
Lein dan Liza pergi ke Universitas Ocean Blue menggunakan bus kota karena mereka kesulitan untuk mencari taksi.
Sekitar 15 menit kemudian, mereka sampai di Universitas Ocean Blue.
Universitas Ocean Blue terletak di sebelah laut persis. Sama seperti pelabuhan kota, Universitas Ocean Blue juga memiliki area untuk menerima kapal.
Tentu saja bukan kapal umum, melainkan kapal milik orang Universitas Ocean Blue atau orang yang memiliki urusan disana.
Universitas Ocean Blue juga terlihat indah karena warna biru nya selaras dengan warna langit dan laut.
"Gila, pemandangan yang indah. Aku sudah bosan dengan gedung-gedung tinggi." Liza melihat ke seluruh bangunan universitas.
"Haha, benar. Kurasa kita perlu berlibur di kesempatan selanjutnya." Lein tertawa.
"Wah, ide yang bagus." Angguk Liza.
Lein dan Liza berjalan ke gerbang dan menghampiri penjaga. Penjaga gerbang nya saja bukanlah manusia, melainkan ras campuran dari manusia dan mermaid.
Penjaga itu memiliki tubuh manusia namun ia memiliki sisik di kulit nya dan telinga nya juga bukan telinga manusia.
Sekedar informasi, mermaid lahir bukan dari hasil pernikahan. Mermaid lahir atau lebih tepatnya tercipta dari sebuah kristal kehidupan.
Jadi, Ras Mermaid semuanya adalah wanita dan tidak ada yang pria. Namun mermaid bisa menikah dengan ras lain dan memiliki anak.
Namun, kebanyakan mermaid tidak menikah karena mereka selalu tinggal di negara mereka di bawah laut dan jarang sekali keluar.
Oleh karena itu para mermaid tidak bertemu dengan pria dari ras lain dan menikah.
"Halo, aku memiliki teman di dalam sana. Bisakah aku masuk kedalam?" Lein mengapa penjaga dengan sopan.
"Oh bisa, tapi tolong scan kartu identitas kalian di mesin itu untuk mencatat kunjungan kalian ke sini." Jawab penjaga dengan sopan juga.
"Baiklah." Angguk Lein.
Lein dan Liza mengeluarkan kartu identitas mereka dan men-scan nya di mesin yang ada di sana kemudian mereka mengisi alasan berkunjung.
Setelah mengisi bahwa mereka akan menemui teman, mereka menekan tombol selesai dan catatan bahwa mereka berkunjung sudah dibuat.
"Baik, sudah dicatat. Silakan masuk." Penjaga membukakan gerbang kecil untuk orang lewat.
"Terimakasih." Lein dan Liza kemudian masuk.
"Enzo mengatakan bahwa mereka berdua sedang menghadiri kelas, jadi mungkin mereka akan datang sekitar 2 jam lagi." Ucap Lein.
"2 jam adalah waktu yang cukup lama, bagaimana kalau kita berjalan-jalan di sekitar terlebih dahulu?" Ujar Liza.
__ADS_1
"Boleh, ayo." Angguk Lein.
Mereka mengunjungi taman universitas yang bahkan lebih keren dibanding dengan taman milik Universitas Dragon Heart.
Karena taman disini memiliki kombinasi antara hijau dan biru. Maksudnya, taman disini ada pohon-pohon dan danau buatan di tengah-tengah taman.
Taman yang sudah asri bertambah asri lagi dan membuat udara di taman sejuk yang membuat orang-orang yang ada di taman merasa segar.
"Apakah kamu memikirkan hal yang sama dengan ku?" Tanya Lein saat mereka sampai di taman.
"Kurasa, sama." Liza mengangguk dan tersenyum.
Pikiran Lein dan Liza sama saat mereka sampai di taman dan merasakan udara yang sejuk yang ada di taman ini.
Yaitu untuk menikmati suasana taman dan tidak jadi berjalan-jalan mengelilingi universitas karena udara di taman sungguh menenangkan.
"Kurasa aku akan mengubah taman di Universitas Dragon Heart. Presiden Brynn pasti setuju karena aku mengubah taman disana menjadi lebih sejuk dan nyaman." Pikir Lein.
