Analysis Eye

Analysis Eye
Pistol Artefak dan Alat Penyembur Api


__ADS_3

"Bagus, lokasi ini sudah tepat, tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu pinggir." Lein melirik ke arah sekitar nya.


Lein diam-diam mengeluarkan alat perekam suara dan menyalakan nya lalu ia menaruh nya di tas kecil di pinggang nya.


"Hagas, aku tidak menyangka kalau kamu akan menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh ku, apakah kamu tidak malu?" Lein menyipitkan mata nya.


"Malu? Untuk apa aku malu. Karena tidak akan ada yang tahu kalau aku menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh mu."


"Meskipun sangat disayangkan kalau mereka gagal, namun itu wajar karena aku menyewa pembunuh yang lemah, hahaha!" Hagas tertawa dengan keras.


"Padahal kamu ini merupakan salah satu petinggi SID, organisasi pahlawan. Bisakah aku tahu mengapa kamu melakukan banyak perbuatan buruk?" Lein memang penasaran.


"Yah, akan aku beritahu karena sebentar lagi kamu juga akan mati di tangan ku." Hagas menyeringai.


"Alasan aku melakukan banyak perbuatan seperti itu ya sudah jelas untuk kesenangan pribadi!"


"Aku korupsi untuk mendapatkan banyak uang, menyuap petugas polisi agar urusan nya cepat selesai, memperlakukan bawahan seenaknya karena aku ini adalah atasan mereka..."


"Namun sku menyuruh menggugurkan kandungan wanita yang hamil itu karena aku tidak ingin Elwin memiliki anak dari wanita murahan."


"Setidaknya dia harus seperti ku ini! Dia harus bisa mendaki ke posisi yang lebih tinggi!" Teriak Hagas dengan mata penuh ambisi.


"Heh... Ambisi yang sangat besar ya..." Lein sedikit kagum dengan ambisi Hagas yang besar.


"Tentu saja, itu harus. Jika kamu hidup tanpa ambisi yang besar, maka kamu tidak akan mendapatkan apapun kecuali kehampaan." Ucap Hagas.


"Meskipun sifat dia ini busuk, tetapi aku tidak menyangka kalau dia bisa mengucapkan kalimat yang bagus." Batin Lein.


"Tapi yah.. Bagaimana bisa kamu begitu percaya diri kalau kamu bisa membunuh ku? Kamu ini mendapatkan jabatan petinggi SID karena otak mu." Ucap Lein dengan nada malas.


"Tentu saja dengan artefak!" Hagas mengeluarkan pistol dari inventory nya.


Pistol itu memiliki ukuran standar dan memiliki warna hitam gelap. Namun ada sebuah tulisan berwarna emas yang sepertinya adalah tulisan rune.


"Analisa." Lein menganalisa pistol yang dipegang oleh Hagas.


[ analisa berlangsung ]

__ADS_1


[ Pistol Artefak (buatan)


rank : tinggi


Sebuah pistol yang merupakan artefak buatan yang menirukan perpaduan desain pistol modern dengan bahasa rune ]


"Hah...Ternyata hanya artefak buatan yang lemah, aku sangat kecewa." Batin Lein.


"Lalu pertanyaan terakhir, mengapa kamu ingin membunuh ku?" Lein sangat penasaran.


Meskipun mereka berdua memiliki hubungan yang buruk, namun seharusnya hanyalah Lein yang memiliki keinginan untuk membunuh Hagas.


Hagas menganggap Lein adalah orang miskin yang rendahan, jadi Lein penasaran mengapa Hagas ingin membunuh nya.


"Alasan? Apakah aku perlu alasan untuk membunuh mu, seorang remaja yang mengganggu pemandangan?" Ucap Hagas dengan senyum sinis.


"Mengganggu pemandangan ya, itu berarti kamu ingin membunuh ku karena alasan personal." Lein menganggukkan kepala nya.


"Karena semua rasa penasaran ku telah terpenuhi, ayo kita mulai. Jangan anggap kalau aku ini kejam, aku hanya membela diri karena kamu berencana untuk membunuh ku!" Lein menghilang dari tempat nya.


Hagas segera menggunakan kemampuan nya untuk mempercepat proses berpikir otak secara maksimal yaitu lima kali lipat lebih cepat.


