Analysis Eye

Analysis Eye
Ujian Praktek (7)


__ADS_3

Hari sudah sore, ini adalah saat ujian selesai.


Semua peserta sudah datang ke lapangan universitas. Peserta yang terluka parah segera diobati oleh tim medis. Peserta yang luka ringan diberi potion penyembuh.


Mereka semua berbincang-bincang mengenai ujian praktek selama 3 hari ini. Mereka semua yakin dengan kemampuan mereka.


John berkeliling dan melihat-lihat. Ia sedang mencari Lein, namun ia tidak bisa menemukan Lein dimana pun.


"Kemana perginya orang itu? dia tidak mungkin berbohong kan?" John menjadi cemas


"Tidak, masalah nya adalah dia tidak ada di lapangan ini Kemungkinan besar dia terluka, namun bukankah ada token hitam." John mencoba berpikir


"Jangan-jangan, token hitam nya dicuri. Dia terluka parah dan tidak bisa kembali ke sini. Ini gawat." John menemukan alasan mengapa Lein tidak ada di lapangan.


"Ketika pengawas datang, aku harus melaporkan nya. Untuk saat ini aku perlu tenang." John sudah membuat keputusan


...----------------...


"Bagaimana? apakah kalian yakin dengan 10 besar?" Anna bertanya kepada rekan tim nya


"Haha, jika hanya 10 besar aku yakin sekali." Kiva menjawab dengan tersenyum seolah-olah kejadian sebelumnya tidak terjadi.


"Aku juga yakin." steva mengangkat tangan


"Aku, aku juga." Nina juga mengangkat tangan nya


"Aku juga." Alan menjawab dengan tenang.


"Baguslah kalau begitu." Anna tersenyum dengan keyakinan mereka


"Namun Lein ada dimana ya. Aku belum melihatnya." Anna berbicara didalam hatinya


Anna lalu mencoba menghubungi Lein lewat sistem karena handphone tidak diperbolehkan selama ujian berlangsung.


Awalnya Anna bertanya dengan senang hati. Namu lama-kelamaan Anna menjadi resah. Ia mempunyai firasat buruk tentang ini.


Kiva yang melihat gerak-gerik Anna tersenyum tipis. Kiva yakin sekarang Anna sedang memikirkan Lein


"Bawahan ku sudah melaporkan situasi dan kondisi Lein. Aku yakin sekarang ia sudah mati." Kiva berpikir jahat


Ada alasan mengapa Kiva berani melakukan hal seperti itu di tengah ujian. Itu karena bawahan keluarga Barqi adalah pengawas ujian.


Kiva meminta pengawas tersebut untuk jangan menunjukkan situasi pihak lein dan mengalihkannya ke peserta lain.


Bahkan jika nanti pengawas lain menemukan Lein terkapar, mereka tidak punya bukti siapa yang melakukan hal tersebut. Oleh karena itu Kiva berani melakukan hal ini.


...----------------...


Sore, pukul 3 tepat.


Para guru, dekan dan presiden Brynn datang. Mereka semua duduk dan presiden Brynn melakukan pidato.


Singkat cerita presiden Brynn melakukan pidato yang berisi ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil mengikuti ujian.


Dan saat ini akan dilakukan penghitungan poin. Jika masuk 10 besar maka akan mendapatkan hadiah dari pihak universitas. Jika 3 besar, akan mendapatkan hadiah tambahan dari presiden Brynn.

__ADS_1


Lalu saat ini mulailah penghitungan poin para peserta.


...----------------...


"Dimana Lein? aku tidak melihatnya, jangan bilang ia terlambat." Dekan Hido tidak melihat Lein di antara peserta.


"Tahun ini sangat meriah. Namun aku tidak melihat bocah itu." Guru Linda juga penasaran mengapa Lein tidak ada.


...----------------...


John tidak berani melaporkan hal ini kepada guru atau dekan. Jadi ia melaporkan situasi Lein kepada pengawas.


Anna juga berpikir demikian, dan kebetulan ia mendengar John berbicara mengenai Lein.


Mereka saling menatap namun tidak bertanya. Karena saat ini ada yang lebih penting dari pada identitas masing-masing.


Pengawas yang mendengar laporan dari John dan Anna tidak terlalu menganggap serius. Ia menganggap bahwa peserta Lein hanya terlambat.


