
Setelah membeli beberapa makanan, sudah waktunya untuk makan siang. Mereka berempat berjalan menuju ujung bazar.
Disana ada satu kios besar yang sangat rama pembeli nya. Kios itu menjual hidangan dari bahan monster laut yang terkenal.
Monster laut itu sangat diminati bukan hanya penduduk lokal saja melainkan banyak juga turis asing yang minat dengan monster itu.
Monster laut itu bernama Scorpio Lobster. Seekor lobster besar seukuran kepala manusia yang memiliki ekor seperti kalajengking.
Bahaya Scorpio Lobster hanya pada ekornya saja, dan monster ini bersikap netral kepada semua makhluk hidup.
Jadi selama tidak menyerang atau mengganggu, Scorpio Lobster juga hanya akan tetap diam dan tidak peduli hal di sekitar nya.
"Oh, apakah itu adalah lobster yang kamu maksud sebelumnya, Bianca?" Lein ingat kalau Bianca menyebutkan Kota Osimir terkenal di hidangan lobster nya.
"Ya, itu dia." Angguk Bianca.
"Woah, kalau begitu kalian bertiga carilah tempat duduk. Aku akan memesan Scorpio Lobster nya." Lein ikut mengantre.
"Baik." Bianca dan yang lain pergi mencari tempat duduk.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya giliran Lein untuk memesan.
"Permisi, aku pesan 2 Scorpio Lobster." Ucap Lein.
"Siap, tolong ambil ini. Mesin ini akan berbunyi jika pesanan mu sudah siap, tolong ambil ke sini ya." Ucap si pelayan.
"Oh, tentu. Haruskah aku membayar sekarang?" Lein mengambil mesin bundar seukuran telapak tangan.
"Untuk pembayaran bisa dilakukan nanti karena kami takut ada kesalahan dalam jumlah pembayaran." Jawab si pelayan.
"Baiklah, terimakasih." Lein mengangguk kemudian ia pergi mencari Bianca dan yang lain.
Ternyata mereka bertiga duduk di kursi dekat jalan yang memang dikhususkan untuk orang-orang duduk disini.
Mereka bertiga mengambil tempat duduk yang sangat tepat karena tempat duduk mereka adalah yang paling dekat dengan laut.
"Yo, kita harus menunggu." Lein menyapa mereka.
"Tentu..." Angguk mereka.
Karena bosan tidak tahu harus melakukan hal apa selagi menunggu hidangan matang, Octiorb mengusulkan untuk bermain monopoli.
Yang lain juga setuju karena memang tidak ada hal yang perlu dilakukan dan bermain monopoli juga menyenangkan daripada bermain ponsel.
...----------------...
__ADS_1
"Tuan! Pesanan 2 Scorpio Lobster untuk nomor 77." Teriak si pelayan.
"Ya!" Jawab Chef.
Chef mengambil dua Scorpio Lobster yang sangat besar itu dari akuarium dan membersihkan tubuh mereka dari kotoran dengan sikat.
Kemudian kedua Scorpio Lobster dibelah menjadi dua dan kedua capit mereka dipotong. Chef membuah isi lobster yang tidak diperlukan.
Chef menaruh kedua Lobster di wadah. Kemudian ia memotong-motong bawang merah dan bawang putih yang ukuran nya besar juga.
Setelah bawang, chef memotong-motong beberapa jahe dan daun ketumbar menjadi potongan yang kecil-kecil.
Chef memasukan minyak kedalam wajan dan menunggu sampai panas. Setelah sudah panas, chef memasukan bawang merah, bawang putih, jahe, dan daun ketumbar yang sudah dipotong.
Lalu chef mengaduk-aduk sampai rata dan sampai mengeluarkan aroma yang sangat harum.
Setelah dirasa cukup, chef mengangkat dan meniriskan bawang dan yang lain dan menaruhnya di suatu wadah.
Chef mengambil wajan yang besar, lalu ia memanaskan minyak lagi.
Setelah itu, Chet memasukan beberapa bumbu kering ke dalam minyak, lalu dimasukan pasta kacang, lada, merica, dan yang lain.
