
"Gelombang ketiga datang!" Seseorang berteriak.
Gemuruh datang dari Dark Mist kemudian mengeluarkan monster bertubuh gemuk dan besar. Monster itu membawa senjata berupa gada besi.
Kulit monster itu memiliki kulit berwarna ungu muda, dengan dua gigi taring yang keluar dari mulut nya. Monster itu memiliki sesuatu yang unik dari dirinya, yaitu memiliki satu mata.
Monster itu adalah...
Cyclops!
"Kali ini Cyclops ya.." Gumam Lein.
Lein terbang menuju tempat para pasukan berkumpul, ia lalu mendatangi jenderal Marcus yang sedang melihat pergerakan Cyclops.
"Jenderal, kapan bala bantuan akan tiba?" Tanya Lein.
".... Seseorang telah mengganggu sinyal komunikasi." Marcus menjawab dengan wajah suram.
"...Apakah sistem obrolan juga bermasalah?" Lein mengerutkan keningnya.
"Ya." Angguk Marcus.
"Sepertinya dalang dibalik ini tidak ingin kita menghubungi dunia luar ya.." Ucap Lein menyipitkan matanya.
"Apakah kamu tahu seseorang yang melakukan ini?" Marcus bertanya kepada Lein.
"Tidak perlu aku jawab, anda pasti sudah memikirkan siapa yang melakukan penyerangan terhadap Kota Els." Lein mengangkat bahu.
"Anarchy Order...." Jawab Marcus.
"Benar, sudahlah. Ayo kita lawan Cyclops nya terlebih dahulu." Lein terbang dan menuju garis depan.
"Jonas, bertarung lah. Cyclops memiliki pertahanan dan serangan yang seimbang, monster itu cocok untuk mu bertarung." Ucap Lein kepada Jonas melalui transmisi suara.
"Tentu saja bos, akhirnya... dua gelombang tadi hanyalah pemanasan." Jonas menyeringai.
"Haha, tentu. Mengamuk lah tapi jangan gunakan semua stamina mu." Ucap Lein.
"Aku tahu bos, karena mungkin masih ada gelombang keempat atau bos mereka akan keluar." Jonas mengangguk dengan serius.
"Benar, untuk saat ini gunakan saja setengah stamina." Ucap Lein.
Jumlah Cyclops yang keluar lebih sedikit dibandingkan dengan dua gelombang sebelum nya yang sangat banyak.
Kira-kira hanya ada sekitar 100 Cyclops yang keluar dari Dark Mist. Mungkin karena kesulitan nya bertambah jadi jumlah monster nya juga berkurang.
"Aku akan mencoba bertarung dengan tangan kosong kali ini." Lein pergi dan memancing satu Cyclops untuk mengikuti nya.
Satu Cyclops berhasil terpancing dan ia mengikuti kemana arah Lein pergi sampai Lein berhenti di tempat terpencil.
"Analisa." Lein menganalisa Cyclops didepannya.
__ADS_1
[ analisa berlangsung ]
[ Cyclops ungu
level : 40
seekor monster dengan pertahanan dan serangan yang seimbang ]
"Level 40, lumayan." Gumam Lein.
Lein mengeluarkan katana nya dan ia bergegas maju ke depan. Lein segera mengincar kaki kiri Cyclops.
Cyclops tahu niat Lein dan memblokir serangan Lein menggunakan gada besi nya.
"Kecerdasan sedang..." Pikir Lein.
Ya, benar. Tujuan Lein menyerang kaki Cyclops adalah untuk mengukur seberapa tinggi kecerdasan Cyclops yang keluar dari Dark Mist.
Lein mengubah arah nya, ia berlari memutari tubuh Cyclops dan melompat tinggi karena Lein mengincar tengkuk leher Cyclops.
Saat katana Lein menyentuh kulit nya, pedangnya tidak bisa menembus nya. Bukan karena kulitnya keras namun karena kulitnya elastis yang memantulkan serangan Lein.
"Sudah kuduga, tanpa mana aku sama seperti manusia biasa." Pikir Lein.
Karena dari awal Lein tidak menggunakan mana sama sekali di tubuhnya. Lein murni menggunakan kekuatan dan daya tahan tubuh untuk melawan Cyclops.
Cyclops berbalik dan mengayunkan gada nya dari atas untuk menyerang Lein.
"!!" Lein melebarkan matanya karena serangan Cyclops yang cepat.
Lein kemudian membelokkan serangan gada Cyclops ke arah kanan dan ia menggerakkan tubuhnya ke kiri.
