
"Lein! Gunakan api yang lebih panas!" Teriak Brynn.
"Diterima." Lein menjawab dengan nada seperti seorang tentara.
Lein menciptakan api berwarna hitam yang memiliki suhu sangat panas kemudian mengendalikan nya menuju ke arah Brynn.
"Tombak." Brynn mengubah api menjadi tombak lagi yang ia lancarkan ke arah Kadin.
"Sialan, kemampuan mu ini sangatlah merepotkan!!" Kadin berteriak kesal.
"Terimakasih atas pujian nya." Jawab Brynn.
Salah satu tombak api menembus perut Kadin dan menyebabkan organ-organ dalam nya terbakar karena itu adalah tombak api.
"Arghh!!!" Kadin berteriak kesakitan.
Kadin mengabaikan rasa panas di kedua telapak tangan nya dan mencabut tombak api dari perut nya lalu membuang nya.
Ia kemudian mengeluarkan sebuah bola transparan yang Lein pernah lihat sebelumnya saat melawan Nolan di Tundra Desert.
"Presiden! Bola itu berisi kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup! Berhati-hatilah!" Teriak Lein.
"Jiwa? Sepertinya kamu melakukan sesuatu yang tabu." Brynn menyipitkan matanya melihat Kadin.
"Kami adalah organisasi jahat! Tentu saja kami akan melakukan hal jahat diluar moral manusia!" Kadin menyeringai.
Ia memecahkan bola transparan itu. Kumpulan jiwa-jiwa makhluk hidup keluar dari bola transparan dan berkumpul di sekitar tubuh Kain.
Berbeda dengan Nolan yang membiarkan jiwa-jiwa makhluk hidup di udara. Kadin menyerap jiwa-jiwa makhluk hidup ke dalam tubuh nya.
"Ini adalah kekuatan yang menakjubkan!!" Kadin merasakan tubuh nya menjadi sangat kuat dan melampaui batas manusia.
"Lein, bisakah kamu memberikan aku buff?" Brynn mundur ke sebelah Lein dan bertanya.
"Ya, aku bisa. Apa yang harus di buff?" Lein mengangguk.
"Semua." Apa yang Brynn maksud adalah semua potensi tubuh nya.
"Diterima." Lein mengangguk dan Brynn segera berlari ke arah Kadin.
"Dragon Language : Extreme Body Enhancement." Lein meningkatkan semua potensi di tubuh Brynn.
"Ikat." Brynn membuat akar pohon muncul dari tanah dan mengikat Kadin.
"Tusuk." Kemudian akar yang mengikat Kadin menumbuhkan duri-duri tajam yang menusuk tubuh Kadin.
"Ini menyakitkan namun aku bisa menahan nya!" Kadin mengeluarkan banyak kekuatan untuk membebaskan diri.
Kadin muncul di depan Brynn dan akan memukul perut nya dengan Energy Blow namun saat ia meninju, ia seperti sedang meninju sesuatu yang keras.
Kadin melihat ke bawah dan menyadari kalau tinju nya tidak mengenai perut Brynn melainkan berhenti di depan perut nya karena sesuatu yang tidak terlihat.
__ADS_1
Brynn tahu ini adalah tindakan Lein, ia memanfaatkan kesempatan ini. Brynn mengumpulkan mana di ujung jari di tangan kanan nya kemudian menusuk leher Kadin.
"Ugh!" Kadin merasakan sakit yang parah.
Meskipun tidak menembus nya, tetapi tetap saja terkena serangan di leher itu sangatlah menyakitkan bahkan untuk petarung seperti dirinya.
Lein membuat bola air dan bola petir lalu mengendalikan nya menuju Brynn. Lein tidak perlu diberitahu apa harus dilakukan nya.
Brynn mengendalikan bola air di sebelah kiri nya dan menyelimuti seluruh tubuh Kadin dengan air sampai Kadin tidak bisa bernapas.
Ia segera melompat mundur menjauhi Kadin untuk menjaga jarak darinya.
Lalu ia mengendalikan bola petir di sebelah kanan dan memasukan nya ke dalam air yang menyelimuti tubuh kadin.
"Arghh!!!" Kadin berteriak sangat keras.
Tubuh nya terkena petir yang sangat menyakitkan apalagi saat petir nya bertemu dengan air yang membuat rasa sakit nya berlipat ganda.
Setelah selesai tersetrum petir, tubuh Kadin menjadi gosong namun ia masih sadar. Kadin menggunakan skill Pain Conversion dan berlari ke arah Brynn.
Brynn memunculkan tembok tanah yang sangat banyak dan ia memunculkan nya secara acak untuk membingungkan Kadin.
Dirinya kemudian menghilang dari tempatnya dan muncul di sebelah Lein.
"Lihatlah, sebentar lagi dia pasti akan menghancurkan semua tembok tanah yang aku buat." Ucap Brynn.