Setelah semua bumbu tercampur rata, chef memasukan saus tiram, beberapa gelas bir, dan juga air secukupnya
Selanjutnya, ia memasukan cabai kering yang banyak, gula beku sebagai pemanis, kecap asin, dan juga garam.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, chef mengambil wadah yang sangat lebar. Chef mengambil lobster yang sudah matang dan menaruh nya di atas wadah tersebut.
Setelah itu chef mengambil kuah yang dimasak bersama dengan lobster barusan dan menuangkan nya ke atas lobster di wadah.
"Pesanan nomor 77 sudah siap!" Teriak Chef.
"Baik!" Pelayan segera membunyikan mesin nomor 77.
...----------------...
*Kringg
"Oh berbunyi, berarti pesanan kita sudah siap." Lein berdiri dan berjalan cepat menuju kios lobster.
"Ini dia tuan, apakah anda bisa membawanya sendiri?" Tanya si pelayan.
"Haha tentu saja bisa, berapa total nya?" Lein menanyakan harga nya.
"40.000 FEZ tuan!" Pelayan memberitahu harganya dengan senyum cerah.
__ADS_1
"Ugh sangat mahal." Meskipun begitu Lein tetap membayar nya menggunakan kartu bank.
"Terimakasih tuan, silakan menikmati Scorpio Lobster nya!" Ucap pelayan.
"Yo!" Lein mengangkat wadah yang berisi dua Scorpio Lobster dengan sangat mudah.
"..." Pelayan hanya bisa mengedipkan mata nya karena terkejut melihat Lein dengan mudahnya mengangkat dua Scorpio Lobster.
"Harganya sanga mahal, berarti satu lobster seharga 20.000 FEZ ya. Satu lobster setara dengan pendapatan keluarga normal selama satu minggu. Ini gila..." Batin Lein.
...----------------...
"Datang!!" Lein menaruh Scorpio Lobster di meja.
"Woah!!" Liza dan Octiorb membuka mulut mereka karena sangat terkejut dengan ukuran nya.
"Pertama kali aku mencoba nya, aku memesan Scorpio Lobster yang dua kali lebih besar daripada ini." Ucap Bianca.
"Hah!?" Lein dan yang lain terkejut.
"Aku tidak berbohong, karena yang aku beli adalah Scorpio Lobster yang berada di dalam laut. Sedangkan yang sekarang kebanyakan berada di laut dangkal." Bianca menjelaskan.
"Oh~" Lein dan yang lain paham.
Mereka bertiga segera mengambil daging lobster menggunakan tangan karena daging nya juga sangat besar dan sulit diambil menggunakan alat makan.
"Selamat makan!" Mereka memakan daging Scorpio Lobster
"Ini sangat enak!!!" Mata Liza dan Octiorb mengeluarkan air mata karena daging Scorpio Lobster sangat enak.
Ini lebih enak daripada yang aku coba dulu." Bianca mengangguk-anggukkan kepala nya.
"Ini adalah makanan yang paling enak yang pernah aku coba selama aku hidup. Bahkan ini lebih enak daripada daging Star Llama." Batin Lein.
Apa yang membuat Scorpio Lobster sangat enak juga karena langsung diambil dari laut dan tidak dibekukan terlebih dahulu.
Orang-orang mungkin bisa memesan nya, namun meskipun rasanya sama sama enak, tetapi pasti lebih enak jika memakan nya langsung di Kota Osimir.
Karena makanan yang dikirimkan ke kota atau negara lain pasti akan dibekukan terlebih dahulu aga awet dan tidak membusuk.
Mereka memakan Scorpio Lobster dengan lahap karena rasanya yang sangat enak. Orang-orang disekitar mereka juga sedang memakan Scorpio Lobster.
Semua yang ada di sana memiliki ekspresi yang sama yaitu kebahagiaan saat memakan daging Scorpio Lobster yang sangat enak.
Selain daging nya yang lembut dan empuk, bumbu-bumbu yang digunakan juga gurih dan berasa di lidah.
__ADS_1
Daging Scorpio Lobster dipadukan dengan bumbu-bumbu tersebut membuat orang-orang yang mencoba nya ketagihan dan ingin menambah lagi.
Namun, perasaan bahagia mereka menjadi sirna karena mereka mendengar suara alarm kota yang sangat keras dan bergema di seluruh area.