
Keesokan harinya, saat pagi hari setelah selesai sarapan. Lein pergi ke kamar nya dan menyalakan ponsel dan komputer lama nya.
Kemudian Lein memindahkan bukti rekaman suara yang dikatakan oleh si pembunuh kemarin dari alat perekam suara ke ponsel nya.
Setelah itu Lein membuat sebuah akun media sosial anonim tanpa identitas apapun dan setelah beberapa pengaturan, Lein memulai aksi nya.
Pertama Lein mengunggah sebuah dokumen mengenai Hagas yang menyuap petugas polisi pada saat Elwin menabrak kakek dan nenek nya dengan komputer nya.
Bagaimana bisa Lein mendapatkan dokumen itu? Lein mendapatkan nya pada saat ia berumur 14 tahun di kantor polisi.
Kebetulan sekali Elwin sedang menangani suatu kasus bersama pengawal nya dan bodoh nya lagi pengawal Elwin menaruh tas yang ia pegang ke meja tanpa pengawasan.
Lein yang membenci Elwin segera penasaran mengenai tas tersebut, setelah memeriksa tidak ada petugas dan kamera pengawas, Lein segera mengambil dokumen di dalam tas tersebut.
"Kekeke, Hagas..Ini adalah awal kehancuran hidup mu." Ucap Lein dengan seringai khas nya.
"Kamu beruntung juga bisa mengambil dokumen itu pada saat kamu belum membangkitkan kemampuan mu." Ucap Octiorb yang duduk di kasur belakang Lein.
"Hahaha, benar, aku sangat beruntung saat itu. Ide yang bagus untuk tidak menyimpan bukti di komputer atau di tempat yang bisa diakses dengan internet."
"Namun, pengawal Elwin sangatlah bodoh, dia meletakan dokumen sepenting itu di sembarang tempat yang mencolok."
"Kebetulan sekali kalau aku mengunjungi kantor polisi saat itu untuk menerima uang kompensasi." Lein tertawa dengan puas.
...----------------...
Tidak butuh waktu lama untuk mengunggah nya, Lein memberikan judul dokumen yang paling mencolok dengan huruf besar semua.
Lalu sekitar 3 sampai 6 jam setelah diunggah ke media sosial, komputer Lein berbunyi secara terus-menerus tanda bahwa notifikasi masuk.
Lein dan Octiorb yang sedang bersantai segera ke kamar dan memeriksa nya. Ternyata notifikasi tersebut berasal dari platform media sosial.
Banyak orang yang memberikan komentar terhadap unggahan Lein, dan kebanyakan adalah komentar kebencian namun bukan untuk Lein melainkan untuk Hagas dan orang yang terlibat lain nya.
Meskipun pada awalnya masih banyak orang yang tidak percaya, namun ada orang yang mengerti hukum dan juga ada tanda tangan Hagas di dokumen tersebut.
Dokumen tersebut juga memilih lambang SID dan lambang kepolisian Negara Easthold yang membuat orang-orang percaya kalau dokumen itu asli.
...----------------...
Gedung SID, kantor Hagas.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dokumen itu ada di internet!!" Hagas memukul meja sampai meja nya retak.
"Apakah kamu sudah menemukan siapa yang mengunggah nya!?" Hagas bertanya kepada bawahan nya.
"Ma-maaf tuan, kami masih melacak nya." Jawab bawahan Hagas.
"Sial, cari terus! Segera hubungi aku jika kalian sudah menemukan nya! Jika tidak.. Kalian lah yang akan menanggung akibatnya!" Teriak Hagas.
"Ba-baik tuan!" Bawahan Hagas mengangguk dan meninggalkan kantor.
"Elwin... Katakan padaku bagaimana bisa dokumen yang aku serahkan pada waktu itu bisa diunggah ke media sosial saat ini..!!" Hagas berteriak dengan marah kepada Elwin.
"Aku juga tidak tahu, ayah!" Teriak Elwin.
"Sial, sebenarnya siapa yang mencuri dokumen itu sampai-sampai dia mengunggah nya ke media sosial!" Batin Elwin dengan panik.
