Analysis Eye

Analysis Eye
Ujian Praktek (1)


__ADS_3

Hari esok, Lein saat ini sudah ada di lapangan universitas karena hari ini adalah hari ujian praktek.


Jam 8 pagi, sudah banyak orang yang berkumpul. Meskipun begitu, para remaja tidak berdesakan karena lapangan universitas sangat luas.


"Hmm, dilihat dari banyaknya orang, mungkin ada sekitar 1000 lebih?" Lein mengamati orang-orang sekitar


Saat semua orang berbincang-bincang menunggu, tiba-tiba ada tekanan yang menekan para murid. Para murid yang merasakan hal itu lalu melihat-lihat mengapa ada tekanan seperti ini.


Disaat seperti itu, kursi-kursi yang sudah disediakan di panggung depan lapangan terisi. Para murid tidak bodoh, alasan mengapa ada tekanan karena para guru dan dekan datang.


Dan di satu kursi paling depan juga sudah terisi. Orang yang mengisi nya adalah seseorang berjubah hitam dan perak yang wajahnya tidak terlihat, dan dia adalah presiden univ (rektor).


"Selamat pagi, para peserta." Suara presiden univ terdengar ke penjuru lapangan karena ia berbicara menggunakan mana.


Para peserta seketika diam mendengar apa yang akan di sampaikan oleh presiden univ.


"Namaku Brynn (dibaca Brin) Gilardino, Presiden Universitas Dragon Heart." Presiden univ memperkenalkan diri secara singkat


"Kalian pada peserta...." presiden Brynn sedang berpidato menyambut ujian ini


Lein yang bosan mendengar pidato menjadi penasaran, seberapa tinggi level presiden Brynn. Lein menggunakan analysis eye nya.


"Analisa level presiden Brynn." Lein menggunakan kemampuan nya


[ analisa berlangsung ]


[ analisa gagal ]


[ peringatan! target analisa terlalu tinggi untuk dianalisa ]


"...hm?" Presiden Brynn merasakan seseorang yang sedang memeriksa nya. Ia mencari nya dan ia melihat ke barisan belakang.


"Sudah kuduga tidak bi- eh? dia menyadari nya!?" Ucapan Lein terhenti karena ia sedang ditatap oleh presiden Brynn.


"Meskipun tidak terlihat, aku jadi tau seberapa tinggi level presiden." Lein menatap balik presiden Brynn


"Namun apa-apaan tekanan mengerikan ini." Lein bisa merasakan tekanan yang mengerikan bahkan jika hanya menatap matanya


Namun bukannya takut akan tekanan itu, Lein justru merasa bersemangat. Lein bahkan tidak sadar kalau ia membuat seringai yang menyeramkan.


"Anak itu menyeringai? Haha sungguh menarik." Presiden Brynn tersenyum dibalik jubahnya karena cukup terkejut dengan reaksi Lein


"..Apakah kamu masokis?" Octiorb tiba-tiba bertanya pertanyaan yang tidak terduga


Lein terhuyung-huyung karena mendengar pertanyaan aneh yang diajukan Octiorb


"Apa maksudmu? Aku normal." Lein menjawab dengan lemah

__ADS_1


"Hm yah tidak ada. Karena kamu sepertinya bersemangat saat ditatap oleh orang itu." Octiorb penasaran


"Ah maksudmu presiden Brynn. Entahlah, mungkin karena aku menantikan kehidupan universitas." Lein menjawab dengan asal-asalan


Octiorb yang tidak puas akan jawaban Lein pun memukul kepala Lein dengan kesal dan menghilang.


*Plak (suara kepala dipukul)


"Ah sial." Lein mengusap-usap kepalanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Octiorb kesal.


...----------------...


"...Kalau begitu akan aku bacakan aturannya." Presiden Brynn mengambil sepucuk kertas entah dari mana lalu ia membacakan aturan ujian


Ternyata ujian praktek nya berlangsung di pegunungan belakang universitas dragon heart. Pegunungan sana memiliki banyak medan seperti hutan, lembah, rawa, dan lain lain.


Ujiannya sederhana namun juga susah, yaitu membunuh monster didalam pegunungan untuk mendapatkan poin. Peserta juga bisa mendapatkan poin dengan mencari tumbuhan berharga.


