
Setengah jam kemudian, mereka melihat ada sebuah pulau yang sangat besar di depan mereka bahkan jika dilihat dari jarak jauh.
Setengah jam lagi, mereka akhirnya sampai di pulau itu. Kapal Perium dan kapal lain nya berhenti di pelabuhan untuk mengisi bahan bakar.
Proses pengisian bahan bakar mungkin agak sedikit lama karena disekitar mereka juga banyak sekali kapal yang sedang menunggu.
Jadi, para penumpang dan awak kapal turun dari kapal untuk menikmati pulau ini atau hanya sekedar mencari angin segar.
Lein akhirnya bisa melihat bagaimana Ras Mermaid mengubah ekor ikan mereka menjadi sepasang kaki seperti manusia.
"Hm, ini sungguh menarik untuk dilihat." Batin Lein.
"Selamat datang di Pulau Corter." Ucap Amara.
"Sungguh pulau yang indah." Jawab Liza.
"Terimakasih." Balas Amara.
"Lein, kamu pasti sudah tahu kalau Mermaid yang menghubungi mu tidak ada di tempat. Sekarang Mermaid itu meminta ku untuk membawa mu ke tempat nya." Ucap Amara.
"Apakah aku boleh membawa teman ku?" Lein menunjuk Liza.
"Tentu saja boleh." Angguk Amara.
"Baik." Lein dan Liza kemudian mengikuti Amara.
Amara membawa Lein dan Liza ke sebuah bangunan kecil. Lein mendongak melihat tidak ada papan nama di bangunan itu.
Dan Lein merasa bahwa bangunan kecil di depan nya seperti sebuah rumah.
"Silakan masuk, dia sudah menunggu di dalam. Aku masih ada urusan, jadi aku pergi terlebih dahulu." Amara melambaikan tangan nya kemudian ia pergi.
"Permisi..." Lein dan Liza memasuki bangunan itu.
"Selamat datang, terimakasih karena telah membantu..." Suara wanita yang indah terdengar.
*tap tap tap
Terdengar suara langkah kaki dari dalam, kemudian muncullah wanita cantik berambut panjang berwarna biru muda.
Wanita itu memiliki kulit yang putih dan mengenakan pakaian yang kasual. Namun Lein merasakan aura yang akrab dalam diri wanita itu.
"Ah, Mermaid ya?" Lein tanpa sadar bertanya.
"Benar. Aku adalah Mermaid yang menghubungi mu untuk meminta bantuan." Angguk mermaid itu.
"Silakan duduk terlebih dahulu." Mermaid itu mempersilakan Lein dan Liza duduk.
"Ah, baiklah." Lein dan Liza mengangguk kemudian mereka duduk.
"Perkenalkan, namaku adalah Marina." Mermaid itu memperkenalkan dirinya.
"Aku Lein, dan dia Liza." Lein menunjuk Liza.
__ADS_1
"Halo!" Sapa Liza.
"Analisa." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ Marina
level : 142
kemampuan : ??
Seorang Mermaid yang memiliki jabatan yang sangat tinggi, dia adalah pimpinan teratas dalam militer Ras Mermaid ]
"...Tdak kusangka aku akan bertemu dengan anda, Jenderal Marina." Ucap Lein.
"Jenderal Marina? Jadi kamu adalah Mermaid yang sangat kuat itu ya..." Ucap Liza.
"Oh? Kalian tahu identitas ku?' Tanya Marina yang sedikit terkejut.
"Yah, anda ini terkenal jenderal. Pasti banyak orang yang mengenal anda, benar kan, Lein?" Ucap Liza.
"Benar." Angguk Lein.
"Haha, kalian ini bisa saja." Marina tertawa kecil.
"Jadi, mengapa anda memanggil kami, jendral?" Tanya Lein.
"Aku hanya ingin berterima kasih kepada mu." Jawab Marina.
"Haha, sebagai ucapan terimakasih aku akan memberitahu petugas untuk mengisi bahan bakar kapal kalian dan kapal yang bersama kalian sekarang." Ucap Marina.
"Eh, benarkah? Itu sangat membantu." Lein tidak menyangka Marina akan membantu nya dengan mudah hari.
"Ini hanya imbalan kecil." Balas Marina.
Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang sederhana, lalu Lein dan Liza pamit untuk pergi karena tidak ada yang harus dibicarakan lagi.
Marina mengangguk karena ia juga memiliki banyak sekali urusan karena jabatan nya adalah jenderal.
Lein dan Liza berjalan kembali ke pelabuhan sambil melihat ke sekeliling.
Lein melihat bahwa pulau ini tidak ada bedanya dengan pulau di Benua Manusia, pulau ini juga merupakan pulau yang modern.
Namun ada perbedaan yang mencolok, yaitu pulau ini lembab. Ada pohon yang bisa mengeluarkan air, alat, mesin, atau apapun itu yang bisa mengeluarkan air.
Lein heran dan menjadi penasaran, ia pun segera menggunakan Analysis Eye milik nya untuk mencari tahu.
[ analisa berlangsung ]
[ karena Ras Mermaid tidak bisa mempertahankan wujud manusia mereka jika kering, oleh karena itu mereka harus selalu terkena air ]
"Ah, jadi begitu, sekarang aku paham." Batin Lein.
__ADS_1
"Pulau nya sangat ramai ya..." Ucap Liza sambil melihat ke sekeliling.
"Benar, ini lebih ramai dari kota perdagangan di Benua manapun karena disini adalah titik tengah yang mempertemukan semua ras yang sedang pergi berlayar." Jawab Lein.
"Benar, para pedagang juga menjual berbagai barang yang menarik, bahkan ada barang yang belum pernah aku lihat sekalipun." Angguk Liza.
"Mau coba beli beberapa?' Tanya Lein.
"Hm.. tentu, ayo kita lihat-lihat terlebih dahulu." Liza kemudian pergi ke sebuah toko.
Lein mendongak dan melihat bahwa toko yang Liza masuki adalah sebuah toko aksesoris yang dibuat dari benda-benda laut.
Lein memasuki toko itu dan ia disuguhkan oleh dekorasi yang terlihat indah karena toko ini mengambil tema laut sesuai apa yang mereka jual.
"Ah! Aku akan membeli ini." Ucap Liza dengan gembira.
"Apa yang akan kamu beli?" Lein berjalan mendekat.
"Ini." Liza menunjukan barang nya.
Ternyata itu adalah sebuah seruling yang dibuat dari sebuah cangkang kerang yang bentuk nya sangat mirip seperti seruling asli.
"Seruling? Bagus juga ..." Ucap Lein.
"Berapa harga nya?" Tanya Lein kepada petugas.
"Harga seruling ini adalah 50 ribu FEZ tuan." Jawab sang petugas.
"Mahal, tapi pasti ada alasan mengapa ini mahal bukan? Ucap Lein.
"Benar tuan." Angguk pelayan sambil tersenyum gembira.
Karena beberapa orang sebelumnya langsung kesal setelah mendengar harga nya yang mahal dan mereka malah marah-marah.
Mereka juga mempertanyakan kredibilitas toko ini dan menuduh bahwa toko ini adalah penipu yang menipu yang pelanggan.
Petugas gembira karena Lein tidak seperti mereka dan menanyakan alasan mengapa seruling ini mahal dengan baik-baik.
"Seruling ini mahal karena terbuat dari cangkang kerang asli yang hanya sedikit dimodifikasi agar bisa mengeluarkan suara yang lebih indah."
"Istimewanya adalah jika meniupnya menggunakan mana, maka suara yang dikeluarkan akan membuat hati pendengar menjadi tenang."
"Seruling ini bisa digunakan saat piknik dan bersantai atau bisa juga saat anda sedang melalui hari yang buruk kemudian mendengarkan suara seruling ini."
Petugas itu menjelaskan alasan nya mengapa harga seruling itu bisa mahal.
"Hm, aku percaya karena tidak mungkin kalian menjual barang palsu. Aku beli." Lein mengeluarkan kartu bank nya.
"Wah.! Terimakasih tuan!" Petugas itu mengambil kartu bank Lein dan menggesek nya ke sebuah mesin.
...----------------...
Lein dan Liza saat ini sudah berada di atas dek Kapal Perium karena mereka sudah selesai mengisi bahan bakar nya.
__ADS_1
Kemudian, tanpa membuang waktu, Kapal Perium dan kapal lain nya segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Benua Dwarf.