Analysis Eye

Analysis Eye
Kompetisi antar Negara : Serangan Diam-Diam


__ADS_3

Keesokan harinya saat Lein masih tidur, tiba-tiba aja ada anak panah yang melesat kencang ke arah Lein.


Lein membuka matanya dan dengan cepat ia bereaksi untuk memegang anak panah itu.


"Serangan diam-diam kah..." Pikir Lein.


Anak panah lain datang, Lein dengan santainya melempar anak panah yang ia pegang dan kedua anak panah itu bertabrakan.


"Hah..." Lein menghela napas karena ia sedang tidur namun diserang secara diam-diam.


"Siapa yang berani mengganggu tidur ku..!" Lein menginjak dahan pohon dan menuju arah dimana anak panah datang.


Lein melihat seorang wanita muda memegang busur yang indah dan sedang membidik Lein dengan busur nya itu.


"Masih mencoba menyerang ku ya?" Ucap Lein.


Lein yang berada di udara segera menggunakan sihir terbang dan ia tangan kanan nya mengarah ke pemanah wanita itu.


"Dragon Dance : Fire Cannon." Lein menembakan meriam api dari telapak tangan kanan nya.


"!!" Pemanah wanita itu melebarkan matanya tidak menyangka Lein akan menggunakan area.


"Holy Magic : Holy Barrier." Suara wanita terdengar.


Kemudian sebuah penghalang berwarna emas muncul menyelimuti arena yang dipijak oleh pemanah wanita itu.


"Tidak sendirian rupanya..." Ucap Lein saat ia mengamati mereka di udara.


Kemudian penghalang emas itu menghilang dan terlihat lah lima orang didalam nya. Mereka adalah dua orang pria dan tiga orang wanita.


"Analisa semuanya..." Gumam Lein.


[ analisa berlangsung ]


[ Gongyo


level : 78


kemampuan : ?? ]


[ Shika


level : 76


kemampuan : ?? ]


[ Fumi


level : 73


kemampuan : ?? ]


[ Lina


level : 76


kemampuan : ?? ]


[ Rika

__ADS_1


level : 76


kemampuan : ?? ]


"Hm, jadi begitu." Pikir Lein.


"Rupanya kamu adalah orang yang kuat!" Ucap seorang pria yang memakai armor tebal.


"Haha Gongyo, apakah kamu ingin melawan nya?" Ucap seorang pria yang memakai pisau ganda.


Mereka berdua adalah Gongyo dan Shika. Lalu wanita yang bernama Fumi adalah si priestess, Lina si pemanah wanita tadi, dan Rika adalah penyihir.


"Dragon Dance : Fire Cannon." Lein melancarkan meriam api sekali lagi dan mereka menangkis nya dengan penghalang emas.


"Hey! Apa-apaan barusan! Kita sedang berbicara!" Gongyo terlihat marah.


"..." Lein hanya menatap Gongyo seperti orang idiot.


"Hah!? Turun kesini!" Gongyo tambah marah saat ia melihat mata Lein.


Lein turun karena ia juga penasaran dari universitas mana mereka yang menyerang dirinya saat tidur.


"Hm? Bukankah dia..." Shika menyadari sesuatu.


"Apa? Apakah kamu mengenal ku?" Tanya Lein saat ia melihat reaksi Shika.


"Apakah kamu dari Universitas Dragon Heart?" Tanya Shika.


"Ya, aku dari sana." Lein mengangguk.


"Wah kebetulan sekali!" Gongyo berteriak.


"Hahaha, kamu tidak tahu situasi nya ya... Kami dari Universitas Greenville." Jawab Shika tertawa.


"Universitas Greenville?" Lein mencoba mengingat-ingat.


"Kamu tidak tahu? Universitas Greenville dan Dragon Heart adalah musuh bebuyutan..." Balas Shika.


"Hm.. Sepertinya begitu...." Lein ingat bahwa ada nama Universitas Greenville.


Namun Lein tidak tahu mengapa Universitas Dragon Heart dan Greenville memiliki hubungan seperti itu.


"Oct, tanya kepada Presiden Brynn mengapa hubungan Universitas Dragon Heart dan Greenville adalah musuh bebuyutan." Lein menggunakan transmisi suara kepada Octiorb.


Transmisi suara seharusnya tidak bisa digunakan untuk menghubungi orang yang ada diluar Hutan Oxtara, namun Lein berbeda.


Octiorb masih terhubung dengan Lein meskipun ia berada di dalam boneka humanoid.


