Earth Magic : Earthquake." Teriak Harac.


"Wah langsung mengeluarkan sihir besar ya.." Lein cukup terkejut.


Area disekitar mereka bergemuruh dan bergetar. Kemudian pohon-pohon mulai tumbang satu demi satu dan tanah mulai retak sampai terbelah.


"Itu tidak ada gunanya." Lein menggunakan sihir terbang.


"Cih. Terbang ya, kamu cukup merepotkan." Harac mendecakkan lidah nya.


"Tree Magic : Thorny Root." Ucap Harac.


Lein mengeluarkan kedua katana nya dan memegang nya dengan erat.


"Dragon Dance : Gravity Slash." Lein menebas semua akar yang datang dengan sekali tebas.


"Dragon Dance : Rain." Lein membuat hujan sementara.


"Hujan? Hah! Kamu bodoh ya! Dengan hujan, sihir tumbuhan ku akan bertambah kuat!" Harac berteriak.


"Benar, tapi sihir tanah mu akan melemah." Pikir Lein.


Lein bertujuan melemahkan sihir tanah Harac karena sihir tanah cukup merepotkan. Tanah memiliki kekerasan yang cukup kuat untuk menetralkan gravitasi milik Lein.


Dan sihir pohon mudah dikalahkan dengan sihir api. Oleh karena itu Lein memutuskan untuk melakukan rencana ini.


"Tree Magic : Tree Fortress." Harac membuat benteng kecil dari pohon yang melindungi dirinya dan area sekitar nya.


"Tree Magic : Thorny Root." Harac mengeluarkan akar pohon tajam yang sangat banyak.


Lein memasang kuda-kuda saat melihat bahwa ada banyak Thorny Root yang datang ke arah nya dengan kecepatan tinggi.


Kemudian saat Thorny Root mendekati Lein, ia mengangkat katana nya dan memotong Thorny Root itu dengan mudah.


Lein terus-menerus memotong Thorny Root yang datang dengan mudah sambil melangkah maju.


"Tree Magic : Tree Giant." Harac membuat raksasa pohon yang ukuran nya sama seperti Pohon Oxtara.

__ADS_1


"Woah!" Lein kagum dengan raksasa pohon yang Harac buat.


"Earth Magic : Mud Swamp." Harac juga membuat tanah yang Lein pijak menjadi rawa Lumpur.


"Hm, hujan yang membuat tanah basah justru ia manfaatkan ya..." Pikir Lein.


"Tapi bukankah itu sia-sia? Aku bisa terbang." Lein menggunakan sihir terbang.


Lein terbang menuju Tree Giant didepannya dan memotong-motong dahan yang berfungsi sebagai tangan nya.


Namun Tree Giant terus-menerus menumbuhkan dahan yang terpotong dengan mudah seakan-akan ia abadi.


Lein mengganti arah serangan nya. Lein terbang ke bawah dan memotong semua akar nya dengan sekali tebas.


Tree Giant terjatuh namun segera menumbuhkan akarnya kembali dan berusaha untuk berdiri.


Lein mengambil kesempatan ini dan terus memotong akar Tree Giant sampai berkali-kali sampai ia bosan.


Karena Lein tahu bahwa alasan mengapa Tree Giant bisa beregenerasi terus-menerus adalah karena mana Harac yang melimpah.


"Apakah dia bisa mengambil mana dari tumbuhan di sekitar nya?" Pikir Lein.


"Kalau iya, berarti akan percuma memotong-motong pohon sialan ini." Lein segera berhenti memotong akar Tree Giant.


"Kalau begitu ayo gunakan api saja langsung. Pertarungan ini membosankan." Ucap Lein kecewa.


Lein mengira Harac akan memberikan pertarungan yang intens, namun ternyata Harac hanya membuat Tree Giant dan memerintahkan nya untuk menyerang Lein.


"Mengapa petinggi Anarchy Order yang seharusnya sangat kuat malah seperti ini?" Pikir Lein.


"Bocah, itu karena kamu terlalu kuat. Bahkan jika ada orang yang berlevel 100 menghadapi Harac, ia akan kesusahan karena pasti akan kehabisan tenaga."


"Kamu memiliki jantung naga dan kemampuan regenerasi yang membuat kecepatan pemulihan mu menjadi sangat cepat."


"Dan karena jantung naga membuatmu untuk bisa menyerap dan menggunakan segala jenis elemen yang ada di dunia ini." Ucap Octiorb menjelaskan.


"Benar juga, coba beranggapan bahwa aku adalah orang biasa yang memiliki level rendah. Sudah jelas aku akan langsung mati." Pikir Lein.


"Kurasa... Aku harus berterima kasih kepada Szem dan Dewi Ariel ya, hahaha." Lein tertawa gembira.


"Hah!? Mengapa dia tertawa!?" Harac bingung mengapa Lein tertawa dalam situasi ini.


"Dragon Language : Meteor." Lein menunjuk ke arah langit dengan jari telunjuk.


"Hm?" Harac melihat ke arah langit namun tidak ada apa-apa.


"Apakah bocah itu menipu ku? Tidak, ada bayangan yang muncul di langit." Harac mencoba melihat.


Dan apa yang muncul di langit adalah sebuah batu yang berukuran sangat besar yang diselimuti oleh api panas berwarna merah gelap.


"Sialan...!! Itu adalah meteor..!!" Harac membelalakkan matanya karena tidak percaya apa yang ia lihat.


Benar, itu meteor.

__ADS_1


__ADS_2