Analysis Eye

Analysis Eye
Kencan dengan Liza : Animal Shelter


__ADS_3

"Sampai." Lein memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah disediakan.


"Jadi ini..." Liza keluar dari mobil dan melihat gerbang besar yang terbuat dari kayu.


"Ya, ayo kita membayar tiket masuk nya dulu." Lein berjalan ke arah loket pembelian tiket.


Lein membeli tiket untuk dua orang. Setelah itu mereka memasuki Animal Shelter Kota Els ini.


Animal Shelter Kota Els adalah sebuah hutan kecil yang dikelilingi oleh tembok dan pagar. Hutan ini adalah hutan asli, bukan buatan manusia.


Walikota Rollen tidak ingin Animal Shelter yang bertujuan untuk melindungi binatang malah merupakan sebuah tempat buatan manusia.


Oleh karena itu pihak kota hanya membangun tembok dan pagar untuk melindungi binatang dan agar mereka tidak kabur.


"Terlihat ramai.. Apakah tempat ini populer?" Tanya Liza melihat banyak orang yang mengunjungi Animal Shelter.


"Tentu saja, Animal Shelter adalah destinasi wisata yang harus dikunjungi saat berada di Kota Els." Jawab Lein.


"Ada apa? Apakah kamu tidak nyaman dengan banyak orang?" Tanya Lein sedikit khawatir.


"Aku tidak apa-apa, tenang saja." Ucap Liza tersenyum cerah.


"Baiklah..." Angguk Lein.


Mereka melihat sebuah peta Animal Shelter ini dan memikirkan kemana mereka akan pergi.


Setelah berpikir sebentar, Liza akhirnya memutuskan untuk pergi ke area kucing hutan, karena Liza juga menyukai kucing.


"Wah! Lihat! kucingnya sangat lucu!" Liza berlari menghampiri kucing yang sedang istirahat dan menggoda nya.



"Liza, bermain lah sebentar. Aku akan membeli makanan untuk diberikan kepada kucing-kucing." Ucap Lein


Karena ia melihat bahwa Animal Shelter menyediakan makanan yang bisa turis atau wisatawan beli untuk diberikan kepada para binatang disini.


"Ah baik!" Jawab Liza.


Kemudian Lein berjalan menuju toko dan membeli banyak daging yang disediakan untuk makanan kucing-kucing hutan.


Makanan disini juga tidak dibeli dari luar, tetapi pihak Animal Shelter yang membuat nya sendiri kemudian di jual kepada wisatawan.


Oleh karena itu para wisatawan dapat dengan bebas memberi makan para binatang tanpa memikirkan apakah makanan nya sehat atau tidak.


Lein membeli banyak karena ia tahu Liza suka kucing dan pasti ia akan lama berada di area kucing ini.


"Hey, aku sudah membeli nya." Ucap Lein menghampiri Liza.

__ADS_1


"Wah! kamu membeli banyak?" Liza terkejut karena Lein membeli banyak makanan untuk kucing..


"Yah, aku tahu kamu menyukai kucing." Ucap Lein memberikan satu kemasan yang berisi daging.


"Wah Terimakasih!" Liza senang dengan Lein yang memperhatikan kesukaan nya.


Liza membuka kemasan makanan dan kemudian tercium lah bau daging. Kucing yang didekat Liza mencium nya dan mengeluarkan suara seolah-olah meminta makanan.


"Baik baik.." Liza dengan senang hati memberikan kucing itu makanan.


Lalu setelah beberapa saat, kucing yang diberi makan Liza berlari menjauh.


"Ah~!" Liza kecewa karena kucing itu kabur.


"Jangan sedih, kucing itu berlari karena ingin memanggil keluarga nya." Lein mengusap-usap kepala Liza.


"Benarkah?" Tanya Liza dengan mata sedih.


"Benar, tunggu saja." Jawab Lein.


Dan benar saja, setelah beberapa menit menunggu. Terdengarlah suara dari semak-semak dan muncul kucing yang tadi dengan kucing lainnya.


"Wah benar apa yang kamu katakan!" Liza mendapatkan kembali kebahagiaan nya.


