
Globsys yang kesakitan sekarang mencapai puncak amarah. Ia kemudian mengangkat semua tentakel nya dan ada perubahan di langit.
"Tidak hanya air, tetapi juga cuaca..!?" Lein membelalakkan matanya.
Langit yang sudah gelap karena malam hari sekarang menjadi lebih gelap. Awan-awan berkumpul di atas Globsys dan membentuk sebuah gumpalan awan yang mencekam.
Awan-awan itu bahkan bergemuruh lebih keras dibandingkan saat Lein menggunakan sihir petir Thunderstorm sebelumnya.
"Liza, bertahanlah, sebentar lagi mungkin bala bantuan akan tiba." Ucap Lein kepada Liza.
"Ya...Aku akan berusaha..." Jawab Liza dengan napas terengah-engah.
"Pulihkan dirimu terlebih dahulu, aku yang akan mengulur waktu." Lein langsung terbang mendekati Globsys.
Lein terbang sambil menghindari semburan air yang masih menyembur dan mencoba untuk mendekati Globsys.
Disisi lain, Isolda membawa Liza dan terbang menjauh dari jangkauan serangan Globsys agar Liza bisa memulihkan dirinya.
"Berhati-hatilah Lein..." Ucap Liza lirih kemudian ia memulihkan mana nya.
Lein mencoba mendekati Globsys namun itu sangat sulit karena semburan air di dekat Globsys sangat banyak dan lebih kuat.
"Aku bisa membuat jalan, tetapi tidak ada yang menyerang nya karena Liza sedang memulihkan diri." Lein terbang sambil memikirkan sebuah cara.
"Divine Power : Infinite Power." Teriak Lein.
Kekuatan tidak terbatas bukan berarti asli tidak terbatas, hanya saja kekuatan Lein saat ini hampir mendekati tidak terbatas.
Mendapatkan kekuatan yang hampir tidak terbatas dengan bayaran tubuh dan mental pengguna nya, namun bagi Lein yang memiliki regenerasi, itu tidak terlalu berguna.
Hanya saja mental Lein mungkin tidak akan bisa menahan tekanan dari kekuatan itu yang menyebabkan Lein hanya bisa menggunakan kekuatan ini selama 10 menit.
Jika bayaran nya hanyalah tubuh pengguna nya saja, maka Lein bisa dengan bebas menggunakan kekuatan tidak terbatas ini karena memiliki kemampuan regenerasi.
"Ha..!!!" Teriak Lein.
Lein terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Globsys dan menyerang semua semburan air untuk membuka sebuah jalan.
"Terlihat!" Lein melihat tubuh Globsys.
"Dragon Language : Twin Lightning Dragons!" Lein menciptakan sebuah serangan berbentuk naga petir kembar.
"Serang..!!" Lein memancarkan naga petir kembar ke arah Globsys.
Lein juga menciptakan beberapa bola petir dan melemparkannya ke arah semburan air yang akan menghalangi jalan serangan naga petir kembar.
"Wargh..!!" Globsys terkena serangan Lein.
"Masih belum.!" Lein terbang sampai dekat dengan Globsys.
Lein menempelkan kedua telapak tangan nya ke kulit Globsys yang lengket dan kasar kemudian ia bersiap menyerang lagi.
__ADS_1
"Dragon Language : Lightning Punishment." Ucap Lein.
Hukuman Petir yang kekuatan nya seperti bencana alam ditambah saat ini Lein sedang dalam mode kekuatan tidak terbatas.
Membuat kekuatan Lightning Punishment menjadi lebih mengerikan dan kekuatan petir itu masuk kedalam tubuh Globsys.
Globsys berteriak kesakitan karena kali ini tubuh bagian dalam nya yang terkena serangan petir dan organ-organ nya berasa terbakar.
"Lagi! Dragon Language : Lightning- !! " Lein tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena saat ini beberapa tentakel sedang menuju ke arah nya.
"Sial, lari!" Lein segera mengurungkan niat nya untuk menyerang dan fokus untuk menghindar tentakel Globsys.
Lein kesulitan untuk menghindari semua tentakel nya karena ukuran nya yang sangat besar dan juga kecepatannya yang tidak sesuai dengan ukuran nya.
Lein saat ini sedang dalam posisi yang sulit, ia ingin terbang keluar namun ada pusaran air yang sepertinya lebih banyak daripada sebelumnya.
Jika Lein menghindari di dalam sini, maka ia perlu menghindari semua tentakel Globsys yang ukuran dan kecepatan nya tidak masuk akal.
"Kalau begitu, mari buat ledakan yang mesar!" Pikir Lein.
"Dragon Language : Lightning Explosion." Teriak Lein.
