
"... Kesepakatan?" John berpikir ini ada kaitannya dengan penyakit nya.
"Ya, bagaimana?" Lein bertanya sekali lagi
John sangat ingin menyembuhkan penyakitnya, atau setidaknya hanya meringankan nya. John berpikir tentang sebab akibat jika ia menerima tawaran Lein.
"Aku tidak memiliki harapan sebelumnya, sekarang meskipun hanya setitik cahaya, aku akan menggapai nya." John merubah sikapnya dari yang barusan ragu-ragu menjadi tegas
"Jika itu memang membantu ku, aku menerima nya." John menerima tawaran Lein
"Bagus sekali." Lein menyeringai
Sebenarnya saat Lein menuju tempat ini, ia sempat menganalisa bagaimana menyembuhkan, tidak lebih tepatnya melepaskan segel jantung John.
Benar, jantung John disegel, itu bukan penyakit atau cacat.
Dan cara membuka segel nya, adalah dengan racun yang mematikan!
Racun akan dimasukan kedalam tubuh tepatnya persis di jantung. Lalu racun akan merangsang jantung yang mana akan membuka segel nya.
Sesederhana itu. Namun bahan untuk membuat racun itu lumayan sulit untuk dicari.
"Nah, kamu cari bahan-bahan yang tertulis di kertas ini." Lein memberikan kertas berisi bahan-bahan.
"Apakah ini untuk membuat obat penawarnya?" John menerima dan melihat kertas nya
"...Uh, ya. Itu obat." Lein berbohong
"Sebaiknya aku menyebut itu obat daripada racun." Lein berpikir jika ia mengatakan racun maka akan berdampak buruk.
"Baiklah, akan aku cari saat ujian selesai." John menyimpan kertas itu
"Tidak, cari disini. Pegunungan ini menyimpan banyak tumbuhan dan material melimpah." Lein menyarankan untuk mencari sekarang.
"Namun bagaimana dengan ujian ku?" John bertanya
"Tidak masalah, aku akan memberikan poin ku diakhir jadi kamu bisa lolos ujian." Lein menjanjikan poin nya
"Apa aku bisa percaya kepadamu?" John ingin memastikan
"Bisa, aku juga butuh bantuan mu nanti. Dan bahkan jika kamu tidak percaya, kamu akan tetap menuruti perkataan ku karena ini demi penyakit mu." Lein berdiri dan pergi dari tempat itu
"Semoga keputusan ku tepat." John melihat punggung Lein lalu ia membulatkan tekad.
"Namun apa yang dibutuhkan nya dari ku? Ah sudahlah." John mencari tumbuhan sesuai yang tertulis di kertas.
...----------------...
"Bocah, sepertinya kamu mendapatkan keuntungan yang tidak terduga ya." Octiorb berbicara
"Ya Oct. Aku bahkan tidak menyangka. Lagi dan lagi, analysis eye membuatku kagum." Lein tersenyum
Sebenarnya sebelumnya Lein ingin berpura-pura menyelamatkan John dan lalu ia akan berhubungan baik dengan pelan namun pasti.
Namun ia tidak menyangka bahwa akan ada kesempatan yang tidak terduga yang mendatangkan keuntungan yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Lein lalu menelusuri hutan dan ia tidak segaja sampai di wilayah bebatuan.
"Apakah itu monster nya?" Lein melihat sebuah batu berjalan
"Batu berjalan, monster memang unik ya. Analisa." Lein menganalisa
[ analisa berlangsung ]
[ moving stein
level 35
monster batu yang menggunakan angin untuk bergerak
skill : stone crusher ]
"Uh, itu memang batu berjalan." Lein sudah tidak terkejut dengan monster yang aneh
"hm? oh itu kan..." Lein berlari ke suatu arah
Lein mengeluarkan kedua katana nya dan ia menebas ke arah depan, target nya adalah moving stein yang sedang bertarung dengan kenalan nya.
"Gaya kedua : tebasan gelombang laut." Lein menebas dengan penuh semangat
*slash
Moving stein yang terkena serangan Lein terbelah menjadi beberapa bagian. Monster yang terkenal karena pertahanan nya yang keras terbelah dengan satu serangan.
