Analysis Eye

Analysis Eye
Rotten Bull


__ADS_3

Rotten Bull yang malang berjalan menuju arah suara yang tadi ia dengar.


Setelah Rotten Bull melewati semak semak, ia melihat sekeliling dan kebingungan karena tidak ada seorang, bukan, tidak ada satu pun mahkluk yang ada di sana.


Lein yang melihat Rotten Bull sedang kebingungan lalu bergerak sambil memegang ke dua pedang nya di tangan.


"Kesempatan! Incar kaki!" Ucap Lein dalam hati nya


Lein bergerak ke arah belakang Rotten Bull secara cepat namun tak bersuara, ia lalu mengayunkan kedua pedang nya ke arah kaki belakang Rotten Bull


Insting Rotten Bull mengatakan bahwa ada bahaya di belakang, Rotten Bull lalu menengok ke belakang untuk melihat apa yang membuat nya bahaya


Namun terlambat, kedua kaki Rotten Bull sudah terkena serangan pedang dari Lein


*Mooo!!!?


Rotten Bull jatuh tersungkur dan tidak bisa berdiri lagi karena kedua kaki belakang nya terluka parah


"Ini kesempatan ku untuk mencoba teknik bertarung dual sword yang baru saja aku dapatkan.", Lein melihat Rotten Bull tak berdaya ingin sekali mencoba skill baru nya


Lein memegang kedua pedang nya dan mengarahkan nya ke kiri, lalu ia mengayunkan kedua pedang nya lurus ke depan dengan tenaga yang besar


"Gaya pertama : Tebasan gelombang sungai!" Ucap Lein sambil menebas Rotten Bull yang tak berdaya itu


Serangan Lein mengenai Rotten Bull dan Rotten Bull pun kehilangan nyawa nya tanpa perlawanan sedikit pun


"Aku terlalu mengeluarkan banyak tenaga saat menyerang nya." ucap Lein


Setelah Lein melihat Rotten Bull mati, ia menyadari bahwa tenaga yang ia gunakan tadi terlalu besar sehingga ia tidak bisa mengontrol kerusakan nya.


"Itu sudah bagus untuk percobaan pertama, bocah." Octiorb yang muncul tiba-tiba berkata kepada Lein


"haha, terimakasih atas pujian nya Oct!" Lein cukup senang dengan perkataan Octiorb


"Kalau begitu, cobalah mengalahkan Rotten Bull menggunakan gaya pertama saja, agar kamu bisa menguasai gaya pertama dengan cepat." Octiorb memberikan saran nya kepada Lein


"Terimakasih, aku juga berpikir seperti itu." Lein menjawab


Lalu Lein mengulangi taktik yang sama, yaitu melempar batu kerikil ke arah semak-semak dan menunggu Rotten Bull yang malang datang.


Lein juga menyerang dengan pola yang sama. Yaitu bergerak ke arah belang Rotten Bull.


lalu menyerang kaki belakang Rotten Bull dengan kedua pedang nya sampai Rotten Bull tidak bisa berdiri


lalu ia menyerang menggunakan Gaya pertama yaitu tebasan gelombang sungai sebagai serangan untuk mengakhiri hidup Rotten Bull.


Tak terasa Lein sudah menghabisi sekitar 12 Rotten Bull, Lein berpikir untuk berhenti dan lalu ia mengeluarkan pisau nya.


dan seperti biasa, ia membedah dan memotong tubuh Rotten Bull tanpa rasa jijik atau takut. Lalu ia menyimpan nya kedalam inventory milik nya


Setelah itu, ia lalu mencari pohon tinggi dan beristirahat di dahan sambil melihat status nya.


"Sistem. Status" ucap Lein di dalam hati nya



Nama : Lein Sanzio


Usia : 18 tahun


STR : 9

__ADS_1


AGL : 8


VIT : 9


INT : 15


poin kosong: 12



Kemampuan : Analysis Eye


Deskripsi kemampuan :



Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada



Skill : ...



///catatan : untuk skill akan saya tulis seperti itu karena di masa depan skill nya akan bertambah banyak dan tidak mungkin untuk menulis semua nya, mohon pengertiannya////



"Wah lumayan, aku naik 4 level hari ini. Kalau begitu aku menggunakan 3 poin untuk masing masing stat." Lein menggunakan semua poin kosong untuk menaikan semua stat nya sebesar 3



Nama : Lein Sanzio


Usia : 18 tahun


STR : 12


AGL : 11


VIT : 12


INT : 18


poin kosong: -



Kemampuan : Analysis Eye


Deskripsi kemampuan :



Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada



skill : ...