Ujian ini juga adil, karena ada siswa yang pastinya kurang dalam pertarungan. Dan mereka bisa mendapatkan poin dengan mencari dan membawa tumbuhan berharga.


Para peserta senang dengan jenis ujian nya yang tidak hanya bertarung untuk mendapatkan poin.


Untuk membunuh monster, poin akan dicatat sesuai level monster nya, contoh nya peserta membunuh monster Lebel 30 maka peserta akan mendapatkan 30 poin.


Untuk tumbuhan rank F dan E mendapat 50 poin, D dan C mendapat 100 poin, B dan A mendapat 500, S mendapat 1000 poin.


Lalu aturannya adalah, tidak boleh saling membunuh sesama peserta, itu saja.


"Yang artinya bisa menggunakan metode kotor asalkan tidak sampai membunuh peserta." Tidak hanya Lein yang berpikir seperti ini, namun hampir semua peserta.


"...Kalian akan diberikan dua token berwarna putih dan hitam. Warna putih akan mencatat poin yang kalian peroleh, dan jika terluka parah, kalian bisa menghancurkan token hitam yang akan memindahkan kalian ke sini."


Presiden Brynn menunjukkan dua token berwarna putih dan hitam. Lalu panitia membagikan kedua token kepada seluruh peserta.


"Apakah kalian lihat pegunungan itu?" Presiden Brynn menunjuk ke arah pegunungan di belakang universitas.


Para siswa melihat dan menganggukkan kepala mereka tanda bahwa mereka melihat.


"Ujian akan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam! Kalian bebas melakukan apapun asalkan mengikuti aturan!" Tegas presiden Brynn


"Sekarang, ujian dimulai!!" Presiden Brynn memulai ujian praktek universitas dragon heart.


Para peserta segera bergegas. Ada yang berlari, terbang, dan ada juga yang menggunakan peliharaan mereka. Lein terlebih dulu mengeluarkan katana baru nya.


"Sistem. Inventory." Lein mengambil dan menaruh kedua katana di pinggang kanan nya.


Lein juga hendak berlari menuju pegunungan namun ia merasakan tatapan yang diarahkan kepadanya.

__ADS_1


"Bukan hanya satu, tapi tiga?" Lein mencari siapa mereka yang telah menatap Lein dan ternyata adalah Dekan Hido, Guru Linda, dan juga... Presiden Brynn


Mereka bertiga menatap Lein sambil tersenyum, ah Lein tidak tahu bahwa presiden Brynn tersenyum karena wajahnya tertutup jubah.


"Ini akan menyenangkan." Lein menyeringai dan segera berlari menyusul peserta yang lain


"Ini akan menarik." Ketiga orang itu berpikir sama saat melihat Lein.


...----------------...


"Karena tidak ada peraturan bahwa mayat monster atau tumbuhan harus diserahkan kepada pihak universitas, maka aku akan mengambil semua nya, kekeke." Lein kepikiran celah dalam aturan ini


Sepanjang perjalanan Lein menggunakan analysis eye untuk menganalisa tumbuhan-tumbuhan di hutan ini.


[ analisa berlangsung ]


[ analisa berlangsung ]


[ analisa berlangsung ]


[ lumut biru


rank : C


kegunaan : efektif untuk mengobati luka kulit ]


"Yah lumayan." Lein tidak bereaksi banyak, ia hanya menyimpan nya di inventory


Saat Lein akan pergi..


*srak (suara daun bergesekan)


"Bahaya!" Lein merasakan bahaya yang mengancam dan ia segera menghindar jauh.


Ternyata bahaya yang dirasakan Lein bagusan berasal dari ular hijau yang berada di semak-semak.


"Kamuflase? Atau mimikri? Lein berpikir seperti itu karena warna kulit ular hijau itu persis sama dengan warna daun semak-semak


// pengetahuan : kamuflase dan mimikri itu beda ya //


*siss (suara ular mendesis)


"Sepertinya kamu akan menjadi lawan pertamaku." Lein memegang katana nya


"Namun pertama-tama, Analisa." Lein menganalisa ular hijau dan ia juga bergerak menyamping secara perlahan-lahan


[ analisa berlangsung...

__ADS_1


__ADS_2