*buk buk (bunyi batu berjatuhan)
"Ternyata kamu, Lein." Anna menyarungkan pedang nya juga
"Jadi kamu menggunakan pedang dibandingkan staff (tongkat penyihir)?" Lein bertanya setelah ia melihat pedang Anna.
"Benar, karena aku lebih suka bergerak bebas." Anna menjawab pertanyaan Lein.
"Anna, siapa dia?" Tanya seorang remaja laki-laki
"Ah iya aku sampai lupa. Teman-teman, perkenalkan namanya Lein. Ia adalah teman sekolah ku." Anna memperkenalkan Lein kepada teman-temannya
"Halo halo, aku Lein." Lein menjabat tangan mereka satu persatu
"Aku Kiva Barqi." Seorang laki-laki berambut putih
"Steva William." Seorang perempuan cantik dan mungil
"Nina William, adik steva." seorang perempuan yang persis sama seperti steva
"Alan Parson." seorang laki-laki berambut panjang
Lein melihat dan menganalisa mereka. Mereka semua setara dengan level Anna. Lein berpikir mereka adalah anak-anak keluarga kaya dan berpengaruh.
"Perkenalkan Lein, mereka teman-teman ku." Anna memperkenalkan Lein dengan teman-temannya.
"Apakah kalian sedang ber team? Kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian." Lein berpamitan hendak pergi
__ADS_1
"Kamu mau pergi? Mengapa tidak bergabung bersama?" Anna menawarkan Lein bergabung dengan tim
"Ya Lein. Kamu teman Anna berarti teman kami juga." Kiva menambahkan
"Haha, tidak usah. Aku memang ada urusan yang perlu ku selesaikan." Lein tersenyum menolak tawaran mereka
"...." Kiva melihat punggung Lein dalam-dalam.
Lein lalu pergi meninggalkan mereka. Lein memang tidak mau bergabung karena itu akan merepotkannya. Lagipula ia juga harus mendapatkan poin banyak karena akan dibagi dengan John.
"Karena aku akan membagikan poin ke ke John, maka harus melawan monster dengan jumlah banyak. Kalau begitu aku harus kembali lagi ke hutan." Lein pun kembali ke hutan
Ia mencari-cari dan akhirnya ia ketemu monster yang hidup berkelompok, yaitu lebah.
"Analisa." Lein menganalisa lebah yang seukuran bola basket itu.
[ analisa berlangsung ]
[ Fon Bee
level 27
skill : tusukan angin, akselerasi ]
"Mau makhluk apapun itu, jika mereka hidup berkelompok biasanya mereka lemah. Mereka kuat karena berkelompok." Tiba-tiba Lein berpikir seperti itu
"Analisa kelemahan." Lein lanjut menganalisa
[ analisa berlangsung ]
[ kelemahan : kurang bisa melihat ]
"Aku sudah membuat rencana yang sederhana sekali. Kali ini aku hanya akan menggunakan dragon dance." Lein memasukan kedua katana ke inventory agar tidak menganggu pergerakan nya.
"Haruskah kita pertarungan nya, Lebah!" Teriak Lein
...----------------...
Gedung pengawas.
"Jadi itu anak Edvart? Sungguh kuat. Dia bisa memanfaatkan kemampuan nya dengan baik." Seorang guru memuji
"Teman-temannya juga tidak kalah kuat. Mereka setara dengan Anna." Kali ini seorang dekan yang memuji
"Anak ini memang sangat berani." Dekan Hido berkata dalam hati saat ia melihat layar yang menunjukkan Lein berada.
"Apakah bocah itu bisa menghadapi sekelompok lebah?" Guru Linda bertanya-tanya di dalam hatinya saat ia juga melihat Lein di layar
Hanya dua orang saja yang memperhatikan Lein. Itu wajar, karena Lein bukan seseorang yang terkenal ataupun anak dari keluarga berpengaruh.
Apalagi Lein adalah kemampuan rank F. Orang-orang tidak akan repot memperhatikan Lein sedang melakukan apa di ujian ini.
Bahkan kedua orang itu tidak selalu melihat Lein karena bagaimanapun mereka adalah seorang guru dan dekan. Mereka juga harus memperhatikan peserta lain
Bahkan kesepakatan Lein dengan John tidak ada yang tau kecuali mereka berdua, ah dan juga Octiorb.
__ADS_1