Kemudian Liza mengambil beberapa kemasan daging dari tangan Lein dan membuka semuanya. Lalu Liza memberikan daging-daging itu kepada keluarga kucing.


Hari Liza seolah-olah akan meleleh ketika ia melihat tingkah lucu para kucing. Liza dengan gembira nya memegang dan mengelus-elus kucing-kucing.


Lein disisi lain tersenyum dan ikut bahagia melihat Liza bahagia bermain bersama kucing. Lein mengeluarkan ponsel nya dan memotret Liza.


"Ah!" Liza sadar bahwa Lein memotret nya.


"Kenapa kamu tidak bilang! Ulangi!" Ucap Liza dengan nada cemberut.


"Haha, baiklah." Lein tertawa dengan kelucuan Liza dan memotret lagi.


"Kemari, kita akan berfoto bersama dengan para kucing lucu ini!" Ucap Liza.


"Baiklah." Lein menggunakan mana nya membuat ponsel nya terbang.


Kemudian Lein jongkok di sebelah kucing-kucing dan memegang salah satu kucing.


"Katakan cheese!" Ucap Liza.


Lein menggunakan mana nya untuk memotret mereka berdua dengan para kucing.


Setelah satu jam berada di area kucing, Liza akhirnya memutuskan untuk pergi ke area lain meskipun enggan.

__ADS_1


"Baiklah, sampai jumpa kucing-kucing lucu!" Liza melambaikan tangan nya ke arah kucing-kucing.


Kucing-kucing itu mengeluarkan suara seolah-olah mereka paham akan ucapan Liza dan mengucapkan sampai jumpa juga.


"Ayo Lein!" Liza memegang lengan kanan Lein.


"Ada area apa di depan?" Tanya Liza.


"Area tupai hutan dan tupai terbang." Jawab Lein.


"Tupai? Aku juga suka tupai!" Liza sepertinya melupakan kesedihannya saat berkisah dengan kucing.


Lein hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Liza yang unik ini.


Mereka lalu mengunjungi area tupai. Mereka membeli makanan tupai yang berupa kacang dan biji-bijian dan memberikan pada tupai makan.


Mereka hanya singgah sebentar di area tupai. Mereka kemudian mengunjungi hampir semua area binatang yang ada di Animal Shelter ini.


Karena Liza lelah, Lein memutuskan untuk beristirahat sebentar di bangku yang telah disediakan.


"Sudah siang. Apakah kamu ingin makan siang disini?" Tanya Lein kepada Liza yang sedang minum.


"Boleh juga." Angguk Liza setelah menyelesaikan minum nya.


"Bagus, ayo. Jarak restoran nya tidak jauh dari sini." Lein berdiri dan mengulurkan tangan nya ke arah Liza.


"Baiklah." Liza menerima uluran tangan Lein dan berdiri.


Mereka berdua berjalan bersama dan sesat kemudian mereka sampai di restoran yang ada.


Mereka makan siang disana dengan senang hati. Berbeda dengan sarapan sebelumnya, Liza memesan banyak sekali makanan saat makan siang.


Lein juga memesan banyak makanan. Karena energi mereka sudah habis untuk berkeliling area binatang yang tersedia di Animal Shelter.


"Lein, setelah ini aku ingin melihat sebuah film atau pertunjukan untuk mengistirahatkan tubuh ku." Ucap Liza saat mereka sudah berada di mobil.


"Film? Baiklah. Aku akan memeriksa apakah ada film yang bagus nanti." Ucap Lein.


"Tapi untuk pertunjukan, sepertinya ada pertunjukan orkestra di barat daya kota Els." Tambah Lein.


"Pertunjukan orkestra? Sepertinya menarik. Kita kesana saja." Liza lebih tertarik dengan pertunjukan orkestra dibandingkan dengan film.


"Sesuai keinginan mu." Lein tersenyum dan mengangguk.


Kemudian Lein mengalahkan mobil dan mengemudikan nya menuju ke sebuah gedung musik yang akan mengadakan pertunjukan orkestra di barat daya kota Els.


"Aku tidak sabar menantikan pertunjukan nya.." Liza menyenandungkan sebuah lagu saat perjalanan.

__ADS_1


Lein tersenyum dan menikmati lagu yang disenandungkan oleh Liza.


__ADS_2