__ADS_1


"Nah, mungkin cukup sampai hari ini. Aku bahkan terlalu lelah untuk berjalan. Sebaiknya aku menutup mata sebentar." pikir Lein


karena memang hari sudah sore, dan Lein sangat kelelahan. Lein memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk mengumpulkan tenaga lalu ia pulang ke rumah setelah itu


Namun Lein yang ingin beristirahat mendengar suara lapar dari perutnya


Lein pun sadar bahwa dari tadi ia belum memakan apapun selain sarapan pagi.


"Apakah aku perlu membuat api unggun? bagaimana menurut mu Oct?" tanya Lein kepada Octiorb


"Buat saja bocah, kamu hanya meminum potion stamina tadi dan belum mengisi perut mu dengan makanan." Octiorb menyarankan Lein untuk membuat api unggun


"Baiklah. Kalau begitu kita buat sate daging Rotten Bull kali ini." Lein melompat turun dari pohon


Lein mencari dahan dan ranting kering untuk di jadikan kayu bakar. Setelah mendapatkan nya ia menggali sebuah lubang dan memasukkan kayu kayu kedalam nya


alasan ia membuat lubang adalah karena takut api akan menyebar apabila membakar di atas tanah


Setelah itu ia mengeluarkan pemantik api dari inventory dan menyalakan api


Lein selalu membawa peralatan masak di inventory nya karena ia tau ia tidak selalu pulang ke rumah dan sewaktu-waktu ia harus makan di alam liar


Lein mengambil batu dengan permukaan rata untuk dijadikan talenan. Lein mengambil sepotong daging Rotten Bull dari inventory nya


Lein memotong daging Rotten Bull itu menjadi dadu dan menusuk daging itu dengan ranting yang tadi ia dapatkan.


setelah itu, ia mengeluarkan beberapa bumbu sederhana dan menuangkan nya ke daging Rotten Bull yang telah ia tusuk tadi


lalu ia mengambil sate Rotten Bull itu dan membakar nya di atas api unggun.


Lein menunggu dengan sabar, ia membolak-balik sate Rotten Bull agar kematangan nya merata.


Setelah beberapa menit, sate Rotten Bull mengeluarkan aroma yang sangat sedap, Lein pun mengangkat sate nya dan menaruh nya di daun sederhana sebagai alas


"Kelihatan enak, ini pertama kalinya aku memasak daging monster dan juga di alam liar." ucap Lein gembira sambil menggosok-gosok kan tangan nya


"Kamu mau beberapa Oct?" Lein menawar kan sate kepada Octiorb


"Roh tidak butuh makanan manusia, kami hanya membutuhkan mana." Jawab Octiorb


"Aku tau, tapi kalian juga tidak dilarang memakan makanan manusia, kan?" Lein masih bersikeras menawarkan sate kepada Octiorb


*... Baiklah. lagi pula aku sudah melihat kemampuan memasak mu. Sekali-kali aku ingin mencoba nya." Octiorb mengambil sate yang ditawarkan oleh Lein dengan tangan kecil nya


"Haha, aku jamin pasti enak di mulut." Lein pun juga mengambil sate dan mereka memakan nya bersama


mereka memakan sate Rotten Bull dengan lahap dan cepat sampai mereka saja tidak mengira bahwa sate Rotten Bull akan habis dengan cepat


"aku tidak menyangka bahwa ini akan habis dengan cepat, apakah aku harus membuat nya lagi?", Gumam Lein


"Tentu saja bocah, buatlah lagi!" gumaman Lein terdengar eh Octiorb


"Haha kamu rakus sekali. Baiklah mari kita-" ucapan Lein terhenti karena ia mendengar suara sekelompok pria


"Cih, diam lah! jangan berteriak!" ucap pria dengan nada kasar


"Hei ikat mulut nya dengan lebih kencang!" ucap pria dengan nada memerintah


Lein memiliki firasat buruk, ia segera bersembunyi di atas pohon dan mengamati situasi


setelah beberapa waktu menunggu, Lein akhirnya tau siapa mereka. Mereka adalah...

__ADS_1


__ADS_2