Analysis Eye

Analysis Eye
Memulai Aksi


__ADS_3

Jika masuk dari gerbang timur, maka akan melewati hutan kecil yang ada di dalam universitas dragon heart.


Lein segera menuju hutan itu untuk bersembunyi dan mengamati orang-orang Keluarga Barqi yang akan datang.


Lein berlari dengan menghindari kamera pengintai dan juga menghindari para mahasiswa yang masih berkeliaran di sekitar.


Lein lalu mencari pohon besar yang tinggi dan tertutup oleh ranting dan daun yang lebat agar tidak ketahuan oleh orang-orang Keluarga Barqi.


Lein juga mengambil mayat hewan dari inventory dan membuang nya ke sekitar hutan untuk menyamarkan bau dan kehadiran nya.


Karena pasti orang-orang keluarga Barqi yang mengawal artefak adalah orang kuat, dan pastinya indera mereka akan sangat sensitif.


Lein dengan sabar menunggu, karena saat ini masih jam 7 malam dan menurut informasi mereka akan datang jam 9 malam.


Lein bosan, dan ia mengatai rasa kebosanan itu dengan berlatih dragon dance. Tentu saja bukan berlatih pergerakan, tetapi berlatih pernapasan.


Lein sebenarnya ingin berlatih menggunakan sihir. Namun karena Lein adalah petarung jarak dekat jadi ia harus menyeimbangkan stat nya.


Oleh karena itu Lein harus membuat atau mendapatkan sesuatu yang dapat menyimpan mana di dalam tubuh.


...----------------...


Jam 9 malam.


Lein merasakan banyak sekali mana orang kuat yang mendekati gerbang timur universitas.


Lein lalu menghentikan latihan nya dan menenangkan pikiran nya. Lein menempatkan diri ke posisi yang menurut nya aman dan nyaman.


Lein tidak menggunakan observasi mana karena orang-orang itu pasti akan menyadari nya.


Jadi Lein hanya berfokus untuk menghilangkan kehadiran nya untuk bersembunyi dengan aman tanpa ketahuan.


Orang-orang barqi mulai memasuki pandangan Lein. Mereka mengendarai 3 mobil. Mobil depan dan belakang seperti nya adalah mobil para mengawal.


Dan mobil di tengah adalah mobil pick up yang sedang membawa sesuatu. Yang pasti mobil di tengah adalah mobil yang membawa Artefak.


"Namun aneh, mengapa mereka menggunakan mobil pick up. Dan mengapa mereka menutup nya dengan kain." Lein memperhatikan sesuatu yang aneh.


"Analisa sesuatu yang dibawa mobil itu." Lein menggunakan analisa nya


[ analisa berlangsung ]

__ADS_1


[ kandang monster yang menggunakan sihir pengekang ]


"Kandang monster? Jadi mereka mengirim Artefak atau monster?" Lein tambah bingung dengan situasi saat ini.


"Jangan-jangan mereka mengirim keduanya?" Lein berpikir seperti itu.


"Jika memang seperti itu, aku pasti nya tidak bisa mencuri keduanya. Itu akan sangat sulit." Lein berpikir sebentar.


"Terserah, aku akan mengambil sesuai kesempatan saja." Lein tidak berpikir lebih lebih lanjut.


Lein lalu melihat dan menganalisa para pengawal. Para pengawalnya rata-rata berlevel 40, Lein tidak masalah menghadapi mereka.


Namun tujuan rencana ini adalah untuk mencuri artefak. Jika mengambil langkah yang tidak perlu, nantinya akan meninggalkan jejak.


Dan ada alasan lain mengapa Lein tidak mau menghadapi mereka. Itu karena mereka adalah ahli pertahanan.


Tubuh mereka tidak kekar maupun berotot. Mereka gemuk dengan banyak lemak. Kemungkinan besar jika menyerang mereka, serangan itu akan dinetralisir oleh lemak mereka.


Musuh tipe bertahan yang paling sudah dikalahkan adalah musuh yang bisa menetralkan serangan, bukan musuh yang memiliki kulit keras.


Jika itu kulit keras, maka pakai saja serangan yang bisa menghancurkan kekerasan itu, dan jika kulit nya tertembus maka akan mudah mengalahkan nya.


