
Lein mengambil batu yang cukup runcing, ia bersiap melemparkan batu itu ke sarang lebah di atas pohon. Lein mengumpulkan banyak mana di tangan nya dan ia lalu melempar batu itu sampai menembus sarang lebah.
*Swoosh (suara benda terlempar)
Fon Bee yang melihat sarang nya berlubang sangat marah. Mereka melihat ke arah dari mana batu itu dilempar dan mereka menemukan manusia yang sedang mengejek mereka.
"Kemari lah para lebah sialan." Lein berteriak memprovokasi dan berlari menuju suatu tempat.
Koloni Fon Bee yang marah mengejar Lein dengan hanya menyisakan ratu nya saja di sarang.
"Bagus, mereka meninggalkan ratu mereka. Kalau begitu, ayo bunuh ratunya!" Lein menghentikan langkah nya dan berlari ke arah sarang Fon Bee.
Koloni Fon Bee melihat Lein tiba-tiba mengubah arah menjadi bingung sesaat. Lein memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari lebih cepat.
Lein mengambil pisau dari inventory dan ia lalu melompat tinggi ke sarang Fon Bee. Ia lalu menusuk kepala ratu Fon Bee secara terus-menerus.
Setelah memastikan ratu lebah sudah mati, Lein menyimpan mayat nya ke inventory.
Alasan Lein mudah membunuh ratu Fon Bee bukan karena Lein sangat kuat, namun karena ratu Fon Bee sangat lemah
Ratu Fon Bee hanya untuk melahirkan Fon Bee saja. Tidak ada skill serangan atau pertahanan apapun.
Oleh karena itu para Fon Bee sangat menjaga ratunya karena jika ratu Fon Bee berada digenggaman musuh, ratu Fon Bee dipastikan akan mati.
"Mereka sudah kembali. Ayo kita berperang!" Lein mendengar suara koloni Fon Bee
Lein keluar dari sarang dan melompat turun. Lein lalu bersembunyi dibalik batang pohon untuk berjaga-jaga.
Lein tau ia tidak bisa melawan koloni Fon Bee yang jumlahnya sangat banyak itu. Oleh karena itu ia memanfaatkan medan hutan agar menambah peluang kemenangan.
"Analisa cara menggunakan mana bom dengan cepat namun efisien untuk melawan Fon Bee." Lein menganalisa namun tidak menghilangkan kewaspadaan nya
[ analisa berlangsung ]
[ Sebarkan mana ke seluruh area lalu saat Fon Bee memasuki area anda bisa memicu peledakan. Sama seperti meledakkan bangunan menggunakan bensin ]
"Meskipun sama sama 'bom' namun ini berbeda dari perkiraan ku." Lein sebenarnya memikirkan bom seperti granat yang akan dilempar. Namun ia tidak menyangka hasil analisa adalah bom peledak.
Lein menggunakan dragon dance agar lebih lancar. Ia mulai menyebarkan mana ke seluruh area dan bergabung dengan udara.
Lein berlari lebih jauh dan ia juga memegang benang mana. Benang ini menghubungkan Lein dengan area yang akan diledakkan.
"Mereka mendekat!" Lein mulai menghitung mundur
"5...4...3...2...1, sekarang!" Lein menyalurkan mana lewat benang mana seperti pemantik api yang menuju lautan bensin
*BOOM
Ledakan yang sangat besar terjadi. Gelombang kejut karena ledakan menyebar sampai 2 km jauhnya. Lein melindungi tubuhnya dengan mana agar tidak terkena gelombang kejut.
...----------------...
"Sial, ledakan apa tadi!"
...----------------...
"Monster mana yang melakukan ini"
...----------------...
Gedung Pengawas.
"Apa-apaan itu!" Seorang guru berteriak terkejut mengenai ledakan
"Seperti yang diharapkan dari muridku!" Dekan Hido berkata dalam hati sambil mengusap jenggot nya
__ADS_1
"Anak itu.. benar-benar monster." Guru Linda juga sangat terkejut.
Presiden Brynn dan beberapa dekan tidak ada di ruang pengawas. Karena mereka masing-masing memiliki urusan nya. Tidak mungkin mereka mengawasi peserta selama 3 hari berturut-turut.