Lein menciptakan sebuah bola petir yang menyelimuti tubuh nya kemudian ia meledakkan bola petir itu ke sekitar yang menyebabkan ledakan yang dahsyat.
*BOOM!
...----------------...
"Tolong tunggu sebentar lagi!" Liza memulihkan dirinya.
...----------------...
"Meski sudah menggunakan kekuatan yang hampir tidak terbatas, tubuh ku masih bisa merasakan dampaknya, bahkan otak ku mulai memberontak." Batin Lein.
Selagi Globsys kesakitan, Lein segera terbang menjauhi nya dan terbang menuju lokasi Liza.
"Bagaimana tubuh mu?" Lein datang menghampiri Liza.
Lein saat ini sudah menonaktifkan kekuatan tidak terbatas nya karena ia tahu masih banyak waktu yang dibutuhkan untuk bala bantuan tiba dan Lein berpikir ia tidak boleh tumbang sekarang.
"Sudah pulih." Jawab Liza.
"Bagus, bisakah kita melakukan serangan yang sama seperti sebelumnya?" Tanya Lein.
"Aku bisa." Angguk Liza.
"Baiklah, aku akan membukakan jalan sekali lagi." Lein terbang ke arah Globsys namun tidak mendekati nya.
"Dragon Language : Gravity Dome!" Teriak Lein.
Sama seperti sebelumnya, Lein membuat kubah gravitasi yang menghalangi semburan air dan membuat sebuah jalan untuk menyerang Globsys.
__ADS_1
"Untuk sekali lagi, aku pinjam wujud naga mu, Leviarves!" Liza membuat tiruan Leviarves lagi.
Kemudian Liza melancarkan serangan yang berbentuk naga Leviarves itu ke arah Globsys lewat jalan yang sudah dibuat oleh Lein.
Dan untuk kedua kali nya, Globsys terkena serangan yang sama dan berteriak kesakitan.
Namun kali ini, Lein dan Liza sedikit ceroboh. Karena di belakang mereka sudah ada banyak sekali tentakel yang akan menyerang mereka.
"Sial, Isolda! Liza! Menghindar!" Teriak Lein dengan nada panik.
Meskipun Lein berkata begitu, meskipun mereka ingin menghindar, mereka semua tahu bahwa itu sudah terlambat.
Pada akhirnya, mereka semua terkena serangan tentakel Globsys dan terhempas jauh di udara.
Lein dan Liza memuntahkan banyak sekali darah dari mulut mereka, dan bahkan Isolda yang seekor naga juga terluka parah ditubuh nya.
Mereka bertiga jatuh ke bawah karena mereka terluka parah dan tidak bisa mempertahankan sihir terbang dan Isolda juga tidak bisa mengepakkan sayapnya.
Lein adalah yang pertama sadar karena ia memiliki kemampuan regenerasi dan tubuh nya sudah menyembuhkan diri.
"Hah...Hah..." Napas Lein terengah-engah.
Lein segera menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Liza dan Isolda.
Kemudian saat Lein akan membangunkan mereka berdua, Lein merasakan hawa kehadiran dari jarak jauh.
"Bala bantuan sudah tiba." Lein tersenyum lega.
"Isolda, kembalilah ke wujud kalung." Lein menyuruh Liza untuk kembali ke wujud kalung.
Isolda bangun kemudian ia mengubah wujudnya menjadi kalung dan beristirahat dengan tenang.
Lein melepaskan sihir terbang Liza dan menggendong nya dengan gendongan putri dan turun kebawah kemudian Lein berdiri di atas air.
Lein tidak diserang oleh Globsys karena dia sedang kesakitan dan berusaha untuk menyembuhkan diri dengan kemampuan regenerasi nya.
Setelah menunggu beberapa saat, muncul cahaya dari arah belakang Lein. Kemudian cahaya itu menjadi banyak dan terdengar suara deru mesin.
Ternyata bala bantuan dari Kota Filaris sudah datang dan semua orang saat ini sudah bersiap-siap untuk menyerang Globsys.
...----------------...
"Walikota, ada seseorang yang sedang berdiri di atas laut!" Teriak orang yang bertugas melihat sekitar.
"Orang!? Dimana!?" Walikota segera melihat ke arah depan.
"Dua orang? Itu artinya, mereka berdua adalah orang yang telah mengorbankan diri mereka untuk mengulurkan waktu bagi kami." Batin Walikota.
"Tambah kecepatan! Segera selamatkan kedua orang itu! Mereka berdua adalah orang yang telah mengulur waktu untuk kita datang!" Teriak Walikota.
"Ya!" Jawab semua orang secara serempak.
__ADS_1