Analysis Eye

Analysis Eye
Pertempuran di Kota Els : Vampir


__ADS_3

"Jenderal! Apakah ada tanda-tanda bala bantuan di luar!?" Lein berteriak.


Karena orang-orang di kota lain pasti akan menyadari bahwa mereka tidak bisa menghubungi orang-orang di Kota Els.


Dan kemungkinan mereka menyadari ada sesuatu yang salah lalu segera menuju ke Kota Els.


"Tidak ada!" Marcus juga sedang panik.


Marcus menyuruh para prajurit dan orang-orang untuk tidak menyerang lich. Mereka mengangguk karena mereka juga tahu bagaimana lich itu.


Marcus berjalan menghampiri Lein dan Jonas...


"Hanya kita bertiga yang bisa bertarung dengan lich, karena pasukan utama sedang mengawal walikota ke Kota Elm dan orang-orang lain tidak sanggup melawan lich." Ucap Marcus.


"Jenderal, bisakah aku menyerahkan Vampir itu kepada mu dan Jonas?" Tanya Lein.


"Apakah kamu ingin menghadapi lich seorang diri!?" Marcus berteriak.


"Haha, aku hanya akan mengalihkan perhatian nya saat kalia menghabisi vampir itu." Ucap Lein tertawa.


"Bisakah?" Tanya Lein sekali lagi.


"Jika berdua, itu mudah." Marcus mengeluarkan pedang dari sarung nya.


"Aku siap bos." Jonas merenggangkan tubuh nya.


"Bagus...." Lein terbang dengan kecepatan penuh melewati vampir dan memegang leher lich lalu pergi ke tempat lain.


Vampir terkejut dan ingin mengejar Lein yang membawa tuan nya.


"Tidak bisa." Jonas menghadang vampir.


Marcus juga melakukan kuda-kuda di belakang vampir.


Vampir tidak berbicara karena ia adalah ciptaan lich, jadi ia tidak bisa berbicara, namun ia mengerti dan bisa mengekspresikan emosi.


"Hup!" Jonas langsung memukul perut vampir.


"kugh!" Vampir mengeluarkan suara kesakitan.


Marcus menebas punggung vampir dengan sekuat tenaga namun itu hanya menggores nya.


"Cih, dasar monster." Ucap Marcus.


"Wargh!!" Vampir meraung dan mengeluarkan aura kematian.


Namun Marcus yang seorang jenderal dan Jonas yang hidupnya dulu buruk, tidak terpengaruh sama sekali dengan aura kematian.


Jonas menendang perut vampir sampai mundur dan Marcus menusuk punggung nya, namun vampir berhasil menghindari tusukan.


Vampir mundur selangkah dan mengeluarkan sihir hitam berupa mana berwarna hitam dan melemparkannya ke arah mereka berdua


"Biarkan aku!" Jonas berlari ke arah depan Marcus dan mengaktifkan Diamond Rhino nya untuk menangkis serangan vampir.


Vampir marah karena serangan nya tidak melukai Jonas dan Marcus. Lalu ia membuat bola mana lagi dan melemparkannya.


Jonas terus menerus menangkis serangan vampir, bukan karena ia tidak bisa menyerang balik, tapi agar Marcus bisa mendekati vampir selama perhatian nya teralihkan.

__ADS_1


Marcus berada di samping vampir dan menyerang kepalanya.


"Wargh!?" Vampir menyadari nya dan menangkis dengan tangan kosong.


Marcus tidak berhasil memenggal kepala vampir namun ia berhasil memotong pergelangan tangan kiri si vampir.


"Cih, respon nya sangat cepat." Marcus mendecakkan lidah nya.


Vampir menjadi lebih marah, ia berlari dengan cepat ke tengah medan pertempuran. Lalu yang ia lakukan adalah menyerap darah Cyclops.


Tubuh vampir menjadi lebih besar dan berotot namun kembali lagi ke tubuh semula.


"Sial, dia menyerap darah Cyclops!" Marcus berteriak dan bergegas ke arah vampir.


Jonas juga menyadari nya, ia juga berlari dengan cepat ke arah vampir.


"Wargh!" Vampir membuka mulutnya dan berteriak.


Vampir mengulurkan tangan kanan nya dan tercipta lah senjata berupa kapak yang ukuran nya sangat besar. Ukuran nya sama seperti tubuh Cyclops yang besar.


"Bagaimana bisa dia menggunakan senjata yang besar!" Marcus berteriak.


"Berhati-hatilah, dia bisa membuat senjata dari darah yang diambil nya!" Ucap Jonas.


"Aku tahu!' Jawab Marcus.


