Analysis Eye

Analysis Eye
Kerja Sama telah Dibuat


__ADS_3

Setelah itu Unim sadar bahwa ia telah menyerang seseorang, namun sudah terlambat untuk kabur karena polisi sudah datang.


"Sial, masalah kali ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan membayar kompensasi." Tubuh Unim menjadi lemas saat ia melihat petugas polisi datang.


Polisi datang dengan cepat bukan karena mereka melihat video yang telah diunggah oleh orang-orang melainkan karena memang ada satu orang yang memanggil polisi.


Saat mereka datang, mereka melihat bahwa ada Unim yang tubuhnya sudah lemas karena panik dan dengan pandangan kosong.


Mereka segera membawa Unim dan kedua pengawal nya ke dalam mobil dan bertanya kepada orang-orang bagaimana kejadian pasti nya.


Orang-orang segera memberitahu bahkan mereka juga menunjukkan bukti yang berupa video yang telah mereka rekam.


Petugas polisi segera menghampiri lokasi Lein saat menabrak kios tadi namun mereka tidak melihat siapapun disana.


Mereka kebingungan dan berusaha mencari kemana-mana namun tetap tidak menemukan nya.


Salah satu petugas polisi yang sudah tua memberi instruksi untuk segera membawa Unim ke kantor polisi dan menyuruh beberapa tugas untuk tetap di lokasi.


...----------------...


"Semuanya telah diselesaikan, nyonya." Lein dan Octiorb sudah berada di ruang 606.


"Kerja bagus, kalian berdua." Angguk Abelia.


"Terimakasih." Lein dan Octiorb menganggukkan kepala mereka.


"Petugas polisi pasti telah melihat unggahan nya dan masalah ini tidak akan berkahir jika mereka tidak menghukum Tuan Unim." Ucap Abelia kepada Bovug.


"Ya, aku tahu. Seperti yang dikatakan oleh pengawal mu, pihak berwenang pasti akan menghukum Tuan Unim karena mereka tidak mau membuat masyarakat marah." Angguk Bovug.


"Kalau begitu karena masalah nya sudah diatasi, mari kita lanjutkan pembicaraan serius kita." Abelia menjadi serius.


"Ya, ayo kita bahas yang yang belum kita selesaikan tadi." Bovug juga menjadi serius.


Mereka berdua kemudian membahas mengenai kerja sama mereka dengan serius karena masalah yang mengganggu sudah diselesaikan.


Mereka juga membahas secara detail dan spesifik apa saja hal yang perlu dan apa yang tidak perlu dalam kerja sama mereka.


Lein, Octiorb, dan pengawal Bovug tetap berdiri diam tanpa menggangu pembicaraan mereka berdua.


Namun Lein sesekali juga menawarkan Abelia minum karena tenggorokan nya pasti akan kering karena terus-menerus berbicara.


Pengawal Bovug melihat tindakan Lein dan segera melakukan hal yang sama yaitu menawarkan minum kepada Bovug.


...----------------...


"Terimakasih atas kerja keras anda nyonya, selamat bekerja sama." Bovug berdiri dan mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


"Terimakasih juga, selamat bekerja sama." Angguk Abelia dan kemudian mereka berjabat tangan.


"Kalau begitu kami undur diri, apakah anda ingin turun bersama?" Ucap Abelia.


"Ah tidak. Aku masih memiliki urusan yang harus diselesaikan." Bovug menggelengkan kepala nya.


"Urusan? Apakah ini terkait dengan Tuan Unim?" Tanya Abelia.


"Iya, benar. Tapi tidak masalah, hanya urusan kecil." Jawab Bovug.


"Kalau begitu baiklah, tolong jangan memaksakan diri anda." Abelia kemudian keluar dari ruangan.


Mereka bertiga berjalan memasuki lift dan turun. Setelah itu mereka keluar dari gedung restoran dan berjalan-jalan sebentar.


"Lein, apakah kamu sudah memesan kamar hotel?" Tanya Abelia.


"Ah maaf nyonya, itu adalah tugas Octiorb." Jawab Lein.


"Sudah aku pesan nyonya. Apakah kita akan langsung ke sana?" Tanya Octiorb.


"Hm, tidak" Abelia menggelengkan kepala nya.