...----------------...
Lokasi kejadian.
Setelah ledakan, asap mengepul tinggi seperti awan jamur. Dan setelah beberapa saat, terlihat ada sebuah lubang yang sangat dalam tercipta karena ledakan.
Lein mendekat dan ia melihat area sekitar lubang telah rusak. Tanah yang kering dan retak, pohon-pohon tumbang, beberapa mayat hewan tergeletak.
"Tidak ku sangka ledakan nya sehebat itu. Aku jad tidak bisa mengumpulkan mayat Fon Bee, sial." Lein menendang batang pohon untuk meluapkan kekesalannya
"Yah, setidaknya masih ada sarang lebah. Aku bisa menjual madu ke keluarga kaya." Lein mengusap-usap tangannya dan berekspresi licik.
Madu Fon Bee berguna untuk menghaluskan kulit, mempercantik wajah, dan membuat awet muda jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
Madu Fon Bee sangat digemari oleh wanita-wanita dari manapun, entah itu keluarga besar atau keluarga biasa.
Lein kembali ke sarang lebah dan memasukan madu ke dalam wadah. Lein mengambil semua madu sampai habis tidak tersisa. Lein juga tidak lupa menyimpan mayat ratu Fon Bee.
Lein selama hari pertama dan kedua ujian ini selalu berburu dan mendapatkan poin. Sesekali ia juga mencari tumbuhan atau sesuatu yang berharga.
Saat ini, Level Lein adalah...
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
Level : 35
STR : 28
VIT : 28
INT : 30
poin kosong: 12
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
"Hm, naik 4. Lumayan." Lein mengalokasikan poin stat nya masing-masing 3 poin
Nama : Lein Sanzio
Usia : 18 tahun
__ADS_1
Level : 35
STR : 31
AGL : 30
VIT : 31
INT : 33
poin kosong: -
Kemampuan : Analysis Eye
Deskripsi kemampuan :
Analysis Eye, sebuah mata yang bisa menganalisa segala sesuatu yang ada
skill : ...
"Sip. Ini adalah hari terakhir. Poin ku.." Lein melihat poin di token nya
"Sepertinya cukup bahkan jika harus dibagi dengan John. Ngomong-ngomong, aku penasaran dengan nya." Lein penasaran saat ini John sedang apa.
...----------------...
*achoo (suara bersin)
"Ah sial. Siapa yang berbicara buruk tentang ku." John memegangi hidung nya
John lalu lanjut berjalan menuju daerah rawa. Ia masih mencari bahan obat yang tertulis di kertas.
"Sisa 2 lagi, dan itu semua ada di rawa ini." John melihat rawa-rawa didepannya
"Semoga kamu menepati janji mu, Lein." John melihat ke langit dan ia lalu memasuki rawa-rawa
...----------------...
"Karena ini hari terakhir dan juga tidak ada monster disekitar sini, maka aku akan ke pinggiran pegunungan saja." Lein menuju ke pinggiran pegunungan karena nanti akan cepat jika menuju universitas saat ujian selesai.
Ujian selesai saat sore hari sekitar pukul 3 sore dan sekarang adalah pukul 8 pagi. Masih ada 7 jam sebelum ujian selesai.
Lein memanjat pohon untuk melihat ke arah mana menuju pinggiran pegunungan. Ia melihat-lihat sebentar dan menemukan nya.
"Ah, kesana." Lein melompat turun dari pohon dan ia lalu menuju ke arah yang tadi ia lihat
Namun di tengah jalan...
*swoosh (suara benda terlempar)
Lein merasakan ada bahaya di belakang nya. Ia langsung menghindar kesamping namun karena pijakan nya tidak seimbang, ia jadi berguling-guling.
*tap tap tap (suara langkah kaki)
Ada suara langkah kaki seseorang yang mendekati Lein.
"Langkah kaki? Bukan hanya satu, namun banyak!?" Lein menjadi sangat waspada dengan kedatangan mereka
__ADS_1
Semak-semak bergerak dan dari sana muncul sekelompok orang. Mereka bukanlah orang baik, karena mereka menunjukkan niat membunuh yang diarahkan ke Lein.
"Aku tidak menyangka itu kamu, ...