
Kembali ke waktu sekarang. Lein dan Jonas sudah sampai di tempat awal mereka berpisah.
Mereka kemudian mengikat Pavlos dan Zinon dengan tali biasa, namun Lein sudah memasang sihir jebakan di sekitar mereka.
Jadi, meskipun mereka bisa melepaskan ikatan tali yang mengikat mereka, saat mereka akan kabur, mereka akan terkena jebakan itu.
Lein dan Jonas mengikat mereka berdua agar mereka berpikir bahwa mereka telah ditangkap.
"Kamu sudah tahu bukan, kalau penyihir yang akan kita lawan menggunakan magic yang lumayan langka." Ucap Lein.
"Aku tahu bos. Dia menggunakan Field Magic yang membuat nya bisa memakai banyak sekali jenis sihir lapangan." Angguk Jonas.
"Sebuah sihir lapangan yang mencakup area luas, jika dia bergabung dengan Anarchy Order, maka dia akan menjadi musuh yang sangat merepotkan." Ucap Lein.
"Benar bos." Balas Jonas.
Lein dan Jonas kemudian pergi ke kanan ke area yang ditangani oleh Jonas yang merupakan sebuah padang rumput.
Karena Lason adalah pengguna sihir lapangan, maka kemungkinan besar dia ada di area ladang rumput yang memiliki jangkauan pandangan yang luas.
Jika di hutan, Lason tidak akan bisa mengerahkan semua kekuatan nya karena pandangan nya tertutupi oleh pohon-pohon yang rimbun.
"Ketemu, dia ada di puncak bukit." Ucap Lein.
Mereka berdua kejadian segera berlari ke arah puncak bukit yang merupakan sebuah padang rumput dengan rumput yang sangat pendek yang hanya setinggi mata kaki.
"Bagaimana bisa kalian berdua sampai disini...?" Tanya Lason.
Lason adalah seorang pria botak yang memiliki janggut panjang berwarna putih. Dia memakai jubah penyihir berwarna ungu gelap.
Lason juga memegang sebuah staff sihir yang tinggi nya sekitar dua meter dengan kristal berwarna ungu cerah di ujung staff nya.
"Jonas, salah satu diantara kita bisa dengan mudah mengalahkan Lason bahkan jika dia memiliki level diatas 100."
"Jadi, tahan kekuatan mu dan cobalah untuk menikmati pertarungan ini karena jarang-jarang kita bertarung dengan penyihir dengan Field Magic." Ucap Lein.
"Haha, aku tahu bos." Jonas tertawa.
"Field Magic : Fire Field." Lason mengetuk tanah dengan ujung staff bagian bawah.
Kemudian muncul api di area sekitar Lein dan Jonas. Kemudian terbakar lah rumput-rumput disana sampai menjadi lapangan api.
"Api? Ini mudah." Ucap Jonas yang nampak santai.
Karena hampir setiap hari Jonas berlatih dengan Enya dengan cara mengeluarkan Api Fiama dan mengarahkan nya ke tubuh Jonas.
Api biasa yang dikeluarkan oleh Lason tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan Api milik Fiama yang dikeluarkan oleh Enya.
"Haha, ini masih awal..." Ucap Lein yang tahan dengan api juga karena tubuh nya setara dengan level 100.
__ADS_1
"!? - Mengapa kalian tidak terpengaruh!?" Teriak Lason yang tidak memercayai apa yang ia lihat.
"Karena kami kuat. Sihir api biasa seperti ini tidak akan bisa melukai kami." Jawab Jonas dengan nada santai.
"Sial!" Umpat Lason.
"Field Magic : Mud Field." Kristal ungu di staff Lason mengeluarkan cahaya.
Api di sekitar lein dan Jonas menghilang. Lalu, tanah di bawah mereka berubah menjadi lunak dan juga basah.
Kaki mereka berdua sedikit tenggelam ke dalam tanah dan mereka menyadari bahwa apa yang mereka injak bukan tanah melainkan lumpur.
"Field Magic : Mud Eater Monster." Teriak Lason.
Tiba-tiba lumpur di bawah kaki Lein dan Jonas bergerak dan naik ke atas membentuk beberapa monster yang tidak memiliki bentuk.
Para monster tersebut membuat lubang di tubuh lumpur nya seakan-akan lubang tersebut adalah mulut.
"Serang mereka!" Lason memerintahkan para monster lumpur untuk menyerang Lein dan Jonas.
"Wargh!!" Monster Lumpur berteriak.
Jonas bergerak duluan, ia maju ke depan lalu memukul monster lumpur dengan tinju nya yang dilapisi oleh mana.