Lein dan Liza kemudian berjalan ke arah pohon rindang yang berada di sebelah danau.
Mereka duduk di bawah pohon itu dan memandangi danau yang banyak sekali tumbuhan air nya yang menambah keindahan danau.
Spesies tumbuhan yang paling banyak di danau itu adalah tumbuhan teratai yang ada berbagai jenis di danau itu.
"Mengganggu saja..." Ucap Liza.
"Benar..." Angguk Lein.
Meskipun mereka melihat ada seseorang yang terjatuh kedalam danau, mereka tidak menolong nya karena mereka sendiri tahu kalau orang yang jatuh itu kuat.
Benar saja, orang itu menampakkan tubuhnya dan berenang ke arah tepi. Dan yang lebih mengejutkan, orang itu adalah kenalan Lein.
"...Mengapa kamu terjatuh dari atas? Apakah kamu ingin berenang, Enzo?" Tanya Lein.
Ternyata orang yang terjatuh dari langit dan tercebur ke dalam danau adalah Enzo, si barbarian.
"Hm? Lein!" Enzo mendengar suara yang akrab dan ternyata itu adalah Lein.
"Liza juga datang." Enzo mengapa Liza.
"Yo!" Lein dan Liza balas menyapa Enzo.
"Yah, aku ini sedang bertarung dengan musuh ku." Enzo menjawab pertanyaan Lein sebelumnya.
"Musuh?" Lein tidak paham.
__ADS_1
"Hm, ada orang yang iri dengan kekuatan ku. Orang itu sebenarnya adalah kandidat untuk mengikuti Kompetisi antar Negara."
"Namun ternyata aku lebih kuat darinya dan posisi dirinya sebagai kandidat digantikan oleh ku."
"Oleh karena itu dia tidak terima dan selalu menggangguku. Saat ini dia sedang marah hanya karena ia melihat berita tentang Kompetisi antar Negara " Enzo menjelaskan.
"Seberapa kuat orang itu?" Tanya Liza.
"Lein bisa mengalahkan, tidak, bisa membunuh nya dengan satu jari saja." Jawab Enzo.
"Berarti dia sangat lemah..." Ucap Liza dengan nada kecewa.
"Ahaha, bagi kalian mungkin dia lemah, tapi dia ini salah satu mahasiswa yang kuat di Universitas Ocean Blue kami." Enzo tertawa.
"Enzo..!!" Sebuah suara yang sangat keras terdengar dari atas mereka.
Mereka bertiga mendongak dan melihat ada seorang pria berotot yang botak sedang menuju, atau lebih tepatnya sedang terjatuh dari atas.
"Mengganggu saja..." Keluh Enzo.
"Perlu ku bantu?" Lein menawarkan bantuan.
"Ah, tidak perlu. Aku bisa mengalahkan nya dengan beberapa pukulan." Jawab Enzo.
Enzo melompat tinggi ke arah pria botak itu. Mereka saling mengepalkan tangan mereka dan kemudian mereka beradu tinju.
Sudah jelas hasilnya kalau pria botak itu kalah dan terlempar jauh ke atas, Enzo akan menyerang lagi namun ia mulai jatuh ke bawah.
"Lein!" Teriak Enzo.
Lein tahu apa yang dimaksudkan Enzo, ia melambaikan tangan nya menggunakan sihir terbang untuk Enzo agar ia bisa terbang.
"Bagus!" Enzo menyeringai.
Enzo kemudian terbang ke atas mengejar pria botak yang sedang terlempar jauh.
Kemudian saat berada di dekat pria botak itu, Enzo menyatukan kedua tangan nya dan mengangkat nya ke atas kepalanya.
Kemudian Enzo menjatuhkan tangan nya dan memukul pria botak itu dari atas. Pria botak itu terkena serangan Enzo dan jatuh dengan kecepatan tinggi.
"Ah sial." Umpat Enzo.
"Lein!' Enzo berteriak memanggil nama Lein lagi.
"Hah..." Lein menghela napas dan melambaikan tangan nya untuk mengaktifkan sihir terbang nya untuk pria botak itu.
__ADS_1