"Mari kita berjalan sebentar dan aku juga ingin mencoba beberapa makanan khas Ras Dwarf." Lanjut Abelia.


"Baik." Balas Octiorb.


"Baik, nyonya." Lein dan Octiorb mengangguk.


Mereka bertiga kemudian berjalan-jalan tanpa tujuan sambil berbincang-bincang. Mereka sesekali juga membeli makanan dari kios kecil.


...----------------...


"Ah, akhirnya aku bisa beristirahat." Ucap Octiorb yang sudah terbaring di kasur.


"..." Lein hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala nya.


Mereka berdua saat ini sudah berada di hotel yang Octiorb pesan dan kamar Abelia berada di sebelah kamar mereka berdua.


"Tapi, mengunjungi Benua Dwarf memang menyenangkan ya." Ucap Octiorb.


"Benar, Meskipun ada ras selain manusia di Ibukota Negara Easthold, tetapi mereka kebanyakan sudah tinggal lama disana."


"Jadi aura mereka sudah seperti manusia yang membuat ku tidak bisa merasakan perbedaan nya dan tidak membuat ku tertarik juga."


"Namun berbeda dengan disini, aku bisa merasakan suasana yang berbeda yang menyenangkan." Ucap Lein.


"Benar, benar! Apalagi makanan yang dijual para dwarf itu juga sangat lezat! Dan kata mereka, mereka menggunakan bahan yang berbeda dengan manusia bukan?"

__ADS_1


Octiorb berkata sampai mengeluarkan air liur nya karena membayangkan makanan lezat yang ia beli sebelumnya.


"Benar, aku juga terkejut." Angguk Lein.


Karena para dwarf banyak yang menggunakan bumbu-bumbu yang mereka tambang di penambangan.


Benar, bumbu-bumbu itu berasal dari batu atau lebih tepatnya berasal dari sebuah kristal yang memiliki rasa yang berbeda-beda.


Kemudian para dwarf membersihkan kristal itu lalu menghaluskan nya sampai menjadi bubuk dan terlihat seperti bumbu pada umumnya.


Jadi meskipun garam manusia, garam mermaid, garam dwarf adalah bumbu yang sama, namun cara mereka mendapatkan nya berbeda.


Yang pasti nya rasa dari garam tersebut juga sangat berbeda. Itulah yang membuat makanan disini sangat lezat.


"Hm, kurasa aku harus membawa beberapa kristal bumbu sebagai oleh-oleh untuk Liza."


"Aku juga ingin membuat beberapa hidangan dengan menggunakan bumbu dwarf." Pikir Lein.


Mereka berdua kemudian berbincang-bincang mengenai keunikan lain yang ada di Benua Dwarf ini.


...----------------...


Kamar Abelia.


"Ya, aku tahu, jangan khawatir. Aku sudah menyelesaikan kerja sama nya." Abelia kemudian menutup telepon.


Abelia kemudian membuat teh hangat yang sudah disediakan beberapa kemasan teh yang bervariasi oleh pihak hotel.


Abelia membawa teh itu ke meja di dekat jendela dan menaruhnya. Abelia duduk dan mengeluarkan sebuah lempengan logam kecil.


Saat Abelia menyentuhnya dengan jari telunjuk kanan, tiba-tiba saja ada hologram yang muncul dari lempengan logam kecil tersebut.


Ternyata itu adalah laptop berbentuk hologram yang bisa berukuran kecil dan bisa dibawa kemanapun.


Abelia kemudian mengetik di keyboard laptop hologram tersebut dan yang ia ketik adalah sebuah artikel berita.


"Hm, tidak, ini masih kurang menarik untuk dibaca."


"Warnanya kurang cerah, bagus, yang ini saja."


"Ukuran tulisan nya sudah cukup dan bisa dibaca oleh semua orang."


"Untuk judul, bagaimana yang bagus... Ah, begini saja."


Ternyata Abelia sedang membuat artikel berita mengenai keberhasilan kerja sama Kota Laville dengan Negara Filaria di Benua Dwarf.


Abelia berniat ingin menerbitkan artikel yang ia buat setelah sampai di Kota Laville besok.

__ADS_1


Saat ini, Abelia malah seperti seorang jurnalis dari medis massa, bukan seorang perwakilan Kota Laville atau Istri Walikota Collin.


__ADS_2