Lein masih bisa memanggil Octiorb untuk langsung muncul atau menghubungi Octiorb lewat transmisi suara dengan mudah.


Lein menyuruh Octiorb untuk berada disamping Presiden Brynn dengan agar ia bisa dengan bebas bertanya kepada Presiden Brynn.


Dan juga agar Lein bisa meminta tolong Octiorb untuk mencarikan ia sebuah informasi bila diperlukan.


...----------------...


"Presiden, Lein bertanya kepada mu...." Octiorb mengatakan apa yang Lein katakan kepada Presiden Brynn.


"Katakan padanya, itu karena pendiri kedua universitas adalah sahabat yang mencintai wanita yang sama,"

__ADS_1


"Kemudian mereka berebut wanita itu dan pendiri Universitas Dragon Heart yang mendekat hati wanita itu."


"Lalu pendiri Universitas Greenville kesal dan selalu membicarakan hal buruk mengenai Universitas Dragon Heart agar murid-murid nya membenci kita."


Presiden Brynn mengatakan alasan mengapa kedua universitas adalah musuh bebuyutan.


"...Baiklah." Meskipun Octiorb sedikit terkejut, ia tetap menyampaikan apa yang Presiden Brynn katakan kepada Lein.


...----------------...


"Hah? Karena itu?" Lein tidak menyangka penyebab adalah hal konyol seperti itu.


"Tapi...Karena hubungan kedua universitas adalah musuh bebuyutan, aku jadi bebas menyerang mereka tanpa khawatir merusak hubungan..." Lein menyeringai.


Karena dari awal Shika dan yang lain mengenal nya, Lein mengira bahwa Universitas Greenville memliki hubungan yang baik dengan Universitas Dragon Heart.


"Mengapa kamu menyeringai!?" Teriak Gongyo.


"Ah maaf. Itu karena aku melihat mu yang mana membuatku ingin tertawa..." Jawab Lein dengan nada mengejek.


"Apa katamu!?" Gongyo menjadi marah dan segera menerjang Lein.


Lein hanya berdiri diam ditempat nya dan menunjukkan ekspresi tersenyum tanpa rasa takut sekalipun.


"Gongyo hati-hati!" Shika menyadari ada sesuatu yang tidak beres.


"Oh kamu menyadari nya? Namun itu sudah terlambat..." Lein kagum dengan mata Shika yang tajam dan responnya yang cepat.


Saat Gongyo mendekati Lein, tanah dibawah nya bergetar dan kemudian muncul akar tumbuhan yang tajam menyerang Gongyo.


"Kugh!" Gongyo menyilangkan kedua tangan nya untuk bertahan.


Namun akar tumbuhan itu sangat tajam bahkan sanggup untuk menggores armor tebal yang dipakai oleh Gongyo.


"Wah wah, ini pertama kalinya aku menggunakan sihir tumbuhan. Hasilnya lumayan bagus..." Lein bertepuk tangan.


"Semuanya hati-hati! Dia adalah orang yang kuat, meskipun aku yakin kita akan menang, tapi jangan meremehkan nya agar tidak menimbulkan kerugian yang tidak perlu."


Shika memberikan instruksi kepada keempat rekan nya seperti seorang kapten regu.


"Baik!" Keempat rekan nya menjawab dan segera menempati posisi masing-masing.


Gongyo mundur ke sebelah Shika dan kemudian ia mengeluarkan perisai satu tangan dan kapak satu tangan nya.


Ketiga wanita ututu Fumi, Lina, dan Rika beras di belakang Gongyo dan Shika, mereka bertiga juga bersiap-siap.


Fumi memegang staff kecil milk nya dan bersiap untuk mengeluarkan sihir penyembuhan untuk jaga-jaga jika rekan-rekan nya terluka.


Lina memegang busur di tangan kirinya dan memasang anak panah yang ia tarik dengan tangan kanan nya bersiap membidik Lein.


Rika memegang staff penyihir miliknya dengan kedua tangan dan sudah membacakan mantra serangan untuk menyerang Lein.


Dan terakhir Shika, ia mengeluarkan kedua pisau nya dan melakukan kuda-kuda untuk menyerang Lein.


"Heh... Kalian akan menyerang dengan sekuat tenaga ya..." Ucap Lein tersenyum..


"Hah! Setelah ini kamu tidak akan bisa lagi tersenyum!" Ucap Gongyo dengan nada arogan.


"Bersikap arogan itu tidak baik lho" Lein menggunakan sihir terbang dan ia juga bersiap untuk pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2