John dan Anna juga tidak punya bukti. Jadi untuk sementara mereka setuju dengan pengawas dan menunggu Lein.


...----------------...


"Kamu mengenal Lein?" Anna bertanya karena ia belum pernah melihat John


"Ya, kami berteman." John tidak memberitahu Anna mengenai kesepakatan antara ia dan Lein.


"Apakah kamu juga temannya?" John bertanya balik kepada Anna


"Ya, kami satu sekolah. Ngomong-ngomong, namaku Anna Courbet." Anna memperkenalkan dirinya


Setelah itu mereka berbincang-bincang mengenai pertemanan mereka dengan Lein.


...----------------...


Universitas dragon heart akan menerima sekitar 500 peserta. Yang artinya universitas akan mengambil dari 500 peserta dengan poin terbanyak.


Para peserta juga akan dimasukan ke kelas yang berbeda sesuai dengan poin yang mereka dapatkan di ujian praktek dan tertulis.


Dari yang tertinggi adalah Kelas S diikuti oleh Kelas A, Kelas B, dan Kelas C. Untuk memasuki kelas S tidak dihitung dari poin mereka.


Namun dari kemampuan dan potensi mereka. Misalkan kamu memiliki bakat alkimia, alchemist (ahli alkimia) tidak bisa bertarung. Oleh karena itu poin mereka sedikit.


Namun berkat kemampuan alkimia itu, kamu bisa memasuki Kelas S. Untuk Kelas A, B, dan C dimasuki menggunakan poin.


Kelas S juga tidak memiliki banyak murid karena kemampuan unik, langka, atau hebat sangatlah sedikit, jadi itu wajar.


Jadi begitulah sistem kelas di Universitas Dragon Heart.


...----------------...


Penghitungan poin terus berlanjut, John dan Anna semakin cemas karena Lein belum datang. Namun mereka memutuskan untuk menunggu sebentar lagi.


Lalu tiba giliran John dan Anna untuk menghitung poin mereka. Dan setelah semua peserta dihitung poin nya. Berikut peringkat nya


__ADS_1


Anna Courbet


Alan Parson


Kiva Barqi


Steva William


Nina William


Agnes Peterson


Quincy Quinn


Eddie ...


Todd ...


Cambo ....



Setelah peringkat 10 besar diumumkan, presiden Brynn akan memulai pidato nya. Namun Anna menghentikan pidato presiden Brynn.


"Kalau begitu-" ucapan presiden Brynn terhenti


"Tunggu sebentar Presiden!" Anna berteriak


para Guru dan dekan yang mendengar Anna menginterupsi pidato presiden Brynn segera menegur Anna.


"Apa yang kamu lakukan peserta Anna!?" Tanya seorang guru


"Itu tidak sopan menginterupsi pidato presiden." ucap seorang dekan menegur anna


Presiden Brynn mengangkat tangan nya tanda untuk menenangkan para guru dan dekan.


"Ada apa peserta Anna?" Tentu nya Presiden Brynn tahu Anna menginterupsi pidato nya pasti karena Anna memiliki alasan nya.


"Mohon maaf jika saya lancang, presiden." Anna membungkukkan badan nya sebagai ucapan maaf


"Tidak apa-apa, bicaralah peserta anna." Presiden Brynn melambaikan tangan nya menyuruh anna berbicara.


"Teman saya, peserta Lein belum datang sampai sekarang. Saya meminta para pengawas untuk memeriksa keadaan nya." Anna berkata dengan sopan


"Dia tidak ada?" Presiden Brynn bertanya didalam hatinya


Dekan Hido dan Guru Linda yang mendengar ucapan Anna juga memiliki firasat buruk di hati mereka.


"... Baiklah, karena tidak mungkin juga untuk mengabaikan peserta ujian. Terimakasih atas laporan mu peserta Anna." Presiden Brynn menyetujui permintaan Anna


Presiden Brynn menunda pidato nya dan akan menyuruh pengawas untuk memeriksa keberadaan Lein.


"Tidak perlu. Aku sudah ada disini." Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah belakang lapangan


Orang-orang yang mengenal suara itu lalu melihat kearah orang nya dan mereka ingin bertanya mengapa ia terlambat. Namun apa yang mereka lihat sungguh diluar dugaan.

__ADS_1


__ADS_2