Karena Hagas tahu kalau ia sampai gagal membunuh Lein, bisa dipastikan kalau Lein akan kabur dan melaporkan hal ini kepada SID.


Jika itu terjadi, maka SID akan segera mengambil tindakan yang membuat nya akan dipecat atau dipenjara atau bahkan di bunuh.


Hagas saat ini belum melihat unggahan dokumen terakhir yang Lein unggah setelah dokumen yang berisi Elwin menggunakan obat-obatan terlarang.


Oleh karena itu Hagas tidak mengetahui kalau masyarakat dan para petinggi SID lainnya sudah mengetahui kalau Hagas telah melakukan korupsi.


"Ketemu kamu dasar tikus!" Hagas menembak ke arah jam 2 dari posisi nya.


"!! - itu hanya after image? Lalu seberapa cepat ia bergerak?" Hagas mengerutkan kening nya.


Hagas kemudian mencoba lebih berkonsentrasi untuk menemukan lokasi Lein yang pasti karena Lein berpindah tempat dengan sangat cepat.


Lein memang menggunakan teknik gerakan kaki nya, oleh karena itu Hagas tidak bisa mengikuti arah gerakan Lein selanjutnya.

__ADS_1


Hagas terus menerus menembak peluru mana dengan pistol nya ke arah yang sudah diprediksi namun Lein tetap saja lebih cepat dari Hagas.


"Sialan, apakah anak itu keturunan dewa atau bagaimana!? Gerakan nya sangat cepat sampai otak ku tidak bisa memprediksi gerakan selanjutnya." Umpat Hagas di dalam hatinya.


Hagas menghentikan tembakannya, ia mengeluarkan sesuatu lagi dari inventory nya. Sesuatu itu merupakan granat modern yang bentuk nya sedikit lebih besar.


"Granat!? Apakah dia berencana untuk meledakkan sekitar?" Lein berpikir itu mungkin saja.


Seperti yang Lein duga, Hagas mengeluarkan sekitar 5 granat dan melemparkan semua nya ke sekitar nya dan tidak peduli apakah mengenai Lein atau tidak.


Lein tentu saja bisa menghindari dampak dari ledakan granat dengan sangat mudah. Lein memanjat pohon dan berjongkok di dahan pohon sambil melihat ke arah Hagas.


"Apakah tidak kena? Kalau begitu..." Hagas mengeluarkan sesuatu lagi dari inventory nya.


Kali ini Hagas mengeluarkan sebuah tas ransel yang terlihat modern. Hagas memakai nya di punggung nya dan tiba-tiba saja tas itu berubah menjadi alat penyembur api.


"Alat yang menarik, ini pasti karena dia merupakan salah satu petinggi SID, analisa." Lein segera menganalisa nya


[ analisa berlangsung ]


[ Semburan Api (terbaru)


rank : menengah


alat penyembur api yang diteliti oleh SID dan siap untuk diproduksi secara masal dan memberikan nya kepada seluruh petugas SID ]


"Oh, mereka menelisik sesuatu yang tidak hanya keren saja melainkan sangat berguna apalagi sekarang kita sedang berada di hutan." Lein tersenyum kecut.


Seperti yang sudah dipikirkan oleh Lein, Hagas segara membakar semua lahan, pohon, semak-semak dan yang lain yang berada di jangkauan penglihatan nya.


"Keluarlah dasar bocah sialan!" Teriak Hagas menyuruh Lein untuk tidak bersembunyi.


"Baiklah, dasar orang tua yang menyebalkan." Lein tiba-tiba saja berada di belakang Hagas dan menepuk bahu nya.


"Sial!" Hagas segera berbalik dan menambah daya rusak penyembur api namun sama seperti sebelumnya Lein bisa menghindari nya dengan mudah.


Lein muncul di samping kanan Hagas dan memukul pinggang kanan Hagas dengan kuat sampai terguling-guling di tanah.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan!? Lihat pakaian ku jadi basah dan kotor karena mu! Apakah kamu tidak tahu berapa harga dari semua pakaian ku ini hah!?" Teriak Hagas.


"Bisa-bisanya dia malah membicarakan mengenai pakaian nya setelah ia menerima serangan yang kuat di pinggang kanan nya." Batin Lein.


__ADS_2