Marcus memegang pedang dengan kedua tangan nya lalu ia menebas vampir secara horizontal namun vampir berhasil menangkis dengan kapak besarnya


Vampir akan menyerang, ia menggunakan dua tangan nya untuk mengangkat kapak nya tinggi-tinggi kemudian menjatuhkan nya ke arah Marcus.


"Sial! Sangat cepat!" Marcus mengumpat.


"Jenderal! Serang selagi aku menangkisnya!" Teriak Jonas.


"Ya!" Marcus menyeringai.


Marcus bergerak ke arah kanan dan menyerang pinggang kiri vampir, namun Marcus mengubah arah serangan nya.


Marcus tidak jadi menyerang pinggang kiri, namun menyerang tangan kiri vampir yang pergelangan tangan nya putus.


Vampir menoleh ke arah Marcus dan akan menyerang dengan kapak nya namun tidak bisa karena Jonas memegangi kapak setelah Marcus pergi.


"Heh..." Jonas menyeringai.


"Bagus!" Marcus juga menyeringai.


Lalu Marcus menebas vampir dengan skill nya.


"Chapter 1 : Whirlwind Slash." Marcus menggunakan teknik nya.


Angin yang berhembus kencang muncul dari pedang nya dan membuat kecepatan dan kekuatan serangan tebasan Marcus menjadi lebih mengerikan.


"Wargh!!!" Vampir ketakutan dengan serangan Marcus.


Vampir tidak bisa menangkis atau menghindar, ia terkena serangan Marcus dan tangan kiri nya terpotong karena serangan itu.


"Wargh!!!" Vampir berteriak kesakitan dan mengeluarkan air mata seperti seorang pengecut.

__ADS_1


Vampir mengubah kapak besarnya menjadi darah lagi dan memasukkan nya ke dalam tubuh nya.


"Entah mengapa aku merasakan firasat buruk." Ucap Jonas


"Sama." Jawab Marcus


Dan benar saja, vampir mengeluarkan darah dari kulit nya dan membuat jarum darah lalu menghempaskan nya ke sekitar nya.


Marcus tidak memiliki skill pertahanan, jadi ia terkena serangan Vampir itu di seluruh tubuhnya. Marcus terhempas jauh dan berguling-guling.


Dan meskipun Jonas menggunakan Diamond Rhino, kekuatan vampir jauh lebih besar. Memang tidak menembus nya namun itu tetap saja sakit seperti dipukul bertubi-tubi.


"Jenderal, apakah anda masih sanggup?" Tanya Jonas yang tubuhnya kesakitan.


"Hah...Hah...Jangan remehkan aku anak muda." Marcus bangkit meskipun seluruh tubuh nya dipenuhi luka.


"Bagus..." Jonas menyeringai dan melihat ke arah vampir yang sedang berlari ke arah mayat Cyclops.


"Jenderal! Vampir ini kehabisan darah!" Jonas melihat tubuh vampir yang kurus kering.


"!!" Marcus segera menyerang vampir.


Vampir tidak bisa menangkis atau menghindari nya, is terkena serangan Marcus dan terjatuh.


"Habisi dia sebelum dia menghisap darah Cyclops!" Teriak Marcus.


"Ya!" Jawab Jonas.


Vampir berdiri dan mengelap darah yang keluar dari tubuhnya. Namun saat berdiri, yang ia lihat adalah sebuah tinju yang sedang mengarah kepadanya.


"!!" Vampir terkejut dan terkena pukulan Jonas.


Vampir terjatuh lagi, dan saat ia ingin berdiri, bayangan pedang muncul di dalam pandangan nya.


Vampir berguling untuk menghindari serangan itu, namun ia terlambat sedikit. Ia tertusuk di bagian pinggang kiri nya.


"Wargh!" Vampir memegangi pinggang kirinya yang terkena serangan.


Dan karena iya terkena serangan, vampir tidak memiliki tenaga untuk berdiri lagi. Karena vampir juga kehabisan darah di dalam tubuh nya.


"Kesempatan! Ayo serang!" Teriak Marcus.


"Segera!" Jonas melompat tinggi.


Lalu Jonas mengarahkan kedua lututnya ke arah vampir yang terkapar dan menjatuhkan dirinya ke vampir dengan serangan lutut.


Vampir hanya pasrah dan menerima serangan lutut Jonas.


"Kugh!" Vampir seharusnya memuntahkan darah namun karena tidak memiliki darah yang tersisa, ia hanya batuk keras.


"Bagus!" Marcus bergerak dan mengangkat pedang nya tinggi-tinggi.


Lalu ia menebas kepala vampir yang sudah tidak memiliki tenaga untuk bergerak.


Kepala vampir terpenggal dan terbang melayang di udara.


"Cukup mudah jika tidak dia tidak menghisap darah..." Ucap Marcus lemah.

__ADS_1


"Benar..." Jawab Jonas.


__ADS_2