Dan benar saja, beberapa detik setelah Brynn mengucapkan itu, semua tembok tanah yang Brynn buat hancur tak tersisa.
Terlihatlah Kadin yang sedang memakan gerakan meninju udara, tubuhnya juga berubah menjadi kemerahan dan mengeluarkan asap.
Ia merapatkan kedua tangan dan mengepalkan nya. Kemudian ia membanting kedua tangan nya ke bawah dengan kencang dan keras.
Tanah dibawah nya menjadi retak seperti sarang laba-laba dan retakan nya menyebar sampai ratusan meter jauh nya.
Brynn segera membuat tubuh nya ringan seperti udara yang bisa membuatnya melayang sedangkan Lein menggunakan sihir terbang.
"Fighting Art : Continuous Destroying Blows." Kadin menggunakan teknik lagi.
Ia menghilang dari tempatnya dan muncul di bawah Brynn dan Lein. Kadin mengepalkan tangan kanan nya dan meninju udara ke atas.
Muncul gelombang angin yang sangat besar dari tinju nya yang membuat Brynn dan Lein goyah saat terkena gelombang angin nya.
Kadin menghilang dari tempatnya lagi dan muncul di belakang mereka berdua dan melakukan tinju udara lagi yang memunculkan gelombang udara.
"Dragon Language : Space Shield." Lein membuat perisai yang menyelimuti mereka berdua dengan elemen ruang.
Kadin berpindah-pindah tempat dan melakukan tinju udara bertubi-tubi yang membuat banyak sekali gelombang udara dari tinju nya.
"Dia sangatlah kuat, namun sayang sekali dia harus menghadapi kita yang merupakan ahli sihir." Ucap Lein.
"Ya, itu benar. Jika kita terkena pukulan nya, bisa dipastikan kalau tubuh kita akan hancur berkeping-keping." Brynn setuju dengan ucapan Lein.
__ADS_1
"Ayo akhiri ini." Ucap Brynn.
"Baiklah..." Lein mengangguk.
Brynn menggunakan teleportasi untuk dirinya dan Lein dan berpindah tempat dari sana dan muncul di langit dengan ketinggian tinggi.
"Ciptakan api yang besar." Ucap Brynn.
Lein tidak menjawab nya, ia mengangkat kedua tangan nya ke atas dan menciptakan sebuah bola api yang sangat besar.
"Hm, bagus, itu sudah cukup." Brynn mengangguk kemudian Lein berhenti membuat bola apinya lebih besar.
"Menyebar dan Jatuh." Ucap Brynn.
Bola api besar di atas mereka berdua bergejolak, kemudian bola api nya memecah belah menjadi beberapa bola api yang berukuran sedang.
Lalu seluruh bola api h sedang jatuh ke bawah ke arah Kadin yang masih melakukan teknik nya karena tidak menyadari kalau Brynn dan Lein sudah tidak ada disana.
"Percepat." Brynn menggunakan elemen angin untuk mempercepat jatuhnya bola-bola api.
"Apa-apaan itu!??" Kadin mendongak dan membelalakkan matanya melihat banyak sekali bola api.
Satu bola api jatuh ke bawah dan menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat, kemudian bola api lain mulai jatuh satu per satu.
"Sialan!!!" Kadin berteriak putus asa.
Ledakan demi ledakan tercipta saat bola-bola api jatuh yang membuat ares hutan disana menjadi rusak, bukan, hancur tak tersisa.
"Menyingkir." Brynn menggunakan angin untuk menyingkirkan asap yang tebal di bawah sana.
Mereka tidak melihat adanya tubuh Kadin, namun ada barang-barang nya di suatu tempat yang menandakan kalau Kadin sudah mati namun tubuh nya hancur.
"Pres, bagaimana kamu akan mengatasi kehancuran ini?" Ucap Lein.
"Hah? Itu sangat mudah." Brynn turun ke bawah diikuti oleh Lein.
"Tumbuh." Saat mendarat Brynn menyentuh tanah di bawah nya.
Kemudian, keajaiban terjadi. Rumput tumbuh di seluruh area tanah, kemudian pohon-pohon tumbuh diantara rumput tersebut.
Lalu setelah beberapa menit, hutan yang sebelumnya hancur karena serangan bola-bola api menjadi seperti keadaan semula.
"Gila, itu sangat hebat." Lein terpukau dengan keajaiban itu.
"Biasa saja, kamu juga bisa melakukan hal ini." Ucap Brynn dengan nada datar.
"Aku memang bisa tapi akan membutuhkan waktu berjam-jam." Ucap Lein tak berdaya.
"Hey..." Panggil Brynn.
"Ya? Ups." Lein menoleh dan segera menangkap Brynn yang akan jatuh.
__ADS_1
"Ya, kerja bagus, Pres." Ucap Lein.
Brynn tidak menjawab karena ia sudah pingsan karena kelelahan setelah menggunakan banyak sekali mana selama pertarungan dan memulihkan hutan.