Elwin sudah tahu kalau dokumen nya dicuri pada waktu itu namun ia tidak memberitahukan nya kepada Hagas karena takut dimarahi.
Namun Elwin tidak menyangka kalau dokumen yang sudah ia lupakan bisa berada di media sosial dan saat itu sedang viral.
"Sayang, tolong jangan bertindak kasar kepada anak kita." Elin memegangi tangan Hagas dan berkata dengan lembut.
...----------------...
Gedung SID, Kantor Tamu.
"Dokumen ini.. Apakah yang mengunggah nya ke internet adalah Leon?" Gran memandangi layar komputer yang menampilkan dokumen yang Lein unggah.
Gran curiga karena belum lama ini ia melihat dokumen mengenai kasus Lein pada saat Elwin menabrak kakek dan nenek Leon sampai meninggal.
Dan dokumen yang ada di internet sangat mirip dengan itu, meskipun hanya ada nama Hagas, Elwin, dan nama petugas polisi yang disuap oleh Hagas.
Tidak ada nama kakek dan nenek Lein di dalam dokumen, namun tetap saja Gran merasa curiga kalau ini adalah perbuatan Lein.
Karena kemarin Lein dan Hagas sempat bertemu di ruangan nya dan mereka tidak terlihat baik-baik saja seperti sumbu bom yang akan meledak.
...----------------...
Di rumah Lein, di kamar.
"Oh ada yang sedang meretas akun ku!" Seru Lein.
__ADS_1
Lein segera mengetuk-ngetuk keyboard komputer dengan sangat cepat dan melawan seseorang yang sedang meretas akun media sosial nya.
Lein bukanlah seorang yang ahli komputer bahkan ia juga tidak mengerti bahasa pemrograman. Dia bisa menggunakan komputer dengan Analysis Eye.
Lein menganalisa langkah-langkah yang akan diambil oleh orang yang sedang meretas akun nya dan ia juga menganalisa cara melawan nya.
"Haha, lihat tanggapan mereka!" Octiorb menyerahkan ponsel nya.
"Hm? Hahaha." Lein melihat isi dari berita yang ditampilkan di ponsel Octiorb.
...****************...
"Ada dokumen di media sosial yang berisi mengenai dugaan penyuapan yang dilakukan oleh salah satu petinggi kami kepada petugas kepolisian setempat."
"Namun bisa kami pastikan kalau dokumen itu adalah palsu karena tidak mungkin kalau petinggi SID akan melakukan hal kotor seperti itu."
"Kami akan mengerahkan petugas untuk melacak siapa yang mengunggah dokumen palsu tersebut karena menyebarkan berita palsu."
"Dimohon kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan dokumen tersebut dan tolong jangan menyebarkan berita palsu seperti akun ini."
...****************...
"Mereka secara terang-terangan mengatakan kalau dokumen yang aku unggah adalah palsu ya.." Lein mengusap air mata karena terlalu banyak tertawa.
"Benar, aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mereka. Aku juga mengharapkan reaksi mereka saat kamu akan mengunggah yang lain nya." Octiorb masih tertawa terbahak-bahak.
Lein mengabari Liza dan Presiden Brynn mengenai hal ini dan mereka berdua sepenuhnya mendukung tindakan Lein untuk melawan Hagas.
Mereka berdua juga menawarkan bantuan namun Lein dengan tegas menolak nya karena ini hanyalah tindakan yang sepele.
"Haha, sudah cukup untuk hari ini. Aku akan mengunggah yang lain besok." Lein berjalan keluar dari kamar.
"Baiklah, aku juga berpikir kalau mengunggah semua nya tidak akan menyenangkan." Octiorb juga berjalan keluar dari kamar.
Setelah itu mereka melanjutkan menonton film aks yang sedang ditampilkan di televisi mengenai pahlawan yang menyelamatkan dunia.
"Sial, ganti saluran nya." Octiorb mencari remote.
Mereka berdua tidak terlalu menyukai cerita mengenai pahlawan yang menyelamatkan dunia karena itu terlalu membosankan.
Cerita nya juga monoton dimana setiap pahlawan akan menang melawan penjahat hanya karena kekuatan pertemanan.
__ADS_1