Kemudian Lein menyerang lengan Cyclops secara bertubi-tubi di satu titik sampai menggores kulit nya dan memotong lengan Cyclops.
*wargh!
Cyclops berteriak kesakitan dan memegangi tangan nya yang putus.
"Heh, kita sama sekarang. Sama sama hanya memiliki satu tangan." Lein menyeringai.
*Wargh!
Cyclops menjadi marah dan mengambil gada besi nya, kamu menyerang Lein secara horizontal dari kiri ke kanan.
Lein melompat kecil untuk menghindari nya dan mendarat di gada Cyclops. kemudian ia melompat lagi untuk menyerang satu-satunya mata Cyclops.
*Wargh!!
Lein menusuk mata Cyclops dan mendorong nya sampai menembus kepala Cyclops. Cyclops sempat berteriak namun pada akhirnya mati.
"Hah..." Lein menghembuskan napas.
"Di latihan selanjutnya aku harus melatih tubuh ku." Ucap Lein sambil melihat pakaian nya yang kotor.
__ADS_1
"Sejak aku mendapatkan jantung naga, aku terlalu bergantung menggunakan mana dan sihir." Pikir Lein.
"Aku melawan satu Cyclops hanya untuk mengamati bagaimana tubuhku bertahan tanpa mana saat melawan monster."
"Sekarang, saatnya menghabisi Cyclops yang tersisa." Lein kembali ke medan pertempuran bergabung dengan Jonas.
"Yo, sudah berapa banyak Cyclops yang kamu bunuh?" Tanya Lein.
"Baru lima bos." Ucap Jonas yang pakaian nya dilumuri oleh darah Cyclops.
"Lima?" Lein tidak tahu harus senang atau sedih.
Senang karena perkembangan Jonas sangat pesat, sedih karena ia hanya membunuh satu sementara Jonas membunuh lima.
Lein menggeleng-gelengkan kepalanya tidak terlalu memperdulikan mengenai berapa banyak Cyclops yang ia bunuh.
Lein menyelimuti katana nya dengan mana kali ini. Karena saat ini bukanlah pertarungan yang sama seperti sebelumnya.
"Aku harus segera memulihkan lengan kanan ku..." Pikir Lein.
"Serang!" Teriak Lein.
Jonas maju ke depan dan memukul perut Cyclops dengan kedua tangan nya. Lein maju setelah itu dan menginjak punggung Jonas untuk melompat.
Lein memegang katana nya dengan erat dan menebas secara vertikal dari atas.
"Gaya ketiga : Tebasan gelombang Tsunami!" Lein berteriak.
Dampak dari serangan Lein membuat kulit Cyclops tidak bisa menahan nya dan akhirnya menembus kulit nya. Tubuh Cyclops terbelah menjadi dua.
"Lanjut!" Ucap Lein.
Kali ini Lein yang maju duluan, Lein berlari dengan tubuh condong ke depan. Lein memegang katana nya lalu ia menebas kaki kanan Cyclops.
Cyclops tidak sempat menangkis karena serangan Lein terlalu cepat. Karena Lein menggunakan mana, kaki kanan Cyclops terpotong.
Cyclops berteriak kesakitan dan ia jatuh berlutut. Jonas sudah berlari dan ia juga sudah bersiap-siap.
Jonas mengumpulkan kekuatan di tinju kanan nya, lalu ia memukul kepala Cyclops dengan sekuat tenaga sampai hancur.
Lein dan Jonas tidak seperti dulu yang Jonas adalah bertahan melindungi Lein dan Lein yang menyerang musuh.
Sekarang mereka berdua bekerja sama untuk saling menyerang dan bertahan, mereka saling mendukung tidak peduli apa peran mereka.
Dengan kerjasama mereka berdua, sekitar 20 Cyclops terbunuh sampai orang-orang kagum dengan kekuatan mereka berdua.
"Sepertinya ini pertarungan kita yang menyenangkan ya.." Ucap Lein dengan tubuhnya yang berlumuran darah Cyclops.
"Benar bos, pertarungan sebelumnya sangat membosankan." Jawab Jonas yang tubuhnya juga berlumuran darah Cyclops.
"Kekeke, istirahat sebentar dan biarkan orang-orang menyelesaikan Cyclops yang tersisa." Ucap Lein lalu ia duduk.
"Baik.." Jonas juga duduk.
__ADS_1
Lalu sekitar setengah jam kemudian, semua Cyclops telah berhasil dihabisi. Sekarang... saatnya gelombang selanjutnya yaitu gelombang keempat.