Analysis Eye

Analysis Eye
Berangkat Menuju Timur Benua Manusia


__ADS_3

Keesokan harinya tepatnya saat pagi sebelum matahari terbit. Lein dan Liza sudah berangkat menuju ke timur.


Mereka akan pergi ke sebuah desa yang sudah dikatakan di dalam misi, desa itu bernama Desa Nadir.


Dikatakan bahwa Nadir adalah orang yang hebat kemudian karena ia terluka, ia mengasingkan diri dan membuat sebuah desa.


Itu adalah cerita turun-temurun dari generasi ke generasi dan tidak bisa dipastikan apakah cerita itu benar atau tidak.


Lein dan Liza menggunakan portal untuk pergi ke kota terdekat dari Desa Nadir. Karena itu adalah desa yang tentu saja tidak memiliki gerbang portal.


"Langsung menuju Desa Nadir atau pergi sarapan terlebih dahulu?" Tanya Lein kepada Liza.


"Beli sarapan saja, lalu kita makan saat di perjalanan. Karena ini adalah misi pencarian yang mungkin bisa menjadi misi penyelamatan." Jawab Liza.


"Benar juga. Apa yang kamu ucapkan masuk akal." Angguk Lein.


Lein kemudian membeli banyak makanan dari kios jalanan terdekat karena ia dan Liza tidak mau membuang waktu lagi.


Benar apa yang diucapkan Liza, meskipun mereka sekarang sedang menjalani misi pencarian yang mencari Daerol Myrant.


Namun bisa menjadi sebuah misi penyelamatan jika Daerol diculik dan tidak ada waktu untuk menunggu bala bantuan tiba.


"Ini. Ayo kita pergi." Lein menyerahkan bagian Liza.


"Ayo!" Angguk Liza.


Lein sebenarnya ingin menaiki Isolda untuk menuju ke Desa Nadir, namun ia urungkan karena sepanjang jalan nya ada banyak orang.


Entah itu orang yang sedang berpetualang, berdagang, atau kegiatan lainnya. Lein merasa akan membuat masalah jika ia menampakkan Isolda.


Mereka menuju Desa Nadir dengan berlari sambil memakan sarapan mereka. Mereka juga sesekali berbicara membahas rencana.


Lein dan Liza sudah membuat banyak rencana untuk segala kemungkinan. Karena mereka tidak tahu situasi yang akan mereka temui.


"Uh? Lein, roh alam meminta tolong kepadaku." Ucap Liza.


"Meminta tolong? Apakah itu akan menghalangi misi kita?" Tanya Lein.


Karena prioritas mereka sekarang adalah menuju ke Desa Nadir dan diusahakan tidak terlibat dengan urusan apapun.


"Tidak." Liza menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Roh alam mengatakan bahwa ada pedagang yang sedang diserang oleh bandit. Roh alam meminta tolong kepada kita untuk membantu para pedagang." Ucap Liza.


"Kalau begitu tidak apa-apa. Ayo kita bantu." Balas Lein.


"Baik!" Angguk Liza.

__ADS_1


Mereka mempercepat langkah mereka dan melihat bahwa ada mobil besar yang mengangkut banyak barang yang sepertinya milik pedagang.


Mobil itu saat ini sedang dikelilingi oleh bandit yang berpenampilan garang. Pasukan penjaga pedagang itu terlihat kesusahan menghadapi para bandit.


"Dragon Dance : Wind Thorn." Lein menciptakan beberapa duri Angin.


"Pinjamkan kekuatan kalian. Binding Grass." Liza menumbuhkan rumput untuk mengikat kaki pada bandit.


Kemudian Lein segera melancarkan serangan ke arah para bandit yang sedang tertawa liar karena mereka berpikir akan untung besar.


*Swoosh


Banyak bandit yang tiba-tiba terjatuh, sisa bandit yang masih berdiri terkejut namun mereka melihat bahwa kepala bandit yang jatuh berlubang.


"Serangan!!" Teriak salah satu bandit.


Sisa bandit yang masih berdiri segera melihat ke arah Lein dan Liza kemudian saat akan menyerang mereka tidak bisa bergerak.


"Sial! Apa ini!?" Para bandit melihat ke bawah mereka.


"Semuanya menunduk..!!' Teriak bandit tadi.