Lain cerita jika menetralkan serangan. Musuh tidak akan menerima damage yang karena serangan dinetralkan, atau paling tidak musuh hanya akan menerima sedikit damage.


Jika hanya ada satu atau dua maka tidak masalah. Namun mereka ada banyak sekitar 20 orang. Lein masih ingin hidup dan ia juga tidak mau mati karena keluarga Barqi.


...----------------...


Lein tetap mengamati, dan saat rombongan mobil semakin dekat, Lein mengambil tindakan.


Lein lalu mengeluarkan sebuah tombol dan menekan nya.


*Boom (suara ledekan)


Ledakan berasal dari arah yang berlawanan dari Lein. Mereka dari gerbang timur dan posisi Lein sedikit ke arah selatan. Arah yang berlawanan dari Lein berarti sedikit ke arah Utara.


Rombongan mobil berhenti dan beberapa pengawal turun dengan ekspresi waspada.


Lein memang sudah menyiapkan bom ini. Sebuah bom sederhana yang sebenarnya hanyalah petasan. Namun dengan analysis eye, Lein berhasil mengubah petasan menjadi bom.


Setengah dari pengawal yaitu 10 orang turun dan pergi ke arah bom itu meledak. 10 sisa nya turun dan berjaga-jaga disekitar mobil pick up.

__ADS_1


"Seperti yang diharapkan dari pengawal terlatih." Namun Lein sudah menduga hal seperti ini.


Lein lalu merencanakan rencana kedua nya. Lein mengeluarkan sebuah botol dari inventory nya. Botol itu berisi cairan berwarna hitam pekat, dan fungsi cairan itu adalah untuk mengundang monster.


Bagi manusia, bau ini sangat menjijikan. Namun bagi monster, bau ini sangat enak. Oleh karena itu monster akan berdatangan setelah mencium bau cairan ini.


Lein melempar botol itu dengan menggunakan mana di lengan nya. Lein tidak melempar ke lokasi kosong di hutan, namun Lein melempar ke arah rombongan mobil.


*Crang (suara kaca pecah)


"Ugh, apa-apaan ini!" Pengawal yang mencium bau cairan hitam itu menutupi hidung nya.


"Sial, siapa yang melakukan hal ini!?" Pengawal lain melihat-lihat


*Roar (suara binatang buas/monster)


Suara-suara monster datang dari segala arah di hutan. Setelah suara itu terdengar, terjadi getaran yang membuat pijakan goyah.


"Monster!?" Pengawal terkejut melihat sesuatu yang datang dari semak-semak


Para pengawal lain nya juga ikut terkejut. Mereka sekarang sedang dikepung oleh monster-monster ganas yang siap melahap mereka.


Sebenarnya monster-monster itu tidak tertarik dengan para pengawal. Mereka hanya tertarik dengan bau cairan hitam yang Lein lempar.


"Sial! Semuanya! Aktifkan skill pertahanan kalian!" Salah satu pengawal berteriak keras


Para pengawal yang lain menjadi sadar dan mereka satu persatu mulai mengaktifkan skill pertahanan mereka.


Mereka juga mengeluarkan senjata pistol mana dari pakaian mereka. Karena mereka adalah ahli pertahanan dan tidak memiliki skill menyerang.


Mereka menyerang menggunakan pistol mana yang dapat diaktifkan menggunakan mana.


Para monster yang tadinya mengabaikan para pengawal melihat mereka mengeluarkan senjata. Para monster menjadi terancam dan mereka mulai menargetkan para pengawal.


Tanpa basa-basi, para monster menyerang para pengawal dengan niat membunuh. Niat membunuh monster biasa nya lebih mengerikan dari pada manusia.


Karena monster ataupun binatang selalu hidup di tempat yang menjunjung tinggi kekuatan. Mereka selalu hidup dalam aturan 'hutan rimba'.


...----------------...


Tempat persembunyian Lein.

__ADS_1


"Para monster tidak cukup untuk menghabisi para pengawal. Namun itu sudah cukup untuk membuat mereka kesusahan." Lein mengamati situasi pertempuran.


"Dan aku akan memanfaatkan kelengahan mereka lalu mencuri artefak nya, Kekeke." Lein menyeringai jahat.


__ADS_2