Karena Jonas tahu monster lumpur tidak akan bisa diserang secara fisik karena mereka juga tidak memiliki tubuh fisik.
Dan benar saja, sebuah lubang terbentuk saat Jonas memukul nya dan lubang tersebut tidak kembali seperti semula.
Disisi lain, Lason juga memperluas area lumpur dan membuat sebuah benteng dari lumpur yang berfungsi untuk melindungi dirinya.
Monster lumpur terus tercipta dan jumlahnya bahkan semakin banyak. Bahkan ada beberapa monster lumpur yang ukuran nya besar.
"Jonas, serang Lason. Aku akan menahan semua monster lumpur nya." Ucap Lein.
"Baik bos!" Jonas segera menghentikan pukulan nya dan pergi berlari menuju ke arah Lason yang sedang bersembunyi.
"Tidak akan ku biarkan kamu mendekat!" Lason menciptakan monster lumpur di sekitar benteng.
Jonas tidak menghiraukan monster lumpur tersebut karena ia tahu Lein akan mengurus nya, yang perlu ia lakukan hanyalah terus maju dan menyerang Lason.
Lein menembakkan peluru mana dari jauh untuk membunuh monster lumpur di dekat benteng yang akan menyerang Jonas.
Jonas terus berlari ke dekan sambil mengaktifkan Diamond Rhino nya. Kemudian Jonas menabrakkan diri ke dinding benteng lumpur.
*brak!
Dinding benteng lumpur hancur dan Lason tampak panik saat Jonas mendekati nya.
Jonas memukul wajah Lason dengan normal namun wajah Lason langsung berdarah-darah tanda bahwa fisik nya memang lemah.
__ADS_1
Semua monster lumpur meleleh dan menghilang pada saat Lason terkena pukulan Jonas di wajah nya.
Lein datang menghampiri mereka berdua, ia berjongkok di depan Lason.
"Katakan, mengapa sihir yang kamu pakai sangat sederhana? Seharusnya Field Magic lebih hebat daripada ini!" Lein menatap tajam mata Lason.
"..." Lason tidak menjawab dan hanya menyipitkan matanya.
"Pukul dia." Ucap Lein.
Jonas segera memukul perut Lason dengan keras sampai Lason memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Katakan.." Kali ini Lein bertanya sambil mengeluarkan niat membunuh nya.
"!!" Lason melebarkan matanya saat merasakan niat membunuh Lein yang pekat.
"I...itu...Itu karena aku... diperintahkan oleh mereka!" Teriak Lason.
"Apa maksud dari 'mereka'?" Lein menyipitkan matanya.
"Mereka adalah - !!" Mulut Lason tiba-tiba bergerak sendiri.
Lein dan Jonas bisa melihat bahwa Lason mengigit sesuatu berwarna hitam yang tersimpan di gigi belakang nya.
"Sial!" Lein bergerak dengan cepat mencoba untuk menghentikan Lason.
Namun Lein terlambat, sesuatu yang berwarna hitam tersebut sudah digigit oleh Lason dan menyebar di seluruh mulutnya.
Napas Lason menjadi cepat, tubuh nya menjadi kejang-kejang, matanya memutar menjadi putih, mulutnya mengeluarkan busa.
Kemudian tubuh nya berhenti bergerak tanda bahwa ia telah mati.
Benar, mati. Apa yang Lason bibir barusan adalah sebuah racun yang diletakkan di dalam mulutnya, tepatnya di gigi bagian belakang.
Barang-barang Lason keluar dari inventory nya, namun Lein saat ini tidak seperti biasanya yang bersemangat saat menjarah.
Wajah Lein saat ini menjadi serius karena memikirkan kejadian barusan.
Lein tahu bahwa ada yang janggal saat Lason hanya menggunakan sihir lapangan yang berupa api biasa dan lumpur.
Seorang penyihir Field Magic tidak akan selemah ini, apalagi Lason adalah seseorang yang memiliki level 100 keatas.
Kemudian saat Lein bertanya, Lason malah mengigit racun yang ada di dalam mulutnya. Namun Lein tahu itu bukan keinginan Lason.
Mulut Lason bergerak sendiri, bahkan saat akan mengigit racun nya, mata Lason menunjukkan emosi ketakutan yang sangat besar.
"Mari kita selesaikan misi ini terlebih dahulu." Lein menyimpan semua barang-barang milik Lason.
"Baik." Jonas juga tahu ada yang salah dengan situasi sekarang.
__ADS_1
Jonas memegang kaki Lason dan menyeretnya pergi, kembali ke tempat awal dimana Pavlos dan Zinon diikat disana.