Namun mereka semua sudah terlambat, saat mereka akan menunduk, Wind Thorn milik Lein sudah menembus jantung mereka.


Lalu sekarang tidak ada bandit yang masih hidup karena Lein langsung menghabisi mereka dengan dua kali serangan saja.


"Ahh.. Terimakasih, tuan, nona..." Seorang pengawal yang tangan kiri nya hilang mencoba berterima kasih.


"Apakah kamu baik-baik saja!?" Seorang pria gemuk datang.


"Bos! Aku baik-baik saja, mereka berdua lah yang menyelamatkan kita dari para bandit." Ucap pengawal itu.


Ternyata pria bertubuh gemuk ini adalah bos dari pengawal yang berarti dia adalah si pedagang.


"Terimakasih banyak!" Pedagang itu membungkukkan badan nya.


"Sama-sama..." Lein dan Liza mengangguk.


"Uh? Baiklah, akan aku coba tanyakan." Liza berbicara sendiri namun Lein tahu ia sedang berbicara dengan roh.


"Lein, roh alam ingin aku atau kamu menyembuhkan semua orang yang terluka. Sebagai imbalan, roh alam akan menunjukkan rute tercepat menuju Desa Nadir." Ucap Lein.


"Karena roh alam memberikan imbalan, maka tidak ada alasan untuk menolak nya." Lein menerima permintaan roh alam.


Lein kemudian berjalan ke depan dan mengangkat tangan kanan nya menghadap ke atas.


"Divine Power : Holy Healing." Gumam Lein.

__ADS_1


Sinar cahaya berwarna emas muncul dari tangan Lein dan menyebar tidak hanya ke orang yang terluka saja, namun ke semua orang yang ada disana.


"Tubuhku..."


"Lukaku sembuh!"


"Wah, sihir yang sangat hebat!"


Orang-orang yang terluka segera menyadari bahwa luka yang barusan mereka terima sembuh dengan cepat saat cahaya emas masuk ke tubuh mereka.


"Kalau kamu." Lein menoleh ke arah pengawal yang tangan kiri nya hilang.


"Divine Power : Regeneration." Gumam Lein.


Cahaya emas yang sama muncul dari tangan Lein kemudian menyelimuti seluruh tubuh pengawal itu.


Dan perlahan-lahan semua orang bisa melihat bahwa tangan kiri pengawal itu mulai tumbuh sampai kembali seperti semula.


"Terimakasih tuan!" Pengawal itu berterima kasih sampai menangis.


Karena ia bukan orang yang kaya, dan ia tahu untuk mengembalikan lengan nya membutuhkan ramuan yang harganya sangat mahal.


Oleh karena itu ia sangat bersyukur bahwa Lein menyembuhkan, atau lebih tepatnya menumbuhkan lengan kiri nya.


"Tidak masalah, ini karena roh alam yang meminta kami." Ucap Lein.


"Kalian berdua sudah banyak membantu kami, apakah ada sesuatu yang kami bisa lakukan untuk membalas kebaikan kalian?" Ucap pedagang.


"Hm? Bukankah sudah kubilang kalau ini adalah permintaan roh alam." Ucap Lein.


"Tetap saja kalian berdua sudah menyelamatkan nyawa kami, setidaknya biarkan kami membalas budi." Balas Pedagang.


"Hm..." Lein menyentuh dagunya.


"Kalau begitu, bagikan lah barang-barang murah kalian kepada orang yang membutuhkan di perjalanan kalian selanjutnya."


"Tidak perlu barang yang mahal, yang murah saja sudah cukup. Yang penting barang itu bisa membantu orang yang membutuhkan." Ucap Lein.


"!!" Pedagang itu sedikit terkejut.


"Kalau itu... Saya bisa bersumpah bahwa saya akan membagikan barang saya kepada orang yang membutuhkan di perjalanan kami." Ucap pedagang dengan serius.


"Bagus. Kami pergi dulu." Lein dan Liza segera berlari dengan rute yang sudah ditunjukkan oleh roh alam.


"Kedua orang itu sangat baik..." Ucap pengawal yang tangan kiri nya hilang sebelum nya.


"Benar." Angguk pedagang.

__ADS_1


"Semuanya! Bereskan kekacauan ini! Kita harus membalas budi kepada kedua dermawan itu!" Ucap pedagang.


"Baik!" Teriak semua pengawal.


__ADS_2